Batu Trip (Day 2): The Onsen & The Legend Stars

3 Desember 2019

Masih sambungan dari tulisan sebelumnya. Hari ini adalah hari terakhir di Batu karena besok pagi saya dan suami harus balik ke Surabaya untuk naik pesawat ke Jakarta. Kesempatan ini kami manfaatkan untuk menikmati fasilitas yang ada di hotel Golden Tulip Holland Resort Batu. Sehabis sarapan, pak suami pergi renang, dilanjutkan dengan main PS4 di game room hotel dan jalan-jalan di area taman hotel. Karena malas keluar hotel, makan siang pun pesan dari layanan kamar hotel saja.

Kami start jalan dari hotel sekitar pk. 14:30 WIB dengan mengendarai mobil sewaan kami. Ada 2 tujuan yang akan kami datangi hari ini, yaitu The Onsen dan The Legend Stars. Berhubung hari kerja, situasi lalu lintas di Batu cukup aman terkendali sehingga sangat memungkinkan untuk mendatangi 2 tempat tersebut dalam waktu yang lumayan singkat.

The Onsen

P_20191203_145923_vHDR_Auto.jpg
The Onsen Resort

Jarak tempuh dari hotel kami menuju The Onsen hanya memakan waktu sekitar 15 menit saja karena tidak macet sama sekali. Kondisi jalanan menuju ke The Onsen agak menanjak karena terletak di perbukitan. Suasana sekitar masih asri dan banyak pepohonan. Udaranya segar dan sejuk, bahkan terasa lebih dingin daripada pusat kota Batu.

IMG-20191203-WA0002.jpg
Hall yang ada di The Onsen Resort

The Onsen adalah nama sebuah resort bintang 5 yang ada di Batu, tepatnya terletak di kawasan Songgoriti. Uniknya resort ini mengusung tema Jepang. Bahkan orang lokal banyak menyebutnya sebagai mini Japan. The Onsen menyewakan villa-villa yang berbentuk seperti ryokan (penginapan tradisional Jepang). Total ada 25 ryokan yang tersedia. Satu ryokan berisikan 2-3 kamar yang bisa ditempati oleh maksimum 4-6 orang dewasa. Setiap ryokan memiliki pemandian air panas sendiri-sendiri (private onsen) dimana konon air panasnya langsung berasal dari pegunungan dan akan mengisi kolam onsen secara otomatis saat malam hari. Keren ya?! Semua fasilitas ini bisa didapatkan dengan harga menginap mulai dari Rp. 2.300.000 untuk ryokan 2 kamar.

1577709023738-01.jpeg
Bentuk ryokan di The Onsen Resort
P_20191203_153154_vHDR_Auto.jpg
Tiket Masuk ke The Onsen Resort

Bagi pengunjung luar atau bukan tamu resort yang datang pk. 09:00 – 17:00 WIB, seperti saya dan suami, wajib membayar tiket masuk ke The Onsen. Harga tiket masuknya adalah Rp. 50.000 per orang dimana tiket tersebut sudah termasuk voucher makan di restaurant senilai Rp. 40.000. Tiket masuk bisa dibeli di counter resepsionis yang ada di lobby depan.

1577709015171.jpg
Taman di The Onsen Resort
1577709010079.jpg
Tori gate menghadap bukit
IMG-20191203-WA0000.jpg
Ada jembatannya juga
1577709019555.jpg
Ada air terjun kecil untuk menambah suasana zen di The Onsen Resort

Salah satu spot favorit untuk berfoto di The Onsen adalah tamannya. Taman di The Onsen dibuat semirip mungkin dengan yang ada di Jepang, lengkap dengan Tori Gate dan jembatan-nya. Sebagai pelengkap properti foto, juga ada pohon sakura (terbuat dari plastik, hehe) dan juga angsa-angsa yang berenang di danau. Cantik sekali view-nya.

P_20191203_154135_vHDR_Auto_HP.jpg
Sushi dan lemon tea by Fushimi Restaurant

Untuk menambah suasana Jepang di The Onsen, terdapat restaurant Jepang bernama Fushimi yang menyediakan berbagai pilihan menu makanan Jepang, Western dan Indonesia. Saya mencoba menu sushi dan lemon tea, sekalian memanfaatkan voucher makanan yang didapat saat membeli tiket masuk The Onsen. Menurut saya, makanan disana rasanya biasa saja.

