Pasca Kuret Hamil

Hai semua..

Tulisan kali ini masih berhubungan dengan post sebelum-sebelumnya tentang kuret / kuretase hamil yang harus saya lakukan karena janin tidak berkembang. Biar lebih paham, bagi yang belum baca, silakan dibaca dulu ya post sebelumnya.

Sesuai dengan anjuran dari dokter Malvin di Family Fertility Center (FFC) – RSIA Family Pluit, seminggu setelah kuret saya harus kontrol lagi untuk cek kondisi rahimnya pasca kuret dan apakah obat yang diresepkan memberikan efek yang diharapkan.

14 Oktober 2019

Sebenarnya, pada saat saya datang ke FFC hari ini, saya sudah merasa sehat. Darah pun sudah tidak keluar lagi sehingga saya berpikir pasti rahim saya sudah bersih. Tidak ada nyeri-nyeri perut ataupun demam yang menandakan adanya infeksi. Saya pun sudah beraktivitas seperti biasa, hanya saja belum berani memulai olah raga sampai ada clearance dari dokter.

Dokter melakukan pemeriksaan via USG Transvaginal kepada saya. Alangkah terkejutnya saya, ternyata menurut dokter Malvin, rahim saya belum bersih karena masih ada sisa gumpalan darah beku-nya. Gumpalan darah ini walaupun sedikit, harus dibersihkan dan dikeluarkan dari rahim. Saya kemudian diresepkan obat untuk melemaskan otot rahim dan membuat kontraksi rahim sehingga diharapkan gumpalan darah tersebut bisa keluar dengan sendirinya. Efeknya sudah barang tentu adalah keluar darah (lagi), tapi tidak sampai banjir darah seperti kuret hari pertama. Darah yang keluar hanya seperti saat menstruasi hari kedua, ditambah rasa mules-mules di perut bawah. Bahkan untuk beberapa saat, saya merasakan nyeri saat buang air kecil saat mengkonsumsi obat tersebut (Gastrul). Tetapi efek seperti ini hanya sementara dan akan hilang ketika konsumsi obat dihentikan.

Obat yang diresepkan adalah:
– 2 Tab – Gastrul Tablet (2 x 1 hari, sesudah makan)
– 10 Tab – Bledstop Tablet (2 x 1 hari, sesudah makan)

Saya disuruh datang kontrol 2 minggu lagi untuk cek apakah kondisi rahim sudah benar-benar bersih atau belum.

Biaya:
– Konsultasi dokter, USG dan administrasi: Rp. 805.000
– Obat-obatan: Rp. 39.700
TOTAL BIAYA = Rp. 844.700

26 Oktober 2019

Sama seperti kedatangan sebelumnya. Saya juga merasa sehat-sehat saja dan tidak berdarah lagi. Darah yang keluar hanya saat minum obat Gastrul saja, setelah itu flek sedikit dan hilang. Jadi sebenarnya saya agak ragu, apakah rahim saya benaran sudah bersih? Karena darah yang keluar tidaklah banyak.

Dari hasil USG Transvaginal, dokter Malvin menyatakan bahwa rahim saya sudah bersih dan tebal kembali. Bentuk rahim sudah kembali normal. Sel telur pun sudah terlihat di ovarium kanan, ada 6 folikel. Untuk ovarium kiri tidak terlihat folikel, hanya terlihat para-ovarian cyst yang memang sudah ada sejak dulu, tapi ukuran kistanya tampak lebih kecil, kemungkinan karena efek kehamilan. Kista ini tidak berbahaya karena letaknya diluar ovarium dan tidak akan mempengaruhi proses kehamilan.

Dokter berpesan kepada saya dan suami, sebaiknya menunda kehamilan sampai 3 bulan ke depan. Tunggu rahim dan sel telur-nya pulih dan benar-benar siap. Berhubungan badan dengan suami sudah diperbolehkan. Olahraga juga sudah boleh tapi dokter mengingatkan sebaiknya tidak terlalu berat karena menurut dokter, wanita yang berolahraga terlalu berat bisa menyebabkan gangguan siklus haid dan berujung infertilitas. Saya disuruh mulai minum vitamin untuk persiapan kehamilan berikutnya: Asam Folat 1.000 mcg / hari dan Vitamin D3 1.000 I.U / hari. Saya dan suami diberikan waktu 1 tahun untuk coba hamil sendiri. Kalau tidak berhasil hamil sendiri, disuruh datang lagi untuk mempertimbangkan opsi IVF. Duh, mudahan tidak perlu IVF untuk bisa hamil lagi. Jujur saja, budget kami untuk program IVF kembali sudah tidak ada.

Biaya:
Konsultasi dokter, USG dan administrasi: Rp. 805.000

Tentang masa tunggu 3 bulan sampai dengan rahim siap ini, menurut saya relatif ya. Dari beberapa cerita yang saya dengar atau baca, banyak pasangan yang berhasil hamil kembali setelah 2 bulan setelah kuret. Tapi, ada beberapa kasus yang akhirnya hamil tersebut berakhir dengan keguguran spontan karena rahimnya masih lemah. Jadi kalau saya pribadi, memang mau tunggu 3 bulan baru kerkutat urusan hamil lagi.

Selama masa tunggu hamil 3 bulan ini, saya berencana untuk:

  • Fokus olahraga dan diet supaya berat badan pasca hamil (sempat naik 3 kg) bisa turun kembali. Kalau bisa malah mencapai berat badan 58-60 kg biar kalau hamil nanti titik awal berat badannya sudah ideal dan kenaikan berat badan saat hamil bisa lebih terkontrol. Kalau pas hamil baru diet sih sudah terlambat ya.
  • Menikmati waktu berdua dengan suami tanpa memikirkan urusan anak. Quality time lah ceritanya. Kasian juga pak suami agak terabaikan sewaktu saya sibuk urusan hamil kemarin.
  • Rajin minum suplemen persiapan hamil. Jujur saja, saat hamil kemarin itu saya dan suami sepertinya tidak ada persiapan apa-apa. Suplemen persiapan hamil diminumnya hanya jarang-jarang karena saya saat itu berpikir tidak mungkin bisa hamil alami.
  • Travel berdua pak suami (kalau ada budget lebih). Tapi hal ini optional dan tidak dipaksakan.
  • Mulai coba menabung untuk persiapan kehamilan, lahiran dan bahkan uang sekolah anak sedari dini. Ternyata urusan anak ini biayanya mahal juga lho. 

Bagi teman-teman yang habis kuret ataupun bersalin, sebaiknya rajin kontrol ke dokter untuk cek kondisi rahimnya sudah bersih atau belum. Walaupun kita sudah merasa sehat dan baik-baik saja, belum tentu rahim kita sudah bersih sempurna seperti halnya kasus saya. Semua itu hanya bisa diketahui lewat USG. Rahim yang belum bersih bisa menyebabkan berbagai resiko seperti infeksi. Jadi tidak ada salahnya kontrol berkala ke dokter sampai dokter menyatakan rahim kita sudah bersih.

Tulisan ini akan mengakhiri cerita saya tentang kehamilan. Sudah waktunya saya move on ke hal lainnya. Move on bukan berarti melupakan hal yang pernah terjadi, tapi bagaimana kita berusaha untuk let it go. So, I’m ready for the next chapter of my life!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s