Update Skincare Routine (Aman Untuk Ibu Hamil)

Hai teman-teman. Maafkan sudah jarang update blog seperti dulu lagi. Memasuki Trimester 3 kehamilan membuat saya tambah malas kayaknya. By the way, saat ini usia kandungan saya sudah 8 bulan. Jadi, saya sudah mulai mempersiapkan segala keperluan baby dan juga mommy-nya. Saya start mulai beli-beli perlengkapan bayi dari pas sekitar usia kandungan 7,5 bulan. Dicicil satu per satu karena ternyata banyak sekali perintilan bayi itu, saudara-saudara! Nanti akan saya share list belanja perlengkapan bayi newborn ya. Tapi, tidak dalam waktu dekat ini karena saya masih mau uji coba real di lapangan kelak, mana yang benar-benar essential, mana yang sebenarnya tidak perlu.

Selain mempersiapkan segala perlengkapan bayi, saya juga sedang mempersiapkan mental untuk proses lahiran kelak. Dokter merekomendasikan saya untuk lahiran secara Sectio Caesarian (SC) jadi saya lagi banyak baca-baca dan bertanya-tanya kepada teman-teman yang sudah melalui-nya tentang bagaimana recovery after operasi. Momen lahiran nanti berarti jadi proses operasi pertama saya. Jujur saja saya agak takut dan deg-degan tapi sekaligus excited karena mau ketemu anak bayi. Mohon doanya ya teman-teman semoga semua prosesnya dilancarkan dan ibu-bayi sehat selamat sentosa.

Anyway, back to the topic tentang skincare routine selama hamil. Sepertinya terakhir saya menulis tentang skincare itu saat saya masih menjadi pengguna setia SK-II. Tapi, itu sudah lama sekali. Sudah sejak lama saya beralih dari produk SK-II ke Korean brand skincare. Produk SK-II memang membantu memperbaiki kondisi kulit saya tapi setelah jadi pengguna setia selama 2 tahun-an, saya tidak melihat progress yang signifikan lagi. Mungkin harus upgrade ke produk SK-II yang lebih powerful lagi (baca: lebih mahal) dan saya merasa hal tersebut sudah diluar limit saya. Oleh karena itu perlahan-lahan saya mulai mencari subtitusi produk skincare yang sekiranya masuk budget saya.

Dikarenakan saya sudah tahu bahan apa saja yang tidak disukai kulit saya, mencari produk skincare baru buat saya jadi lebih mudah. Saya tidak bisa mentolerasi alkohol dalam skincare (Biasanya ditulis dengan nama alcohol denat, alcohol, ethanol, dan lain-lain) dan juga beberapa jenis essential oil yang biasa ada dalam produk skincare sebagai fragrance. Sampai saat ini jenis essential oil-nya apa saja masih meraba-raba sih, tergantung komposisi keseluruhan dan persentasenya dalam produk. Selain itu, kulit saya juga tidak suka dengan snail slime yang populer beberapa waktu lalu. Efek yang terjadi pada kulit saya dengan penggunaan bahan-bahan itu adalah kulit jadi cenderung iritasi kemerahan dan muncul jerawat.

Untuk peralihan produk skincare, saya menyarankan untuk menggantinya satu per satu, tidak langsung sekaligus. Biasanya saya mulai dari toner dulu, kemudian ke moisturizer. Lanjut lagi ke serum dan terakhir adalah facial wash. Diamati dulu reaksi produk barunya di kulit. Biasa kalau saya sudah keliatan efeknya dalam seminggu, cocok atau tidak. Selain masalah bahan, pastikan juga harga skincare tersebut tidak menguras kantong alias disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masing-masing. Percuma beli produk mahal-mahal tapi hanya mampu beli sesekali dan akhirnya no skincare at all karena can not afford the product. Efek skincare justru lebih terlihat dengan pemakaian rutin dan jangka panjang.

