Visa Tourist Australia 2019 (Online Application)

Hello, I’m back. Mengawali bulan Agustus 2019, sempat ada beberapa drama nasional yang terjadi. Pertama, gempa 6,9 SR yang mengguncang Lampung, Banten, Jakarta dan sampai terasa juga di Jawa Barat pada tanggal 2 Agustus 2019 pk. 19.03 WIB. Saat kejadian itu, saya dan suami baru saja selesai makan malam, kemudian tiba-tiba rumah terasa bergoyang selama beberapa detik sampai kepala saya juga jadi pusing. Orang-orang pun heboh lari keluar rumah. Tak lama kemudian BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) mengeluarkan statement peringatan dini tsunami untuk beberapa pinggir pantai sekitar area gempa. Untung saja akhirnya tidak jadi tsunami dan peringatannya dicabut.

Kejadian kedua, terjadi pemadaman listrik nasional pada tanggal 4 Agustus 2019 dikarenakan gangguan jaringan SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) 500kV PLN (Perusahaan Listrik Negara) yang mengakibatkan beberapa pembangkit listrik besar PLN rusak bersamaan. Efeknya satu pulau Jawa pun listriknya jadi padam mulai dari pk. 11 dan 12 siang. Padamnya listrik ini juga memberikan pengaruh ke sinyal komunikasi selular. Beberapa orang juga mengalami mati air PAM (Perusahaan Air Minum) di rumahnya. Sungguh paket penderitaan komplit. Terjadi kemacetan juga di beberapa ruas jalan karena lampu lalu lintas pun padam. Di rumah saya kawasan Tangerang Kota, mati listrik ini berlangsung selama 14 jam! Hahaha. Berasa masuk di era jaman batu karena gelap-gelapan dan tidak bisa mengakses layanan seluler. Untungnya petugas lapangan PLN cukup sigap menghadapi permasalahan ini dan cepat teratasi. Tidak berlarut-larut sampai dengan esok hari.

Anyway, sesuai dengan janji sebelumnya, saya kali ini mau membahas tentang Visa Australia. Kebetulan status visa saya dan suami sudah approved jadi saya sudah lebih percaya diri untuk membagikan cerita saya. Hehehe. Kalau visa belum granted terus saya sudah sombong nulis di blog dan akhirnya visa saya declined kan jadi malu-maluin. Hahaha.

Pengajuan Visa Tourist Australia tidak butuh bukti dokumen penerbangan dan penginapan

Saat mengajukan pembuatan Visa Tourist Australia, kita tidak akan diminta bukti booking pesawat dan penginapan. Hanya perlu submit itinerary sederhana tentang kegiatan kita nantinya di Australia. Oleh karena itu, lebih baik kita menunggu status visa-nya approved baru lanjut ke proses booking tiket pesawat dan hotel / penginapan.

Total waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan Visa Tourist Australia

Dari pihak Imigrasi Australia menjamin proses visa akan selesai dalam waktu 18 – 24 hari via online application. Tapi, biasanya sebelum jadwal yang ditentukan pun visa kita sudah selesai. Saya dan suami mengajukan visa pada hari Selasa 16 Juli 2019 (malam) dan pada hari Selasa 23 Juli 2019 (pagi) sudah ada notifikasi via e-mail bahwa visa kami sudah disetujui. Jadi kalau dihitung-hitung, hanya butuh 4 hari kerja sampai dengan visa selesai.

Bentuk Visa Tourist Australia

Visa akan dikirim via e-mail dan sudah otomatis terhubung dengan sistem Imigrasi Australia jadi tidak akan ada visa berbentuk stiker atau kartu. Kita hanya perlu print dokumen visa untuk jaga-jaga saja kalau ada error di sistem. Berikut penampakan dokumen visa-nya.

PhotoGrid_1563847944106.jpg

Waktu terbaik untuk mengajukan Visa Tourist Australia

Waktu terbaik adalah 3 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Hal ini berkaitan dengan proses aplikasi visa yang bisa memakan waktu 18-24 hari kerja. Kalau beruntung sih bisa dapat lebih cepat, tapi lebih baik prepare waktu yang cukup. Alasan penting lainnya, kita tidak tahu kebijakan Imigrasi Australia akan memberikan kita tipe visa single entry atau multiple entries dan berapa lama masa berlaku visa-nya. Kalau kita hanya diberikan visa single entry dengan masa berlaku 3 bulan saja dari tanggal diterbitkan, maka ada baiknya pengajuan visa-nya tidak terlalu jauh dengan tanggal keberangkatan.

