Kuliah Terakhir BLEMBA 22 SBM ITB

Halo!!

Bagi kalian para follower lama blog ini pasti tahu bahwa sejak tahun lalu, tepatnya bulan Agustus 2017, pak suami melanjutkan kuliah kembali di program studi BLEMBA (Business Leadership Executive MBA) dari SBM ITB (School Of Business and Management Institut Teknologi Bandung) kampus Jakarta. Perjuangan pak suami melanjutkan kuliah S2 tidaklah mudah. Selain berkutat dengan urusan perkuliahan seperti tugas dan ujian, dia juga harus menyelesaikan berbagai urusan di kantor dan beberapa project lainnya. Begitulah konsekuensi yang harus diambil saat kita memutuskan untuk kuliah sambil kerja. Butuh effort lebih dibandingkan sekedar kuliah reguler.

Tidak terasa 1 tahun telah berlalu dan tibalah saatnya perkuliahan terakhir. Untuk perkuliahan terakhir, SBM ITB kampus Jakarta punya sebuah tradisi, yaitu menyelenggarakan perkuliahan di SBM ITB kampus Bandung. Hal ini bertujuan supaya mahasiswa SBM ITB kampus Jakarta punya kesempatan merasakan perkuliahan di kampus Bandung yang merupakan pionir asal mula SBM ITB berasal. SBM ITB kampus Jakarta menyediakan fasilitas angkutan bus untuk ke Bandung. Akan tetapi, sebagian mahasiswa memilih untuk menggunakan mobil pribadi dan kereta api. Pak suami adalah salah satu orang yang lebih memilih menggunakan kereta api dibandingkan bus. Pertimbangannya karena jalur tol Jakarta-Bandung kerap kali macet.

Dalam perjalanan ke Bandung ini pak suami mengajak saya ikut serta untuk menemaninya. Hitung-hitung sebagai acara weekend gateway berdua. Tiket kereta api dan juga hotel di Bandung dipesan dari jauh-jauh hari karena takut kehabisan. Pak suami memilih hotel M Premiere Dago yang lokasinya tidak jauh dari kampus ITB. Oya, dalam memilih hotel yang berlokasi di Dago (Jalan Ir. H Juanda) Bandung harus mempertimbangkan jalur car free day yang diadakan setiap hari Minggu. Jangan sampai jadi ribet dan bingung sendiri karena susah mencari transportasi.

Jumat, 5 Oktober 2018

Hari ini pak suami masih berkuliah di SBM ITB kampus Jakarta. Perkuliahan hari ini selesai lebih cepat dari biasanya. Kelas sudah dibubarkan dari pk. 16.00 WIB karena bus ke Bandung akan diberangkatkan mulai pk. 16.30 WIB untuk menghindari macet panjang di tol Jakarta-Bandung.

Saya berangkat dari rumah di Tangerang menuju stasiun Gambir sambil membawa perlengkapan dan baju-baju pak suami. Dari kampus pak suami juga langsung berangkat ke stasiun Gambir. Kereta ke Bandung berangkat tepat waktu yaitu pk. 19.30 WIB. Sesampainya di hotel Bandung, waktu sudah menunjukkan pk. 23.30 WIB.

Sabtu, 6 Oktober 2018

Kuliah pagi dimulai pk. 08.00 WIB. Pak suami berangkat ke kampus setelah sarapan di hotel. Perjalanan dari hotel ke kampus ditempuh dalam waktu 5 menit saja dengan menggunakan ojek online! Sungguh bahagia tinggal di Bandung yang kemana-mana terasa dekat dan tidak semacet Jakarta. Hahaha.

Saat pak suami kuliah seharian, saya juga punya acara sendiri bersama adik perempuan saya yang kebetulan juga ada di Bandung dalam rangka mencari kost baru. Adik saya akan pindah kerja dari Jakarta ke Bandung pada akhir Oktober 2018. Saya membantu adik saya untuk survey ke beberapa lokasi kost.

Pak suami selesai kuliah pk. 17.00 WIB dan kembali ke hotel. Malam ini ada acara perpisahan dengan teman-teman kuliah BLEMBA 22 yang diadakan di hotel Grand Tjokro Cihampelas Bandung. Tentu saja acara ini terbatas hanya untuk mahasiswa BLEMBA 22 saja dan tidak boleh membawa keluarga. Jadi malam ini saya hanya stay di hotel sambil menunggu pak suami pulang.