Setelah menemukan skincare routine yang cocok untuk kulit saya, saya rutin menggunakannya. Tapi, saya masih suka explore coba produk-produk baru juga yang sekiranya bahannya menarik untuk saya. Kalau mengikuti kaidah diatas biasanya transisi pergantian produk skincare-nya jadi lebih smooth. Saat tahu sedang hamil, ada tambahan beberapa bahan yang saya hindari di dalam skincare:
– Retinol dan turunannya
Kalau ini memang saya belum punya nyali untuk mencobanya dari dulu karena takut break out. Retinol dan turunannya ini bisa terserap dalam darah dan berbahaya untuk janin (bisa menyebabkan cacat).
– BHA / Salicylic Acid
Walaupun tidak sedang hamil, saya memang tidak cocok dengan produk yang mengandung BHA. Malah BHA bikin kulit saya iritasi dan jerawatan. Padahal secara teori kulit berminyak seperti saya lebih cocok dengan BHA sebagai exfoliator. Efek BHA buat ibu hamil juga berbahaya untuk perkembangan janin, terutama bila produk tersebut mengandung BHA lebih dari 2%.
– Benzoyl Peroxide
Sebelum hamil, saya mengandalkan bahan ini untuk obat jerawat totol. Terutama kalau jerawatnya tipe jerawat besar tanpa kelihatan titik nanahnya. Dengan penggunaan rutin selama 2-3 hari, jerawat tipe tersebut bisa kempes sendiri. Setelah tahu hamil, saya stop sama sekali penggunaan produk ini. Efek Benzoyl Peroxide pada ibu hamil juga bisa menyebabkan gangguan perkembangan janin, terutama bila produk tersebut mengandung Benzoyl Peroxide lebih dari 5%.
-Hydroquinone
Biasanya bahan ini dipakai untuk produk pemutih kulit di klinik-klinik kecantikan karena penggunaan bahan ini harus dengan resep dokter. Tapi ada juga produk-produk nakal diluar sana yang berani menggunakan produk ini secara ilegal. Saya tidak pernah menggunakan produk dengan kandungan bahan ini dari sebelum hamil. Apalagi saat hamil sangat tidak disarankan untuk menggunakan produk yang mengandung hydroquinone karena berbahaya untuk janin.
– Mugwort / Artemisia
Bahan ini lagi tren di korean skincare, tapi tidak disarankan untuk digunakan ibu hamil karena bisa memicu kontraksi.
– Beberapa essential oil
Berikut adalah essential oil yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil karena bisa memicu kontraksi: Basil, Laurel, Angelica, Clary Sage, Juniper, Thyme, Cumin, Aniseed, Citronella, Cinnamon Leaf.
(Source: IG FunSkincare, Paula’s Choice and BabyCenter)

Sebenarnya masih banyak kontradiksi tentang kandungan pada skincare yang berbahaya untuk ibu hamil. Ada yang bilang, konsentrasi yang diserap tubuh dan mengalir lewat darah terlalu sedikit untuk bisa menyebabkan gangguan pada janin. Tapi, saya lebih baik tidak menggunakannya sama sekali karena tidak mau ambil resiko untuk janin saya.

Skincare Routine

Berikut adalah skincare yang saya gunakan selama hamil:

