Lemon Cheese Muffin

Saya memiliki stok lemon yang lumayan banyak di kulkas karena saya rutin mengkonsumsi honey lemon shot setiap pagi seperti postingan saa sebelumnya. Daripada cuma diambil air perasannya saja, saya berinisiatif memarut kulit lemonnya untuk dijadikan pengganti essence lemon di resep masakan. Dan kebetulan ketemu resep ini 🙂 Resep ini mudah dibuat karena tidak memerlukan mixer […]

Kue Sus Isi Vla Vanila

2014-04-22-16-18-13_deco

Siapa sih yang ga suka dengan kue sus klasik yang biasa dijual abang-abang di pasar? Kue sus ini dari jaman saya kecil sampai dengan sekarang selalu jadi favorit. Setelah menikah dan tinggal di Sorowako, agak susah menemukan yang jualan kue sus ini. Mau ga mau harus bikin sendiri deh. Resep ini merupakan kombinasi dari resep kue sus NCC dan JTT. Adonan kulitnya memakai resep NCC dan adonan isi Vla Vanila-nya memakai resep JTT. Saya pribadi lebih suka isi sus yang berupa vla bukan whip cream, jadi tiap kali bikin selalu yang isi vla. Tektur kulitnya agak kokoh karena menggunakan tepung terigu protein tinggi. Apabila mau diganti dengan tepung terigu protein sedang juga bisa dengan menambahkan 1 sdt baking powder ke dalam adonannya supaya kulit tetap kokoh berongga.

Dari hasil beberapa pengalaman praktek resep ini, dari kulit sus yang bantat sampai dengan ga bisa di-spuit, berikut saya sampaikan tips yang mungkin berguna untuk pemula.

  • Jangan memasukkan telur pada saat adonan masih panas karena nanti telurnya bisa masak dan tidak menyatu dengan adonan kulitnya.
  • Jumlah telur yang dimasukkan untuk adonan kulit tidak usah dijadikan patokan pasti. Kalau sudah merasa kulitnya cukup kental dan bisa dispuit, hentikan penambahan telur berikutnya. Misal dalam resep ini ditulis 4 butir telur, coba dulu bagaimana hasil adonan jika dengan penambahan 3 butir telur saja. Kalau sudah cukup kekentalannya dan bisa dispuit, telur berikutnya tidak usah dimasukkan lagi.

Berikut resep untuk kulit dan vla yang biasa saya pakai.

Kulit Sus (Resep by NCC)

Bahan:

  • 225 ml air
  • 100 gr margarin
  • 1 sdm gula pasir
  • 125 gr tepung terigu protein tinggi
  • 4 butir telur

Cara Membuat:

  1. Rebus air, margarin dan gula hingga mendidih.
  2. Masukkan tepung terigu lalu aduk hingga kalis, angkat, dinginkan.
  3. Setelah dingin, masukkan telur satu persatu sambil dikocok dengan mixer hingga kental dan rata.
  4. Semprotkan adonan ke atas loyang kue kering yang telah dioles margarin, panggang dalam oven yang sudah dipanaskan dengan suhu tinggi (200 derajat Celsius) hingga mengembang, kokoh dan tidak ada lagi buih-buih margarin lagi di permukaannya.
  5. Angkat dan dinginkan di cooling rack. Gunting sedikit kulit sus untuk memasukkan adonan vla-nya

Vla Vanila (Resep by JTT)

Bahan:

  • 4 butir kuning telur
  • 50 gram tepung maizena
  • 100 gram gula halus (haluskan gula pasir menggunakan blender)
  • 500 ml susu cair
  • 1 sdt vanilla ekstrak
  • 50 gram mentega

Cara Membuat:

  1. Dalam mangkuk kecil, masukkan tepung maizena, gula halus, dan kuning telur. Aduk rata menggunakan spatula balon. Sisihkan.
  2. Masukkan susu ke panci, rebus hingga mendidih menggunakan api kecil. Angkat.
  3. Ambil kira-kira 200 ml susu panas, tuangkan ke adonan telur dan tepung. Aduk cepat menggunakan spatula balon hingga menjadi adonan yang smooth dan tercampur baik.
  4. Masukkan adonan ke sisa susu panas di panci. Masak kembali menggunakan api kecil sambil adonan di aduk-aduk agar tidak gosong hingga menjadi pasta yang kental. Angkat

