Janin Tidak Berkembang

Pada kehamilan pertama saya, beberapa dokter yang saya datangi mengatakan bahwa janin saya tidak berkembang dan sudah meninggal dalam kandungan. Oleh karena itu saya harus menjalani tindakan kuretase untuk mengakhiri kehamilan tersebut. Cerita mengenai kuret / kuretase hamil sudah ada di post sebelum ini.

Janin tidak berkembang adalah suatu kondisi kehamilan dimana janin tidak lagi mengalami pertumbuhan, biasa ditandai dengan hilangnya detak jantung janin secara tiba-tiba. Kondisi janin tidak berkembang biasa terjadi pada trimester 1. Tidak ada gejala khusus yang dirasakan oleh ibu. Janin tidak berkembang hanya bisa dideteksi melalui pemeriksaan USG oleh dokter.

Untuk kasus kehamilan saya. janin saya berhenti bertumbuh dan berhenti detak jantungnya pada usia kehamilan 6 weeks 5 days. Dari beberapa kali melakukan pemeriksaan USG, panjang janin / CRL (Crown Rump Length) tidak berubah dari angka 0,81 cm. Semua dokter yang saya datangi mengatakan bahwa mostly kasus janin tidak berkembang ini disebabkan adanya kelainan genetik kromosom. Kelainan genetik ini belum tentu bersifat diwariskan dari kedua orang tuanya. Bisa jadi dari kualitas sel telur atau sperma yang kurang baik sehingga membawa materi genetik yang tidak sempurna sehingga saat pembelahan embrio ada kecacatan. Oya, kasus janin tidak berkembang ini bisa menimpa siapa saja, baik pasangan muda ataupun yang sudah agak berumur, hamil alami ataupun via bayi tabung (IVF) atau inseminasi buatan (IUI).

Bagi orang awam yang tidak mengerti, banyak yang biasanya menyalahkan pihak ibu. Ibu dianggap kurang istirahat ataupun kurang nutrisi. Hal itu tidaklah benar secara medis. Kurang istirahat mungkin akan menyebabkan flek / pendarahan bagi ibu yang kandungannya agak lemah, tapi bukanlah itu penyebab anaknya meninggal dalam kandungan. Demikian pula masalah kurang nutrisi. Pada trimester 1, dimana plasenta belum terbentuk (dalam proses pembuatan), janin memperoleh nutrisinya dari kantong makannya (yolk sac). Jadi makanan yang dimakan oleh ibu tidaklah diserap langsung oleh janin. Sering dengar istilah morning sickness yang terjadi pada ibu hamil kan? Dengan kondisi mual parah, biasanya asupan makanan ibu pun jadi cenderung kurang, tapi buktinya bayi mereka bisa baik-baik saja kan? Itu karena nutrisi janin pada trimester awal di-support oleh kantong makannya sendiri. Lain halnya kalau plasenta sudah terbentuk sempurna di trimester 2, saat itulah ibu harus benar-benar memperhatikan asupan makanannya supaya janin bisa berkembang dengan baik.

Sebetulnya ada yang lebih berbahaya daripada masalah nutrisi dan istirahat tadi, yaitu konsumsi obat sembarangan. Obat yang dikonsumsi oleh ibu akan masuk ke peredaran darah dan apabila kandungan obatnya tidak aman untuk kehamilan, bisa menjadi racun untuk janin dan menyebabkan kematian janin. Tapi selama kehamilan berlangsung, saya tidak pernah mengkonsumsi obat yang terlarang bagi ibu hamil.