  1. Facial Cleanser / Facial Wash: Krave Matcha Hemp Hydrating Cleanser
    Sayangnya lupa di foto pada gambar di atas. Saya sudah menggunakan facial cleanser ini beberapa bulan dan menghabiskan 2 tube (pak suami juga ikutan pakai ini). Tekstur produknya seperti gel dan beraroma matcha (tapi sangat soft sekali). Busanya sedikit dan jadi sedikit licin saat diaplikasikan di muka. Agak lama dibilas karena tekstur yang licin di kulit tersebut. Hasil pemakaian produk ini di kulit saya sangat gentle dan tidak ada reaksi negatif. Kulit juga berasa lembab setelah cuci muka. Kekurangannya hanya harus beli di online shop dan harganya cukup lumayan (karena import dari Korea).
    Untuk ingredients list bisa dilihat pada link ini: https://incidecoder.com/products/krave-matcha-hemp-hydrating-cleanser
  2. Micellar Water: Bioderma Sensibio H2O Micellar Water
    Kalau disuruh pilih cleansing oil dan micellar water, kulit saya lebih menyukai micellar water. Sejauh ini yang cocok di kulit saya hanya Bioderma Sensibio. Gentle dan no fragrance. Saya pakai ini kalau butuh usaha extra untuk menghapus make up or BB Cushion. Caranya tinggal dituang ke kapas sampai basah dan usap muka dan leher secara perlahan. Ulangi beberapa kali sampai kapas bersih. Tapi, kalau sedang di rumah saja dan hanya pakai sunscreen, saya biasanya langsung pakai facial cleanser saja. Oh iya, walaupun micellar water ini tidak lengket di kulit dan nyaman, setiap menggunakan micellar water saya selalu memakai facial cleanser setelahnya untuk menghilangkan residu-residu yang mungkin tertinggal di kulit sebelum lanjut ke tahapan skincare berikutnya.
    Untuk ingredients list bisa dilihat pada link ini: https://incidecoder.com/products/bioderma-sensibio-h2o
  3. Exfoliating Toner: Krave Kale-lalu-yAHA
    AHA adalah exfoliator yang aman digunakan saat hamil. Toner ini mengandung 5,25% AHA (dalam bentuk Glycolic Acid) yang masih aman digunakan oleh ibu hamil. Sejak hamil saya merasa kadang-kadang kulit wajah saya jadi kusam dan agak kasar (seperti ada whiteheads). Toner ini sangat membantu untuk mengelupaskan lapisan kulit mati terluar sehingga tekstur kulit jadi lebih halus keesokkan harinya. Saya menggunakan toner ini hanya di malam hari dan hanya dipakai seminggu sekali, supaya tidak over exfoliate. Over exfoliate akan bikin kulit kita jadi meradang kemerahan dan lebih sensitif. Cara menggunakannya adalah dituang ke kapas seukuran koin logam 500-an dan kemudian usapkan dengan lembut ke kulit muka dan leher setelah cuci muka. Wajib dilanjutkan dengan penggunaan hydrating toner setelahnya dan juga sunblock / sunscreen keesokkan harinya supaya kulitnya tidak rentan terbakar saat kena matahari.
    Untuk ingredients list bisa dilihat pada link ini: https://incidecoder.com/products/krave-beauty-kale-lalu-yaha-5-25-glycolic-acid-treatment
  4. Hydrating Toner: Dear Klairs Supple Preparation Toner (Unscented)
    Dipakai langsung dalam keadaan kulit muka lembab setelah cuci muka. Bisa langsung ditetes ke telapak tangan dan tepuk-tepuk ke muka atau menggunakan kapas. Fungsinya untuk mengembalikan kelembaban dan pH kulit setelah cuci muka. Teksturnya seperti cairan kental dan tanpa wangi macam-macam. Toner ini punya saudara kembar yang versi scented tapi saya tidak cocok karena versi scented mengandung essential oil yang bikin kulit saya iritasi kemerahan dalam beberapa kali pemakaian. Untuk toner versi unscented ini saya sudah menghabiskan sekitar 4 botol. Memang secinta itu dengan toner ini. Efek pemakaian di kulit saya adalah jadi lembab tapi tidak lengket dan cenderung adem. Tidak ada reaksi negatif juga selama pemakaian.