Finishingnya ada beberapa kue sus yang saya celupkan ke lelehan coklat untuk variasi. Mau yang polos maupun yang coklat sama-sama enak menurut saya 🙂

Konversi Ukuran Bahan Kue : Satuan Yang Sering Dipakai Dalam Resep

Dalam sebuah resep tak jarang kita menemukan satuan ukuran yang bukan satuan metric seperti yang biasa kita gunakan. Oleh karena itu kita perlu alat bantu konversi ke satuan metric, terutama kalau kita tidak punya alat ukurnya (Contoh: Satuan Cup). Selain untuk praktek resep, konversi ini juga berguna untuk menghitung harga jual kue lho. Berikut adalah contekan konversi alat ukur yang biasa saya pakai yang diambil dari blog “Just Try & Taste” dan “kamusdapurku”

Berikut daftar konversi alat ukur yang saya ambil dari blog “Just try & Taste”

Konversi ounce & pounds ke grams/liter:

1 ounce/oz (bahan kering) = 28,35 grams
1 ounce/oz (cairan) = 29,57 ml
1 pounds = 453,59 grams
1 lb = 1 pounds = 453,59 grams
_________________________________________________________________

Konversi paket (package/envelope) ke gram atau sendok:

1 package ragi instant = 2-1/4 sendok teh atau 7 gram
_________________________________________________________________

Konversi stick/batang ke gram:

1 batang/stick mentega/butter = 113,5 gram atau 4 ons atau 8 sendok makan atau 14 sendok teh
_________________________________________________________________
Konversi cup ke liter:

Susu cair/air/santan/minyak/mentega cair:
1 cup = 250 ml
1/2 cup = 125 ml
1/4 cup = 62,5 ml
_________________________________________________________________
Konversi cup ke grams:

Tepung terigu serba guna dan gula bubuk:
1/8 cup = 15 grams
1/4 cup = 30 grams
1/3 cup = 40 grams
3/8 cup = 45 grams
1/2 cup = 60 grams
5/8 cup = 70 grams
2/3 cup = 75 grams
3/4 cup = 85 grams
7/8 cup = 100 grams
1 cup = 110 grams

Mentega (butter) dan margarine:
1/8 cup = 30 grams
1/4 cup = 55 grams
1/3 cup = 75 grams
3/8 cup = 85 grams
1/2 cup = 115 grams
5/8 cup = 140 grams
2/3 cup = 150 grams
3/4 cup = 170 grams
7/8 cup = 200 grams
1 cup = 225 grams

Coklat bubuk:
1/8 cup = 15 grams
1/4 cup = 30 grams
1/3 cup = 40 grams
3/8 cup = 45 grams
1/2 cup = 60 grams
5/8 cup = 70 grams
2/3 cup = 75 grams
3/4 cup = 85 grams
7/8 cup = 100 grams
1 cup = 125 grams

Gula pasir
1/8 cup = 30 grams
1/4 cup = 55 grams
1/3 cup = 75 grams
3/8 cup = 85 grams
1/2 cup = 115 grams
5/8 cup = 140 grams
2/3 cup = 150 grams
3/4 cup = 170 grams
7/8 cup = 200 grams
1 cup = 225 grams
_________________________________________________________________
Konversi menggunakan sendok ukur:

Tsp = sendok teh = sdt
Tbsp = sendok makan = sdm
1 T = 1 sendok makan = sdm

A few grains/pinch/dash (seujung kuku/sejumput untuk bahan kering) = kurang dari 1/8 sendok teh
A dash (bahan cair) = beberapa tetes
3 sendok teh = 1 sendok makan
1/2 sendok makan = 1 1/2 sendok teh
1 sendok makan = 3 sendok teh
4 sendok makan = 1/4 cup (lihat konversi cup untuk masing-masing bahan)
5-1/3 sendok makan = 1/3 cup
8 sendok makan = 1/2 cup
10-2/3 sendok makan = 2/3 cup
12 sendok makan = 3/4 cup
16 sendok makan = 1 cup

Tambahan yang saya dapat dari blog “kamusdapurku” sebagai berikut:
_________________________________________________________________
Konversi menggunakan sendok ukur:
1 sdm garam = 10 gram
1 sdm gula pasir = 12 gram
1 sdm mentega/margarine = 12 gram
1 sdm terigu = 8 gram
1 sdm maizena = 8 gram
1 sdm coklat bubuk = 7 gram
1 sdm air = 15 gram
1 sdt Baking Powder = 4 gram

