Hong Kong – Macau Trip With Parents (Day 4)

Sabtu, 20 Oktober 2018
Shenzhen

Agenda hari ini adalah mengunjungi Shenzhen. Saya menyusun itinerary 1 day trip Shenzhen dengan mengunjungi Windows Of The World dan Splendid China Folk Village. Sebenarnya saya sudah pernah berkunjung ke Shenzhen tahun 2015 bersama pak suami dengan menggunakan Visa On Arrival (VOA). Dikarenakan kedua tempat tersebut cukup berkesan buat saya maka kali ini saya ingin membawa keluarga saya kesana.

Tidak ada persiapan apa-apa untuk mengunjungi Shenzhen. Saya tidak melakukan reservasi tiket masuk ke Windows Of The World dan Splendid China Folk Village karena hal ini bisa dilakukan secara go show. Saya juga tidak memesan hotel karena niat saya adalah hanyalah 1 day trip. Pergi pagi dan pulang malam ke Hong Kong. Saya agak malas untuh berpindah-pindah tempat tinggal karena malas menenteng koper. Satu-satunya hal yang saya siapkan untuk mengunjungi Shenzhen adalah menukarkan uang Chinese Yuan (RMB) sebagai mata uang yang berlaku di Shenzhen.

Kami berangkat pk. 09:00 pagi dari apartemen. Dari Yau Ma Tei Station kami naik MTR menuju Lo Wu Station yang merupakan stasiun perbatasan antara Hong Kong dan Shenzhen. Perjalanan dengan kereta ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam. Di Lo Wu Station inilah kami akan mengurus VOA Shenzhen.

Di Lo Wu Station kami mengikuti petunjuk arah menuju kantor pelayanan imigrasi Shenzhen untuk membuat VOA. Lokasi kantornya ada di lantai atas. Di depan kantor sudah ada petunjuk dan langkah-langkah yang harus kita lakukan sebelum menuju counter imigrasi. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Isi application form yang telah disediakan di meja.
  2. Cetak pasfoto di bilik foto yang telah disediakan. Biayanya free. Kita cukup memasukkan nomor passport kita, duduk tegap dengan pandangan menghadap kamera, pastikan kacamata dilepas dan rambut disingkapkan ke balik telinga, kemudian tekan tombol “start”. Pilih foto yang disukai kemudian tekan tombol “print”.
  3. Ambil nomor antrian di mesin depan pintu kantor imigrasi.
  4. Tunggu nomor antrian dipanggil kemudian maju ke counter yang disebutkan.
  5. Serahkan dokumen yang dibutuhkan kepada petugas.
  6. Setelah petugas imigrasi menerima dokumen kita dan menyetujui aplikasi VOA kita, proses akan dilanjutkan ke bagian kasir untuk pembayaran biaya VOA (cash only). Harganya adalah RMB 168 per orang. Besaran harga bisa jadi berbeda-beda tergantung negara asal pemegang passport-nya.
  7. Tunggu nama kita dipanggil petugas kembali untuk serah terima VOA dan passport kita.

Mudah kan? Apabila prosesnya lancar, VOA akan kita terima 30-60 menit dari waktu kita menyerahkan dokumen aplikasi VOA. Saat saya mengantri di kantor imigrasi ini, saya melihat beberapa turis asing juga sedang mengurus VOA.

Tibalah giliran saya dipanggil. Diantara anggota keluarga lain, nomor saya yang duluan dipanggil. Begitu menghadap counter, saya serahkan dokumen aplikasi dan passport saya untuk dicek. Kemudian percakapan yang terjadi adalah:

Petugas Imigrasi: “Go back to Hong Kong! No visa here!”
Saya: (Masih shock dan tidak percaya sehingga saya bertanya lagi ke petugas). “But Visa On Arrival?”
Petugas Imigrasi: “You can’t apply visa here. Go back to Hong Kong!”
Saya: (diam karena shock dan langsung balik arah)

VOA Shenzhen saya DITOLAK mentah-mentah! Sumpah, saat itu saya merasa dipermalukan sekali di depan turis yang lain. Petugas imigrasi yang kebetulan wanita itu cara berbicaranya kasar. Keluarga saya yang lain jadi mengurungkan niat untuk maju ke counter begitu tahu VOA saya ditolak. Saya yang pernah masuk Shenzhen tahun 2015 dengan VOA saja bisa ditolak sekarang. Apalagi mereka yang baru pertama kali mau berkunjung. Rasanya tidak seru kalau dalam 1 group harus terpecah-pecah karena ada yang VOA yang disetujui dan ada yang ditolak. Pada akhirnya kami sepakat untuk kembali ke Hong Kong sebagai 1 group utuh.

Setelah kejadian VOA ditolak, saya mulai mencari-cari info kenapa hal ini terjadi. Rupanya di tahun 2018 ini ada perubahan regulasi VOA untuk pemegang passport Indonesia. Dikutip dari website Travel China Guide: “Pemegang paspor Indonesia dan Filipina bisa mendapatkan VOA Shenzhen hanya jika mereka telah diberikan visa Cina sebelumnya”. Info lebih lengkap bisa cek link yang saya kasih di akhir tulisan ini.

