Road IVF # 3 : Endometrial Scratching

12 April 2019

Hari ini adalah hari ke-22 mens. Bagi pendatang baru di dunia TTC (Trying To Conceive) pasti masih bingung dengan istilah ini. Beberapa mungkin berpikir saya masih mens (berdarah) di hari ke-22. Sama sekali bukan begitu ya maksudnya. Dalam setiap program hamil, kita pasti akan selalu ditanya HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) sebagai permulaan siklus. Dalam siklus normal, periode saya mens (berdarah) biasanya hanya 5 hari saja. Setelah itu bersih. Tapi perhitungan hari setelah mens-nya tetap berjalan dari HPHT tersebut.

Saya dijadwalkan untuk Endometrial Scratching pada pagi ini sekalian proof ET dengan dokter Malvin di Family Fertility Center (FFC) – RSIA Family Pluit. Seumur hidup saya menjalani program hamil dan IVF (bayi tabung), baru kali ini saya harus menghadapi tahap tersebut. Kalau sebelumnya di IVF ke-2 saya harus kuret dulu karena ada temuan polip, maka sekarang ini karena rahim saya dianggap sudah bersih maka hanya perlu dilakukan scratching.

Endometrial Scratching adalah suatu tindakan medis melukai dinding rahim (dengan sengaja) yang bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan implantasi embrio. Metode ini disarankan untuk dilakukan pada wanita dengan kegagalan berulang IVF. Luka buatan di dinding rahim berukuran kecil saja sehingga tidak sampai berdarah banyak. Prosedurnya mirip dengan tindakan biopsi, hanya menggunakan kateter khusus. Tidak ada pembiusan sebelumnya. Saya hanya diberi obat anti nyeri via dubur bernama Ketros sesaat sebelum scratching. USG yang digunakan adalah USG abdominal / perut sehingga sebelum tindakan dimulai kita harus banyak minum supaya kantung kemih penuh dan memudahkan prosedurnya. Pada umumnya endometrial scratching dilakukan di hari ke-21 mens.

Untuk gambar dan detail prosedur endometrial scratching bisa langsung dilihat pada link ini:
https://www.news-medical.net/health/Endometrial-Scratching-and-IVF.aspx

Bagi orang yang memiliki bentuk leher rahim tidak normal seperti saya karena ada perlengketan (saya sendiri juga tidak tahu sebabnya kenapa), tindakan endometrial scratching sekalian jadi simulasi untuk mencari jalan rahimnya. Biasa disebut juga sebagai proof ET (Embryo Transfer). Kisah penuh drama saya sewaktu ET di IVF ke-2 bisa dibaca di tulisan-tulisan sebelumnya. Diharapkan dengan proof ET ini, dokter jadi punya gambaran jalan rahim pasien sehingga saat tindakan ET nanti bisa diminimalkan resiko sakitnya. Setelah proof ET, jalan rahim saya beneran digambar oleh dokter Malvin di buku rekam medis pasien lengkap dengan deskripsi arah-arahnya. Hahaha.

Tindakan endometrial scratching dan proof ET ini berlangsung sekitar 15 menit saja.  Sakitnya masih bisa tertahankan. Bagian paling sakit adalah saat kateter diputar-putar untuk melukai dinding rahim. Rasanya mules sekali seperti mau mens. Untungnya durasinya cuma beberapa detik saja. Hahaha. Setelah itu saya bisa langsung pulang dan diresepkan obat antibiotik Interdoxin 100 mg dengan dosis 2 x 1 hari selama 5 hari. Harga tindakan ini di FFC – RSIA Family Pluit adalah 1,5 Juta Rupiah.

Setelah ini saya tinggal menunggu datangnya mens saja untuk langsung memulai IVF ke-3. Disuruh datang di hari ke-2 atau ke-3 mens untuk kontrol ke dokter. Cerita tentang IVF ke-3 akan saya tulis di next post ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s