Berikut adalah dokter kandungan yang pernah saya datangi untuk kontrol hamil dan juga konsultasi tentang masalah janin tidak berkembang:

  1. dr. Donny Gunawan, Sp.OG
    Tanggal Visit: 7 September 2019
    Saya datang ke dokter Donny setelah hasil testpack dan hasil tes darah saya menyatakan positif hamil. Saya memilih dokter Donny karena beliau praktek di RS Siloam Karawaci, tempat mama saya rawat inap waktu itu karena serangan jantung. Jadwal praktek beliau di RS Siloam Karawaci juga cukup banyak dan sampai hari Sabtu jadi lebih fleksibel waktu konsultasinya.
    Review:
    Dokter Donny ini dokter yang luar biasa kalem, bahkan suaranya juga kecil dan halus. Beliau anti USG Transvaginal pada kehamilan muda karena masih rentan keguguran. Oleh karena itu, saat periksa disana, saya hanya diperiksa lewat USG perut. Hasilnya kurang jelas karena ukuran janin yang masih kecil sekali. Dari hasil USG perut, dokter menyatakan saya hamil 6 weeks. Terlihat kantong kehamilan, kantong makan janin (yolk sac) dan janin. Saat itu juga terlihat detak jantung janin di monitor.
    Saya diresepkan obat penguat kandungan karena saya cerita pernah keluar flek coklat sedikit. Obat yang diresepkan adalah:
    – 15 tab – Folavit 400 mcg tablet (1 x 1 hari)
    – 20 tab – Duvadilan 20 mg tablet (1/2 tablet 3 x 1 hari)
    – 30 cap – Utrogestan 100 mg capsule (2 x 1 hari)
    Total biaya obat = Rp. 739.400
    Untuk Utrogestan bisa dikonsumsi via oral ataupun vagina, tapi dokter Donny menyuruh saya via oral saja. Hubungan badan dengan suami juga dilarang oleh beliau selama hamil muda karena memicu kontraksi rahim. Saya disuruh balik kontrol 2 minggu lagi. Tapi saya memilih datang konsul ke dokter lain.
    Jadwal Praktek:
    RS Siloam Karawaci: Senin – Sabtu pk. 09:00 – 20:00 dan Minggu pk. 09:00 – 12:00
    Biaya Konsul dan USG 2D (print): Rp. 690.000.
  2. dr. Djoko Kirana, Sp.OG
    Tanggal Visit: 14 September 2019
    Saya memilih dokter Djoko karena banyak review positif di forum-forum internet. Saya sengaja datang konsul lagi ke dokter sebelum jadwal yang ditentukan karena saya merasa kurang puas dengan hasil USG perut di RS Siloam Karawaci yang hasilnya tidak tampak jelas. Dokter Djoko ini juga yang menemukan pertama kali kalau janin saya tidak berkembang dan tidak memiliki detak jantung lewat pemeriksaan USG Transvaginal.
    Review:
    Saya datang ke tempat praktek dokter Djoko di Klinik Spesialis Kirana yang terletak di Gading Serpong, Tangerang. Selain di Klinik Spesialis Kirana, beliau juga praktek di RS Bethsaida Gading Serpong. Klinik Spesialis Kirana terletak di deretan Ruko daerah The Spring. Interiornya bagus, bersih dan nyaman. Bahkan di dalam ruangan klinik disertai dengan lift juga supaya ibu hamil tidak perlu repot naik tangga. Alat USG di Klinik Spesialis Kirana ini jauh lebih bagus daripada di RS Siloam Karawaci. Resolusi gambar di monitor lebih jelas dan terang. Dokter Djoko termasuk dokter yang detail dan teliti dalam pemeriksaan USG. Dari hasil USG Transvaginal, dokter mengukur panjang janin saya (CRL / Crown Rump Length) 0,81 cm.
    Dokter Djoko ini adalah dokter yang memiliki standar baku ibu hamil harus mengalami mual dan muntah. Apabila ibu hamil tidak mengalami mual muntah, beliau menganggap kehamilannya kurang sehat. Dikarenakan saya saat hamil tidak muntah dan hanya mual ringan, saya jadi tidak percaya diri dengan kehamilan saya. Padahal beberapa keluarga dekat saya dan bahkan Mama saya juga saat hamil tidak mengalami mual dan muntah tapi bisa melahirkan anak yang sehat juga. Jadi saya agak kurang setuju dengan opini dokter dalam hal ini.