The Onsen menyediakan penyewaan yukata untuk tamu yang ingin berfoto di area resort dengan harga Rp. 100.000 untuk pria dan Rp. 150.000 untuk wanita per 2 jam. Terdapat juga kolam pemandian air panas yang bisa diakses umum (Genki Onsen) di The Onsen dengan membayar Rp. 200.000 per orang. Tapi, karena saya tidak punya waktu banyak, saya tidak mencoba pengalaman tersebut.

Overall, saya merekomendasikan tempat ini bagi kalian yang ingin menikmati suasana Jepang versi kearifan lokal. Saya dan suami jadi kangen pergi ke Jepang lagi setelah berkunjung ke The Onsen. Masih banyak tempat yang belum sempat kami jelajahi di Jepang. Memang tidak cukup sekali rasanya liburan ke Jepang. Hahaha.

The Onsen Resort
Jln. Raya Arumdalu 98, Songgoriti, Batu, Malang.
Telp. 0341-5101888
Website: https://theonsenresort.com/

The Legend Stars

Lanjut ke destinasi berikutnya, yaitu The Legend Stars. Perjalanan dengan mengendarai mobil dari The Onsen ke The Legend Stars memakan waktu sekitar 20 menit. Sempat nyasar juga lewat jalan-jalan kecil di perumahan penduduk lokal akibat Google Maps. Pelajaran utama, lebih baik input destinasi “Jatim Park 3” daripada “The Legend Stars” di Google Maps supaya diarahkan lewat jalan raya saja. Kami tiba di kawasan Jatim park 3 sekitar pk. 16:30 WIB. Tidak perlu takut tidak dapat parkir disini karena lapangan parkirnya super luas. Biaya parkir mobil adalah Rp. 10.000 untuk sekali masuk, tidak ada tarif progresif per jam.

The Legend Stars adalah salah satu atraksi yang ada di Jatim Park 3. Sebenarnya di Jatim Park 3 masih banyak sekali atraksi yang lain, tapi menurut saya atraksi yang lain lebih populer untuk anak-anak dibanding dewasa. Dengan waktu yang sangat terbatas, saya harus benar-benar selektif memilih atraksi.

P_20191203_165703_vHDR_Auto_HP.jpg
Pintu masuk Dino Mall

Untuk masuk ke atraksi The Legend Stars, kita harus masuk melalui pintu utama Dino Mall. Setelah itu jalan ke sebelah kiri dan akan ketemu gate masuk ke atraksi-atraksi yang ada disini. Dino Mall memiliki banyak tenant food & beverage yang sudah terkenal brand-nya. Jadi kalau mau main aman, tinggal pilih tenant yang sudah familiar saja di telinga kita. Dino Mall juga connect ke hotel yang ada di Jatim Park 3, yaitu Senyum World Hotel. Keistimewaan Senyum World Hotel ini adalah tiap kamar memiliki tema interior negara yang berbeda-beda. Total ada 8 tema kamar yang bisa dipilih, yaitu Mexico, Jepang, Indonesia, Afrika, Moroko, Yunani, Eropa dan Cina.

Harga tiket masuk The Legend Stars untuk dewasa adalah Rp. 75.000 per orang. Saat kami kesana, sedang ada promo diskon 20% dengan menunjukkan boarding pass tiket pesawat Air Asia. Jadi boarding pass kalian jangan langsung dibuang ya setelah landing dan rajin-rajinlah mengecek laman promo di website mereka.

P_20191203_174531_vHDR_Auto_HP.jpg
Istana Negara di The Legend Star
P_20191203_174739_vHDR_Auto.jpg
Pak Suami dan Mr. President

Begitu melewati gate masuk atraksi The Legend Stars, saya sudah dibuat terpana dengan bangunan Istana Negara yang megah. Eksterior dan interiornya benar-benar sama dengan Istana Negara yang ada di Jakarta. Bangunannya terbuat dari beton lho, bukan sekedar triplek apalagi styrofoam. Benar-benar totalitas.

