Flight Travel During Pregnancy (With Health Protocol)

Hai teman-teman semua,

Maaf sudah lama tidak update blog ini lagi. Beberapa minggu kemarin saya sibuk pindahan rumah kontrakan baru. Tidak lama kemudian harus berangkat ke Tangerang bersama pak suami untuk mengurus beberapa hal. Dalam agenda perjalanan kami ke Tangerang tidak ada tujuan untuk jalan-jalan lho ya. Hahaha.

Saat pak suami mengajak saya ikut serta menemani dia berangkat ke Tangerang, saat itu perasaan saya campur aduk. Concern saya adalah tentang kehamilan saya ini. Apakah cukup aman naik pesawat terbang saat hamil? Ditambah pula sekarang situasi pandemi COVID-19. Pasti jadi lebih was-was. Tapi, saya di Batam ini hanya sendirian, tidak ada sanak keluarga ataupun teman. Tetangga rumah saja tidak kenal. Akan lebih berbahaya kalau saya tinggal sendirian di rumah. Terbayang di benak saya, beberapa jenis kecelakaan yang bisa terjadi di rumah saat saya sendirian, seperti jatuh di kamar mandi, tersiram air / minyak panas saat memasak, maling masuk rumah, dan lain sebagainya yang butuh penanganan segera di rumah sakit. Sepertinya jauh lebih tenang kalau saya ikut ke Tangerang saja.

Sekitar dua minggu sebelum eksekusi pembelian tiket, saya mulai mencari banyak info untuk memastikan apakah ibu hamil aman untuk naik pesawat. Saya bertanya kepada beberapa orang saudara jauh dan juga teman yang pernah memiliki pengalaman naik pesawat dikala hamil, selain itu saya juga membaca beberapa forum ibu hamil di internet. Semua sumber tersebut mengatakan bahwa ibu hamil aman naik pesawat terbang selama kehamilannya tidak ada komplikasi dan indikasi yang membahayakan.

Peraturan dari pihak maskapai pesawat terbang mengharuskan ibu hamil yang akan terbang harus memiliki surat ijin / surat keterangan dokter (kandungan) masing-masing di tempat asal keberangkatan. Selain itu, pihak maskapai memberi batasan usia kehamilan maksimal 32 weeks saat jadwal penerbangan. Semua peraturan itu dibuat untuk keamanan bersama. Tentunya tidak ada ibu hamil yang mau lahiran emergency di dalam pesawat, kan, saat jauh dari tenaga dan fasilitas medis?

Dikarenakan surat keterangan dokter kandungan dibatasi masa berlakunya hanya 7 hari oleh pihak maskapai, maka kita harus pintar-pintar untuk mengatur jadwal penerbangan kita. Saya datang kontrol ke dokter kandungan saya di Batam saat usia kehamilan saya 24 weeks. Hasil pemeriksaan USG oleh dokter menunjukkan bahwa kondisi janin dan kehamilan saya dalam kondisi sehat. Oleh karena itu, saya tidak dibekali obat macam-macam untuk persiapan terbang, selain vitamin reguler hamil yang harus saya minum setiap harinya.

Keesokkan harinya, saya dan suami mengatur jadwal untuk melakukan rapid test COVID-19 sebagai syarat wajib untuk naik pesawat terbang di masa pandemi ini. Saya memilih Laboratorium Klinik Gatot Subroto di Batam yang saat itu menawarkan harga promo Rp. 150.000 per orang untuk rapid test serologi. Perbedaan rapid test biasa dan serologi adalah metode pengambilan sampel darahnya. Untuk rapid test biasa, sampel darah diambil di jari tangan seperti kita hendak memeriksa gula darah atau golongan darah. Sementara itu, untuk rapid test serologi, sampel darah diambil di pembuluh vena (lipatan siku). Hasil test keluar sekitar 3 jam setelah pengambilan sampel darah. Syukurnya hasil test saya dan suami bagus: negative COVID-19. Surat keterangan hasil rapid test ini berlaku 14 hari sejak tanggal pemeriksaan laboratorium. Setelah dapat surat ijin layak terbang dan hasil rapid test, saya dan suami langsung beli tiket pesawat Batam – Jakarta untuk beberapa hari ke depan supaya surat keterangan dokter-nya masih berlaku.