    Dokter Djoko tidak meresepkan obat apa-apa dan hanya menyuruh saya tetap mengkonsumsi folavit untuk suplemen asam folat. Dikarenakan hasil USG saya mengindikasikan janin tidak berkembang dan ada SCH (Sub Chorionic Hematoma) di sekitar kantong hamil, beliau menyuruh saya memilih untuk tes darah atau menunggu 11 hari ke depan untuk melihat lagi perkembangan janinnya. Saya akhirnya memilih tes darah. Parameter yang dicek adalah Ca-125 (tumor/cancer ovarium marker), hormon progesteron dan beta HCG (2 kali cek, hari pertama dan kemudian 48 jam setelahnya). Saya hanya melakukan pengecekan darah untuk parameter CA-125, progesteron dan Beta HCG hari ke-1 dengan total biaya Rp. 1.950.000. Hasilnya adalah sebagai berikut:
    – CA-125 = 26,08 U/mL (nilai rujukan : 0 – 35)
    – Progesteron = 21,56 ng/mL (nilai rujukan > 20 ng/mL)
    – Beta HCG =72.016 mIU/mL (sesuai dengan umur kehamilan 7 weeks)
    Menurut interpretasi dokter: Walaupun ada gambar pendarahan (SCH) di sekitar kantong hamil, tapi tidak mengarah ke hal yang buruk, jadi seharusnya kantong kehamilan bisa berkembang optimal. Kadar progesteron saya hanya sedikit di atas normal jadi disarankan untuk mengkonsumsi suplemen progesteron (Utrogestan 100 mg 2 x 1 hari, sama seperti resep dokter Donny di RS Siloam karawaci). Saat itu saya tidak melakukan pemeriksaan beta HCG 48 jam karena saya mau konsultasi ke dokter lain dulu mengenai masalah janin tidak berkembang ini.
    Pada konsultasi pertama dengan dokter Djoko, beliau sudah membahas mengenai prosedur terminasi kehamilan. Saat itu saya merasa dokter ini walaupun pintar, tapi kurang memiliki rasa empati ke pasien yang pastinya masih shock dan sedih mendengar kabar kehamilannya bermasalah.
    Jadwal Praktek:
    – Klinik Spesialis Kirana: Senin – Rabu – Sabtu pk. 08:00 – 11:30 dan Senin – Jumat 17:00 – 19:30
    – RS Bethsaida: Selasa dan Kamis pk 09:00 – 12:00
    Biaya Konsul dan USG 2D (print): Rp. 470.000 (Klinik Spesialis Kirana).
  3. dr. Handojo Tjandra, MD.,MMed O&G (M’Sia).,Sp.OG
    Tanggal Visit: 21 September 2019
    Saya sudah kenal dokter Handojo sewaktu program inseminasi beberapa tahun yang lalu. Hanya saja waktu itu program inseminasi yang saya jalani dengan dokter Handojo belum berhasil. Beliau praktek di RS Omni Alam Sutera dan Klinik Sehati Gading Serpong.
    Dokter Handojo termasuk dokter yang seringkali mendapat review positif di forum internet, terutama tentang program hamil. Kali ini, saya dan suami mencoba datang ke beliau untuk permasalahan kehamilan yang kami hadapi. Kami butuh opini lain mengenai keputusan yang akan kami ambil tentang janin kami.
    Review:
    Dokter Handojo ini adalah dokter lulusan Malaysia dengan pengalaman kerja yang cukup lama. Dokter Handojo tidak pernah memberikan obat atau treatment yang sekiranya tidak terlalu dibutuhkan oleh pasiennya. Istilah kerennya adalah tidak mata duitan. Dokternya kalem, tidak terlalu banyak omong, tapi tetap berkenan menjawab semua pertanyaan pasien dengan sabar. Dari kedua tempat prakteknya, saya lebih suka ke RS Omni Alam Sutera karena antriannya lebih pendek dibanding Klinik Sehati Gading Serpong. Tapi, dari segi alat USG sebenarnya lebih bagus kualitasnya di Klinik Sehati Gading Serpong.
    Dari hasil USG Transvaginal, dokter mengukur panjang janin saya (CRL / Crown Rump Length) 0,94 cm. Saya agak bingung saat itu karena ukuran tersebut tidak sama dengan hasil USG Dokter Djoko minggu sebelumnya. Tapi bisa jadi mungkin karena beda merk alat USG. Entahlah. Menurut Dokter Handojo, janin saya memang sudah meninggal dari 2 minggu lalu (week 7) dan tidak ada detak jantungnya. Akan tetapi, karena dokter Handojo tahu riwayat infertilitas saya, beliau cukup bersimpati dengan masalah ini. Beliau bilang pikirkan saja dulu 1 minggu untuk tindakan selanjutnya karena dia tahu saya sudah lama menantikan kehamilan ini. Beliau tidak menyarankan untuk menunda lama-lama proses terminasi kehamilan saya karena ada resiko pendarahan, infeksi, dan bahkan DIC (Disseminated Intravascular Coagulation). DIC adalah gangguan pada koagulasi darah dan efeknya bisa fatal karena menyebabkan pendarahan otak dan bisa membuat ibu meninggal. Dokter Handojo memberikan batasan waktu 2 minggu untuk proses kuret.