Telur
Ukuran normal telur adalah 1 kg = 16 btr telur
Berat 1 btr telur ukuran normal = 62,5 gram
Berat rata2 1 kuning telur = 16 gram
Berat rata2 1 putih telur = 46,5 gram

Brownies Pisang Kukus

Suami senang banget beli pisang kalau lagi groceries shopping, tapi sering kali pisangnya suka nyisa 2-3 buah, ga dihabiskan. Mau dibuang tapi sayang.. Eh pas browsing resep ketemu resep Brownies Pisang Kukus di blog JTT. Pisang yang nyisa di rumah (tapi masih bagus kualitasnya) langsung saya haluskan dengan garpu, sesuai resep. Eh ternyata hari itu ga keburu mau bikin brownies karena sibuk masak buat menu dinner. Alhasil pisang yang sudah dihaluskan tersebut saya simpan di freezer dulu. Besoknya mood untuk baking belum muncul juga, jadi pisangnya belum diapa-apain di freezer deh. Sampai seminggu kemudian saya mengumpulkan niat untuk membuat brownies pisang kukus ini. Awalnya sempat ragu juga, bakalan jadi sesuai ekspektasi ga ya hasil akhirnya dengan kondisi pisang yang sudah masuk freezer ini. Ternyata oh ternyata, hasil browniesnya tetap oke lho! Ah, saya senang banget. Browniesnya lembut dan nyoklat banget. Aroma rasa pisang juga terasa di tiap gigitan. Mirip kayak bolu pisang dengan rasa nyoklat banget sih kata saya. Brownies ini saya sajikan ketika adek saya datang ke rumah. Dia juga suka dengan rasanya. Sekali comot langsung 2 slice pula! hahaha. Bagi yang tidak punya mixer di rumah, tidak perlu khawatir karena kita cuma butuh whisker (spatula balon), spatula dan dandang / klakat untuk mengukus.

Berikut resepnya yang saya ambil dari blog JTT:

Bahan:
– 150 gram dark cooking chocolate / coklat hitam masak (saya pakai merk Collata)
– 125 gram gula pasir atau sesuai selera (jumlah gula akan bergantung dengan jenis & tingkat kematangan pisang yang digunakan)
– 3 sdm mentega/margarine suhu ruang
– 2 sdt vanilla extract atau 1/2 sdt vanili bubuk (jika menggunakan vanili bubuk, ayak bersama tepung terigu)
– 300 gram pisang ambon/cavendish/raja (kira-kira 2 1/2 – 3 buah), haluskan dengan garpu (saya pakai pisang cavendish Sunpride 3 buah)
– 2 butir telur ayam ukuran besar, kocok lepas
– 100 gram tepung terigu serba guna (saya pakai Segitiga Biru)
– 1/2 sdt baking powder, pastikan fresh, cek masa kedaluarsanya. Saya sarankan gunakan yang double acting. (saya pakai Hercules BPDA)
– 20 gram coklat bubuk, gunakan yang berkualitas baik (saya pakai merk Bendico)
– 1/2 sdt garam

Cara membuat:

  1. Siapkan loyang (saya pakai loyang bulat diameter 22 cm) olesi dengan mentega dan alasi bagian dasarnya dengan kertas minyak. Sisihkan.
  2. Siapkan mangkuk, masukkan tepung terigu, coklat bubuk, baking powder dan garam, aduk rata. Sisihkan.
  3. Siapkan mangkuk tahan panas (kaca atau alumunium), letakkan mangkuk diatas panci berisi air mendidih. Masukkan coklat blok ke mangkuk, dan panaskan dengan api kecil menggunakan teknik double-boiler (tim) hingga coklat meleleh. Angkat dari api.
  4. Aduk coklat dengan spatula balon hingga smooth, tambahkan gula pasir, mentega/margarine, dan vanilla ekstrak, aduk hingga semua bahan larut dan menjadi halus. Jika terlalu kental panaskan sebentar di panci berisi air mendidih hingga menjadi agak lumer.
  5. Tuangkan coklat leleh ke dalam mangkuk yang agak besar, masukkan puree pisang ke dalamnya, aduk rata. Tambahkan telur kocok, pastikan coklat tidak panas saat menambahkan telur agar telur tidak matang. Aduk hingga adonan halus.
  6. Masukkan tepung dalam tiga tahapan, aduk perlahan dengan spatula hingga rata.
  7. Tuangkan adonan ke dalam loyang, ratakan permukaannya.
  8. Masukkan ke dalam dandang kukusan yang airnya telah mendidih, tutup permukaan dandang dengan kain bersih yang menyerap air, tutup rapat dengan penutup kukusan.
  9. Kukus kue selama 45 – 50 menit atau hingga brownies matang dan tidak lengket saat di tusuk dengan lidi. Keluarkan dari dalam dandang.

