Ayam Betutu Kuah

Udah lama banget ga posting di blog karena sibuk liburan. Kebetulan Suami dapat jatah libur bersama 16 – 21 Juli 2015 dan Kami berlibur ke Bandung. Liburan ke Bandung akan saya bahas di tulisan terpisah. Kali ini saya akan bahas tentang resep-resep aja yang sudah dieksekusi tapi belum sempat di-posting di blog (jadi menuh-menuhin handphone aja deh, hehe). Resep kali ini adalah masih masakan Bali dan sudah pernah saya posting versi keringnya di tulisan sebelumnya, yaitu Ayam Betutu Kuah. Pertama kali mencoba makan ayam betutu ini di Bali memang versi kuahnya dengan rasa pedas yang luar biasa.. Makannya sampai nangis-nangis dan keringatan saking pedasnya. Restoran tempat Kami makan tersebut adalah Ayam Betutu Khas Gilimanuk yang saat ini bahkan sudah buka cabang dimana-mana diluar Bali. Resep kali ini saya dapatkan dari blog SerdadoeDapoer dan sudah saya modifikasi. Resep ini seharusnya menggunakan minyak kelapa, tapi karena tidak ada stok minyak kelapa dan kebetulan susah nyarinya, saya pakai minyak sayur biasa aja.

Bahan:

  • 1/2 ekor ayam kampung besar / ayam soto
  • 8 siung bawang putih, rajang halus
  • 2 siung bawang merah (saya pakai 4 siung), rajang halus
  • 1 jempol jahe, rajang halus
  • 1/3 kelingking kunyit, rajang halus
  • 1/3 kelingking kencur, rajang halus
  • 1 ruas telunjuk lengkuas, keprak
  • 6 cabe rawit merah (pedas), rajang halus
  • 3 batang serai, ambil putihnya saja, rajang halus
  • 1 sdt terasi (saya pakai terasi udang ABC), haluskan
  • 1 sdm ketumbar, haluskan (ini tambahan dari saya)
  • 1 sdm garam atau sesuai selera (tambahan dari saya)
  • 1 sdt gula pasir (tambahan dari saya)
  • 1 sdt merica bubuk (tambahan dari saya)
  • 1/4 sdt pala bubuk (tambahan dari saya)
  • Sejumput kaldu ayam bubuk (tambahan dari saya, saya pakai Royco)
  • 2 lembar daun salam (tambahan dari saya)
  • 1 lembar daun jeruk (tambahan dari saya)
  • 1/4 sdt kunyit bubuk (tambahan dari saya)
  • 5 sdm minyak kelapa asli (saya pakai minyak sayur biasa)
  • 300 – 500 ml air (tergantung ukuran ayamnya)

Cara Membuat:

  1. Ulek kasar bumbu yang dirajang dengan terasi. Jangan terlalu halus uleknya.
  2. Siapkan wajan. Tumis bumbu dengan minyak kelapa sampai harum. Masukkan ayam dan bolak-balikan daging ayam sampai berubah warna.
  3. Masukkan air. Masak sampai daging ayam lunak dan kuah tinggal sedikit (sekitar 1 jam). Angkat dan siap disajikan.

Ayam Betutu

Ayam Betutu

Haloo..

Setelah vakum sekian lama karena kesibukan yang ada, akhirnya saya kembali lagi nulis di blog, hihi. Kali ini saya akan berbagi resep Ayam Betutu ala JTT yang saya dapat dari blog-nya Just Try and Taste. (http://www.justtryandtaste.com)

Ayam Betutu ini adalah masakan khas Bali yang terkenal lezat dan juga pedas. Ada 2 versi Ayam Betutu yaitu yang kuah dan yang kering. Untuk resep yang saya posting ini adalah versi yang kering ya. Banyak resep yang beredar di internet tapi saya pilih resep yang sesuai dengan ketersediaan bumbu dapur saya aja, dan kebetulan nemu di JTT resepnya, hehe.

Pertama kali mencicipi Ayam Betutu ini adalah ketika liburan di Bali bersama suami tahun 2012. Saat itu Kami makan di “Ayam Betutu Khas Gilimanuk” yang berlokasi di airport Ngurah Rai sambil menunggu waktu boarding. Kami memesan Ayam Betutu versi kuah yang pedasnya luar biasa sampai makannya penuh keringat dan air mata, hahaha.. tapi pedasnya itu bikin nagih lhooo! Nah untuk mengobati rasa kangen dengan Ayam Betutu tapi ga punya waktu dan duit untuk plesir ke Bali, saya bela-belain deh memasak Ayam Betutu sendiri. Hasilnya tidak mengecewakan dan memang enaakk. Suami juga suka dan sampai tambah terus makannya, hihihi.