    Jadwal Praktek:
    – RS Omni Alam Sutera: Senin, Kamis, dan Sabtu pk. 08:00 – 14:00 dan pk. 17:00 – 19:00; Selasa, Rabu dan Jumat pk. 08:00 – 14:00
    – Klinik Sehati Gading Serpong: Senin – Jumat pk. 17:00 – 21:00 (diluar jadwal praktek di RS Omni Alam Sutera)
    Biaya konsul, administrasi dan USG 2D (print): Rp. 590.000 (RS Omni Alam Sutera).
  4. dr. Malvin Emeraldi, SP. OG (K)
    Tanggal Visit: 24 September 2019
    Kembali lagi ke Family Fertility Center (FFC) dengan dokter Malvin. Dokter ini bukan orang yang asing lagi buat saya dan suami karena kami sudah menjalani program IVF di FFC selama 2 periode. Kalau dulu urusan dengan beliau cuma program hamil, kali ini kami datang untuk urusan permasalahan kehamilan.
    Review:
    Sebagai dokter yang menangani program hamil saya, beliau sangat tahu bagaimana perjuangan saya untuk bisa hamil. Jadi beliau sangat ber-empati pada masalah saya ini. Dokter Malvin adalah tipe dokter yang santai, ramah dan gaul. Beliau selalu menekankan pada pasiennya untuk berpikir positif. Seperti kasus saya kali ini, walaupun dari hasil USG Transvaginal ternyata memang janin saya tidak berkembang (panjang janin tidak berubah, CRL 0,8 cm) dan tidak memiliki detak jantung, dokter berkata bahwa saya harus melihat sisi positifnya bahwa saya bisa hamil alami. Banyak pasien yang datang ke FFC karena tidak bisa hamil alami, jadi saya harus bersyukur akan penemuan ini.
    Dari sinilah saya dan suami mulai setuju untuk menjalani proses kuret untuk terminasi kehamilan. Dokter Malvin juga tidak menyarankan untuk menunggu gugur alami atau memakai obat karena saya akan mengalami pendarahan hebat. Akhirnya saya dan suami pun membuat janji jadwal kuret.
    Jadwal Praktek:
    – Family Fertility Center (FFC) – RSIA Family Pluit: Senin – Jumat pk. 08:00 – 11.00; Senin dan Kamis pk. 17:00 – 19:00; Sabtu pk. 07:30 – selesai
    – RS Brawijaya Antasari: Selasa pk. 18:00 – 21:00, Rabu pk. 19:00 – 21:00, Jumat pk 18:00 – 21;00 dan Sabtu pk. 16:00 – 19:00
    – RSUP Fatmawati: Kamis pk 14:30 – 15:30 (Poli Griya Husada); Rabu dan Kamis pk. 09:00 – selesai (Poli BPJS)
    Biaya konsul, administrasi dan USG 2D (print): Rp. 805.000 (FFC – RSIA Family Pluit).
  5. Dr. Azen Salim, Sp. OG – KFM
    Tanggal Visit: 5 Oktober 2019
    Walaupun sudah membuat janji jadwal kuret di FFC – RSIA Family, saya tetap mau konsultasi ke dokter kandungan spesialisasi fetomaternal. Fetomaternal adalah cabang ilmu kedokteraan kandungan khusus untuk kandungan beresiko tinggi, keguguran berulang, masalah genetik, dan lain sebagainya. Biasanya ibu-ibu hamil baru mendatangi dokter fetomaternal ketika akan melakukan screening Down Syndrome atau saat mau USG 4D. Kunjungan saya kali ini hanya untuk belajar dan dapat informasi dari ahlinya mengenai kasus yang menimpa saya. Jujur saat itu saya jadi trauma untuk hamil lagi karena takut kasus janin tidak berkembang ini terulang lagi.
    Review:
    Dokter Azen ini adalah dokter senior (sudah agak berumur), sangat terkenal di dunia kedokteran kandungan Indonesia. Bahkan beliau pernah membantu kelahiran cucu-nya presiden SBY. Kehandalan hasil USG-nya tidak diragukan lagi bahkan dokter ini menjadi salah satu dokter yang direferensikan oleh dokter negara tetangga untuk pasien orang Indonesia yang berobat ke Singapore atau Malaysia. Beberapa artis juga ada yang menjadi pasien beliau, salah satunya Sandra Dewi.
    Saya datang ke tempat praktek dokter Azen di RS Pondok Indah Bintaro Jaya karena ada jadwal di hari Sabtu. Sehari sebelumnya saya telepon ke RS untuk buat janji temu, akan tetapi saat itu kuota pasien beliau sudah penuh jadi saya dimasukkan ke daftar sabar tunggu. Sabar tunggu disini maksudnya kita pasti akan dilayani, hanya saja setelah pasien yang terdaftar selesai. Saya menunggu sekitar 1 jam-an sampai kemudian dipanggil ke ruangan dokter.
