Cruise Vacation: In The Middle Of The Sea (Day 3 )

Minggu, 14 Januari 2018

P_20180114_085839_vHDR_Auto
Posisi koordinat kapal bisa kita lihat dari TV di kamar kita.. Keren ya?!

Pagi ini kapal berlayar lambat di perairan Selat Malaka dengan arah kembali ke Singapore. Saya dan suami kembali melewatkan wacana yoga pk. 07:00 karena bangun kesiangan setelah party semalam. Hahaha. Setelah mandi dan bersiap-siap, kami naik lift menuju Windjammer di deck 11 untuk sarapan. Seperti biasa Windjammer sudah dipadati orang-orang dan kita harus bersabar untuk bisa mendapatkan tempat duduk.

PhotoGrid_1516256841700.jpg
Cruise Compass Day 3

Selesai sarapan kami jalan-jalan di kapal saja. Saya sempat melihat acara towel folding demonstration di pool area pk.10:30 tapi karena penuh dan agak berdesakan saya hanya berdiri sebentar disana. Menurut saya daripada berdesak-desakan disana lebih baik mempelajari tutorial towel folding di internet saja.  Kami juga menyempatkan diri untuk menyicipi hotdog dan ice cream yang berada di pool area. Tentunya hidangan tersebut free of charge alias gratis. Ternyata penjaga stall hotdog disana adalah orang Bali. Ketemu lagi deh dengan orang Indonesia di kapal ini.

Awalnya hari ini kami mau mencoba jacuzzi tapi karena kami kesiangan maka kolam jaccuzi sudah padat sekali. Bahkan kolam jaccuzi yang ada di fitness center deck 11 juga penuh. Saya agak malas sharing jaccuzi dengan orang-orang yang tak dikenal karena media air bisa jadi salah satu sarana penularan penyakit kulit dan kelamin juga. Akhirnya agenda jaccuzi kami batalkan saja.

P_20180114_104708_vHDR_Auto
Pak suami di lapangan basket

Setelah itu kami naik ke deck 13 menuju lapangan basket. Tentunya yang main basket adalah pak suami dan saya diminta untuk jadi tukang foto-nya. Hahaha. Pak suami bermain basket sekitar 15 menit sebelum beralih ke wall climbing yang ada di deck 14. Sekedar informasi, untuk bisa bermain basket di lapangan kita wajib memakai sepatu olahraga. Jangan coba-coba melanggarnya karena ada pengawas yang akan meneriaki kita kalau kita melanggar aturan tersebut.

P_20180114_111923_vHDR_Auto
Pak suami yang pakai baju kuning

Sesi wall climbing hari ini terbagi menjadi sesi pagi (pk. 09:00-12:00) dan sesi sore (14:00-17:00). Pak suami memilih sesi pagi. Saat kami tiba di deck 14 sekitar pk. 10:30 sudah terlihat antrian para pengunjung yang mau mencoba atraksi ini. Untungnya antriannya tidak begitu banyak. Di counter kita tinggal menunjukkan kartu Sea Pass dan kemudian petugas akan memberikan belt dan sepatu khusus (sesuai ukuran kaki kita). Saya kembali menjadi tukang foto saja kali ini. Pak suami agak kepayahan melakukan atraksi wall climbing karena memang dia tidak pernah latihan sebelumnya. Dibutuhkan otot tangan dan kaki yang kuat untuk menopang badan kita supaya bisa memanjat ke atas. Tidak sampai setengah perjalanan pak suami sudah menyerah dan mengakhiri sesinya. Kebetulan saya juga sudah punya foto pak suami saat dia lagi memanjat.

Selesai dari deck 14, kami kembali berjalan-jalan keliling kapal melihat semua fasilitas yang ada: Screening room (bioskop kecil), chapel, conference room, helipad, dll. Untuk fasilitas yang ada di atas kapal akan saya bahas dengan lengkap di tulisan terpisah ya. Selama berjalan-jalan di kapal hari ini kami sengaja mengurangi pemakaian lift dan banyak menggunakan tangga manual dengan tujuan olahraga. Setelah puas keliling dan berfoto kami kembali ke kamar dengan melintasi area Royal Promenade. Ternyata saat itu lagi ada sale up to 75% di toko Michael Kors dan program sale ini hanya berlangsung 1 jam. Pengunjung yang hendak masuk ke toko Michael Kors pun antri dengan tertib. Saya dan suami hanya terpana melihat antusiasme ibu-ibu disana untuk berbelanja. Perlu diketahui bahwa semua transaksi pembelian / pembayaran diatas kapal menggunakan mata uang USD. Jadi pastikan membawa uang cash yang cukup atau credit card.

