Parkir Inap Mobil Di Stasiun Gambir

Hello! Akhirnya saya bisa update blog lagi setelah seminggu lebih laptop saya dipinjam pak suami karena laptop kantor dia rusak dan di kantor sedang tidak ada cadangan laptop yang bisa dipinjam. Itulah gunanya memiliki laptop pribadi di rumah jadi sewaktu-waktu dibutuhkan bisa dipakai. Namanya kerjaan kan tidak ada habis-habisnya dan tidak profesional rasanya tidak bekerja dengan alasan tidak ada laptop. Pada akhirnya pak suami beli laptop sendiri buat dia yang jauh lebih canggih spesifikasinya karena dia tidak betah menggunakan laptop saya yang katanya lemot untuk multitasking. Harap dimaklumi karena laptop saya hanya efektif untuk kebutuhan basic, processor pun masih Intel Celeron N2820 dengan 4 GB RAM. Usia laptop ini juga sudah cukup berumur, yaitu 4 tahun. Hahaha.

Lupakan sejenak urusan laptop dan kembali ke topik. Hari Sabtu, tanggal 15 September 2018 kemarin, saya dan suami dapat undangan pernikahan seorang kerabat di Bandung. Dikarenakan kondisi tol Cipularang yang kerap kali macet saat weekend, ditambah dengan adanya pembangunan flyover Cikarang yang mempersempit ruas jalan tol maka jarak tempuh kendaraan Jakarta-Bandung yang biasanya kalau lancar hanya memakan waktu 3 jam bisa menjadi 5 jam. Menghindari hal tersebut, pak suami memutuskan bahwa kami pergi ke Bandung dengan naik kereta Argo Parahyangan saja. Tentunya tiket kereta ini sudah kami beli jauh-jauh hari bahkan dari satu bulan sebelumnya. Maklum saja karena kereta Jakarta-Bandung termasuk rute favorit yang  tiketnya sering sold out saat weekend. Mungkin banyak orang yang sepemikiran dengan kami, malas berkutat dengan kemacetan Tol Cipularang.

Seperti kalian ketahui, saya tinggal di Tangerang dan untuk menuju stasiun Gambir tempat kereta Jakarta-Bandung berada butuh effort lebih. Tidak ada kendaraan umum dari rumah kami yang langsung ke stasiun Gambir. Kalau ada pun harus melalui proses transit 3 kali. Sangat tidak efisien sekali dari segi waktu. Pilihan lainnya adalah menggunakan jasa taksi online atau pakai mobil sendiri dan parkir inap.

Sebelum memilih opsi parkir inap tentunya harus cari info dulu selengkap-lengkapnya. Saya rasa tidak ada orang yang mau ada kejadian apa-apa dengan mobilnya saat parkir inap di suatu tempat. Sayangnya tidak banyak informasi yang saya dapat tentang parkir inap di stasiun Gambir ini. Dari semua artikel yang saya baca, tidak ada yang memberikan kesan negatif. Satu-satunya komplain hanya tentang tarifnya yang mahal karena tidak ada tarif maksimum harian, tarif parkir inap tetap dihitung per jam seperti parkir reguler.

Setelah membandingkan tarif taksi online PP rumah-stasiun Gambir dengan tarif parkir inap di stasiun Gambir, akhirnya saya dan pak suami pun memutuskan untuk mencoba parkir inap di stasiun Gambir yang lebih ekonomis dibanding harus menggunakan jasa taksi online. Tentang masalah tarif parkir inap yang mahal tidak terlalu masalah karena kami hanya menginapkan mobil sekitar 1,5 hari disana. Lain halnya kalau harus parkir inap seminggu ya.. bisa-bisa jadi bangkrut seketika! Hahaha. Pertimbangan lainnya adalah sekembalinya kami ke Jakarta pk. 18:15 WIB, kami harus buru-buru pergi ke toko komputer di Mall Ambassador yang tutup jam 19:30 WIB. Kalau memakai taksi online biasanya ada drama tunggu-menunggu mobil datang ke lokasi dan takutnya bikin telat sampai ke Mall Ambassador. Selain itu, akan ribet sekali menenteng koper ukuran medium saat beredar di Mall Ambassador. So, pilihan memakai mobil sendiri memang the best option!

