Chiffon Cake Pandan

Chiffon cake pandan adalah kue favorit saya dan adik saya sewaktu di Samarinda. Chiffon cake pandan favorit kami adalah yang biasa dijual di Pasar Subuh. Teksturnya lembut dan ringan, warnanya juga hijau cantik. Biasa dijual per slice. Kali ini saya mencoba membuatnya sendiri di rumah dalam rangka nostalgia camilan Samarinda, hehe. Dikarenakan saya hanya menggunakan […]

Lidah Kucing Keju

2015-06-21-11-29-30_deco

Dalam rangka praktek kue kering sebelum mulai jualan, saya mencoba resep Lidah Kucing Keju dari NCC. Sebagai salah satu variasi kue kering, lidah kucing ini juga merupakan salah satu kue kering favorit. Lidah Kucing Keju ini adalah modifikasi dari Lidah Kucing Original. Rasanya tidak terlalu manis karena ada rasa asin dari keju. Makan satu ga pernah cukup deh karena memang enak dijadiin camilan. Hasil jadinya adalah 2 toples @ 500 gram.

Bahan:

  • 125 gr Mentega
  • 125 gr Margarin
  • 75 cc Putih telur (saya pakai 120 ml)
  • 140 gr Gula halus
  • 150 gr Keju cheddar parut
  • 225 gr Tepung terigu
  • 60 gr Maizena
  • 50 gr Keju cheddar parut untuk taburan

Cara Membuat:

  1. Kocok mentega dan gula hingga mengembang benar. Masukkan putih telur, teruskan mengocok hingga rata.
  2. Masukkan tepung terigu dan maizena, kocok perlahan selama 1 menit hingga rata. Masukkan keju parut, aduk rata.
  3. Masukkan adonan ke dalam piping bag (plastik segitiga), gunting ujungnya.
  4. Poles loyang dengan mentega. Semprotkan adonan ke dalam loyang, taburi bagian atasnya dengan keju parut.
    Panggang dengan panas 150 derajat celcius selama ± 20 menit (saya panggang sekitar 25 menit)

Note:

  • Untuk membuat Lidah Kucing ini membutuhkan cetakan / loyang khusus
  • Lidah kucing keju ini tidak akan terlalu melebar seperti lidah kucing biasa karena adanya keju. Karena itu, semprotkan adonan agak besar/lebar.
  • Untuk membuat bentuk oval, semprotkan adonan bentuk oval sedari awal di loyang karena adonan lidah kucing keju ini tidak akan terlalu melebar.

Tiramisu in Cup

Sebenarnya resep ini sudah lama di-bookmark, beli bahannya juga udah lama, tapi mood bikinnya baru ada kemarin. Saya menggunakan lady finger untuk base cake-nya. Saya menggunakan lady finger buatan sendiri karena saya butuh lady finger yang berbentuk bulat supaya bisa masuk di cup plastiknya. Kalau kamu malas bikin lady finger sendiri, bisa beli di TBK tapi bentuknya yang panjang-panjang seukuran jari tangan gitu. Alternatif lain ada juga yang menggunakan sponge cake untuk base cake-nya. Tapi untuk menjaga originalitas saya lebih memilih menggunakan lady finger. Hasil tiramisu ini enak banget! Sesuai dengan ekspektasi saya.. campuran kopi, rhum dan krim-nya benar-benar pas rasanya. Merk Br*a*T*lk sih lewat lah dengan tiramisu ini. Adek saya aja sampai menghabiskan 4 cup! Enaak katanya,, hehe. Berikut resepnya yang saya ambil dari NCC. 1 resep ini jadinya sekitar 9 cup ukuran diameter 7 cm.

Bahan:

  • 250 gr keju mascarpone
  • 300 ml whipping cream (saya pakai 1 kotak / 250 ml Anchor UHT Whipping Cream)
  • 100 gr gula bubuk
  • ½ sdt esens vanilli
  • 4 btr kuning telur
  • 50 gr gula kastor

Bahan Olesan Lady Finger / Cake:

  • 2 sdm kopi instan (saya pakai nescafe classic), cairkan dengan 150 ml air hangat
  • 1 sdm gula pasir
  • 150 ml kahlua/rhum (optional, saya pakai 1 sdt essence rhum)

Bahan Lain:

  • 18 bh lady finger atau sponge cake coklat, bentuk sesuai cup

Garnish: Bubuk Coklat (Saya pakai merk Bendico), ayak diatas krim layer 3

Cara Membuat:

  1. Kocok sebentar keju mascarpone untuk menghilangkan gumpalannya, sisihkan.
  2. Kocok whipping cream dan gula bubuk hingga kental dan kaku. Sisihkan dalam kulkas agar tidak meleleh.
  3. Kocok kuning telur, gula kastor, dan vanilli hingga kental, lalu lanjutkan mengocok di atas air mendidih (kocok tim) hingga telur hangat. Angkat, teruskan mengocok hingga telur kembali dingin. Matikan mixer.
  4. Keluarkan whipped cream dari dalam kulkas. Masukkan keju mascarpone yg sudah dikocok, aduk rata (atau kocok dengan mixer speed 1), tuangkan pula kocokan kuning telur, aduk hingga rata benar.
  5. Tuang adonan krim ke dasar cup (layer 1). Taruh lady finger yang sudah dioles dengan bahan olesan diatasnya. Tuang lagi adonan krim (layer 2) diatas lady finger tadi. Taruh lady finger yang sudah dioles diatas layer 2. Tutup dengan adonan krim (layer 3) dan beri garnish bubuk coklat.
  6. Simpan di kulkas selama 4 jam sebelum disajikan.

Note:

  • Pastikan telur sudah kembali menjadi dingin sebelum mencampurkannya dengan whipped cream dan mascarpone. Suhu hangat akan membuat whipped cream mencair. Jika anda tidak keberatan telur mentah, maka telur tidak perlu ditim.
  • Karena saya masih pertama kalinya bikin tiramisu jadi masih kurang rapi bentuknya. Saya cuma pakai sendok untuk menuang dan meratakan adonan krim. Dari hasil info teman-teman yang sudah berpengalaman, seharusnya pakai piping bag supaya hasilnya lebih rapi. Next time kalau coba resep ini lagi saya akan gunakan piping bag.

Jangan Sampai Rugi Berbisnis Kue

Seringkali saya membaca komentar ibu-ibu di forum memasak yang menanyakan “Sebaiknya kue ini saya jual harga berapa ya, Bu? Dan saat itu saya merasa heran. Seharusnya yang menentukan harga jual adalah si pembuat kue karena dia yang tahu seberapa banyak effort yang dikeluarkan untuk membuat kue tersebut dan biaya bahan baku-nya.

Kebetulan saya mendapatkan artikel yang cukup bagus dari blog Panci Hangus yaitu cara menghitung harga jual kue dan menurut saya bisa di-sharing ke ibu-ibu yang lain yang membuka usaha bisnis kue. Idealnya harga jual tidaklah terlalu murah (supaya bisa menutup biaya produksi) dan tidaklah terlalu mahal (supaya harga tetap bisa bersaing). Memang tidak ada harga yang mutlak besarannya tapi paling tidak ada pendekatan secara matematisnya. Perhitungan matematis-nya sangat sederhana, yaitu hanya memperhitungkan beberapa komponen utama:

1. Biaya bahan baku meliputi: bahan dasar, gas, listrik, air dan kemasan.
2. Tenaga Kerja: 15%-25% biaya bahan baku.
3. Biaya Operasional: 10%-20% biaya bahan baku.
4. Resiko: 10% dari biaya bahan baku. Untuk kuliner biaya resiko “WAJIB” dimasukan terutama untuk makanan, Minuman atau kue yang beresiko tidak bisa disimpan atau dijual keesokan harinya. Resiko ini juga mengcover produk gagal (misalnya produk yang dihasilkan adalah bolu kukus ngakak tapi hasil bolkusnya ada yang mingkem. nah yang mingkem ini dianggap gagal dan masuk ke resiko).
5. Keuntungan: 30-50% dari biaya bahan baku.