Note: Gunakan api sedang saat mengukus, kondisi dandang air terisi banyak sehingga cukup untuk mengukus selama 50 menit. Jangan membuka penutup kukusan selama kue dimasak.

Buncis Szechuan

Bosan dengan buncis cah bawang putih or cah saus tiram? Cobain deh resep ini. Mudah dan enak. Bisa dijadikan sebagai lauk juga lho. Saya dapat resep ini dari blog JTT idola saya. Karena saat itu saya tidak punya stok daging ayam giling, saya menggantinya dengan daging sapi giling. Berikut resepnya:

Bahan:

– 1 ikat baby buncis (sekitar 30 buah baby buncis, siangi ujungnya dan biarkan utuh)
– 300 gram daging ayam cincang (saya pakai daging sapi giling)

Bumbu:

– 2 sdm minyak untuk menumis
– 1/2 butir bawang bombay, cincang kasar
– 4 siung bawang putih, cincang halus
– 3 buah cabai merah besar, buang biji rajang halus
– 5 butir cabai rawit merah, iris serong tipis
– 1 sdm saus tiram
– 2 sdm saus tomat
– 1 sdm gula pasir
– 2 sdm kecap manis
– 1/2 sdm kecap asin
– 1/2 sdt merica bubuk atau sesuai selera
– 1/2 sdt garam atau sesuai selera
– 100 – 200 ml air
– 1/2 sdm tepung maizena, larutkan dengan 2 sdm air untuk mengentalkan masakan

Cara membuat:

  1. Siapkan wajan, panaskan 2 sdm minyak
  2. Tumis bawang bombay hingga harum dan berubah transparan, gunakan api sedang saat memasak.
  3. Tambahkan bawang putih cincang dan tumis hingga harum dan bawang matang terlihat sedikit kuning kecoklatan.
  4. Tambahkan cabai iris, aduk rata dan tumis hingga layu.
  5. Masukkan daging ayam cincang (saya pakai daging sapi giling), masak dan tumis sambil diaduk-aduk hingga daging berubah warna menjadi pucat dan tidak pink lagi.
  6. Tambahkan saus tiram, saus tomat, gula pasir, kecap asin, kecap manis, merica, garam. Aduk tumisan hingga rata.
  7. Tuangkan air dan larutan maizena, masak hingga mendidih. Cicipi rasanya, sesuaikan gula dan garam. Angkat, sisihkan.
  8. Siapkan wajan bersih. Beri sekitar 2 sendok makan minyak dan panaskan, tumis buncis hingga permukaannya tampak layu dan berubah warna menjadi sedikit gelap, sekitar 5 menit, aduk-aduk selama buncis ditumis agar matangnya merata.
  9. Angkat buncis dan tata di piring saji. Siramkan tumisan daging di atas buncis

Siomay Ikan

sioma

Siomay merupakan jajanan favorit saya dan suami. Saya menyukai siomay sejak kuliah di Bandung dulu. Kayaknya semua siomay yang dijual di Bandung enak deh, dari yang di pinggir jalan sampai yang di restoran 😉 Namanya juga jajanan khas Bandung, hehe.

Sejak tinggal diluar Bandung, saya susah mendapatkan siomay yang enak. Kadang siomay-nya alot, saus kacangnya ga enak, ga kerasa daging ikannya, dll. Niat untuk mencoba bikin siomay sendiri sudah lama terlintas di pikiran saya, resep sudah di-bookmark, bahan sudah disiapkan, tapi rasa malas mengalahkan semua karena merasa bikin siomay itu ribet, belum pula tar bikin bumbu kacangnya.