Pada saat itu saya tidak membawa passport lama saya yang sudah memiliki VOA Shenzhen tahun 2015. Jadi untuk mengunjungi Shenzhen disarankan membuat visa turis dari kedutaan Cina di Indonesia saja. Memang dari segi harga jauh lebih mahal (karena visa ini berlaku diseluruh daerah di negara Cina tanpa terkecuali) dan harus melewati prosedur berbelit-belit di kedutaan. Tapi, jadinya akan lebih aman dan pasti. Jangan pernah mengandalkan VOA lagi karena kemungkinan besar akan ditolak. Kejadian ini mengajarkan saya untuk lebih update dengan regulasi visa saat akan berkunjung ke negara orang.

Proses kembali ke Hong Kong pasca penolakan VOA pun berbelit-belit. Saya harus melewati beberapa kali pemeriksaan passport dari petugas sebelum akhirnya bisa sampai di Lo Wu Station. Waktu saat itu sudah menunjukkan pk. 12:00 siang saat kami naik kereta dari Lo Wu Station ke Yau Ma Tei Station. Itinerary hari ini tiba-tiba harus berubah total karena masalah VOA. Untunglah saya juga tidak melakukan reservasi apa-apa di Shenzhen.

Ladies Market

Sesampainya di apartemen, kami makan siang dulu karena sudah kelaparan. Kebetulan kami sudah menyiapkan bekal makanan sebelumnya untuk dibawa ke Shenzhen. Setelah makan siang, kami berjalan menuju Ladies market dengan menggunakan MTR, kami turun di Mong Kok Station dan mengambil exit D3. Dari tempat keluar Mong Kong Station, tinggal jalan kaki sedikit dan sampailah di ruas jalan Tung Choi Street tempat Ladies Market berada. Ladies Market dikenal sebagai salah satu tempat belanja oleh-oleh /souvenir di Hong Kong. Kebanyakan barang yang dijual adalah barang wanita sehingga disebut sebagai Ladies Market. Harga barang disini bukanlah harga mati dan bisa ditawar. Tapi, harap dipastikan kalau kalian menawar sesuatu, kalian sudah pasti akan membeli barang tersebut. Jangan sampai ketika penjual sudah menurunkan harga tapi kalian malah kabur. Penjual disini rata-rata bad temper. Kasar dan pemarahan untuk customer yang suka tawar-tawar. Saya juga telah menyampaikan hal ini sebelumnya ke Mama saya supaya tidak menyamakan transaksi jual-belinya seperti di Indonesia.

Mama saya membeli beberapa barang. Saya dan adik saya kurang tertarik dengan barang yang dijual disini karena barangnya setipe dengan barang yang dijual di ITC Mangga Dua Jakarta. Barang buatan Cina dan banyak kualitas KW. Tidak lama kemudian hujan mulai turun sehingga kami berjalan kembali ke Mong Kong Station dan naik MTR untuk mengantarkan orang tua saya kembali ke apartemen. Orang tua saya butuh istirahat karena kaki Mama saya sudah mulai bengkak karena jalan jauh berhari-hari.

Owl’s Choux.Gelato.Coffee

Setelah mengantarkan orang tua kembali ke apartemen, saya dan adik saya jalan-jalan berdua mengitari Hong Kong. Tujuan pertama kali adalah Owl’s Choux.Gelato.Coffee yang merupakan cafe yang cukup populer di Hong Kong karena cafe ini listed as one of the Michellin recommendation. Dari Yau Ma Tei Station kami naik MTR ke Tsim Sha Tsui Station dan ambil exit D2 dilanjutkan jalan kaki sebentar sesuai petunjuk arah Google Maps.

Lokasi tempat ini tepat di persimpangan jalan Mody Road. Jangan dibayangkan cafe di Hong Kong sama dengan cafe di Indonesia yang bisa buat nongkrong seharian. Tipe cafe di Hong Kong biasanya tempatnya kecil dan ramai antrian sehingga kita tidak mungkin berlama-lama nongkrong disana. Begitu selesai makan harus memberikan tempat kita bagi pelanggan berikutnya. Hal itulah yang terjadi di Owl’s Choux.Gelato.Coffee. Dari pandangan mata saya hanya ada 3 meja kecil beserta beberapa bangku. Mungkin ruang tersebut hanya muat untuk 10 orang saja. Sisa space dipakai untuk dapur tempat mereka memanggang dan menyiapkan homemade choux.