    Untuk ingredients list bisa dilihat pada link ini: https://incidecoder.com/products/klairs-supple-preparation-toner-unscented
  5. First Treatment Essence (FTE): From Nature Age Treatment Essence
    Walaupun tidak se-wow FTE SK-II, tapi menurut saya dengan harga yang affordable FTE ini boleh jadi alternatif FTE. Seperti biasa FTE mengandung hasil fermentasi yang konon bisa membuat tekstur kulit kita lebih baik dengan manfaat anti aging. Saya suka FTE ini karena tidak berbau (seperti halnya FTE SK-II). Tekturnya cair dan gampang meresap, bikin kulit jadi lebih lembab dan siap menerima asupan skincare lainnya. Saya biasa menggunakannya dengan menggunakan kapas dan ditepuk-tepuk ke kulit muka dan leher. Produk ini agak susah dicari karena harus import dari Korea dan tidak semua online shop menjual produk ini. Makanya saya sekali beli bisa langsung beli botol paling besar. Hahaha. Saya sudah menghabiskan 2 botol besar FTE ini.
    Untuk ingredients list bisa dilihat pada link ini: https://incidecoder.com/products/from-nature-age-treatment-essence
  6. Serum (pagi): Innisfree Jeju Pomegranate Revitalizing Serum
    Beli ini karena tergiur iming-iming pencerah kulit karena kebetulan saat hamil ini kulit jadi kusam dan lebih gelap. Serum ini mengandung Niacinamide untuk anti aging dan pencerah. Tapi, entah karena memang bawaan hamil atau bagimana, efek serum ini tidak wow di saya. Saya pakai serum ini di pagi hari setelah FTE. Saya pakai sekitar 5 tetes untuk seluruh muka dan leher. Tekstur serum ini agak kental tapi tidak lengket di kulit. Serum ini mengandung pewangi tapi untungnya saya tidak bermasalah dengan komposisinya sehingga tidak ada reaksi negatif. Saat ini saya masih dalam proses pencarian serum favorit. Hehe.
    Untuk ingredients list bisa dilihat pada link ini:
    https://incidecoder.com/products/innisfree-jeju-pomegranate-revitalizing-serum
  7. Serum (malam): Dear Klairs Freshly Juice Vitamin Drop
    Serum ini mengandung vitamin C yang distabilkan dalam oil, jadi teksturnya berminyak dan lebih cocok dipakai di malam hari bagi pemilik kulit berminyak seperti saya. Saya sudah menghabiskan sekitar 2 botol untuk pemakaian serum ini. Efek mencerahkan lumayan dapat dan bikin kulit lembab saat bangun di pagi hari. Dikarenakan mengandung vitamin C, penyimpanan serum ini harus hati-hati, menghindari tempat yang panas dan sinar matahari karena bisa bikin serumnya berubah warna jadi kekuningan. Saya memakai serum vitamin C ini setelah FTE. Saya memakai sekitar 5-7 tetes untuk seluruh muka dan leher. Tunggu produk agak meresap sebelum lanjut ke next step.
    Untuk ingredients list bisa dilihat pada link ini: https://incidecoder.com/products/dear-klairs-freshly-juiced-vitamin-drop-3
  8. Moisturizer (pagi): Krave Oat So Simple Water Cream
    Kandungan pelembab ini sangat sederhana dan kurang dari 10 jenis bahan. Saya sudah menghabiskan 2 jar pelembab ini. Saya suka teksturnya yang ringan dan gampang meresap tapi juga hydrating. Tidak bikin kulit tambah berminyak juga. Pelembab ini cocok untuk kulit saya yang sensitif dan berminyak. Saya memilih menggunakan pelembab ini di pagi hari karena tidak perlu tunggu waktu lama untuk meresap di kulit. Tapi kalau untuk malam hari saya prefer pelembab yang lebih berat.
    Untuk ingredients list bisa dilihat pada link ini: https://incidecoder.com/products/krave-oat
  9. Moisturizer (malam): First Lab Probiotic Cream