Berikut adalah resep Ayam Betutu yang saya kutip dari JTT.

Bahan:
– 1 ekor ayam kampung belah tengah dan lebarkan (kalau saya pakai 1 ekor ayam kampung yang dipotong menjadi 8 bagian karena stok ayam kampung yang ada di freezer saya tinggal yang potongan aja, hehe)
– 2 sendok makan air jeruk nipis
– 1 sendok makan garam
– 90 ml santan kental instan (saya pakai Kara ) + 400 ml air, aduk hingga rata

Bumbu:
– 5 buah cabai merah besar, buang biji, rajang halus
– 5 buah cabai merah keriting, rajang halus
– 5 butir cabai rawit (tambahkan jika kurang pedas), rajang halus
– 10 butir bawang merah, cincang halus
– 5 butir bawang putih, cincang halus
– 2 batang serai ambil bagian putihnya, cincang halus
– 1 ruas kencur, cincang halus
– 2 ruas jahe, cincang halus
– 2 sendok teh terasi bakar
– 2 ruas lengkuas, iris kasar dan pipihkan
– 1 ruas kunyit bakar, cincang halus
– 1/4 sendok teh kunyit bubuk (bisa diganti dengan kunyit segar yang dihaluskan)
– 8 buah kemiri, sangrai, tumbuk kasar
– 1 sendok teh ketumbar bubuk
– 1 sendok teh merica bubuk
– 1 sendok teh pala bubuk
– 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu iris:
– 3 lembar daun jeruk, rajang halus
– 5 lembar daun salam, robek kasar

Bumbu lainnya:
– 1 sendok teh garam
– 1 sendok teh kaldu bubuk
– 1 sendok teh gula pasir

Bahan lainnya:
– alumunium foil untuk mengalas ayam saat dipanggang
– tusuk bambu/sumpit (ga pake karena ayam saya sudah berupa potongan, bukan ayam utuh lagi)

Cara Membuat:

  1. Siapkan ayam, lumuri permukaan ayam dengan air jeruk nipis dan garam termasuk rongga ayam, hingga merata. Biarkan ayam selama 15 menit. Cuci bersih. Pentangkan ayam dan tusuk ayam menggunakan sumpit yang diruncingkan bagian ujungnya atau sebilah bambu hingga ayam melebar, sisihkan (saya ga pakai tahap pentangkan ayam ini karena ayam saya sudah dalam bentuk potongan)
  2. Siapkan wajan, panaskan 2 sendok makan minyak. Tumis bumbu yang dirajang, daun jeruk dan daun salam hingga harum dan matang. Tambahkan garam, gula, kaldu bubuk. Aduk rata.
  3. Masukkan ayam dan lumuri permukaan ayam dengan tumisan bumbu, tutup wajan dan ungkep ayam hingga ayam berubah warna dan bumbu meresap. Gunakan api kecil saat mengungkep ayam agar bumbu tidak gosong.Masak satu sisi ayam, kemudian balikkan ayam dan masak sisi sebelahnya.
  4. Masukkan 1/2 campuran air dan santan, aduk-aduk hingga santan dan bumbu tercampur baik. Tutup wajan rapat-rapat dan masak hingga air habis.
  5. Balikkan ayam, dan masukkan 1/2 sisa santan, tutup wajan dan masak kembali hingga air habis dan ayam matang. Usahakan untuk melumuri seluruh permukaan ayam dengan bumbu sehingga semua bagian ayam tertutup dengan bumbu. Cicipi rasanya dan matikan api kompor. Kalau ayam belum matang, bisa ditambah air lagi dan dimasak sampai ayam matang dan empuk.
  6. Siapkan loyang datar, alasi loyang dengan selembar alumunium foil. Letakkan ayam beserta seluruh bumbunya di atas alumunium foil. Panggang di dalam oven bersuhu 180’C selama 15 – 20 menit hingga bumbu terlihat mengering. Keluarkan ayam dari oven, letakkan ayam di piring saji dan lepaskan bambu penusuk ayam.

Note: Bumbu-bumbunya jangan diblender halus ya, cukup dirajang dan cincang, kalau ga tar penampakannya jadi kayak ayam balado deh, hehe.