Welcome MRT Jakarta!

20 April 2019

Sudah tahu kan bahwa Jakarta sudah punya sarana transportasi publik yang baru? Nama dari transportasi publik yang baru tersebut adalah MRT Jakarta. MRT adalah singkatan dari Mass Rapid Transportation atau dalam bahasa Indonesia-nya Moda Raya Terpadu. MRT Jakarta telah melakukan uji coba publik mulai bulan Maret 2019 dan memberlakukan operasional resmi berbayar mulai bulan April 2019. Khusus bulan April 2019 kemarin pihak MRT Jakarta masih menerapkan tarif diskon 50%. Saya dan suami pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Lumayan bisa explore kota Jakarta dengan ekonomis. Hahaha.

1560137923145.jpg
Jalan kaki menuju stasiun MRT Senayan

 

MRT Jakarta yang baru ready ini adalah MRT tahap 1 yang melayani jalur Bundaran Hotel Indonesia sampai Lebak Bulus. Untuk MRT tahap 2 masih dalam proses uji kelayakan dan pembangunan. Direncanakan MRT tahap 2 akan melayani jalur Bundaran Hotel Indonesia sampai Kota pada tahun 2024. Diharapkan dengan kehadiran MRT Jakarta bisa mengurangi kemacetan di kota Jakarta dan mengajak masyarakatnya untuk lebih banyak meggunakan transportasi publik.

1560137938626.jpg
Di Depan Stasiun MRT Senayan

Kalau biasanya kita hanya bisa merasakan naik MRT di luar negeri ketika sedang travel, maka kali ini sebagai orang Indonesia, khususnya orang Jakarta, bisa berbangga diri karena MRT sudah hadir di kota Jakarta tercinta. Dari pengalaman pertama saya menggunakan MRT Jakarta, bisa saya katakan bahwa dari mulai suasana stasiun, interior kereta, tarif dan cara pembayaran, semua mirip dengan MRT yang ada di luar negeri. Kereta-nya bersih dan nyaman. AC-nya juga sejuk, berbeda dengan AC di KRL yang kadang cuma sepoi-sepoi saja, hahaha.

1560137915975.jpg
Menunggu kereta datang
1560137875228.jpg
Suasana dalam kereta MRT Jakarta

 

 

Saya dan suami mencoba MRT Jakarta pertama kali melalui stasiun Senayan yang terletak di depan gedung Ratu Plaza. Kami mencoba rute Senayan ke Lebak Bulus kemudian dari Lebak Bulus menuju ke Bundaran Hotel Indonesia. Mumpung diskon 50% dari harga Rp. 14.000 menjadi Rp. 7.000 per orang. Saya menyarankan untuk mencoba jalur panjang dari ujung ke ujung untuk merasakan pengalaman naik MRT Jakarta melewati stasiun bawah tanah dan juga stasiun layang.

tabel-tarif-normal-mrt-jakarta
Tarif resmi MRT Jakarta
Jaringan-MRT-01b
Jalur MRT Jakarta Tahap 1 (ready) dan 2 (tahap konstruksi)

Waktu operasional MRT Jakarta berbeda-beda di setiap stasiun, umumnya dimulai dari pk. 05:00 – 05:30 WIB dan pemberangkatan paling akhir dari setiap stasiun adalah pk. 23:30 WIB. Waktu tunggu dari satu kereta ke kereta berikutnya adalah sekitar 5-10 menit, tergantung dari jam sibuk atau tidak. Jadwal detail bisa dilihat di website MRT Jakarta (link ada di akhir tulisan ini). Setiap stasiun MRT Jakarta juga terintegrasi dengan sarana transportasi publik lainnya seperti bus TransJakarta, KRL Commuter Line, Kereta Bandara dan juga bus trayek umum. Hal ini akan memudahkan pengguna MRT yang tempat tujuannya belum dilewati oleh jalur MRT tahap 1.

Integrasi MRT Jakarta
Integrasi MRT Jakarta

Untuk naik MRT kita butuh kartu uang elektronik bank (E-money, Brizzi, Tapcash, Flazz, JakCard) atau membeli kartu Jelajah MRT (tersedia 2 pilihan: Single Trip dan Multi Trip) di loket pembelian. Pada saat saya mencoba MRT, saya menggunakan kartu E-money. Untuk pembelian kartu Jelajah MRT di loket antriannya luar biasa panjang karena tingginya antusias masyarakat mencoba MRT. Tersedia fasilitas vending machine untuk melakukan isi ulang saldo kartu MRT Jakarta sehingga tidak perlu antri di loket.

1560137891789.jpg
Vending Machine Kartu MRT Jakarta

Untuk penyandang disabilitas tidak perlu takut menggunakan MRT Jakarta karena terdapat fasilitas seperti lift (elevator), huruf Braile pada tombol lift, blok taktil, toilet khusus, pintu tap khusus pengguna kursi roda, area kosong dengan pegangan pada kereta untuk tempat kursi roda di kereta nomor 3 dan 4, dan juga jalanan landai untuk akses masuk dan keluar pengguna kursi roda.

1560137787686.jpg
Fasilitas Lift di dalam stasiun MRT

Menurut saya, setelah mencoba MRT Jakarta, ada satu kekurangan buat saya, yaitu hampir tidak adanya eskalator turun. Eskalator hanya ada untuk naik saja. Jadi kalau mau turun harus menggunakan tangga manual atau mengantri lift yang jumlahnya juga tidak banyak. Kalau bagi anak muda tentu tidaklah bermasalah, tapi untuk orang yang beranjak tua atau memiliki cedera lutut tampaknya hal ini agak menyusahkan.

Overall, pengalaman saya menggunakan MRT Jakarta sangat menyenangkan. Rasanya bangga Indonesia pada akhirnya juga memiliki MRT sebagai salah satu pilihan moda transportasi umum. Jadi untuk kalian yang belum punya rejeki merasakan naik MRT di luar negeri, silakan coba dulu di Jakarta ya. Sama saja kok experience-nya. Semoga para pengguna MRT Jakarta nantinya bisa bersama-sama menjaga fasilitas publik ini dengan baik. Paling tidak bisa dimulai dengan tidak membuang sampah sembarangan dalam kereta dan stasiun, tidak makan dan minum dalam kereta dan juga tidak moncoret-coret sembarangan di dalam kereta dan stasiun.

For further information please visit:

Website: https://www.jakartamrt.co.id/
Instagram: mrtjkt
Mobile apps: MRT Jakarta

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s