Final Project / Thesis Story

Hai semua..!

Di hari terakhir tahun 2018 ini ada kabar gembira dari perkuliahan pak suami di program studi BLEMBA (Business Leadership Executive MBA) SBM ITB kampus Jakarta, yaitu laporan Final Project / Thesis pak suami telah disetujui dan bisa maju sidang di awal Januari 2019. Akhirnya, one step closer to graduation day! Sebagai orang yang menemani dia dari awal memulai perkuliahan sampai mendekati hari kelulusan, saya menyaksikan semua perjuangan dia untuk bisa mencapai ke titik ini. Kuliah reguler saja rasanya sudah berat, apalagi kuliah sambil kerja seperti yang dijalani pak suami. Satu lagi yang bikin saya tambah kagum sama dia adalah nilai kuliahnya selalu baik dan tidak ada mata kuliah yang harus diulang.

Kalau kalian cukup “ngeh”, saya menyertakan kata final project sekaligus thesis pada judul tulisan ini. Padahal final project tidaklah sama dengan thesis. Seharusnya untuk bisa lulus program studi S2, seorang mahasiswa harus membuat laporan thesis. Akan tetapi, untuk program studi BLEMBA SBM ITB yang dijalani pak suami ini, jenis laporan yang diserahkan ke jurusan hanya berupa final project. Perbedaan antara final project dan thesis adalah dari segi implementation plan-nya. Laporan thesis haruslah mengarah ke bentuk aplikasi dari implementation plan. Sementara, final project cukup sebatas bahasan implementation plan saja. Jadi, untuk ke depannya, saya akan mengganti sebutan thesis dengan final project, sesuai dengan istilah perkuliahan BLEMBA ITB.

Juni – Juli 2018 (Semester Pendek)

Pada semester pendek ini, setiap mahasiswa BLEMBA SBM ITB (angkatan 22) diwajibkan untuk submit judul final project yang akan mereka jalani dan menyertakan 3 alternatif nama dosen pembimbing yang mereka pilih. Pak suami memilih topik “Operation and Performance Management” untuk final project-nya. Perusahaan yang dipilih untuk jadi bahasan di final project adalah perusahaan tempat pak suami bekerja. Sebenarnya mahasiswa dibebaskan untuk memilih perusahaan yang akan mereka bahas di final project, tidak selalu harus di perusahaan tempat mereka bekerja. Tapi, akan lebih gampang perijinan dan koneksinya kalau di perusahaan sendiri. Perlu diingat bahwa tidak semua perusahaan, terutama yang non Tbk, mau publish data penting mereka ke orang luar.

Tips: Selain sesuai dengan minat dan pengalaman kerja, dalam menentukan topik thesis sebaiknya pilih yang pengumpulan dan pengolahan datanya tidak terlalu rumit. Hal ini dikarenakan kita akan mengerjakan thesis ditengah kesibukan kerja rutinitas kantor. Jangan sampai karena kewalahan dengan thesis, kerjaan kantor jadi terbengkalai. Apalagi waktu yang dimiliki untuk pengerjaan thesis sampai final juga tidak lama. Tidak perlu menjadi orang yang terlalu idealis kecuali siap dengan konsekuensi pengerjaan thesis yang lebih dari 1 semester.

Agustus 2018 (Semester 3)

Judul final project yang diajukan pak suami disetujui, hanya saja dosen pembimbingnya bukan dari 3 nama yang diajukannya. Tapi, so far tidak ada penilaian negatif tentang dosen tersebut. Dosen pembimbingnya bukan tipe dosen killer yang menyusahkan mahasiswanya. Hehehe.

September – Desember 2018 (Semester 3)

Pak suami mulai bimbingan final project pertama kali di bulan September 2018. Dikarenakan jadwal kerja dosen pembimbing yang padat, keseringannya waktu dan tempat bimbingan adalah di hari kerja dan di kantor tempat dosen pembimbingnya bekerja. Pernah juga sampai mengejar bimbingan ke Bandung demi bertemu dosen pembimbing dan minta approval final project sebelum submit ke kampus. Total bimbingan di periode ini adalah sebanyak 5 kali.

Semakin dekat dengan deadline final project, pak suami semakin sering begadang. Hahaha. Namanya juga lagi kejar tayang. Terkadang saya kasihan juga karena pak suami jadi susah fokus karena bentrok dengan kerjaan di kantor. Tak jarang weekend yang biasanya adalah hari kebersamaan keluarga hanya dilalui di dalam rumah karena pak suami sibuk menulis final project-nya. Untung saja semua dilancarkan sampai mendapatkan approval dari dosen pembimbingnya. Setelah itu, pak suami mengirimkan file final project-nya ke bagian perpustakaan kampus untuk dicek plagiarism-nya. Plagiarism yang diperkenankan adalah dibawah 30% saja. Final project pak suami langsung lulus uji plagiarism di percobaan pertama.

Banyak drama yang terjadi menjelang deadline final project. Salah satunya adalah printer pak suami di rumah rusak dan tidak bisa print warna. Akhirnya dia numpang nge-print di rumah adiknya yang lokasinya tidak jauh dari rumah. Selain itu, dia sibuk mencari tempat bikin pasfoto dan jilid laporan yang bisa cepat selesainya.

Berikut adalah persyaratan dokumen yang harus di-submit ke kampus (student service) sebagai persyaratan final project:

  1. Business Final Project Seminar Form
  2. Laporan final project, original dan fotocopy-nya dengan dijilid spiral.
  3. Student ID Card
  4. Soft copy pasfoto warna (formal suit: kemeja berkerah, jas dan dasi untuk pria)
  5. Hard copy pasfoto hitam putih (formal suit: kemeja berkerah, jas dan dasi untuk pria)
  6. Financial Clearance (Bukti pembayaran perkuliahan)
  7. Fotokopi akte lahir dan ijazah S1
  8. Kartu Studi Mahasiswa (KSM)

13 Desember 2018 (Sehari sebelum deadline final project)

Saya ikut menemani pak suami mencari tempat yang menjual stationery, fotokopi dan jilid yang buka jam 8 pagi. Pilihan jatuh ke toko Multiplus Gading Serpong. Toko Multiplus bahkan sudah buka dari pk. 6.30 pagi. Saat sampai disana kebetulan kondisi toko masih sepi jadi pak suami bisa dilayani cepat. Selain itu stationery yang dibutuhkan untuk penjilidan laporan final project, seperti kertas mika, asturo dan A4 warna, juga lengkap disini.

PhotoGrid_1545618172306.jpg
Jam operasional toko Multiplus Gading Serpong
PhotoGrid_1545618294220.jpg
Harga fotokopi dan jilid spiral di toko Multiplus Gading Serpong. Ada nomor teleponnya juga.
PhotoGrid_1545618244338.jpg
Muka sumringah setelah laporan final project-nya rapi

Selesai dari Multiplus, pak suami langsung ke kampus untuk menyerahkan laporan final project yang sudah rapi. Setelah diperiksa bagian student service, ternyata hard copy pasfoto pak suami ada yang kurang jumlahnya. Untung saja dia bisa nitip print ke temannya yang memang lagi mau bikin pasfoto saat itu.

Setelah selesai urusan submit final project, pak suami tinggal menunggu jadwal sidang saja. Katanya akan dikabari via e-mail seminggu sebelum jadwal sidangnya. Beberapa hari yang lalu dapat kabar bahwa pak suami dapat jadwal sidang tanggal 3 Januari 2019. Wow! Mohon doa yang terbaik buat kelancaran sidangnya pak suami yaa!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s