    Sebelum menggunakan pelembab ini, saya sudah beberapa kali repurchase pelembab Dr. Jart Ceramidin Cream. Tapi, sejak hamil saya ganti ke cream ini dengan pertimbangan Ceramidin Cream mengandung Artemisia. Tektur pelembab First Lab ini agak matte, tidak berminyak seperti Ceramidin Cream. Tapi, untungnya saya cocok-cocok saja dan tidak ada reaksi negatif dalam penggunaannya di malam hari. Untuk hasilnya di kulit saya saat ini belum terlihat karena saya belum selesai menghabiskan 1 tube ini. Tapi, menurut saya ini adalah basic moisturizer saja yang tidak terlalu bisa diharapkan fungsi lainnya selain melembabkan.
    Untuk ingredients list bisa dilihat pada link ini: https://incidecoder.com/products/first-lab-probiotic-cream
  10. Eye Cream: I’m From Ginseng Eye Cream
    Sebagaimana kulit wajah, kulit area mata saya juga cenderung berminyak. Teksur cream ini agak berat untuk kulit mata saya jadi harus dipakai tipis-tipis saja. Kalau dipakai ketebalan bisa muncul milia. Saya hanya menggunakan eye cream ini saat malam hari saja. Cream ini mengandung pewangi juga (aroma ginseng) tapi tidak terlalu mengganggu. Selain efek melembabkan saya tidak merasa ada efek lainnya seperti anti aging. Tapi mungkin saya harus menghabiskan 1 jar dulu sebelum bisa melihat hasil akhirnya ya. Hehehe.
    Untuk ingredients list bisa dilihat pada link ini: https://incidecoder.com/products/im-from-ginseng-eye-cream
  11. Suncreen: Dear Klairs Soft Airy UV Essence SPF 50 PA++++
    Kalau sudah rajin menggunakan skincare tapi tidak memakai suncreen / sunblock rasanya sia-sia saja. Sinar matahari adalah salah satu penyebab kulit kita cepat menua. Oleh karena itu kita wajib melindungi kulit kita dari paparan sinar matahari. Waspada juga dengan resiko kanker kulit kalau jarang menggunakan sunscreen / sunblock saat beraktivitas dibawah sinar matahari. Saya suka dengan tekstur sunscreen dari Klairs ini karena ringan dan mudah diratakan. Tidak menimbulkan jerawat di kulit saya (selama rajin dibersihkan dengan baik dan benar). Sejauh ini saya sudah menghabiskan 2 tube. Selama menggunakan sunscreen ini kulit saya tidak pernah gosong atau terbakar saat beraktivitas diluar ruangan. Bahkan saat main ke pantai sekalipun. Kekurangan dari sunscreen ini adalah kita harus menunggu beberapa saat sebelum dia set di permukaan kulit kita sebelum lanjut pakai bedak. Kalau tidak sabaran, kemungkinan besar bisa terjadi pilling.
    Untuk ingredients list bisa dilihat pada link ini: https://incidecoder.com/products/klairs-soft-airy-uv-essence-spf50-pa
  12. Face Powder: Emina Daily Matte Loose Powder
    Sebelum menggunakan bedak tabur ini, saya menggunakan bedak tabur Erha Esme True Matte Loose Powder. Tapi karena bedak tabur erha itu mengandung Retinyl Palmitate (turunan produk retinol), saya menggantinya dengan produk yang lebih aman digunakan saat hamil. Hasil penelusuran membawa saya kepada bedak tabur Emina ini. Harga murah meriah, gampang ditemukan di toko-toko (karena produksi dalam negeri), oil control-nya juga bagus dan kandungannya aman untuk ibu hamil! Kekurangannya hanya satu, yaitu puff bawaan dari kemasan bedaknya tipis dan tidak bagus. Jadi kita harus pakai puff lain atau brush.
    Untuk ingredients list bisa dilihat pada link ini: https://www.skincarisma.org/products/emina/daily-matte-loose-powder/ingredient_list

Demikianlah rangkaian skincare yang saya gunakan dari sebelum dan saat kehamilan berlangsung. Untuk produk-produk yang belum menunjukkan hasilnya di kulit saya saat ini, bisa jadi juga salah satu penyebabnya adalah hormon kehamilan. Kalau masalah hormon sepertinya memang sudah tidak bisa diganggu gugat ya. Terima nasib saja. Hehe.

Sebelum tulisan di post ini semakin panjang. Kita akhiri disini bahasan tentang skincare. Next saya akan post tentang rangkaian body care yang digunakan saat hamil. See you!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s