Untuk memudahkan perhitungan sebaiknya dibuat menggunakan program Ms. Excel seperti contoh yang saya buat dibawah. Jadi pada saat update harga suatu bahan, harga jual akhirnya otomatis akan langsung berubah mengikuti update harga tersebut karena sudah menggunakan rumus di tiap bagiannya. Yang dimaksud Faktor Pengali di file tersebut adalah kebutuhan bahan dibagi dengan standar kemasan bahan tersebut, contoh kebutuhan tepung terigu protein rendah dalam 1 resep adalah 310 gram, tapi standar kemasannya 1000 gram dengan harga Rp. 9.500. Maka Faktor Pengalinya adalah = 310 / 1000 = 0.31 yang apabila dinominalkan Rupiah menjadi = 0,31 x Rp. 9.500 = Rp. 2.945

Untuk tenaga kerja apabila pengerjaan kue-nya cukup ribet dan memakan waktu banyak (contoh: Kue Kering dan Decorating Cake) bisa mengambil margin atas (25% atau bahkan 30%). Untuk kue yang seasonal seperti kue kering, sah-sah saja mengambil keuntungan di margin atas (50%). Pada akhirnya kita sendiri lah yang bisa menentukan harga tenaga kita 🙂

Untuk bahan baku idealnya adalah harga sewaktu kita beli bahan, tapi terkadang struk pembeliannya sudah hilang entah kemana. Jadi untuk pendekatan saya biasanya pakai harga dari TBK online yang terpercaya dan harganya selalu di-update (Contohnya Titan Baking untuk kawasan DKI Jakarta). Untuk gas bisa dipakai pendekatan seperti 1 tabung gas habisnya berapa lama. Misal tabung gas 12 kg harga Rp. 155.000 habis dalam waktu 3 bulan, maka biaya gas per hari adalah (155.000 / 3) / 30 = Rp. 1.700 / hari. Biasa angka ini dibulatkan menjadi Rp. 5.000 untuk tambahan biaya listrik dan air dalam pembuatan kue.

Selain itu, kita perlu tahu untuk 1 resep akan menghasilkan berapa buah kue / toples? Hal itu juga akan menjadi salah satu pertimbangan menentukan harga jual kue.

excel edit

Kue Sus Isi Vla Vanila

2014-04-22-16-18-13_deco

Siapa sih yang ga suka dengan kue sus klasik yang biasa dijual abang-abang di pasar? Kue sus ini dari jaman saya kecil sampai dengan sekarang selalu jadi favorit. Setelah menikah dan tinggal di Sorowako, agak susah menemukan yang jualan kue sus ini. Mau ga mau harus bikin sendiri deh. Resep ini merupakan kombinasi dari resep kue sus NCC dan JTT. Adonan kulitnya memakai resep NCC dan adonan isi Vla Vanila-nya memakai resep JTT. Saya pribadi lebih suka isi sus yang berupa vla bukan whip cream, jadi tiap kali bikin selalu yang isi vla. Tektur kulitnya agak kokoh karena menggunakan tepung terigu protein tinggi. Apabila mau diganti dengan tepung terigu protein sedang juga bisa dengan menambahkan 1 sdt baking powder ke dalam adonannya supaya kulit tetap kokoh berongga.

Dari hasil beberapa pengalaman praktek resep ini, dari kulit sus yang bantat sampai dengan ga bisa di-spuit, berikut saya sampaikan tips yang mungkin berguna untuk pemula.

  • Jangan memasukkan telur pada saat adonan masih panas karena nanti telurnya bisa masak dan tidak menyatu dengan adonan kulitnya.
  • Jumlah telur yang dimasukkan untuk adonan kulit tidak usah dijadikan patokan pasti. Kalau sudah merasa kulitnya cukup kental dan bisa dispuit, hentikan penambahan telur berikutnya. Misal dalam resep ini ditulis 4 butir telur, coba dulu bagaimana hasil adonan jika dengan penambahan 3 butir telur saja. Kalau sudah cukup kekentalannya dan bisa dispuit, telur berikutnya tidak usah dimasukkan lagi.

Berikut resep untuk kulit dan vla yang biasa saya pakai.

Kulit Sus (Resep by NCC)

Bahan:

  • 225 ml air
  • 100 gr margarin
  • 1 sdm gula pasir
  • 125 gr tepung terigu protein tinggi
  • 4 butir telur

Cara Membuat:

  1. Rebus air, margarin dan gula hingga mendidih.
  2. Masukkan tepung terigu lalu aduk hingga kalis, angkat, dinginkan.
  3. Setelah dingin, masukkan telur satu persatu sambil dikocok dengan mixer hingga kental dan rata.
  4. Semprotkan adonan ke atas loyang kue kering yang telah dioles margarin, panggang dalam oven yang sudah dipanaskan dengan suhu tinggi (200 derajat Celsius) hingga mengembang, kokoh dan tidak ada lagi buih-buih margarin lagi di permukaannya.
  5. Angkat dan dinginkan di cooling rack. Gunting sedikit kulit sus untuk memasukkan adonan vla-nya