Minggu, 7 Oktober 2018

Sama seperti kemarin, kuliah hari ini dimulai pk. 08.00 WIB juga. Ujian diberikan dalam bentuk take home test sehingga kelas sudah dibubarkan saat tengah hari. Rombongan mahasiswa yang ikut bus akan pulang sore ini ke Jakarta. Beberapa orang yang lain, termasuk pak suami, memilih untuk stay di Bandung dan baru akan pulang ke Jakarta hari Senin pagi.

Dikarenakan pak suami ada free time hari ini, saya menjadwalkan 2 acara untuk kami yaitu spa dan dinner. Kalau biasanya untuk spa di Bandung kami memilih Zen Reflexology, maka kali ini saya memilih tempat lain yaitu Ola Spa Bandung. Dari berbagai review di forum online, Ola Spa Bandung banyak mendapatkan review positif. Jadi tidak ada salahnya untuk dicoba.

Ola Spa Bandung

Kata “Ola” berasal dari bahasa Spanyol yang artinya “Halo”. Ola Spa Bandung berlokasi di Jalan Bahureksa. Tempat parkir disini space-nya agak sempit jadi mungkin lebih baik memakai jasa mobil online saja untuk kesini. Interior area lobby chic dan modern. Pencahayaan lampu juga cukup terang. Tidak ada bau balsam / mint seperti halnya di Zen Reflexology.

IMG-20181122-WA0002.jpg

Sebelum datang kesini, saya melakukan reservasi terlebih dahulu via Whatsapp. Saya memesan paket Traveler’s Quick Charge seharga Rp. 228.000 per orang. Saya juga minta ditempatkan di couple room bersama suami.

Paket Traveller’s Quick Charge ini berdurasi selama 110 menit. Paket sudah termasuk massage, reflexy kaki dan juga face acupressure. Therapist pun profesional dengan tidak mengobrol selama sesi berlangsung. Pijatan enak dan minyak yang digunakan pun beraroma harum. Selesai pijat, kami diantar oleh therapist ke shower room untuk membersihkan diri. Setelah itu, kami disuguhi minuman hangat. Overall, saya cukup puas dengan layanan Ola Spa Bandung.

Selesai spa, waktu sudah menunjukkan pk. 17.30 WIB sehingga kami langsung menuju je restaurant saja. Restaurant yang saya pilih kali ini adalah Sleeping Forest yang merupakan rekomendasi adik saya.

Contact:

Website: https://www.olaspabandung.com/
Address: Jl. Bahureksa no. 23, Bandung
Telp: 022-4234253
WhatsApp: 081223435001
Sleeping Forest

Lokasi restaurant ini tepat di pinggir jalan Riau (R.E Martadinata) Bandung. Dari pintu luar, tempat ini sama sekali tidak terlihat seperti restaurant. Malah menurut saya mirip kost atau hotel dengan bangunan kuno Belanda. Akan tetapi, ketika masuk ke dalam restaurant, suasananya bagus sekali. Konsep restaurant ini adalah fairy tale. Dekorasi dan tata lampunya super keren dan niat. Disarankan untuk datang kesini diatas jam 5 sore ketika lampu-lampu restaurant-nya sudah dinyalakan.

PhotoGrid_1542865590075.jpg

PhotoGrid_1542865722342.jpg

IMG-20181122-WA0005.jpg

Menu yang disediakan disini pun dibuat dengan nama yang aneh-aneh khas fairy tale. Ada menu masakan western dan juga Indonesia. Rasa makanannya pas di lidah saya dan suami. Penataan makanan juga Instagenic. Pokoknya restaurant ini sangat Instagram-able sekali.

PhotoGrid_1542865511737.jpg

PhotoGrid_1542865558139.jpg

PhotoGrid_1542865654557.jpg

Selesai makan di Sleeping Forest, kami kembali ke hotel untuk istirahat karena besok akan berangkat ke Jakarta pagi-pagi.

Contact:

Website: https://www.instagram.com/sleepingforest_bdg/?hl=en
Address: Jl. R.E. Martadinata No.193, Bandung.
Telp: 022-20526677

Senin, 8 Oktober 2018

Saya dan suami kembali ke Jakarta dengan menggunakan kereta api pk. 06.30 WIB. Setibanya di stasiun Gambir, pak suami langsung masuk kantor dan saya pulang ke rumah di Tangerang.

Walaupun perkuliahan sudah berakhir, masih ada tugas besar yang menanti pak suami, yaitu thesis! Batas waktu penyerahan laporan thesis adalah tanggal 14 Desember 2018 supaya bisa lanjut ke sidang di bulan Desember 2018. Semoga saja thesis pak suami bisa lancar dan keburu mengejar wisuda bulan April 2019. Amin!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s