Akhirnya niat itu kesampaian juga minggu lalu. Saya membuat siomay sendiri. Saya langsung buat 1 resep (sok pede) dengan pemikiran biar sekalian capek tapi hasilnya banyak dan bisa dibekukan di freezer. Resep saya ambil dari blog JTT “Siomay Ala si Abang” yang reviewnya banyak yang bilang enak. Tiada ikan tenggiri, ikan kakap pun jadi, wkwk (maksa!). Jangan sampai karena ketiadaan ikan tenggiri melunturkan niat saya lagi untuk mencoba resep siomay ini. Kebetulan pas di supermarket kemarin beli fillet ikan kakap-nya yang udah ga pakai kulit, jadi ga perlu di-kerok lagi daging ikannya, langsung masukin ke blender aja daging ikannya 😉 Kalau pakai kerok lagi mungkin saya mundur dari uji coba resep kali ini, hehe.

Setelah berkutat di dapur mengikuti step-step di blog JTT, akhirnya adonan siomay jadi dan siap dikukus. Saat dikukus aroma ikan terasa kemana-mana. Setelah 30 menit siomay siap disajikan dan ternyata memang benar lho resep ini hasil jadinya kaya siomay pinggir jalan abang-abang yang kenyal-kenyal gitu.. tapi tetap berasa ikannya lho karena buat sendiri. Setelah dingin pun siomay ini ga keras dan alot lho.

Saus kacangnya gimana? Nah, sebenarnya di resep JTT dicantumin juga resep saus kacangnya tapiii karena saya ga punya kacang tanah pada saat itu dan juga males karena sudah ribet dengan siomay, saya pakai bumbu pecel saja saudara-saudara! Bumbu pecel instan dilarutkan dengan air panas, bikin agak encer dan diberi perasan jeruk limau. Hasilnya? Pak Suami bilang enak lho 🙂 Memang harus kreatif ya untuk pemalas kayak saya, hahahaha.

Berikut resepnya yang diambil dari blog JTT “Siomay Ala Si Abang”

Bahan Siomay:
– 350 gram daging ayam tanpa tulang (atau gunakan ayam cincang) –> anda bisa skip ayam dan ganti dengan daging ikan. Haluskan
– 250 gram daging ikan cincang (tuna, tengiri atau ikan dengan daging putih) –>anda bisa skip ikan dan ganti dengan ayam. Haluskan
– 250 gram labu siam (1 buah labu ukuran sedang) kukus, parut atau haluskan dengan food processor
– 80 ml santan kental instan (saya pakai Kara)
– 500 gram tepung tapioka/tepung kanji (saya pakai tepung sagu)
– 1 butir telur, kocok lepas (optional)
– 1 batang daun bawang, rajang dan cincang halus jika anda tidak mempunyai food processor

Bumbu Halus:
– 7 butir bawang merah
– 5 butir bawang putih
– 1 sendok teh merica butiran

Bumbu Lainnya:
– 2 sendok teh garam
– 2 sendok makan gula pasir
– 1 sendok teh kaldu bubuk (optional)

Bahan & Bumbu Saus Kacang:
– 300 gram kacang tanah, bisa pakai yang kupas atau yang masih memiliki kulit, goreng matang
– 5 siung bawang putih
– 5 buah cabai merah keriting
– 3 butir cabai rawit
– 3 sendok makan gula Jawa, sisir
– 2 sendok makan air asam Jawa
– 2 sendok teh garam
– 500 ml air matang

Pelengkap:
– irisan jeruk limau
– saus sambal botolan
– kecap manis

Cara Membuat:

Siomay

  1. Campur daging ayam dan ikan yang telah dihaluskan dalam mangkuk besar, aduk rata.
  2. Tuang santan kental, aduk rata.
  3. Masukkan daun bawang dan labu siam yang sudah dihaluskan.
  4. Tambahkan telur kocok, bumbu halus, garam, gula dan kaldu bubuk. Aduk rata
  5. Masukkan Tepung bertahap, aduk rata. Uleni sampai mendapat kekentalan yang diinginkan. (Saya pakai tepung sagu dan saat 400 gr tepung masuk adonannya sudah cukup kental jadi saya stop tepungnya). Adonan yang terbentuk tidak padat dan masih agak lembek
  6. Panaskan dandang untuk mengukus. Olesi sengan sedikit minyak. Lapisi penutup dandang dengan kain supaya air kukusannya tidak kena siomay.
  7. Bentuk siomay dengan bantuan 2 sendok makan dan masukkan ke dandang panas. Kukus dengan api sedang selama 30 menit. Angkat dan dinginkan. Siap disajikan