1541743160087.jpg
Pesanan kami di Owl’s

Seperti halnya nama mereka, tempat ini menyajikan beberapa menu choux, gelato dan kopi. Tidak banyak pilihan menu disini. Saat itu saya dan adik saya harus menunggu beberapa saat sebelum dapat tempat duduk di dalam cafe. Kami memesan Red Velvet Choux seharga HKD 58 dan Hazelnut & Crunchy Praline Gelato seharga HKD 38 untuk 1 scoop. Harganya memang agak mahal tapi kalau soal rasa, menurut saya enak, tidak terlalu manis dan eneg. Selesai makan kami kembali melanjutkan perjalanan.

Tsim Sha Tsui Area

Sebagai salah satu area perbelanjaan elite dan tempat main anak gaul Hong Kong, Tsim Sha Tsui area hampir selalu padat pengunjung. Terutama weekend. Saya dan adik saya mengunjungi beberapa toko di area ini.

Toko pertama yang dikunjungi adalah Sasa. Sasa adalah gerai yang menjual beraneka macam produk health & beauty yang punya banyak jaringan di Hong Kong. Kurang lebih seperti Sephora hanya saya di Sasa juga menjual beraneka produk drugstore. Adik saya membeli beberapa brand kosmetik disini yang tidak dijual di Indonesia.

Masih di area yang sama dan tidak terlalu jauh, kami berkunjung ke toko ke 2 yaitu Best Mart 360. Jaringan toko ini juga banyak terdapat di Hong Kong. Toko Best Mart 360 menjual berbagai jenis snack / makanan / minuman import. Kebanyakan produk yang dijual berasal dari Korea, Jepang dan Eropa. Harganya cukup murah dibandingkan harga supermarket. Cocok untuk belanja oleh-oleh.

Harbour City

Sehubungan dengan waktu makan malam sudah dekat. Kami melanjutkan jalan kaki menuju Harbour City sebagai satu-satunya mall terdekat. Sebelum makan malam, kami pergi ke Ocean Terminal Deck untuk mengabadikan moment menjelang sunset dengan pemandangan Victoria Harbour. Akan tetapi karena tempat tersebut ramai sekali dengan pengunjung, kami memilih turun ke satu lantai di bawahnya yang juga memiliki balkon untuk menikmati sunset.

1541743170983.jpg
Pemandangan sunset di Harbour City

Setelah puas foto-foto kami berjalan ke restaurant KFC untuk makan malam berdua. Orang tua saya memilih makan sendiri di area dekat apartemen. KFC terletak di Ocean Terminal lantai G. Saya dan adik saya memesan menu paket M1 (Original Recipe Combo / Nasi + 2 Ayam+ Minum) dan M2 (Hot & Spicy Combo / Nasi + 2 Ayam+ Minum) dengan total harga HKD 86. Harga makanan di KFC termasuk kategori murah meriah untuk di Hong Kong. Rasanya pun lebih oke dibandingkan restaurant di food court yang cenderung tawar. Uniknya di restaurant KFC ini tidak ada tempat cuci tangan sehingga untuk memakan ayam kita harus menggunakan sarung tangan plastik. Selesai makan sarung tangannya ikut dibuang.

Selesai makan, saya dan adik saya kembali berkunjung ke supermarket City Super untuk membeli beberapa barang yang sekiranya bisa jadi oleh-oleh yang unik. Saya membeli buah anggur Red Globe Seedless kemarin untuk dibawa pulang ke Indonesia. 1 pak sekitar 500 gram dengan harga HKD 62. Saya juga membeli Yakult botol hijau Low Sugar Hi-Fiber untuk dikonsumsi malam ini bersama keluarga di apartemen. Adik saya membeli beberapa snack import dan mie instant ramen Jepang dengan kemasan lucu.

Kami tidak berlama-lama disini karena sudah mendapatkan semua yang kami butuhkan. Rute perjalanan kembali ke apartemen sama seperti saat pergi tadi, yaitu naik MTR dari Tsim Sha Tsui Station dan turun di Yau Ma Tei Station.

Expenses:

  • Dessert at Owl’s = HKD 96 = IDR 188.640
  • Shopping at Best mart 360 = HKD 84 = IDR 165.060
  • Dinner at KFC = HKD 86 = IDR 168.990
  • Shopping at City Super: HKD 148 = IDR 290.820

Total Expenses = HKD 414 = IDR 813.510

For further information please check this links:

VOA Shenzhen:
https://www.travelchinaguide.com/cityguides/guangdong/shenzhen/visa-on-arrival.htm
https://5-day-shenzhen-visa.com/en/blog/
https://travelawan.com/blog-travel/wisata-ke-shenzhen-melalui-hong-kong-menggunakan-visa-arrival.html
Ladies Market:
http://www.ladies-market.hk/
Owl’s Gelato:
https://www.facebook.com/owlschoux/
Sasa:
http://hongkong.sasa.com/SasaWeb/eng/sasa/home.jsp
Best Mart 360:
https://www.bestmart360.com/en/shops/
Harbour City:
http://www.harbourcity.com.hk/en/
KFC:
https://www.kfchk.com/en/home/index.html
City Super:
http://www.harbourcity.com.hk/en/shop/city-super/

To Be Continued…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s