Trip To Australia: Sydney & Melbourne

Hello!

Mulai hari ini, saya mau bahas tentang cerita liburan ke Australia tahun lalu (September 2019) yang belum sempat ditulis di blog (untuk kenang-kenangan, for sure). Siapa tahu, setelah pandemi COVID-19 selesai, ada yang terinspirasi untuk jalan-jalan ke Australia, hehe. Tulisan tentang life in Batam terpaksa harus saya tunda dulu sampai bahasan tentang Australia selesai ya.

Mungkin beberapa dari kalian ada yang penasaran, kenapa telat sekali post tulisannya setelah hampir setahun berlalu? Jawabannya adalah karena saya menunggu tulisan detail dari pak suami sebagai solo traveller-nya. Saya tidak bisa ikut menemani ke Australia karena waktu itu kehamilan (pertama) saya bermasalah dan takut terjadi drama keguguran di negara orang. Concern utama saya adalah biaya medical di Australia mahal sekali kalau tidak ditanggung insurance. Daripada akan menyusahkan, lebih baik saya mengurus refund tiket saya dan merelakan pak suami berangkat sendirian untuk berlibur ke Australia (Sydney dan Melbourne). Jadi, semua yang saya tulis disini adalah cerita dari sudut pandangnya pak suami ya.

Visa

Sebagai pemegang paspor Indonesia, kita wajib mengajukan visa kunjungan kalau mau berlibur ke Australia. Proses tentang pengajuan visa Australia sudah pernah saya bahas detail dalam tulisan sebelumnya.

Flight

P_20190926_061500_vHDR_Auto
Pesawat Qantas

Sehubungan dengan jarak penerbangan Jakarta ke Sydney yang cukup panjang, sekitar 7 jam dan juga faktor U (usia) yang tidak muda lagi, kami memilih direct flight dengan menggunakan maskapai Qantas (full service airlines). Saat itu Qantas Airlines sedang ada promo untuk return trip. Kami beli tiket Qantas untuk multi-city trip, JKT-SYD dan MEL-JKT dengan harga AUD 660 per orang. Sedangkan untuk penerbangan domestik Sydney ke Melbourne, kami menggunakan maskapai Tiger Air dengan harga AUD 118 per orang. Perjalanan Sydney ke Melbourne dengan pesawat ditempuh dengan waktu sekitar 1,5 jam. Apabila kalian menginginkan opsi yang lebih murah, bisa juga menggunakan bus / kereta, tapi jarak tempuhnya jadi lebih lama yaitu sekitar 9 – 12 jam.

Weather

Dikarenakan benua Australia berada di belahan bumi bagian selatan, iklim-nya berbeda dengan benua Eropa / Amerika pada umumnya. Pada saat kami kesana, bulan September 2019, di Australia sedang berlangsung musim semi. Suhu udara rata-rata saat di Sydney adalah 12-28 derajat Celcius, sedangkan di Melbourne adalah 4-29 derajat Celcius. Perbedaan suhu antara siang dan malam cukup jauh. Jadi bagi kalian yang akan berlibur ke Australia di musim semi, lebih baik menyiapkan pakaian yang sesuai. Disarankan selalu bawa sweater / jaket di dalam tas kalau berencana akan beredar sampai malam.

Hotel / Apartment

Kalau berlibur ke luar negeri, saya pribadi lebih memilih tinggal di apartemen daripada di hotel. Alasannya adalah supaya bisa masak-masak sendiri! Hahaha. Jadinya biaya makan bisa lebih hemat dan juga takut kurang cocok selera dengan makanan di negara orang.

Di Sydney, kami memilih tinggal di one bed room apartment di BreakFree On George. Apartemen ini berlokasi di George Street, Haymarket. Total harga yang harus kami bayarkan untuk menginap disini untuk 4 malam adalah AUD 450. Pemesanan dilakukan lewat aplikasi Traveloka. Ruangan apartemen ini luas sekali, full furnished, ada mesin cuci (supaya hemat laundry) dan alat masak-nya lumayan lengkap. Cocok untuk keluarga. Keuntungan lainnya menginap di BreakFree On George adalah lokasinya dekat dengan Central Station (10 mins walk) dan Market Ciry & Paddy’s Market (tempat belanja groceries, kedai makan dan toko-toko).

