Hong Kong – Macau Trip With Parents (Day 1)

Hello!!

Bulan Oktober 2018 sepertinya saya memang banyak vakum dari menulis blog dikarenakan banyaknya acara keluarga. Salah satunya adalah acara jalan-jalan ke Hong Kong dan Macau selama 5 hari bersama orang tua dan adik perempuan saya. Formasi yang sama dengan Singapore trip sebelumnya. Silakan cek post saya tahun lalu “Singapore Trip With Parents”.

Sebetulnya pada perjalanan kali ini saya merencanakan juga untuk mengunjungi Shenzhen. Akan tetapi, karena suatu peristiwa maka perjalanan ke Shenzhen harus dibatalkan. Untuk kisah Shenzhen ini akan saya tuliskan di artikel terpisah supaya tidak kepanjangan.

Ada suatu kebanggaan tersendiri buat saya di tahun 2018 ini saya bisa kembali mengajak kedua orang tua saya yang sudah tidak muda lagi (tahun ini Papa saya berumur 62 tahun dan Mama saya berumur 57 tahun) untuk melihat dunia luar selain Indonesia. Bukan tidak cinta dengan Indonesia, tapi dengan melakukan perjalanan ke luar negeri, terutama negara yang mengharuskan kita menggunakan bahasa asing, memiliki tantangan sendiri. Selain itu kita juga bisa melihat dan merasakan langsung kebudayaan dan suasana kehidupan sehari-hari negara tersebut. Thanks to pak suami dan adik-adik saya yang juga menjadi sponsor perjalanan kali ini. Semoga pintu rejeki kalian selalu terbuka dan mengalir seperti air. Amin!

Sebenarnya kalau tidak mau repot, saya tinggal mendaftarkan kedua orang tua saya untuk mengikuti paket tour saja. Akan tetapi, saya kasihan kalau mereka harus dikejar jadwal tour yang padat dan jadi tidak bisa menikmati sepenuhnya. Belum pula kaki mama saya yang merupakan seorang penderita diabetes sudah tidak terlalu kuat untuk dipaksa jalan lama. Oleh karena itu saya mengajak adik perempuan saya untuk berangkat bersama ke Hong Kong dan membantu menjaga orang tua selama perjalanan.

Tiket pesawat Jakarta – Hong Kong PP sudah saya beli dari jauh-jauh hari sehingga dapat harga lumayan murah, Rp. 4.054.600 per orang, dengan menggunakan maskapai China Airlines. Saya sengaja tidak memilih Low Cost Carrier (LCC) karena mempertimbangkan kenyamanan orang tua selama penerbangan jauh. Lama penerbangan Jakarta – Hong Kong adalah sekitar 5 jam. Biasanya leg room pada pesawat LCC agak mepet dan bagi orang tua, terlalu lama menekuk kaki bisa menyebabkan kaki bengkak. Selain itu, LCC secara default tidak menyediakan makanan dan minuman. Kita harus melakukan order tambahan untuk membeli makanan dan minuman saat proses pembelian tiket.

Saya sendiri sebetulnya sudah pernah mengunjungi Hong Kong – Macau – Shenzhen tahun 2015 (bisa dibaca di post saya sebelumnya) bersama pak suami jadi saya sudah sedikit percaya diri untuk menjadi tour guide keluarga selama di Hong Kong dan Macau. Untuk tempat tinggal keluarga selama di Hong Kong saya memilih apartemen yang bisa memuat 4 orang dan memiliki dapur supaya bisa memasak. Saya menemukan apartemen yang sesuai di AirBnB dengan harga HKD 3.601,6 atau sekitar 7 juta Rupiah untuk 4 malam. Lokasinya hanya sekitar 3 menit jalan kaki dari stasiun MTR Yau Ma Tei Exit C. Banyak tempat makan juga yang baru buka saat malam hari. Ukuran kamar agak kecil khas properti di Hong Kong. Kekurangan dari apartemen ini adalah tidak ada lift sehingga kami harus naik tangga manual ke lantai 2 dengan menenteng koper. Karena itulah kami sudah menyesuaikan bawaan kami supaya tidak terlalu banyak dan berat.

Untuk travel / mobile wifi, saya sudah melakukan reservasi via website wi2fly H-5 dari tanggal keberangkatan. Untuk paket wifi Hong Kong + Macau selama 5 hari dikenakan biaya Rp. 430.000 dengan deposit yang akan dikembalikan nantinya Rp. 500.000. Karena tidak mau repot, saya memilih opsi kurir untuk mengantar dan menjemput modem wifi di rumah saya di Tangerang. Harga kurir untuk area Tangerang adalah Rp. 40.000 per perjalanan jadi untuk proses pengantaran dan penjemputan modem saya dikenakan biaya antar kurir Rp. 80.000.