Saus Kacang

  1. Goreng bawang putih sebentar hingga layu dan sedikit kecoklatan, angkat.
  2. Siapkan blender, masukkan kacang tanah goreng, bawang putih, dan cabai, tambahkan air. Proses hingga halus. Jika adonan terlalu kental, tambahkan air hingga tercapai kekentalan yang diinginkan.
  3. Tuangkan saus ke dalam panci, masukkan garam, gula dan air asam Jawa. Masak hingga mendidih dan matang. Cicipi rasanya. Angkat.

Pizza Homemade

Pizza Homemade

Sabtu kemaren adek tercinta datang mengunjungi rumah, lumayan dapat temen yang nginep di rumah saat suami sedang dinas ke site di Kalimantan Selatan. Dikarenakan saya dan adek saya adalah partner in crime dalam dunia cemal-cemil makanan enak, maka saya memutuskan untuk bikin pizza sebagai menu dinner di rumah. Adonan dan saus pizza saya buat di hari jumat malam dan disimpan di kulkas, sedangkan potongan2 topping pizza baru dikerjakan di sabtu sore dibantu oleh adek saya. Kegiatan membuat pizza ini selain mengakrabkan juga sekaligus pengiritan juga lah yawww, hahaha. Setelah pizza keluar dari oven, langsung dipotong dan langsung dimakan mumpung masih panas… dan komentar adek saya adalah: enaaaakk…!! Ahh saya jadi ge-er juga jadinya, hihihi. Malam itu kami menghabiskan masing-masing 2 slices pizza dan sisanya disimpan untuk sarapan esok harinya.

Berikut adalah resep pizza dan sausnya yang saya kutip dari blog favorit saya JTT dan Hesti’s Kitchen. Saya hanya membuat setengah resep untuk 1 loyang pizza saja dan karena di rumah adanya hanya loyang diameter 23cm ya jadinya saya pakai yang ada aja, tapi hasil rotinya agak sedikit tebal (mirip kaya tebal roti pizza h*t gitu) tapi tetap lembut koq rotinya 🙂

Adonan Roti Pizza

Resep dikutip dari blog JTT (adonan pizza diadaptasikan dari Peter Reinhart’s Napoletana Pizza Dough Recipe dari website 101 Cookbooks Heidi Swanson)

Bahan: (untuk 2 loyang pizza diameter +-25 cm)

– 500 gram tepung terigu protein tinggi (saya menggunakan Cakra Kembar)
– 1 1/2 sdt garam
– 1 sdt (7 gram) ragi instant, pastikan fresh dan tidak kedaluarsa (saya pakai Haan)
– 50 ml (+- 3 sdm) minyak sayur atau minyak goreng biasa (saya menggunakan minyak zaitun)
– 400 ml air es
– sedikit tambahan terigu untuk taburan di meja

Cara Membuat:

1 hari sebelumnya..

  1. Siapkan mangkuk besar, masukkan tepung terigu, garam dan ragi, aduk hingga benar-benar rata ya, karena jika ragi dan garam langsung bertemu muka maka si ragi akan mati.
  2. Masukkan air es dan minyak sayur, biarkan hingga air dan minyak meresap.
  3. Dengan menggunakan spatula plastik, aduk hingga tercampur rata dan menjadi adonan yang basah.
  4. Pastikan tangan anda bersih, celupkan tangan dengan sedikit minyak sayur, bentuk jari-jari anda melengkung seperti sendok dan mulai menguleni adonan. Caranya dengan menarik adonan dari bagian tepi mangkuk dan melipatnya ke atas. Putar-putar mangkuk selama menguleni adonan agar semua sudut adonan teruleni dengan baik, jika adonan dirasa terlalu basah dan lengket di mangkuk, taburi sedikit demi sedikit dengan tepung terigu dan terus uleni hingga adonan tidak menempel di dinding mangkuk. Jangan berlebihan dalam menaburi tepung, adonan yang terbentuk lembek, lembut dan sangat elastis. Adonan dianggap jadi jika tidak menempel lagi pada dinding mangkuk namun masih melekat di dasar.
  5. Siapkan meja yang telah ditaburi dengan tepung terigu, tuangkan adonan ke atasnya, bagi adonan menjadi 2 bagian. Taburi bagian atas adonan dengan tepung dan bentuk masing-masing bagian menjadi bola yang halus dan lembut.
  6. Lumuri masing-masing bola adonan dengan minyak yang agak banyak, masukkan ke dalam kantung plastik, keluarkan udara yang terdapat dalam kantung dan ikat ujung plastik rapat-rapat. Masukkan plastik berisi adonan ke dalam kulkas, diamkan selama semalam.
  7. Tata adonan, saus, dan bahan topping diatas loyang yang diolesi minyak, panggang di oven suhu 200 derajat celcius selama 30 menit.