15 September 2018

Jadwal keberangkatan kereta ke Bandung hari ini adalah 08:45 WIB. Dari sehari sebelumnya kami merencanakan untuk berangkat dari rumah pk. 07:00 WIB supaya ada waktu lebih untuk mencari tempat parkir. Tapi, seperti biasa selalu ada drama menjelang berangkat pagi dan akhirnya jadwal berangkat jadi mundur pk. 07:30 WIB. Dalam perjalanan di mobil menuju stasiun Gambir, kami sudah ketar-ketir takut terlambat dan tidak dapat tempat parkir. Tepat pk. 08:25 WIB mobil kami memasuki wilayah parkir stasiun Gambir. Saat itu kami langsung bertanya tentang lokasi parkir inap supaya langsung diarahkan dan tidak cari-cari lagi. Lokasi parkir inap di stasiun Gambir terletak dibawah kolong jembatan rel kereta api dekat pintu Utara. Dikarenakan ada atapnya maka mobil kita akan terhindar dari hujan dan panas saat parkir. Selain itu ada pos security 24 jam di area parkir inap tersebut. Jadi seharusnya cukup aman selama mobil ditinggalkan dalam keadaan terkunci. Disarankan untuk membawa kunci setir untuk keamanan tambahan.

Drama berikutnya ketika mobil kami sampai di lokasi parkir inap adalah parkir penuh! Petugas di depan area parkir inap malah sudah menolak mobil kami untuk masuk. Menurut dia lokasi parkir inap ini sudah penuh dari hari Jumat malam. Rupanya setelah pulang kerja banyak orang yang langsung berangkat ke luar kota dengan menggunakan kereta. Tapi, kami tidak menyerah disana dan memaksa untuk masuk ke area parkir inap sambil berharap tiba-tiba ada slot parkir yang kosong. Pak suami panik karena jadwal keberangkatan sudah mepet. Saat masuk ke area parkir, memang kondisi parkir sangat penuh sekali dan tidak ada slot kosong. Akan tetapi bintang keberuntungan tiba-tiba datang untuk kami karena ada mobil yang keluar setelah kami menunggu 5 menit. Lokasi slot kosong ini tepat di depan pos security pula! Betapa beruntungnya kami. Setelah selesai parkir, pak suami memberikan uang tips kepada salah seorang petugas security yang membantu parkir sambil berpesan “Titip mobil ya pak!“. Karcis parkir saya simpan baik-baik di tas saya dan setelah itu adegan lari-lari mengejar masuk gerbong kereta pun terjadi. Untung saja kami masih belum terlambat naik kereta.

Moral of the story: Kalau mau parkir inap di stasiun Gambir sebaiknya tidak datang mepet seperti kami. Beri spare waktu 30-60 menit sebelum jadwal keberangkatan kereta. Memang butuh keberuntungan untuk mendapatkan slot parkir disini. Alternatif lainnya kalau tidak dapat slot parkir di area parkir inap adalah parkir di area parkir umum yang tidak ada atapnya. Saya kurang tahu apakah petugas security yang bertugas di area parkir umum akan standby 24 jam juga atau tidak. Jadi sebenarnya opsi ini kurang direkomendasikan.

16 September 2018

Setelah kereta tiba kembali di stasiun Gambir pk 18:15 WIB, kami buru-buru berjalan ke area parkir inap menuju ke mobil kami. Area parkir cukup terang karena ada lampu-nya. Kondisi mobil kami masih sama seperti saat kami meninggalkannya kemarin, hanya sedikit lebih berdebu saja. Tarif parkir inap berlaku sama dengan parkir reguler yaitu 1 jam pertama Rp. 5.000 dan setiap jam berikutnya Rp. 4.000. Oh ya, kalau dari info yang saya baca di gerbang masuk stasiun Gambir, pembayaran parkir di beberapa pintu keluar harus menggunakan uang elektronik tapi ternyata saat kami keluar parkir pembayarannya masih menggunakan uang tunai. Jadi untuk berjaga-jaga siapkan juga uang elektronik kalau mau parkir di stasiun Gambir ya. Total biaya parkir inap di stasiun Gambir yang harus kami bayar saat keluar adalah Rp. 141.000.

Dikarenakan banyaknya adegan buru-buru yang harus terjadi, saya tidak sempat untuk mengambil foto area parkir inap ini. Tapi kalau penasaran, kalian tinggal google saja nanti juga muncul foto-nya.

2 pemikiran pada “Parkir Inap Mobil Di Stasiun Gambir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s