Chinatown Bandung : The Selfie Town

Kalau tulisan sebelumnya menceritakan tentang acara wisuda pak suami, maka di part ini kita akan membicarakan hal diluar acara wisuda. Setelah rangkaian acara wisuda yang melelahkan, akhirnya di hari Sabtu ini saya dan suami bisa punya waktu free. Sudah jauh-jauh (dan macet) ke Bandung kalau tidak dimanfaatkan untuk liburan kan sayang rasanya.

Sabtu, 6 April 2019

Sebenarnya hari ini tidak ada itinerary khusus mau kemana dan ngapain. Pokoknya dibawa santai dan spontan saja. Dari mulai pijat refleksi ke Zen Reflexologi di Jalan Sunda, makan siang keluarga di Dapoer Pandan Wangi Jalan Patuha,  kemudian lanjut hair treatment di Salon Anata Jalan Windu. Sehabis dari salon Anata bahkan saya sempat nongkrong sebentar di cafe yang lagi hits di Bandung, Ambrogio Patisserie di daerah Riau.

Sehabis makan malam di cafe Dakken di daerah Riau, tiba-tiba tercetus ide mau pergi ke Cinatown Bandung. Saya tertarik dengan tempat ini setelah melihat feed instagram dari beberapa orang. Sepertinya tempat tersebut bagus dan instagram-able sekali. Suami pun menyetujui-nya.

Perjalanan dari daerah Riau menuju Chinatown Bandung ditempuh dalam waktu 20 menit saja berkat arahan rute dari aplikasi Waze. Kami tiba di depan bangunan Chinatown sekitar pk. 20:15 WIB. Karena sudah malam maka tempat tersebut tidak terlalu ramai lagi. Cari parkir mobil pun tidak susah. Di Chinatown tidak ada parkiran gedung yang resmi jadi memang harus parkir di pinggir jalan. Alhasil biaya parkirnya jadi sesuka hati tukang parkirnya deh. Kemarin saya dikenakan biaya parkir Rp. 10.000 untuk 2 jam parkir mobil disana. Sungguh mengalahkan tarif parkir di Jakarta.

PhotoGrid_1554884089231.jpg

Begitu sampai di Chinatown kami langsung ke bagian penjualan tiket masuk. Harga tiket masuknya adalah Rp. 30.000 per orang. Di counter penjualan tiket kami diingatkan bahwa untuk transaksi di dalam tidak menerima uang tunai, hanya menerima debit, kredit dan OVO. Tapi karena kami memang tidak berniat untuk makan-makan di dalam jadi kami tidak ambil pusing masalah tersebut.

Begitu masuk ke dalam bangunan Chinatown, suasana jaman dulu Cina Peranakan pun sangat terasa kental. Banyak aksesoris dan perabotan yang mengingatkan kita dengan masa kecil dulu. Disediakan juga banyak spot foto yang keren disana. Tidak salah rasanya slogan Chinatown Bandung sebagai “The Selfie Town”. Berikut adalah hasil foto-foto selama di Chinatown Bandung:

PhotoGrid_1554884120977.jpg

PhotoGrid_1554884375258.jpg

PhotoGrid_1554884294003.jpg

PhotoGrid_1554884322011.jpg

PhotoGrid_1554884257102.jpg

PhotoGrid_1555318973302.jpg

PhotoGrid_1555319028419.jpg

Untuk mendukung konsep Cina tempo dulu, ada juga counter penyewaan kostum dan makeup supaya tampilan kita bisa lebih pas dengan setting lokasi yang jaman dulu ini. Akan tetapi, karena saya dan suami datangnya sudah mendekati jam tutup dan malas ribet, jadi kita foto seadanya saja.

Kerennya lagi, di Chinatown Bandung ini ada wahana baru bernama Infinity Room. Konsep Infinity Room ini jadi populer sejak pameran Yayoi Kusama di Museum Macan tahun lalu. Banyak pengunjung rela antri panjang untuk bisa masuk ke dalam ruangan penuh kaca dengan pencahayaan dan bentuk objek tertentu. Saking panjangnya antrian, saya ingat sekali waktu itu saya hanya diberikan waktu selama 15 detik untuk berfoto di Infinity Room-nya Museum Macan. Padahal waktu itu harga tiket masuk ke Museum Macan jauh lebih mahal daripada Chinatown Bandung, yaitu Rp. 100.000 per orang untuk waktu kunjungan 2 jam saja.

Di Chinatown Bandung, untuk masuk ke Infinity Room tidak perlu membayar biaya tambahan lagi. Cukup sabar mengantri saja dengan pengunjung lain. Untungnya pada saat saya disana, pengunjungnya tidak begitu ramai jadi tidak ada drama antrian panjang selama di Infinity Room. Selama mengantri harap tetap menjaga barang bawaan masing-masing karena ada kasus ibu-ibu yang kehilangan handphone-nya saat ketinggalan tas di Infinity Room.

Berikut adalah keseruan foto di Infinity Room Chinatwn Bandung. Total ada 8 ruangan tapi waktu itu ada 1 ruangan yang lampunya redup dan agak gelap, jadi saya tidak berfoto disana.

PhotoGrid_1554884427862.jpg

PhotoGrid_1554884458528.jpg

PhotoGrid_1554884501657.jpg

PhotoGrid_1554884626543.jpg

PhotoGrid_1554884661145.jpg

PhotoGrid_1554884724046.jpg

PhotoGrid_1555320153728.jpg

Selain berfoto, di Chinatown Bandung juga ada food court untuk makan dan ngemil-ngemil. Sayangnya saya dan suami tidak sempat mencoba makanan disana karena saat datang kami sudah dalam kondisi kenyang habis makan. Tapi dari tulisan menu yang ada disana, makanan yang dijual adalah makanan halal non babi. Jadi aman untuk teman-teman yang muslim.

Secara keseluruhan, luas tempat ini tidak terlalu besar. Jadi tidak akan pegal jalan kaki untuk mengelilingi area yang ada. Terdapat pula fasilitas playground buat anak-anak dan mushola untuk fasilitas ibadah. Saya sangat merekomendasikan tempat ini bagi kalian yang suka foto-foto karena tiap sudut tempat ini bisa jadi spot foto yang keren!

Contact:

Chinatown Bandung
Jln Klenteng No. 41, Bandung
Telp. 022-6038114
IG: chinatownbandung
Website: http://www.chinatownbandung.com

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s