Vla Vanila (Resep by JTT)

Bahan:

  • 4 butir kuning telur
  • 50 gram tepung maizena
  • 100 gram gula halus (haluskan gula pasir menggunakan blender)
  • 500 ml susu cair
  • 1 sdt vanilla ekstrak
  • 50 gram mentega

Cara Membuat:

  1. Dalam mangkuk kecil, masukkan tepung maizena, gula halus, dan kuning telur. Aduk rata menggunakan spatula balon. Sisihkan.
  2. Masukkan susu ke panci, rebus hingga mendidih menggunakan api kecil. Angkat.
  3. Ambil kira-kira 200 ml susu panas, tuangkan ke adonan telur dan tepung. Aduk cepat menggunakan spatula balon hingga menjadi adonan yang smooth dan tercampur baik.
  4. Masukkan adonan ke sisa susu panas di panci. Masak kembali menggunakan api kecil sambil adonan di aduk-aduk agar tidak gosong hingga menjadi pasta yang kental. Angkat

Finishingnya ada beberapa kue sus yang saya celupkan ke lelehan coklat untuk variasi. Mau yang polos maupun yang coklat sama-sama enak menurut saya 🙂

Bolu Jerman (BolJer)

Bolu ini lagi ngetrend banget di grup NCC (Natural Cooking Club) di Facebook. Saya jadi ikutan latah bikin karena penasaran kayak gimana sih Bolu Jerman ini. Saya juga ga ngerti asal muasalnya kenapa bolu ini bisa dibilang Bolu Jerman, tau-tau banyak resep yang beredar di Facebook. Ada 2 metode pembuatan Bolu Jerman ini: All in one dan ala Sponge Cake. All in one method ini sesuai dengan resep aslinya yaitu semua bahan dicampur (kecuali mentega cair) dan dikocok bersamaan. Sedangkan ala Sponge Cake method adalah bahan kering (tepung, susu bubuk) dimasukkan setelah pengocokan bahan lain (telur, gula, emulsifier). Dalam resep ini saya menggunakan metode ala Sponge Cake karena dari berbagai review ibu-ibu di grup banyak yang hasilnya bantat dan tidak mengembang dengan menggunakan all in one method. Banyak juga yang bilang kalau menggunakan all in one method ini hasil adonannya cenderung cair, susah kental. Yah daripada sayang kan bahan-bahannya kebuang karena hasilnya tidak memuaskan, lebih baik saya pakai metode modifikasi aja alias ga ikut resep aslinya. Mungkin metode all in one itu hanya bisa dilakukan oleh para ahli, bukan pemula kayak saya, hehe.

Bolu ini hasilnya lembut, pori-porinya kecil dan tidak eneg karena rasa manisnya pas. Untuk yang senang dengan bolu-bolu polos rumahan sepertinya cocok deh dengan Bolu Jerman ini. Saya memodifikasi dengan menambahkan choco chips, tapi karena ketidaktahuan saya, saya tidak menambahkan terigu di choco chips-nya sehingga akhirnya choco chips-nya jadi tenggelam di dasar adonan, huhuhu, padahal pengennya choco chips-nya menyatu dengan adonannya. Resep saya ambil dari grup NCC di Facebook, katanya resep aslinya ditulis oleh Eba Chan.

Bahan:

  • 6 kuning telur (suhu ruang)
  • 3 putih telur (suhu ruang)
  • 100 gram mentega (saya pakai salted butter), cairkan diatas kompor dengan api kecil, tidak perlu sampai mendidih biar kadar airnya tetap terjaga.
  • 100 gram gula pasir
  • 60 gram tepung terigu, ayak
  • 35 gram tepung maizena, ayak
  • 25 gram susu bubuk, ayak
  • 1/2 sdt emulsifier (TBM / SP, saya pakai TBM)
  • 1/2 sdt vanili
  • 2 sdm air (saya tidak pakai)

Bahan Tambahan: saya pakai choco chips. Choco chips seharusnya ditaburi / dicampur sedikit terigu dulu supaya menyatu dengan adonan dan tidak tenggelam seperti punya saya.