Note: Anda bisa memperpendek waktu dengan mendiamkannya sampai adonan mengembang, tanpa perlu memasukkannya ke dalam kulkas semalaman. Untuk rasa, adonan yang didiamkan semalam di kulkas memiliki rasa lebih lezat.

Saus Topping Pizza

Resep diadaptasikan dari Hesti’s Kitchen: Mini Pizza Bites

Bahan: (untuk 2 loyang diameter 23cm)

– 1 buah bawang bombay ukuran kecil, cincang halus
– 2 siung bawang putih, cincang halus
– 120 gr daging giling sapi (diberi sedikit air sampai menjadi pasta supaya saat ditumis tidak menggumpal)
– Garam secukupnya
– Merica bubuk secukupnya
– 2 sdm pasta tomat (encerkan dengan sedikit air supaya tidak menggumpal)
– Gula secukupnya
– 1 sdt oregano
– 1/4 sdt basil
– Miinyak sayur secukupnya untuk menumis
– 25 ml air

Cara Membuat:

  1. Panaskan minyak, tumis bawang putih hingga wangi, masukkan bawang bombay. Tumis bawang bombay hingga wangi dan berubah warna jadi transparan.
  2. Masukkan daging giling, aduk-aduk sampai berubah warna
  3. Masukkan pasta tomat dan air
  4. Masukkan garam, merica, gula
  5. Masak dengan api kecil sampai air menyusut dan saus mengental, cicipi rasanya apa yang dirasa masih kurang
  6. Ketika kompor mau dimatikan, masukkan oregano dan basil, aduk rata, matikan kompor, dinginkan

Topping Pizza

Disesuaikan dengan bahan yang ada dirumah saja.

Bahan:

– 2 lbr smoke beef
– 1 butir bawang bombay ukuran kecil, belah menjadi empat bagian dan lepaskan lapisan-lapisannya.
– 3 bh sosis sapi, iris bulat-bulat 1/2cm
– 1/2 batang keju Mozarela, potong bentuk kubus ukuran 1 x 1 cm
– 1/2 batang keju Mozarela, parut, tambahkan kalau kurang

Selamat menikmati pizza rumahan buatan sendiri yaa.. dijamin memuaskan deh 🙂

Ayam Betutu

Ayam Betutu

Haloo..

Setelah vakum sekian lama karena kesibukan yang ada, akhirnya saya kembali lagi nulis di blog, hihi. Kali ini saya akan berbagi resep Ayam Betutu ala JTT yang saya dapat dari blog-nya Just Try and Taste. (http://www.justtryandtaste.com)

Ayam Betutu ini adalah masakan khas Bali yang terkenal lezat dan juga pedas. Ada 2 versi Ayam Betutu yaitu yang kuah dan yang kering. Untuk resep yang saya posting ini adalah versi yang kering ya. Banyak resep yang beredar di internet tapi saya pilih resep yang sesuai dengan ketersediaan bumbu dapur saya aja, dan kebetulan nemu di JTT resepnya, hehe.

Pertama kali mencicipi Ayam Betutu ini adalah ketika liburan di Bali bersama suami tahun 2012. Saat itu Kami makan di “Ayam Betutu Khas Gilimanuk” yang berlokasi di airport Ngurah Rai sambil menunggu waktu boarding. Kami memesan Ayam Betutu versi kuah yang pedasnya luar biasa sampai makannya penuh keringat dan air mata, hahaha.. tapi pedasnya itu bikin nagih lhooo! Nah untuk mengobati rasa kangen dengan Ayam Betutu tapi ga punya waktu dan duit untuk plesir ke Bali, saya bela-belain deh memasak Ayam Betutu sendiri. Hasilnya tidak mengecewakan dan memang enaakk. Suami juga suka dan sampai tambah terus makannya, hihihi.

