Q & A Seputar TTC (Trying To Conceive)

Pada awalnya, saya berencana mau menuliskan tips hamil alami (ala saya) untuk berbagi dengan pejuang TTC (Trying To Conceive) yang mungkin bernasib sama. Tapi, saya merasa kok kesannya saya jadi menggurui ya? Hahaha. Padahal untuk bisa hamil ini saja butuh waktu sampai hampir 8 tahun lamanya. Rasanya saya kurang pantas berbagi tips, jadi lebih baik saya sharing dalam format Q & A aja ya biar lebih santai juga.

Introduction

Saya berumur hampir 37 tahun saat hamil ke-2 ini. Hamil pertama tidak berjalan mulus karena janin stop berkembang pada saat usia 7 weeks (hilang detak jantungnya) dan berujung dengan kuretase. Permasalahan utama saya adalah low AMH level. Hormon AMH yang rendah ini menyatakan sedikitnya cadangan sel telur saya di indung telur / ovarium. Selebihnya semua baik-baik saja: Kedua tuba paten, rahim bersih dari polip / kista / miom, dan haid selalu teratur (siklus 28 – 30 hari).

Pak suami berumur hampir 39 tahun. Permasalahan suami adalah kualitas sperma yang kurang bagus. Pada awalnya malah sempat didiagnosa dokter dengan severe oligoasthenoteratozoospermia atau dengan kata lain jumlah sperma sedikit, bentuk sperma banyak yang abnormal dan spermanya kurang bergerak lincah. Tapi, seiring dengan pengobatan (rajin minum suplemen yang diresepkan dokter), keadaannya jadi membaik. Terakhir 2 tahun lalu diagnosanya tinggal teratozoospermia alias bentuk sperma banyak yang abnormal.

Kami berdua selama 7 tahun pernikahan sudah mencoba berbagai program hamil secara medis maupun non medis. Secara medis, kami sudah mencoba obat-obatan penyubur, inseminasi buatan (IUI) sebanyak 2 kali dan bayi tabung (IVF) 3 kali. Secara non medis, kami mencoba hypnotherapy. Semuanya tidak membuahkan hasil sampai kami sudah putus asa dan memutuskan tidak mau mencoba program hamil apapun lagi. Kami sudah pasrah kalau harus hidup berdua saja tanpa keturunan.