Lama berlaku Visa Tourist Australia

Tergantung nanti dapatnya tipe single entry atau multiple entries yang sepenuhnya merupakan keputusan dari Imigrasi Australia. Kalau single entry pada umumnya berlaku 3 bulan. Sementara itu, kalau multiple entry bisa berlaku sampai 3 tahun dengan jangka waktu tinggal tertentu per kunjungan. Kalau semisal kalian akan sering bolak-balik Australia lebih dari jangka waktu tersebut dan menetap lebih lama, bisa mempertimbangkan jenis Visa Frequent Traveller Stream. Akan dibutuhkan pemeriksaan kesehatan (MCU) lebih lanjut untuk mendapatkan visa tersebut.

Minimum saldo tabungan untuk pengajuan Visa Tourist Australia

Sebenarnya tidak ada info yang resmi dari kedutaan Australia mengenai hal ini. Jumlah minimum saldo tabungan yang dibutuhkan akan dipengaruhi oleh jumlah anggota group yang disponsori (misal istri, orang tua, dan anak) dan durasi tinggal di Australia. Dari beberapa blog yang saya baca, ada yang bilang butuh sekitar 1,5 juta Rupiah per orang per hari. Jadi tinggal dikali dengan jumlah orang dan masa tinggal saja.

Jalur pengajuan dan biaya Visa Tourist Australia

Ada 3 jalur yang bisa ditempuh untuk mengajukan Visa Tourist Australia:

  1. Jalur pengajuan online
    Jalur paling nyaman dan murah. Bisa dilakukan dimana saja asalkan terhubung dengan internet dan memiliki scanner. Tidak ada biaya tambahan layanan. Total Biaya visa AUD 145 per pemohon. Pembayaran bisa dilakukan via credit card, PayPal atau UnionPay. Untuk PayPal ada tambahan biaya AUD 1,5 per pemohon. Dikarenakan pembayaran menggunakan mata uang asing, maka nilai transaksi akan berubah-ubah tergantung kurs yang berlaku hari itu.
    Saya dan suami memilih jalur ini karena terbukti paling murah daripada jalur lainnya. Saat melakukan pembayaran, saya menggunakan credit card Mandiri suami. Kurs-nya memang lebih tinggi daripada kurs Google. Saat itu kurs Google 9.850-an tapi kurs kartu kredit Mandiri adalah 10.100 sehingga total biaya per orang adalah Rp. Rp. 1.464.500. Tetap saja lebih murah kan? Hehehe. Pembahasan lebih detail mengenai jalur online ini akan ditulis dibawah ya.
  2. Jalur pengajuan via AVAC (Australian Visa Application Center) di VFS Jakarta
    Pemohon harus datang ke VFS Jakarta untuk menyerahkan formulir permohonan dan dokumen yang dibutuhkan. Biaya visa Rp. 1.530.000 per pemohon ditambah dengan biaya layanan Rp. 165.000 per pemohon. Tersedia juga layanan antar-jemput dokumen melalui pos dengan tambahan biaya Rp. 100.000 – 300.000 tergantung zona daerah-nya.
    Info lebih lanjut bisa cek: https://www.vfsglobal.com/Australia/Indonesia/visit-visa.html
  3. Jalur pengajuan via travel agent
    Jalur ini adalah jalur paling santai karena pemohon tidak perlu repot-repot mengisi dokumen nan panjang dan ribet. Tidak perlu antri dan datang langsung ke VFS. Cukup setor dokumen yang dibutuhkan ke travel agent. Biaya Rp. 1.930.000 per pemohon (Harga dari Dwidaya Tour Jakarta bulan Juni 2019).
    Info lebih lanjut bisa cek: https://www.dwidayatour.co.id/visa

Tidak ada jaminan visa akan di-approve oleh Imigrasi Australia. Apabila visa ditolak maka biaya yang telah dikeluarkan tidak dapat dikembalikan.

Dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan Visa Tourist Australia

Ada 2 kategori dokumen yang dibutuhkan: Wajib (required) dan Tambahan (recommended). Berikut adalah dokumen wajib (required):

  • Pasfoto 35 mm x 45 mm dengan background putih / abu muda
  • Paspor yang masih berlaku minimum 6 bulan (halaman depan yang berisi identitas diri)

Untuk dokumen tambahan (recommended) bisa dilihat pada list berikut:

  • KTP (Kartu Tanda Penduduk) / National ID Card (dalam Bahasa Indonesia)
  • Bukti perjalanan sebelumnya (history travel yang ada di paspor baru dan atau lama)
  • KK /Kartu Keluarga (dalam Bahasa Indonesia)
  • Rencana perjalanan / itinerary (dalam Bahasa Inggris)
  • Rekening koran (bank statement) 3 bulan terakhir (dalam Bahasa Inggris)
  • Surat keterangan kerja bagi karyawan / surat keterangan aktivitas usaha dengan melampirkan SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan) untuk pengusaha (dalam bahasa Inggris)
  • Detail group tour (dalam bahasa Inggris)