Cara Membuat:

Metode ala Sponge cake

  1. Campur telur, gula pasir, vanili, dan emulsifier. Kocok dengan mixer kecepatan tinggi selama sekitar 10 menit sampai berbusa dan rata.
  2. Campur tepung terigu, maizena dan susu bubuk yang telah diayak. Masukkan dalam adonan telur yang sdh dikocok sedikit demi sedikit sampai habis sambil dikocok dengan mixer kecepatan rendah selama 10 menit sampai adonan menjadi kental berjejak.
  3. Masukkan mentega cair sedikit demi sedikit dan aduk dengan spatula dengan metode aduk balik.
  4. Masukkan choco chips yang telah dilumuri terigu ke dalam adonan dan aduk rata dengan spatula.
  5. Masukkan ke loyang yang telah diolesi mentega dan ditaburi sedikit terigu tipis. Ketuk pelan loyang untuk meratakan adonan. (Saya pakai loyang bulat diameter 22 cm dengan tinggi 7 cm)
  6. Panaskan oven 15 menit sebelumnya
  7. Panggang dengan suhu 150 derajat celcius selama 45 – 50 menit sampai permukaannya berwarna kecoklatan. Angkat dan segera keluarkan dari loyang.

Note: Saat dalam oven adonan akan mengembang, tapi saat keluar oven bolu-nya agak mimpes, jadi hasil akhirnya memang bolu-nya tidak tinggi. Ada juga yang menyarankan menggunakan loyang tulban supaya bisa mengembang maksimal.

Bakso Goreng

Resep ini saya dapatkan dari blog Chinese Food Week NCC by Rachel esther sewaktu mencari bakso goreng kopong. Ntah karena teknik penggorengan saya kurang yahud, hasilnya tidak terlalu kopong seperti empunya resep, hiks. Tapi rasanya enak lho.. kerasa daging ayam dan udangnya. Waktu digoreng aja udah membangkitkan selera makan, hehe. Cocok untuk snack sore sambil dinikmati dengan saus botolan.

Bahan:

  • 100 gr daging ayam giling
  • 100 gr udang di cincang halus
  • 2 butir telur
  • 6 sendok makan tepung sagu (lebih kurang)
  • 3 siung bawang putih di haluskan
  • 1/2 sdm kecap asin
  • 1/2 sdm kecap ikan
  • 1 sdm minyak wijen
  • Garam
  • Lada

Cara Membuat:

  1. Campur semua bahan jadi satu, kalau terlalu lembek, tambahkan tepung sagunya, sampai adonan cukup padat untuk dibentuk bakso.
  2. Letakkan adonan pada telapak tangan, genggam telapak tangan, agar adonan bakso muncul di antara jari telunjuk dan ibu jari, sendok bakso dengan sendok yang dibasahi air ATAU bentuk dengan bantuan 2 buah sendok yang dibasahi air.
  3. Cemplungkan pada minyak panas. Goreng selama lebih kurang 15 menit dengan api sedang.

Bakso goreng ini enaknya dinikmati selagi hangat. Apabila masih ada sisa adonan sebaiknya simpan di kulkas bagian bawah. Goreng lagi ketika mau dimakan. Bakso goreng ini ga bisa dihangatkan soalnya, bisa bantat.

Lady Finger Untuk Layer Tiramisu

Niat untuk bikin tiramisu sebetulnya sudah lama ada, bahan-bahannya pun sudah dibeli, tapi belum ada nyali buatnya, hahaha. Alhasil kepikiran bikin Lady Finger-nya dulu deh untuk layer tiramisunya. Biar kalau sudah ada nyali dalam waktu dekat ini bisa coba bikin. Sebenarnya untuk tiramisu, selain Lady Finger bisa menggunakan Sponge Cake untuk layer-nya. Tapi saya sih merasa lebih original dan autentik kalau tiramisu pakai Lady Finger. Lady Finger ini kalau malas bikin bisa beli jadi di TBK, tapi bentuknya kayak kue lidah kucing gitu. Biasa kalau buat tiramisu cake, Lady Finger yang bentuk seperti itu dipakai untuk pagar sekeliling cake-nya dan disusun di loyang untuk layer tiramisunya. Nah kalau yang mau bikin tiramisu dalam bentuk cup, sepertinya harus berjuang sendiri ya karena harus custom ukuran Lady Finger-nya sesuai dengan ukuran cup-nya. Berikut resep Lady Finger yang saya ambil dari blog Hesti’s Kitchen. Tekstur adonan dengan resep ini cukup kental sehingga bisa di-spuit sesuai selera. Kalau saya sengaja membuat bentuk bundar karena menyesuaikan dengan bentuk cup.