Sehari sebelum keberangkatan saya titip pak suami untuk menukarkan uang Rupiah ke Hong Kong Dollar (HKD) dan Yuan (RMB) karena pada awalnya ada rencana berkunjung ke Shenzhen juga. Nilai tukar yang berlaku saat itu adalah 1 HKD = 1.965 IDR dan 1 RMB = 2.215 IDR.

Rabu, 17 Oktober 2018

Pesawat China Airlines kami berangkat tepat waktu yaitu pk. 06:25 WIB dari Terminal 3 Soekarno Hatta. Ketika landing di Hong Kong International Airport (HKIA) waktu telah menunjukkan pk. 12:30 waktu setempat (ada perbedaan waktu 1 jam antara Jakarta dan Hong Kong). Proses imigrasi berlangsung cepat dan kami segera mengambil koper kami di area pengambilan bagasi pesawat. Begitu keluar dari area pengambilan bagasi dan bea cukai, kami tiba di arrival hall. Kami berencana untuk lunch dulu di bandara sebelum ke apartemen. Rupanya restaurant yang ada di bandara harganya cukup bikin shock. Range harga makanan per porsi adalah HKD 75 – 120. Oleh karena itu, akhirnya kami hanya makan di cafe 7-11 yang lebih terjangkau. Kami memesan paket mie kuah + minuman dengan total harga ber-4 adalah HKD 140.

Selesai makan, kami berjalan keluar dari arrival hall. Tepat di sebelah kiri pintu keluar ada counter penjualan tiket “Express Train to City”. Di counter itu kita bisa membeli Octopus Card dengan harga HKD 150 per kartu dengan perincian HKD 100 untuk saldo dan HKD 50 untuk deposit yang nantinya bisa di-refund setelah dipotong refund fee HKD 9 untuk kartu yang dikembalikan dalam masa waktu 3 bulan setelah tanggal diaktifkan. Octopus Card ini nantinya bisa digunakan untuk pembayaran semua moda transportasi di dalam kota Hong Kong dan bisa dipakai sebagai alat pembayaran di beberapa gerai seperti 7-11.

Kami memilih menggunakan airport bus menuju apartemen karena harganya jauh lebih ekonomis dibandingkan Express Train yang harganya HKD 100 per orang untuk ke Kowloon Station. Dari pintu keluar arrival hall, kami tinggal berjalan kaki mengikuti papan petunjuk arah menuju bus terminus airport. Kami naik bus A21 dengan lama perjalanan sekitar 30 menit dan turun di bus stop ke-9 (Man Ming Lane). Harga tiket bus A21 ini hanya HKD 33 per orang. Jauh lebih ekonomis dibanding Express Train kan? Dari tempat turun bus menuju apartemen harusnya tinggal jalan kaki 3 menit. Akan tetapi karena baru pertama kali beredar di area tersebut, kami pun nyasar. Kami sempat dibantu oleh warga lokal yang dengan ramahnya memberi arahan jalan menuju apartemen.

Setelah drama nyasar, kami pun tiba di apartemen. Kami istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan kembali. Sayangnya cuaca sore ini kurang bersahabat karena hujan gerimis. Tapi hujan sore ini tidak menghalangi kami untuk pergi ke destinasi berikutnya yaitu Victoria Peak.

Kami berangkat dari apartemen sekitar pk. 16:30 dengan menggunakan MTR menuju Central Station. Dari Central Stastion tinggal berjalan kaki sebentar untuk menuju Central Bus Terminus. Pokoknya tinggal mengikuti papan petunjuk jalan saja. Dari Central Bus Terminus kami naik bus no. 15 menuju Victoria Peak dengan biaya HKD 9,8 per orang. Tinggal duduk manis sekitar 40-50 menit sampai pemberhentian bus terakhir, The Peak. Sepanjang perjalanan mendekati The Peak, kita akan melihat pemukiman elite di Hong Kong.

Sebenarnya ada cara lain untuk menuju Victoria Peak, yaitu dengan menggunakan tram. Akan tetapi, harganya lebih mahal dan biasanya antri karena banyak peminatnya. Pertimbangan lain kenapa saya tidak memilih tram adalah kami pergi saat sore hari dan dalam kondisi hujan. Sudah pasti pemandangan yang dilewati tram akan berkabut dan tidak banyak yang bisa dilihat saat itu. Saya merasa rugi saja harus bayar mahal kalau tidak bisa melihat pemandangannya. Hehehe.

