Tertipu Barang Palsu Di Online Shop

Ditengah kesibukan mengurus diri sendiri, rumah dan keluarga, terkadang kita hanya punya sedikit waktu luang. Kalau saya, sih, dibanding waktu luangnya dipakai untuk jalan-jalan, saya lebih suka di rumah. Sekedar tidur siang pun jadi me-time buat saya. Sepertinya hal ini dipengaruhi faktor usia juga ya. Hahaha. Makin berumur rasanya makin malas keluar rumah, kecuali untuk agenda travelling.

Kehadiran online shop belakangan ini sangat membantu urusan belanja-belanja bagi orang pemalas seperti saya. Tinggal buka aplikasi/website, klik search untuk mencari barang yang dimau dan compare harga. Langkah selanjutnya, kalau suka dengan barangnya, tinggal klik add to cart dan diikuti dengan pembayaran. Di rumah tinggal duduk manis menunggu barangnya diantar oleh kurir. Biasanya hanya dalam beberapa hari, barang sudah tiba di rumah. Semudah itu.

Saya belanja online sudah beberapa kali dan so far saya selalu puas. Untuk produk yang sama, harga yang ditawarkan oleh online shop selalu lebih murah. Kenapa online shop bisa menawarkan harga yang lebih murah?
– Tidak perlu sewa toko fisik
– Tidak perlu mempekerjakan banyak karyawan / SPG
– Biaya promosi lebih sedikit. Biasanya orang-orang sudah kenal dengan nama besar brand yang dijual.
– Beli produk langsung dari pabrik/produsennya dan biasa untuk pembelian dalam jumlah banyak, mereka dapat harga khusus dan produk-produk sample yang bisa dijual kembali.
Jadi jangan berpikir bahwa produk murah yang dijual online shop itu selalu palsu. Malah saya merasa belanja online itu jadi semacam best deal. Hahaha. Sebagai emak-emak kita harus bisa jadi smart buyer.

Suatu ketika, saya kena batunya. Keisengan saya membeli suatu produk sheet mask korea dari brand Innisfree di suatu online shop yang baru (maksudnya, saya belum pernah bertransaksi di toko tersebut sebelumnya), membuahkan hasil yang tidak menyenangkan karena barang yang saya beli adalah barang palsu. Seperti kita ketahui, brand Innisfree jadi brand favorit banyak orang karena harganya terjangkau. Oleh karena itu, seller toko online berlomba-lomba menjual produk brand tersebut dengan harga yang jauh lebih murah. Tak jarang para seller nakal menjual produk tiruan / palsu untuk meraup keuntungan yang lebih besar.

Saya melakukan transaksi pembelian di aplikasi Shopee pada akhir Oktober 2019. Kebetulan, stok sheet mask saya sudah mau habis, jadi saya belanja online untuk stok beberapa bulan ke depan. Saat itu saya tertarik dengan harga murah yang ditawarkan oleh toko bernama “Halokitty Kosmetik” (ID: kenny201898). Bisa dilihat di foto bawah ini, toko tersebut menjual sheet mask Innisfree dengan harga Rp. 10.300 per pc dan kemudian ada diskon lagi menjadi Rp. 5.253 per pc. Padahal harga jual di counter resmi adalah Rp. 19.000 per pc. Sungguh harga yang murah sekali kan? Ketika itu saya masih positive thinking: Mungkin harga yang murah tersebut karena dia beli langsung dari Korea dan diskon tambahan karena promo tanggal cantik mau harbolnas 11.11. Tidak ada kecurigaan apapun. Apalagi saya lihat di status produk bahwa barang sudah terjual hampir 3.000 pcs. Ulasan produk yang diberikan pembeli pun cukup baik. Jadi saya beli sheet mask tersebut sebanyak 10 pcs. Total harga pembelian dengan ongkos kirim adalah Rp. 61.341.

Dalam waktu beberapa hari paket saya datang. Saat itu saya memang tidak langsung pakai produknya karena saya masih menghabiskan sisa stok sheet mask saya yang ada di rumah (tinggal 2 pcs). Saya baru pakai sheet mask Innisfree yang saya beli ini pada mid November 2019. Saya membuka 1 bungkus sheet mask Innisfree varian Rice. Dari segi bungkus luar menurut saya tidak ada bedanya (dengan yang asli), kalau kita tidak memperhatikan detail per detail. Tapi, essences di dalam bungkusnya, saya perhatikan agak beda konsistensinya, wanginya pun beda. Lebih aneh lagi, bahan sheet mask-nya seperti murahan, tebal dan agak kaku. Lipatan sheet mask-nya juga tidak rapi dan agak asal-asalan. Kemudian, saat diaplikasikan ke wajah, hanya dalam beberapa menit (kurang dari 5 menit), kulit wajah saya berasa panas dan perih. Bahkan lebih perih daripada saat pakai exfoliating toner. Saya pun jadi curiga dan langsung melepas sheet mask tersebut dari wajah saya. Padahal, biasanya kalau saya pakai sheet mask didiamkan dulu di wajah selama 20 menit. Setelah itu, langsung saya browsing tentang “sheet mask Innisfree palsu” dan meluncur ke blog ini: https://www.obrolanmanis.com/2019/03/original-vs-fake-innisfree-my-real.html