Berikut adalah resep Ayam Betutu yang saya kutip dari JTT.

Bahan:
– 1 ekor ayam kampung belah tengah dan lebarkan (kalau saya pakai 1 ekor ayam kampung yang dipotong menjadi 8 bagian karena stok ayam kampung yang ada di freezer saya tinggal yang potongan aja, hehe)
– 2 sendok makan air jeruk nipis
– 1 sendok makan garam
– 90 ml santan kental instan (saya pakai Kara ) + 400 ml air, aduk hingga rata

Bumbu:
– 5 buah cabai merah besar, buang biji, rajang halus
– 5 buah cabai merah keriting, rajang halus
– 5 butir cabai rawit (tambahkan jika kurang pedas), rajang halus
– 10 butir bawang merah, cincang halus
– 5 butir bawang putih, cincang halus
– 2 batang serai ambil bagian putihnya, cincang halus
– 1 ruas kencur, cincang halus
– 2 ruas jahe, cincang halus
– 2 sendok teh terasi bakar
– 2 ruas lengkuas, iris kasar dan pipihkan
– 1 ruas kunyit bakar, cincang halus
– 1/4 sendok teh kunyit bubuk (bisa diganti dengan kunyit segar yang dihaluskan)
– 8 buah kemiri, sangrai, tumbuk kasar
– 1 sendok teh ketumbar bubuk
– 1 sendok teh merica bubuk
– 1 sendok teh pala bubuk
– 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu iris:
– 3 lembar daun jeruk, rajang halus
– 5 lembar daun salam, robek kasar

Bumbu lainnya:
– 1 sendok teh garam
– 1 sendok teh kaldu bubuk
– 1 sendok teh gula pasir

Bahan lainnya:
– alumunium foil untuk mengalas ayam saat dipanggang
– tusuk bambu/sumpit (ga pake karena ayam saya sudah berupa potongan, bukan ayam utuh lagi)

Cara Membuat:

  1. Siapkan ayam, lumuri permukaan ayam dengan air jeruk nipis dan garam termasuk rongga ayam, hingga merata. Biarkan ayam selama 15 menit. Cuci bersih. Pentangkan ayam dan tusuk ayam menggunakan sumpit yang diruncingkan bagian ujungnya atau sebilah bambu hingga ayam melebar, sisihkan (saya ga pakai tahap pentangkan ayam ini karena ayam saya sudah dalam bentuk potongan)
  2. Siapkan wajan, panaskan 2 sendok makan minyak. Tumis bumbu yang dirajang, daun jeruk dan daun salam hingga harum dan matang. Tambahkan garam, gula, kaldu bubuk. Aduk rata.
  3. Masukkan ayam dan lumuri permukaan ayam dengan tumisan bumbu, tutup wajan dan ungkep ayam hingga ayam berubah warna dan bumbu meresap. Gunakan api kecil saat mengungkep ayam agar bumbu tidak gosong.Masak satu sisi ayam, kemudian balikkan ayam dan masak sisi sebelahnya.
  4. Masukkan 1/2 campuran air dan santan, aduk-aduk hingga santan dan bumbu tercampur baik. Tutup wajan rapat-rapat dan masak hingga air habis.
  5. Balikkan ayam, dan masukkan 1/2 sisa santan, tutup wajan dan masak kembali hingga air habis dan ayam matang. Usahakan untuk melumuri seluruh permukaan ayam dengan bumbu sehingga semua bagian ayam tertutup dengan bumbu. Cicipi rasanya dan matikan api kompor. Kalau ayam belum matang, bisa ditambah air lagi dan dimasak sampai ayam matang dan empuk.
  6. Siapkan loyang datar, alasi loyang dengan selembar alumunium foil. Letakkan ayam beserta seluruh bumbunya di atas alumunium foil. Panggang di dalam oven bersuhu 180’C selama 15 – 20 menit hingga bumbu terlihat mengering. Keluarkan ayam dari oven, letakkan ayam di piring saji dan lepaskan bambu penusuk ayam.

Note: Bumbu-bumbunya jangan diblender halus ya, cukup dirajang dan cincang, kalau ga tar penampakannya jadi kayak ayam balado deh, hehe.