Lady Finger

Bahan:

  • 3 butir kuning telur, kocok lepas.
  • 90 gram tepung terigu protein sedang, ayak.
  • 3 butir putih telur.
  • 75 gram gula pasir halus / gula castor, ayak.
  • 1 sdm tepung maizena, ayak.
  • 50 gram gula halus untuk taburan (kalau saya pakai secukupnya saja).

Cara Membuat:

  1. Kocok putih telur sampai berbusa. Masukkan sedikit demi sedikit gula pasir halus dan maizena sampai habis sambil terus dikocok. Kocok sampai adonan putih telur jadi kaku mengkilat.
  2. Masukkan kuning telur, aduk asal rata secara perlahan.
  3. Tambahkan tepung terigu, aduk balik asal rata. Jangan overmix karena adonan bisa turun kembali.
  4. Masukkan adonan ke dalam piping bag. Spuit sesuai selera diatas loyang yang sudah diolesi margarin dan tepung / dialasi silpat (lebih baik oles margarinnya agak tebal karena hasil kuenya akan cenderung lengket di loyang). Beri jarak satu sama lain (sekitar 2 cm) karena adonan akan sedikit mengembang.
  5. Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit, aduk rata.
  6. Panggang dalam oven dengan suhu 180 derajat celcius selama 10-15 menit, sampai tepi kue-nya berwarna kecoklatan. Angkat dan dinginkan.

Hasil jadi lady finger ini cukup banyak, bisa untuk 2-3 kali resep tiramisu NCC (1 resep menggunakan 250 keju mascarpone). Lady finger yang tidak langsung digunakan bisa disimpan terlebih dahulu di wadah kedap udara. Tekstur lady finger tidak sama seperti biskuit pada umumnya yang kering dan renyah lho ya. Kalau menurut saya sih lady finger ini teksturnya seperti perpaduan antara cake dan biskuit.

 

Beef Teriyaki

Selama ini nyoba-nyoba berbagai resep Beef Teriyaki di internet belum ketemu yang sesuai selera, menyerupai restoran cepat saji ala Jepang. Eh, iseng-iseng ngubek resep di grup facebook NCC, ketemu resep Beef Teriyaki dari Mba Nicke JJ. Begitu dicoba rasanya enaakk lho, sesuai selera lah. Kalau sudah bisa membuat Beef Teriyaki sendiri di rumah, ga perlu lagi deh kita beli diluar, yang jelas lebih sehat dan tentu saja hemat 😉

Bahan:

  • 250 gram daging sapi yang diiris tipis
  • 1/2 buah bawang bombay, iris memanjang
  • 3 siung bawang putih
  • 1 sdm saus tomat (saya pakai merk Del Monte) atau sesuai selera
  • 1 sdm saus teriyaki (saya pakai merk Saori) atau sesuai selera
  • 1 sdm kecap inggris atau sesuai selera
  • 1 sdm kecap manis atau sesuai selera
  • 1/4 buah paprika, potong bentuk kotak (saya pakai paprika warna merah)
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya
  • Merica secukupnya
  • Air secukupnya untuk merebus daging sampai empuk

Cara Membuat:

  1. Tumis bawang putih sampai harum, masukkan daging. Tumis sampai daging berubah warna, beri merica dan sedikit garam (tidak usah banyak garam karena nanti ada rasa asin dari kecap inggris).
  2. Masukkan air. Masak daging sampai 3/4 matang baru masukkan semua bumbu kecap. Lanjutkan merebus sampai daging empuk. Icipi rasanya, kalau belum pas bumbu kecap bisa disesuaikan.
  3. Ditempat lain, tumis bawang bombay dan paprika sampai harum dengan sedikit minyak. Campurkan bawang bombay dan paprika dengan daging ketika akan dihidangkan