Sesampainya di kamar, kami mandi dan beristirahat sebentar (baca: tidur siang). Ketika jam sudah menunjukkan pk. 14:30 kami bergegas ke The Sound Of Music Dining Room di deck 5 untuk melakukan pengambilan passport kami yang dijadwalkan di hari ini pk. 14:00 – 14:45. Untuk mengingatkan kembali, saat pertama kita masuk ke kapal dan telah mendapatkan kartu Sea Pass maka passport kita akan ditahan oleh kru kapal dan akan diserahkan kembali di hari terakhir cruise. Waktu pengambilan passport dibagi-bagi berdasarkan deck kamar. Jadi harus rajin baca Cruise Compass ya supaya tidak ketinggalan info.

Selesai urusan passport yang ternyata tidak membutuhkan waktu lama, kami makan siang ke Windjammer deck 11 yang buka pk. 11:30 – 16:00. Sangat cocok sekali bagi orang yang late lunch seperti kami. Kami hanya makan sedikit karena kami sudah reservasi table di The Sounds Of Music Dining Room deck 5 untuk dinner pk. 17:30.

P_20180114_170118_vHDR_Auto
Complimentary Drink

Tepat pk. 16:30 orang-orang sudah ramai berkumpul di area Royal Promenade deck 5 karena hari ini akan ada “Captain’s Farewell Reception”. Apabila selama kita di kapal tidak pernah melihat sosok Sang Kapten maka kali ini beliau akan menampakkan diri dan say hello kepada para pengunjung. Kami datang terlambat dikarenakan kami harus ke counter guest service dulu untuk melakukan pembayaran gratuities secara cash. Untuk penumpang yang memilih melakukan pembayaran gratuities dengan credit card tidak perlu lagi untuk datang ke counter guest service karena tagihan akan langsung masuk ke credit card. Kami hadir di “Captain’s Farewell Reception” menjelang acara berakhir pk. 17:30 sehingga kami tidak berkesempatan untuk melihat wajah Sang Kapten. Pada acara ini para tamu yang hadir mendapatkan minuman gratis dari bar: Segelas champagne dan segelas es sirup (entah namanya apa tapi no alcohol). Saya memilih sirup dan pak suami memilih champagne. Selesai acara kami kembali ke kamar dan bersiap-siap untuk dress up karena dress code malam ini untuk dinner adalah formal.

P_20180114_174501_vHDR_Auto
Tonight’s dress code is formal attire

Tepat pk. 17:45 kami hadir di The Sounds Of Music Dining Room deck 5 untuk dinner. Kali ini kami duduk agak jauh dari jendela dengan pemandangan laut. Pelayan meja kami malam ini adalah orang Indonesia, Pak Joni, yang berasal dari Madura. Pak Joni banyak merekomendasikan makanan favorit yang ada di menu. Bahkan Pak Joni berkata kami bebas menambah atau mencoba berbagai menu yang ada karena ini dinner terakhir di cruise. Akan tetapi karena keterbatasan kapasitas perut, kami terpaksa menolak tawaran tersebut dan tetap makan sesuai standar kami saja. Seperti biasa menu malam ini diawali dengan appetizer dan kemudian dilanjutkan main course dan terakhir dessert.

P_20180114_185941_vHDR_Auto
Banyak yang nonton pertunjukan dari pinggir tangga. Dikarenakan angle foto kurang menguntungkan jadinya pertunjukannya ketutup lampu kristal deh.

Tepat pk. 19:00 ada performance oleh kru kapal (terutama para waiter restoran) berupa tari-tarian yang menghibur dan lucu di Rhapsody In Blue Dining Room deck 3. Walaupun kami berada di restoran deck 5 kami tetap bisa menikmati pertunjukan tersebut dari pinggir tangga. Tidak sedikit para pengunjung yang merekam acara tersebut. Sayangnya kami tidak bisa berlama-lama karena kami harus mengejar jadwal show “Production” di Savoy Theatre deck 3 dan 4 pada pk. 19:00. Sebenarnya ada jadwal next show pk. 21:00 tapi menurut kami kamalaman.