The Legend Stars berisikan patung-patung lilin (wax figures) dari tokoh-tokoh terkenal Indonesia dan mancanegara. The Legend Stars bisa dikatakan sebagai versi lokal Madam Tussaud Museum. Patung lilin buatan lokal di The Legend Star ini tidak kalah bagusnya dengan Madam Tussaud karena dibuat secara detail. Disetiap patung pun diberi penjelasan singkat profil tokohnya. Sebagai orang Indonesia, saya bangga kita bisa punya museum seperti ini. Keberadaan museum ini bisa menjadi sarana edukasi bagi siswa sekolah ataupun masyarakat umum untuk mengenal lebih dekat tokoh-tokoh penting dunia.

P_20191203_181419_vHDR_Auto.jpg
Kostum dan bola basket yang dipakai pak suami adalah properti foto yang disediakan The Legend Stars

Selain untuk edukasi, banyak juga pengunjung yang datang kesini untuk sekedar foto-foto cantik nan eksis. Seakan mengerti akan kebutuhan tersebut, The Legend Stars menyiapkan properti foto yang bisa kita pinjam (for free) di beberapa area, misalnya baju, wig, bola, senjata, dan lain sebagainya. Para petugas yang berjaga di area masing-masing pun bersedia dimintai tolong menjadi fotografer dadakan. Hahaha.

P_20191203_190707_vHDR_Auto.jpg
Red Carpet Hollywood

Dikarenakan patungnya terbuat dari lilin, ada aturan yang harus kita patuhi selama berada di The Legend Stars, yaitu tidak boleh memegang patung. Menurut petugas, ada beberapa patung yang jadi rusak dan berubah warnanya karena sering dipegang pengunjung. Jadi lebih baik tetap jaga jarak aman selama berfoto-ria ya. Semua patung yang ada disana adalah karya seni yang harus kita jaga.

Di The Legend Stars ada area indoor dan juga outdoor. Kalau datang menjelang senja seperti saya, pencahayaan objek foto di area outdoor jadi agak gelap. Oleh karena itu, lebih baik datang lebih awal untuk mendapatkan pencahayaan terbaik.

P_20191203_193117_vHDR_Auto.jpg
Majapahit
P_20191203_184502_vHDR_Auto.jpg
Taj Mahal India

Selain tema negara Indonesia, di The Legend Stars juga ada tema negara luar seperti Amerika, India, Cina, Belanda, Italy, Korea, Jepang, dan Hollywood. Seperti biasa, dekorasi tiap tema dibuat semaksimal mungkin sehingga sayang untuk dilewatkan. Wajib foto-foto disini pokoknya! Area The Legend Stars secara keseluruhan sangat luas. Dibutuhkan waktu 3 jam untuk puas beredar disini. Kalau tidak kuat berjalan kaki, ada penyewaan e-bike di The Legend Stars dengan harga Rp. 150.000 per bike per 3 jam.

P_20191203_172526_vHDR_Auto.jpg
Dinner Bakmi Naga di Dino Mall. Rasanya biasa saja..

Fasilitas tempat makan di dalam area The Legend Stars menurut saya tidak terlalu banyak pilihan, kebanyakan hanya berupa snack corner. Untuk makanan berat lebih banyak pilihan di Dino Mall. Jadi pastikan sudah makan berat dulu sebelum masuk ke The Legend Stars.

Satu-satunya kekurangan yang saya temukan di The Legend Stars adalah hampir semua toiletnya agak kotor dan tidak ada tissue. Untung saja saya modal bawa tissue sendiri. Padahal saat itu bukan di akhir pekan dan pengunjungnya tidak terlalu ramai.  Tidak terbayang bagaimana kondisinya saat akhir pekan yang ramai pengunjung? Hmm… Semoga saja ke depannya hal ini bisa diperbaiki oleh pengelola The Legend Stars.

The Legend Stars (Jatim Park 3)
Opening Hours: pk. 12:00 – 21:00 WIB
Jln. Ir. Soekarno No.144, Batu, Malang.
Telp. 0341-597777
Website: https://jtp.id/thelegendstar/

Demikianlah cerita jalan-jalan saya dan suami di Batu. Liburan yang sangat santai sekali dan penuh dengan leha-leha sehingga kunjungan ke tempat wisatanya tidak terlalu banyak. Sampai bertemu lagi di cerita jalan-jalan berikutnya!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s