Soft Bread (Roti Empuk) NCC

Resep roti ini sangat terkenal diantara para bakers. Resep ini berasal dari Bu Fatmah Bahalwan sang empunya NCC. Saya sudah beberapa kali ini membuat roti tapi baru kali ini mencoba dengan resep ini. Rotinya benar-benar empuk dan dengan penyimpanan yang tepat, empuknya bisa bertahan sampai 3 hari. Pas di oven menjelang matang, aroma rotinya harum menggugah selera. Pas lagi hangat-hangatnya rotinya lembut banget kayak kapas gitu. Padahal saya menguleninya cuma bisa sampai kalis, ga sampai elastis (kalau ditipiskan dan ditarik akan membentuk lapisan yang tidak mudah putus). Kenapa ga bisa sampai elastis? Karena saya hanya menggunakan mixer kecil Phillips, setelah setengah kalis, saya lanjut menguleni pakai tangan karena takut mixernya ga kuat ngadonnya (adonan roti kan berat). Menguleni pakai tangan (manual) ini butuh tenaga tentunya. Saya sudah menguleni adonan selama 15 menit tapi masih belum elastis juga (konon katanya butuh sekitar 30 menit supaya bisa elastis kalau uleni pakai tangan), jadi saya biarkan aja deh dengan kondisi kalis saja (ga sampai elastis). Kalau anda punya mixer khusus roti seperti merk-merk mahalan itu, anda ga usah repot-repot deh menguleni pakai tangan kayak saya. Tinggal duduk manis 15 menit nunggu adonan di mixer jadi kalis elastis, hehe. Waktu mencoba resep ini, saya merasa kelamaan waktunya pas proofing ke-2 karena saat itu saya asyik teleponan sama Mama. Eh pas nengok rotinya udah ngembang banget dia. Tapi tetap jadi dan enak koq. Berikut resepnya yang saya ambil dari NCC dan saya modifikasi sedikit:

Bahan :

  • 500 gr tepung terigu protein tinggi (saya pakai merk Cakra Kembar)
  • 100 gr gula pasir
  • 25 gr susu bubuk full cream
  • 100 gr mentega (saya pakai margarin saja karena pengiritan, hehe)
  • 11 gr ragi instant (saya pakai merk Haan 1 sachet)
  • ½ sdt bread improver (saya pakai merk Baker’s Bonus)
  • 4 btr kuning telor (saya pakai 1 telur utuh + 1 kuning telur)
  • 300 ml air es (saya ganti dengan susu cair low fat dingin)
  • ½ sdt garam

Bahan Olesan: 1 bh uning Telur dicampur sedikit susu (Kalau saya cuma pakai 1 putih telur aja)

Cara Membuat:

  1. Campur semua bahan kering, aduk rata. Setelah memastikan ragi telah bercampur rata dengan tepung dan gula, masukkan garam, aduk rata. (kalau ragi belum bercampur rata dan kena garam maka raginya akan mati).
  2. Masukkan air 200ml dan telur, aduk dan uleni sampai setengah kalis. Kalau adonan kurang basah bisa ditambahkan sisa airnya sesuai kebutuhan.
  3. Masukkan margarin, uleni lagi sampai kalis elastis.
  4. Bulatkan adonan dan istirahatkan sampai mengembang 2x lipat (sekitar 45-60 menit)
  5. Kempeskan adonan dan uleni sebentar, timbang, potong dan bentuk adonan sesuai selera.
  6. Istirahatkan kembali adonan yang sudah dibentuk pada loyang yang telah diolesi margarin hingga mengembang 2x lipat (sekitar 45-60 menit)
  7. Oven dengan suhu 180 derajat celcius selama 20-30 menit (tergantung besar kecilnya roti)

Adonan ini saya gunakan untuk membuat roti tawar dan burger bun karena saya malas membuat roti isi. Menurut saya teksturnya sih oke tapi agak manis ya, memang lebih cocok untuk jadi roti isi deh kayaknya. Next time kalau bikin roti tawar dan burger bun lagi mungkin saya akan kurangi gulanya jadi 70 gram aja.

Saya pernah membuat roti dengan metode water roux / Tangzhong sebelum ini. Menurut saya apabila dicompare dengan resep ini, saya lebih suka hasilnya resep ini karena beberapa kali nyobain metode water roux ini pasti rotinya ada rasa pahit-pahitnya gitu. Kalau pakai resep NCC ini enak rotinya (apalagi saya pakai susu di adonannya jadi harum dan manis gurih rotinya).