    Saya diperiksa melalui USG Transvaginal. Hasil USG-nya tentu sama dengan dokter lainnya bahwa janin saya sudah berhenti berkembang sejak 6 weeks 5 days dan ukurannya tidak bertambah dari panjang (CRL) 0,8 cm. Jaringan plasenta yang terbentuk juga kurang bagus sehingga aliran nutrisi tidak akan optimal. Disini alat USG-nya tampak lebih canggih dan resolusinya lebih jernih. Dokternya juga teliti. Beliau tidak cuma periksa janin saya, tapi juga sekalian cek apakah saya ada kista atau miom (yang syukurnya bersih) dan cek sel telur di indung telur juga. Beliau bilang ke saya bahwa nanti berikutnya saya hamil dari sel telur dari indung telur kanan. Hebat ya?! Memang dokter ini terlihat pintar dan juga ahli dalam dunia USG.
    Dokter Azen kemudian menjelaskan ke saya tentang masalah janin tidak berkembang. Menurut dokter Azen, penyebab janin tidak berkembang dibawah usia kehamilan 10 minggu adalah:
    – 60% karena genetik kromosom yang abnormal. Hal ini tidak harus karena faktor turunan genetik dari kedua orang tuanya. Bisa jadi karena kualitas sel telur atau sperma yang kurang baik sehingga membawa materi genetik yang kurang bagus.
    – 10% karena adanya infeksi. Infeksi ini bisa karena virus atau bakteri. Contoh TORCH, cacar, dan lain-lain.
    – 10% karena hormon. Diluar hormon reproduksi, kita juga harus mewaspadai penyakit Diabetes Melitus (DM) dan Tiroid karena bisa mempengaruhi kinerja hormon-hormon yang lain.
    – 10% karena anatomi organ reproduksi. Hal ini bisa dicek melalui USG, HSG ataupun histeroskopi. Menurut dokter Azen anatomi rahim saya masih normal.
    – 10% karena immunologi. Faktor imun tubuh ibu yang tidak normal akan menganggap janin sebagai benda asing yang harus disingkirkan. Oleh karena itu antibodi ibu akan menyerang janin dan menyebabkan keguguran. Contoh: penyakit Lupus.
    Dengan menimbang riwayat keturunan dan penyakit saya dan suami, memang kemungkinan terbesar penyebab janin saya meninggal dalam kandungan adalah karena kromosom yang abnormal. Hal itu merupakan proses seleksi alam untuk menghasilkan manusia yang sehat sempurna. Menurut dokter Azen lagi, walaupun mungkin janin tersebut bisa lewat dari seleksi alam usia 10 minggu dengan kemungkinan hidup hanya 3%, dia akan terlahir cacat.
    Dokter Azen bilang ke saya, kalau saya mau memeriksa semua faktor penyebab diatas tadi, saya harus menyiapkan biaya 50-70 Juta Rupiah untuk screening test-nya (paling mahal tentunya adalah tes genetik). Jadi Beliau sarankan lebih baik saya coba hamil lagi, belum tentu kasusnya akan sama lagi seperti ini. Beliau juga membantah pemikiran yang ada di masyarakat awam bahwa seorang wanita hanya boleh keguguran / kuret sampai 3 kali karena setelahnya akan membuat wanita tersebut susah hamil. Menurut dokter Azen hal itu tidak benar karena jaringan rahim bisa beregenerasi untuk memulihkan dirinya, dengan catatan tidak ada jaringan janin / plasenta yang tertinggal saat keguguran / kuret. Tidak ada batasan jumlah kuret, yang terpenting adalah jarak kehamilan satu dengan berikutnya. Pastikan bahwa rahimya pulih dulu.
    Saya sangat senang mendapatkan penjelasan panjang lebar seperti ini karena saya tidak mendapatkannya dari dokter lain yang saya datangi. Pulang dari sini saya jadi lebih tercerahkan dan merasa berani untuk mencoba hamil lagi.
    Jadwal Praktek:
    – RS Pondok Indah: Senin, Rabu dan Jumat pk. 12:00-18:00
    – RS Pondok Indah Bintaro Jaya: Kamis pk 17:00 – 20:00 dan Sabtu pk. 12:00 – 16:00
    – Archa Clinic BSD Junction: Kurang informasi, silakan telepon ke klinik langsung.
    Biaya konsul, administrasi dan USG 2D (print): Rp. 975.000 (RS Pondok Indah Bintaro Jaya).