Saya memilih jam terbang yang agak siang supaya lebih santai dan cukup istirahat. Selain itu, penting bagi saya untuk memilih maskapai pesawat terbang yang mematuhi protokol kesehatan, seperti awak kabin selalu memakai masker dan sarung tangan, penggantian HEPA filter pesawat setiap hari, penyemprotan desinfektan di dalam kabin pesawat dan juga menerapkan jarak antar kursi penumpang (physical distancing). Ada 2 maskapai yang menurut saya memenuhi kriteria tersebut, yaitu Garuda Indonesia dan Citilink.

Perjalanan Batam – Jakarta dengan pesawat terbang memakan waktu sekitar 1 jam 40 menit. Selama dalam perjalanan itu, untungnya janin dalam kandungan aktif gerak-gerak. Mungkin dia berasa excited juga pertama kalinya naik pesawat terbang. Hahaha. Paling tidak, kekhawatiran saya tentang kondisi janin jadi berkurang dengan gerakan-gerakan tersebut.

Saya dan suami di Tangerang hanya sekitar 1 minggu saja. Kami tinggal di rumah sendiri, tidak berkumpul dengan orang banyak dan kalau kemana-mana selalu berkendara dengan mobil pribadi. Di masa pandemi ini saya tidak berani ambil resiko untuk naik kendaraan umum. Tentunya masker selalu ON. Saya dan suami menggunakan surgical mask untuk proteksi lebih tinggi.

Selesai urusan di Tangerang, supaya bisa terbang balik ke Batam, saya harus mengantongi surat ijin dokter kandungan lagi. Saya melakukan kontrol hamil ke dokter Handojo yang berpraktek di Omni Hospital Alam Sutera. Saat itu usia kandungan saya sekitar 25 weeks. Dokter menyatakan bahwa janin dan kehamilan saya baik-baik saja, walaupun saat di USG janin saya terlilit tali pusar 1 kali di leher. Hiks. Sepertinya karena janin terlalu aktif bermain di dalam perut nih. Tapi, dokter bilang biasanya lilitan tali pusar itu tidak berbahaya. Pesan dokter, kalau nanti dekat lahiran ada lilitan tali pusar di leher 2 kali, jangan ambil resiko untuk lahiran normal. Lebih baik langsung sectio / caesar saja.

Setelah dapat surat ijin dokter, saya dan suami baru melakukan pemesanan tiket pesawat Jakarta – Batam. Seperti biasa, saya mencari jadwal yang agak siang supaya lebih nyaman dan tidak kecapekan. Sedikit drama terjadi ketika di Terminal 3 Soekarno -Hatta. Terminal 3 menurut saya terlalu luas untuk dijelajahi oleh ibu hamil. Apalagi kalau dapat boarding gate yang jauh seperti kasus saya. Karena sudah encok akhirnya saya memilih naik mobil golf prioritas (fasilitas gratis dari pihak bandara) untuk minta diantarkan ke boarding gate. Hahaha.

Rangkuman tips dari saya untuk ibu hamil yang akan naik pesawat terbang di kala pandemi COVID-19:

  1. Sebelum melakukan pembelian tiket pesawat, pastikan untuk sudah mengantongi surat ijin dokter kandungan dan surat keterangan bebas COVID-19 dari rapid test sebagai syarat wajib dari pihak maskapai. Surat ijin dokter kandungan berlaku 7 hari dari tanggal pemeriksaan, sedangkan surat keterangan rapid test berlaku 14 hari dari tanggal pemeriksaan laboratorium. Siapkan fotokopi dari masing-masing surat sebanyak 1 lembar. Nantinya fotokopi surat dokter akan diambil oleh pihak maskapai.
  2. Ajak ngobrol janin dalam kandungan sejak seminggu sebelum keberangkatan. Beri tahu kalau kita akan terbang pertama kalinya dengan pesawat. Minta kerjasamanya untuk jadi anak yang baik dan tidak rewel selama penerbangan dan di luar kota. Biasanya janin usia 24 weeks sudah terbentuk indera pendengarannya jadi sudah bisa terjalin komunikasi dari ibu ke janin. Terlihat sepele tapi menurut saya ini cukup pengaruh sih.
  3. Pilih saat terbang dimana usia kandungan sudah aman, alias sudah masuk trimester 2. Tambahan dari saya, lebih baik lagi saat janin sudah terasa aktif bergerak di dalam kandungan. Dengan janin bergerak aktif setiap harinya kita jadi punya indikator sendiri bahwa janin sehat-sehat saja.
  4. Pilih jam terbang yang tidak terlalu pagi atau terlalu malam. Tujuannya supaya kita sempat makan dulu dan tidak terlalu tergesa-gesa ke airport. Cukup istirahat penting sekali untuk ibu hamil.
  5. Datang ke airport lebih awal, tidak terlalu mepet dengan jadwal terbang. Idealnya menurut saya adalah tiba 2 jam di airport sebelum jadwal terbang. Perlu diingat bahwa ibu hamil cenderung pergerakannya lebih lamban karena badannya sudah berasa berat. Hahaha. Sudah tidak memungkinkan lagi lari-lari menuju boarding gate saat last call.
  6. Saat di pesawat, selalu jaga jarak dengan penumpang lain. Mulai dari saat masuk pesawat sampai nantinya turun pesawat. Selama di pesawat selalu kenakan masker. Lebih baik menggunakan surgical mask karena proteksinya lebih tinggi.
  7. Tidak makan selama di pesawat karena saat makan kita harus membuka masker kita dalam waktu yang agak lama. Hal ini cukup beresiko menurut saya. Lebih baik makannya nanti saja saat sudah tiba di tempat tujuan. Lebih aman untuk makan di tempat yang berventilasi.
  8. Siapkan botol air minum yang cukup. Ibu hamil harus selalu terhidrasi. Kalau kurang minum alias dehidrasi akan memicu kontraksi yang tidak diinginkan.
  9. Pakai sendal yang nyaman untuk jalan dan selonjoran saat duduk di kursi pesawat.
  10. Duduk di deretan isle karena ibu hamil cenderung untuk sering pipis ke toilet. Siapkan toilet spray sanitizer untuk membersihkan dudukan toilet sebelum dipakai. Hal ini untuk mencegah terjadinya Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada ibu hamil akibat bakteri yang sering ada di toilet umum.
  11. Sebisa mungkin pilih tempat duduk yang tidak terlalu jauh dari pintu masuk / keluar pesawat supaya tidak capek jalannya.
  12. Rajin minum vitamin hamil yang diresepkan dokter. Makan yang teratur dan minum air yang cukup dalam sehari. Istirahat yang cukup. Selain untuk perkembangan janin, hal ini juga untuk menjaga imun tubuh kita supaya tidak gampang sakit.

Saat menulis blog ini, saya sudah seminggu tiba di Batam. Saya dan suami berinisiatif melakukan self quarantine di rumah demi kebaikan sendiri dan juga orang lain. So far, saya dan suami masih baik-baik saja. Mudahan akan selalu sehat ke depannya.

2 pemikiran pada “Flight Travel During Pregnancy (With Health Protocol)

  1. Halo ce, gak terasa kehamilan ce uda 6 bulan yaa. Sehat2 selalu buat ce dan janin.
    Wahh baby aktif banget nendang2 ya, klo dulu aku jarang banget rasain gerakan baby. Jd parno. Puji Tuhan semua baik2 aja.
    Seingatku dulu usg dokter bilang kelilit tali pusar 2x, tp karna posisi baby sungsang, akhirnya memang sy cesar.
    Haha gak sabar 1 atau 2 bulan lg uda boleh mulai beli keperluan baby. Dulu aku terharu pas beli baju baby. Akhirnya sy dikasi kesempatan utk beli baju baby setelah 7tahun. Hiks jd mewek lg.
    Semoga bahagia selalu ce. Amin

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s