P_20180114_192805_vHDR_Auto
Pertunjukan ala broadway

Setibanya di Savoy Theatre, tempat duduk yang tersisa tinggal sedikit. Kami dapat tempat duduk paling atas dan jauh dari panggung. Show malam ini menyajikan tarian dan nyanyian ala broadway. Pertunjukan juga dimeriahkan oleh penampilan orchestra serta penataan panggung dan lighting yang menarik. Pertunjukan berlangsung sekitar 1 jam dan sebelum bubar, MC yang juga cruise director, Mr. Fang, mengajak para pengunjung untuk menghadiri acara “70’s Disco Inferno Party” yang akan diadakan di Royal Promenade deck 5 pk. 22:15.

Jeda waktu dari show berakhir ke acara “70’s Disco Inferno Party” kami manfaatkan untuk kembali ke kamar dan menyiapkan koper yang mau dititipkan ke kru kapal untuk diantar ke gedung cruise center besok pagi. Dengan begitu saat turun kapal nanti kami tidak usah repot dengan membawa sendiri barang bawaan kami. Koper yang mau dititipkan harus diletakkan didepan pintu kamar sebelum pk. 22:00. Koper juga harus ditempel dengan tag (tag sudah dikasih oleh room attendant kami, Mas Siddiq, dari kemarin malam sekalian mengantarkan Cruise Compass Day 3). Dari 2 koper yang kami bawa, 1 medium dan 1 small (cabin size), hanya koper medium yang kami titipkan. Koper cabin size rencananya akan diisi dengan pakaian dan peralatan mandi yang masih akan kami gunakan sampai besok pagi. Selesai urusan koper kami kembali ke area Royal Promenade deck 5 untuk acara “70’s Disco Inferno Party”.

P_20180114_224750_vHDR_Auto
Pembukaan acara “70’s Disco Inferno Party” oleh Mr. Fang

“70’s Disco Inferno Party” dibuka oleh penampilan Mr. Fang dan penari-penarinya. Dalam acara ini banyak keceriaan dan kehangatan yang terjadi seperti halnya acara perpisahan. Acara berlangsung meriah. Hampir semua pengunjung ikut bergoyang bersama di acara ini. Selesai acara sekitar 11:00, Mr. Fang menginformasikan acara “Bollywood Music Night” yang pada awalnya akan diselenggarakan di pool area deck 11 akan dipindahkan ke Dragon’s Lair deck 3 pk. 11:30 dikarenakan hujan.

Saya dan suami pun lanjut ke Dragon’s Lair untuk melihat acara “Bollywood Music Night”. Untuk acara “Bollywood Music Night” ini hanya diperbolehkan untuk dewasa (18+). Tidak boleh ada anak kecil yang hadir disini. kalau ada yang melanggar aturan tersebut, DJ-nya akan marah dan menghentikan musiknya. Hehe. Ruangan di Dragon’s Lair agak remang-remang dan ada disco stage yang dilengkapi disco ball kerlap kerlip. Ada juga bar yang menjual minuman alcohol disana.

Dikarenakan judul acaranya “Bollywood Music Night” maka mayoritas yang ada disana adalah orang India. Lagu yang diputar pun tentunya lagu India. Sekali lagi, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri tentang keahlian orang India dalam joget dan tari dalam kehidupan nyata. Keren deh tarian mereka walaupun koreografinya dadakan. Saya dan suami tidak lama-lama disini karena tempat ini jadi penuh sesak dengan pengunjung.

P_20180114_231424_vHDR_Auto
Performance at Schooner Bar

Kami singgah sebentar di Schooner Bar menyaksikan pertunjukan nyanyian dengan piano. Lagu yang ditampilkan adalah lagu-lagu golden memories alias lagu oldies. Lebih banyak orang tua yang duduk-duduk disini sambil menikmati pertunjukan nyanyian. Setelah itu, saya dan suami lanjut ke Cafe Promenade untuk ngemil 1 slice pizza dan menikmati milk tea hangat sebelum akhirnya kami jalan ke kamar dan tidur.

Expenses:

  • Gratuities / service charges for 2 person (balcony stateroom) = USD 87 = IDR 1.174.500

 

To Be Continued…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s