Q & A

  1. Q: Bisa hamil sekarang ini karena program ke dokter atau alami?
    A: Kebetulan hamil 1 dan 2 semuanya program alami saja.
  2. Q: Reaksi suami ketika tahu istrinya hamil?
    A: Tentunya dia senang sekali. Both of us merasa ini berkah luar biasa yang terjadi pada hidup kami. Tidak menyangka bisa hamil alami.
  3. Q: Minum vitamin apa saja sebelum bisa hamil?
    A: Sebenarnya banyak merk vitamin diluar sana untuk program TTC (Trying To Conceive), tapi kebetulan saya dan suami cocoknya dengan produk berikut ini:
    Untuk Istri: Ovacare (2 x 1 hari) dan Vitamin D3 1.000 IU (1 x 1 hari) diminum dari hari ke-2 haid sampai masa subur (ovulasi). Setelah itu, saya stop Ovacare-nya, tinggal minum Vitamin D3 1.000 IU (1 x 1 hari) dan asam folat 400 mcg (1 x 1 hari) sampai jelang haid. Tambahan: sesekali minum CoQ10 75 mg (1 x 1 hari) tapi tidak rutin juga.
    Untuk Suami: Oligocare (2 x 1 hari) dan Vitan (2 x 1 hari).
    Perlu diingat bahwa vitamin ini bukan obat penyubur yang bisa bikin hamil instan. Vitamin ini adalah penunjang kesehatan yang berfungsi untuk memperbaiki kualitas sel sperma dan sel telur. Saya tahu tentang vitamin-vitamin tersebut karena program hamil di dokter dulu.
  4. Q: Apakah ada perubahan gaya hidup yang signifikan sebelum hamil?
    A: Sejujurnya saat pindah ke Batam ini gaya hidup saya dan pak suami malah tidak sesehat waktu di Tangerang. Kami jarang olahraga (apalagi sejak pandemi COVID-19) dan lebih jarang makan sayuran karena banyak makan di luar rumah. Tapi yang pasti, saya dan pak suami mengurangi konsumsi yang manis-manis, menghindari asap rokok dan polusi, dan tidak minum alkohol.
  5. Q: Apakah melakukan diet tertentu sebelum hamil?
    A: Tidak ada diet-dietan. Malah berat badan saya naik 1,5 kg menjadi 65 kg dan agak overweight kalau dibandingkan dengan tinggi badan saya yang cuma 162 cm. Idealnya, menurut dokter, harusnya saya turunkan berat badan dulu supaya bisa hamil karena kalau overweight akan mengganggu keseimbangan hormon reproduksi. Tapi, sekali lagi, kalau memang sudah rejeki, tidak akan kemana. Mau gemuk atau kurus bisa saja hamil kok.
  6. Q: Apakah melakukan perhitungan masa subur supaya bisa hamil?
    A: Iya. Tapi perhitungan masa subur hanya bisa dilakukan kalau seorang wanita punya siklus haid yang teratur dan normal tiap bulannya. Normalnya siklus haid seorang wanita adalah 21 – 35 hari. Kalau haid tidak teratur harus dibantu dengan pemeriksaan USG dokter Obgyn. Untuk kasus saya yang siklus haid-nya 30 hari, rentang waktu masa subur dimulai dari hari ke-12 sampai hari ke-20. Disaat itulah harus rajin berhubungan intim dengan suami 2 hari sekali. Tidak boleh setiap hari ya karena kualitas spermanya jadi tidak bagus.
  7. Q: Apakah posisi berhubungan berpengaruh supaya bisa hamil?
    A: Tidak ada posisi yang ideal. Senyamannya saja yang bisa memberikan penetrasi maksimal. Dulu-dulu saya sempat menuruti saran beberapa orang yang menyuruh saya untuk mengganjal pantat saya dengan bantal ketika berhubungan, kemudian angkat kaki beberapa menit setelah penetrasi. Tapi, cara itu tidak terbukti berhasil di saya. Malah, ada seorang reader blog saya yang memberikan saran tentang posisi berhubungan yang menurut saya berhasil di saya. Kebetulan dia dan saya memiliki problem leher rahim yang agak bengkok sehingga saat kateter masuk (ketahuan pas saat proses Embryo Transfer IVF) akan sangat susah dan sakit. Posisi yang disarankan adalah posisi W. Saat penetrasi, kaki dibuka lebar dan lutut kiri kanan sebisa mungkin menyentuh permukaan ranjang sehingga membentuk huruf W. Thanks ya, Des, untuk sharing-nya!
    Oh ya, supaya lebih enjoy dan tidak sakit saat berhubungan, dokter pernah memberikan saran pada saya untuk menggunakan pelumas, tapi carilah pelumas yang tidak mengandung spermicide yang bisa membunuh sel sperma. Saat itu saya disarankan merk “KY Jelly”. Pelumas ini juga berguna kalau lagi sama-sama capek dan mau buru-buru selesai. Hahaha.
  8. Q: Tips supaya cepat hamil?
    A: Selain berdoa yang banyak, tentunya harus berusaha maksimal. Setelah itu, pasrahkan hasilnya. Perbanyak berbuat baik pada sesama. Jalani hidup dengan happy, jangan stress. Ubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Satu hal yang penting, saat berhubungan dengan suami, ubah pola pikirnya bahwa berhubungan hanya untuk punya anak, tapi berhubunganlah karena cinta dan penyerahan diri pada pasangan. Dengan demikian, beban berat akan terlepas dari pundak kita dan bikin kita lebih enjoy.
  9. Q: Apakah menyesal telah menjalani berbagai program hamil karena ujung-ujungnya hamil alami?
    A: Tidak ada yang perlu disesali. Memang jalannya harus seperti itu. Dengan berbagai program hamil yang saya jalani, saya jadi tahu permasalahan apa yang saya dan suami miliki. Saya jadi tahu berbagai macam suplemen bagus yang direkomendasikan dokter. Jadi kenal banyak dokter Obgyn yang bagus. Bahkan saya jadi bisa banyak sharing ke teman-teman TTC (Trying To Conceive) sekalian.

Saya rasa cukup sekian dulu Q & A tentang TTC ini ya. Kalau ada pertanyaan lain, silakan tulis di kolom komentar atau bisa langsung e-mail saya saja. Pesan saya untuk pejuang TTC adalah kalau belum dikasih rejeki hamil, jangan putus asa, sabar saja dan terus berusaha. Saya tahu sekali bagaimana rasanya diomongin orang / keluarga dan di-judge sebagai orang mandul karena saya pernah mengalaminya. Memang sedih, tapi lama-kelamaan kita akan jadi kebal sendiri dengan omongan seperti itu. Kita harus jadi kuat. Jangan dibawa stress dan sedih berkepanjangan. Kalaupun kita tidak dikasih rejeki anak, pasti akan ada rejeki lain yang dikhususkan untuk kita selama kita bisa melihat semua dari sisi positifnya.

Khusus untuk pejuang TTC yang low AMH juga seperti saya, walaupun sel telur kita sedikit, tapi kita masih punya peluang untuk hamil (alami) karena sebenarnya untuk hamil, kita hanya butuh 1 sel telur yang bagus dan matang supaya bisa dibuahi oleh sperma. Jadi jangan terlalu berpatokan pada jumlah sel telur ya, fokus terhadap perbaikan kualitas sel telur yang kita miliki saja. Selain saya sebagai bukti nyata kalau orang low AMH bisa hamil (alami), banyak juga kok teman-teman yang lain diluar sana yang juga sudah berhasil. Semoga kalian semua cepat menyusul ya.

4 pemikiran pada “Q & A Seputar TTC (Trying To Conceive)

  1. Thank you for sharing ce, sangat menguatkan. cuma mau bilang wishing you a blessed pregnancy dan lancar sehat selalu sampai dede bayi lahir ya. πŸ™‚

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s