Di Melbourne, kami juga tinggal di one bed room apartment di If Stay Lighthouse Victoria One yang berlokasi di daerah CBD Melbourne, tepatnya di Elizabeth Street. Total harga yang harus kami bayarkan untuk menginap disini untuk 4 malam adalah AUD 380. Pemesanan juga dilakukan lewat aplikasi Traveloka. Ruangan apartemen ini juga luas, full furnished dan tentunya dapurnya layak untuk masak-masak. Apartemen ini lokasinya cukup strategis, yaitu dekat dengan Central Station (5 mins walk) dan ada jalur tram yang bisa diakses secara free.

Public Transportation

P_20190926_080025_vHDR_Auto
Kereta (double decker) di Sydney

Baik di Sydney maupun Melbourne, jaringan public transportationnya lengkap dan modern. Ada kereta, metro (semacam MRT), bus, tram dan ferry. Semuanya cukup terjaga kebersihannya. Dikarenakan jaringan public transportation yang luas, untuk memudahkan masyarakat mengecek jadwal dan juga rute transportasi, digunakan travel planner yang ada di website resmi pemerintah setempat.

Untuk pembayaran transportasi di Australia, kebanyakan sudah cashless. Selain kartu kredit, pembayaran bisa menggunakan kartu pra bayar yang dikeluarkan pemerintah setempat. Kartu pra bayar yang digunakan untuk metode pembayaran transportasi di Sydney namanya Opal Card dan di Melbourne namanya Myki Card. Apabila kita rutin dan sering menggunakan public transportation di Sydney ataupun Melbourne, kartu pra bayar ini memberikan keuntungan lebih dengan program Daily / Weekly Cap dan juga Sunday Travel Cap. Penjelasan detail mengenai program ini bisa dilihat di website masing-masing:

Sekedar tips bagi pengguna public transportation di Sydney ataupun Melbourne, gunakan alas kaki yang nyaman karena biasanya akan banyak jalan kaki dari mulai keluar station ke tempat tujuan atau sebaliknya.

Internet Access

Untuk akses internet di Australia, kami menyewa travel wifi via aplikasi Traveloka (Australia 4G Pocket Wifi). Quota internetnya unlimited dan speed up to 100 Mbps. Total harga sewa untuk 10 hari adalah AUD 79 (setelah dapat potongan diskon di aplikasi Traveloka). Satu travel wifi ini bisa dipakai ramai-ramai, up to 5 devices. Selama beredar di Sydney dan Melbourne, jaringan sinyalnya cukup baik. Baterai wifi-nya pun tahan lama.

Meals

P_20190926_132014_vHDR_Auto
Contoh meals di Sydney

Harga makanan di Sydney dan Melbourne terbilang mahal untuk ukuran orang Indonesia. Kategori makanan murah di Sydney dan Melbourne saja range harga-nya AUD 10-13 per meals. Itupun cuma sekedar makan di kedai atau food court. Tapi, porsi makanan disana besar-besar! Pesan makanan 1 porsi rasanya bisa untuk makan 2 orang. Jadi kalau mau berhemat di makanan, pesan 1 porsi saja untuk sharing berdua, hehe.

Itinerary

Day 0: Night flight Jakarta-Sydney.
Day 1: Sydney. QVB, Hyde Park, St. Mary’s Cathedral, Art Gallery NSW, Opera House.
Day 2: Day trip to Blue Mountain. Scenic World rides, Echo Point, Three Sisters.
Day 3: Sydney. Manly beach, Wildlife Sydney, Darling Harbour.
Day 4: Sydney. Bondi beach, Coastal Walk, Harbour Bridge, Milsons Point, Luna Park.
Day 5: Sydney to Melbourne. Federation Square, St. Paul Cathedral, Hosier Lane, Koorie Heritage Trust, St. Kilda Pier.
Day 6: Melbourne. State Library Victoria, Queen Victoria Market, University of Melbourne, Brighton Bathing Box.
Day 7: Day trip to Great Ocean Road. Angle Sea, Cape Otway Lighthouse, Twelve Apostle.
Day 8: Melbourne. National Gallery of Victoria, Art Centre Melbourne, Shrine of Remembrance, Royal Botanic Garden.
Day 9: Return flight to Jakarta.

Untuk cerita detailnya akan saya tulis di post terpisah ya..

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s