Dari penjelasan detail di blog tersebut, saya jadi sangat yakin kalau saya membeli barang palsu. Sebelumnya, saya pernah beberapa kali membeli sheet mask Innisfree langsung dari counter resmi-nya di Tangerang. Pada waktu itu, kulit wajah saya tidak bereaksi negatif apapun dengan produk sheet mask-nya walaupun saya diamkan selama 20 menit di wajah. Jadi merupakan suatu keanehan kalau tiba-tiba kulit wajah saya jadi kenapa-kenapa sesaat setelah pengaplikasian di wajah. Itu sudah indikator utama buat saya.

Keputusan saya waktu itu untuk segera melepas sheet mask palsu dari wajah saya adalah keputusan yang sangat tepat. Waktu pengaplikasian yang sangat singkat, membuat produk palsu ini tidak sempat membuat efek macam-macam di kulit saya yang sensitif. Pada blog di atas, penulisnya malah kulitnya jadi beruntusan karena beberapa kali mencoba sheet mask palsu itu. Aduh, serem sekali ya.

Beberapa hari kemudian, saya mengecek kembali ulasan produk sheet mask Innisfree yang saya beli di toko “Halokitty Kosmetik”. Ternyata, ada seorang pembeli yang memberikan ulasan baru bahwa produk yang dibeli tersebut adalah barang palsu! Berarti dugaan saya benar. Tidak hanya saya yang tertipu. Sheet mask palsu yang saya beli pada akhirnya berakhir di tempat sampah. Sebelumnya, kemasannya sudah saya gunting-gunting supaya tidak disalahgunakan. Jangan pernah memaksakan diri pakai barang palsu karena kita tidak tahu bahan apa yang digunakan. Bisa jadi bahan tersebut adalah bahan yang berbahaya bagi kita.

Untuk mengganti sheet mask palsu yang sudah saya buang, akhirnya saya belanja langsung ke counter resmi Innisfree. Pihak Innisfree mengeluarkan kemasan sheet mask baru yang berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Judul sheet mask-nya pun ditambahi akhiran “EX” untuk membedakan dengan kemasan lama. Pada kemasan baru, print gambarnya lebih glossy dan halus. Pada gambar dibawah ini saya tampilkan perbedaan kemasan baru sheet mask Innisfree dengan kemasan sheet mask palsu.

P_20191119_131509_vHDR_Auto-01.jpeg
Kiri (ada tulisan EX): Asli; Kanan: Palsu
P_20191119_131716_vHDR_Auto-01.jpeg
Kiri: Asli; Kanan: Palsu
P_20191119_131626_vHDR_Auto-01.jpeg
Kemasan EX yang asli: Glossy dan smooth. Tulisan batch number dan exp date dari depan tidak terlihat.
P_20191119_131534_vHDR_Auto-2.jpeg
Kemasan palsu: Print out kurang rapi dan tidak fokus. Tulisan batch number dan exp date dari depan terlihat jelas

 

 

 

P_20191119_131808_vHDR_Auto-2.jpeg
Kiri: Asli (gerigi pinggiran kemasan bentuk diagonal); Kanan: Palsu (gerigi pinggiran kemasan bentuk kotak). Silakan di zoom untuk lebih jelasnya

Setelah kejadian ini, apakah saya kapok berbelanja online? Oh, tentu tidak! Pengalaman ini mengajarkan saya untuk tidak hanya tergiur harga murah. Saya harus lebih memperhatikan kualitas seller. Memang butuh trial and error untuk mendapatkan seller yang terpercaya. Jadi kalau sudah dapat yang terpercaya, sebaiknya tetap langganan di seller tersebut.

Saran saya, bagi first timer online shopping, ada baiknya untuk pembelian pertama kali, selalu mulai dari counter resminya. Tujuannya supaya kita punya pembanding. Jadi kalau selanjutnya belanja di online shop, kita sudah tahu sendiri apakah barang yang kita beli itu original atau palsu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s