Step By Step Pengajuan Online Visa Tourist Australia

  1. Register ImmiAccount: https://online.immi.gov.au/lusc/login
    Untuk 1 keluarga cukup buat 1 akun saja karena bisa create group. Isi data-data yang dibutuhkan untuk membuat akun. Pastikan e-mail yang terdaftar benar dan aktif karena komunikasi untuk update selanjutnya akan dilakukan via e-mail.
  2. Setelah sukses membuat ImmiAccount, log in ke ImmiAccount. Pilih “Manage Group” dan klik “Create new Group”. Akan muncul kode unik sebagai group ID. Jadi nanti setiap anggota group akan memiliki group ID yang sama.
  3. Klik “New Application” dan pilih “Visitor Visa” (subclass 600).
  4. Isi data pribadi (total ada 20 halaman) dan attach dokumen yang dibutuhkan. Dokumen yang di-upload bisa dalam bentuk jpg, bmp, png dan pdf dengan size tidak lebih dari 5MB per file. Setiap anggota group wajib mengisi data pribadi dan attach dokumen ini. Jadi apabila ada 5 orang dalam 1 group ID, maka harus ada 5 data pemohon visa. ImmiAcount dilengkapi dengan fitur “save” sehingga pengisian data visa yang tidak bisa selesai dalam sehari bisa dilanjutkan pada hari berikutnya.
  5. Setelah selesai submit dokumen pengajuan visa, lanjut ke bagian pembayaran sejumlah AUD 145 per pemohon. Ada 3 pilihan pembayaran, yaitu menggunakan kartu kredit, PayPal atau UnionPay.
  6. Tunggu e-mail dari Imigrasi Australia bahwa pengajuan visa kita sudah diterima (accepted). Dalam e-mail tersebut akan disebutkan bahwa masa tunggu visa sampai dengan approved bisa memakan waktu 18-24 hari.
  7. Tinggal tunggu notifikasi berikutnya tentang status update pengajuan visa kita (biasa memakan waktu beberapa hari) apakah approved atau declined.

Important Notes

  • Pasfoto
    Pada halaman belakang foto harus ada tulisan “This Is A True Photograph of (Your Name)” disertai tanda tangan. File foto yang di-upload ke ImmiAcount harus full dimensinya. Apabila menggunakan scanner biasanya pasfoto akan berbentuk gambar kecil di pojokan dokumen dan itu tidak diperbolehkan. Oleh karena itu, suami saya menggunakan aplikasi “PhotoScan by Google Photos” (free download di Play Store) untuk mendapatkan file gambar pasfoto yang sesuai.
    Detail bisa dicek pada link berikut: https://www.am22tech.com/australia-visa-photo/
  • Itinerary
    Dibuat sederhana saja seperti contoh berikut (tinggal isi kolom yang masih kosong):
    PhotoGrid_1565450233935.jpg
  • Rekening koran (bank statement)
    Untuk kasus saya yang Ibu Rumah Tangga (tidak berpenghasilan sendiri), saya pakai rekening koran suami. Saat upload dokumen, pilih tipe “Others (specify)” dan tulis keterangan “Bank Statement Of Husband (his name)”
  • Detail group tour
    Dikarenakan hanya arrange perjalanan sendiri tanpa travel agent, saya upload file-nya sama dengan dokumen itinerary.
  • Financial support
    Untuk kasus saya yang Ibu Rumah Tangga (tidak berpenghasilan sendiri):
    Funding details, pilih “Supported by other person”.
    Type of support, pilih “All costs”.
    What funds will the applicant have available to support their stay in Australia, tulis “All costs will be supported by my husband, (his name), as we are planning to travel together to Australia”
  • Untuk attach dokumen yang lebih dari 1 halaman, seperti bank statement, tidak perlu digabung jadi 1 file. Saya upload per file halaman dengan disertai keterangan angka berurutan (page 1, page 2, dan seterusnya) pada nama dokumen-nya.

Kalau kalian butuh guidance step by step lebih lengkap terkait pengajuan Visa Tourist Australia via online application, saya merekomendasikan 2 blog berikut ini untuk dibaca:
https://www.thepoortraveler.net/2016/06/successfully-get-australian-visa-online-requirements-steps-filipino-tourists/
https://shintaries.com/cara-membuat-visa-australia-online/

Sekian dulu sharing-nya. Semoga bermanfaat. Rasanya sudah tidak sabar menunggu waktunya liburan datang. Hehehe.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s