Dari kelima dokter yang saya datangi tadi, sepertinya kalau saya ada rejeki untuk hamil lagi, saya akan memilih untuk konsul ke dokter Malvin dan juga dokter Azen. Saya merasa lebih cocok dengan pembawaan mereka. Mudahan saat hamil nanti kandungan saya masih kuat untuk mengunjungi tempat praktek kedua dokter tersebut yang jauh dari rumah saya. Hahaha.

Dengan pengetahuan ini juga, saya jadi merasa beruntung bisa lahir sebagai manusia yang telah berhasil melalui proses seleksi alam dari rahim Mama saya. Rupanya sudah dari embrio kita berjuang demi kehidupan ini. So, kita semua adalah pejuang tangguh kehidupan! Jangan sia-siakan hidup ini.

 

2 pemikiran pada “Janin Tidak Berkembang

  1. Jangan menyerah sis..saya dulu juga pernah mengalami keguguran di kehamilan 5 minggu.
    Setelah keguguran malah ketahuan low amh..tahun 2015 amh saya cuma 0.14 setiap mau program dan di usg selalu tdk ada sel telur bahkan saya dan suami sdh menyerah dan pasrah, tapi di waktu saya sdh menyerah tiba2 saya hamil dan skrg berumur 30minggu..biar Tuhan yg menentukan kapan waktunya rejeki kita untuk punya anak..saya doakan semoga sis cepat hamil lagi dan melahirkan anak yg sehat.amien..jangan pernah menyerah..Tuhan akan memberikan yg terbaik..

    Suka

    • Amiin untuk doanya. Makasih ya sis. Saya terharu mendengar cerita dari sis ini dan berharap semoga suatu saat cerita saya akan berakhir bahagia seperti sis juga.
      Semoga kehamilannya dilancarkan dan sehat terus sampai persalinan ya sis…

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s