Dari pemberhentian bus terakhir, The Peak, tinggal berjalan kaki ke arah tanjakan menuju The Peak Tower yang bersebelahan dengan The Peak Tram Upper Terminus. Dan benar saja, sesaat hendak memasuki The Peak Tower, saya melihat antrian pengunjung yang sangat panjang di The Peak Tram Upper Terminus untuk turun ke bawah (The Peak Tram Lower Terminus).

Saat kami tiba di The Peak Tower, langit sudah gelap dan ditambah hujan sehingga pemandangannya jadi berkabut. Alhasil, semua foto yang diambil tidak ada yang bagus pemandangannya. Suhu udara malam hari di The Peak sejuk dan berangin. Tips, pastikan kalian berkunjung saat cuaca cerah saja dan bawa jaket untuk menghalau angin dingin.

Karena kecewa dengan pemandangan, akhirnya kami pergi ke restaurant untuk makan malam. Nama restaurant yang kami kunjungi saat itu adalah Hong Kong Day. Harga makanan disini mahal dan rasanya hambar khas masakan Hong Kong. Orang tua dan adik saya yang baru pertama berkunjung ke Hong Kong agak terpana dengan rasa masakannya. Mereka bilang masakan Hong Kong lebih tawar dari masakan Singapore. Hahaha. Saya saat itu hanya memesan 2 menu main course dan 4 minuman dengan total harga HKD 178. Porsi makanannya cukup banyak untuk sharing ber-4.

Selesai makan malam, Papa saya minta difotokan bersama patung lilin Bruce Lee yang ada di lobby Madame Tussauds yang terletak tidak jauh dari restaurant kami. Tentunya free karena sekedar foto di lobby saja. Tidak lama kemudian kami jalan kembali ke bus terminus tempat kami turun tadi. Kami naik bus no. 15 lagi untuk kembali ke arah Central dengan biaya sama HKD 9,8 per orang.

Drama nyasar kembali terjadi malam ini dan kami melewatkan bus stop di Central Station. Rupanya bus tidak berhenti di tempat yang sama dengan rute berangkat tadi. Begitulah dilema naik bus di tempat asing. Hahaha. Bus no. 15 yang kami tumpangi akhirnya stop di tempat pemberhentiannya yang terakhir, Central Star Ferry Pier, yang juga lumayan dekat dengan MTR Hong Kong Station.

1541602786292.jpg
Pemandangan malam hari Central Pier

Ternyata untuk menuju MTR Yau Ma Tei Station, tempat apartemen kami berada, dari Hong Kong Station kami harus berjalan kaki lumayan jauh sekitar 10-15 menit menuju Central Station. Dari Central Station baru naik MTR sekali dan turun di Yau Ma Tei Station. Di area stasiun MTR kami menyempatkan diri untuk top-up Octopus Card kami masing-masing sebesar HKD 100 di gerai 7-11 untuk persiapan berangkat ke Macau keesokan harinya.

Sampai di Yau Ma Tei Station, drama nyasar kembali terjadi karena kami salah ambil exit MTR, seharusnya exit C tapi karena bertanya ke orang yang salah akhirnya kami mengambil exit B. Dari sini kami sibuk tanya-tanya orang rute jalan menuju apartemen tapi tidak ada yang tahu persis lokasinya. Disinilah bantuan dari Google Maps sangat berperan sehingga kami bisa selamat sampai di apartemen.

Expenses:

  • New Octopus Card = HKD 150 x 3 person (My sister already had the card so she just top up the balance HKD 100) = HKD 550 = IDR 1.080.750
  • Lunch at Cafe 7-11 HKIA = HKD 140 = IDR 275.100
  • Dinner at The Peak Tower = HKD 178 = IDR 349.770
  • Top up Octopus Card = HKD 100 x 4 person = HKD 400 = IDR 786.000

Total Expenses = HKD 1.268 = IDR 2.491.620
For further information please check this links:

Wi2Fly:
https://wi2fly.com/id/wifi
Octopus Card:
https://www.octopus.com.hk/en/consumer/octopus-cards/products/on-loan/standard.html
Transportation to/from Hong Kong Airport:
https://www.hongkongairport.com/en/transport/to-from-airport/
MTR Hong Kong:
http://www.mtr.com.hk/en/customer/jp/index.php
Bus no.15 to/from The Peak:
https://wikiroutes.info/en/hong-kong?routes=39607
The Peak:
https://www.thepeak.com.hk/en

To Be Continued…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s