Sakit Tipes

Pada awal Agustus 2018 saya mulai merasakan demam dan meriang yang tidak umum karena panasnya naik turun. Kalau pagi sampai sore hari rasanya agak mendingan tapi kalau setelah maghrib panasnya jadi makin tinggi. Ditambah pula sakit kepala hebat. Padahal saya tipe orang yang sangat jarang sakit kepala. Sakit flu saja sepertinya saya tidak merasakan sakit kepala kok. Fenomena demam naik turun ini berlangsung sampai 4 hari sampai akhirnya saya tidak kuat lagi dan meminum panadol. Setengah jam setelah minum panadol kondisi demam dan sakit kepalanya jadi berkurang. Tapi, 3 jam setelah itu panasnya kembali menyerang.

Suami yang tidak tahan melihat istrinya menderita, keesokan harinya langsung mengajak saya untuk ke dokter. Saya sebetulnya merasa agak malas-malasan karena saya masih berpikir mungkin ini sakit karena mau flu saja. Suami tetap teguh dengan pendiriannya dan bahkan mengantarkan istrinya ini sampai ke ruangan dokter. Kami memilih pergi ke RS Omni Alam Sutera karena saat itu pak suami kebetulan ada meeting di daerah Alam Sutera. Ternyata saya baru tahu kalau di RS Omni Alam Sutera tidak ada poliklinik umum. Untuk berkonsultasi dengan dokter umum kita harus melewati Unit Gawat Darurat / UGD (Emergency).

8 Agustus 2018

Saya datang ke RS Omni Alam Sutera sekitar jam 9 pagi. Kondisi rumah sakit relatif masih sepi. Untuk konsultasi dokter umum di UGD ternyata tidak memerlukan registrasi di counter lobby. Saya disuruh datang ke bagian UGD langsung dan menyerahkan kartu berobat dengan menyebutkan keluhan saya. Tidak lama menunggu kemudian saya disuruh masuk ke bilik periksa di UGD dan dokter pun datang ke ruangan. Menurut dokter yang memeriksa saya saat itu yaitu dr. Kurnia Samuel, karena demam saya sudah berlangsung 4 hari dan selalu naik turun maka saya disarankan untuk periksa darah. Ditakutkan penyakit saya ini adalah gejala Tipes atau Demam Berdarah (DBD). Staf laboratorium datang ke ruangan dan mengambil sampel darah saya. Setelah itu saya harus menyelesaikan pembayaran di kasir. Tes darah ini harganya cukup mahal yaitu sekitar 700 ribu-an, sementara biaya konsultasi dokter umumnya sekitar 150 ribu.

Hasil tes darah keluar 2 jam kemudian. Hasil tes terhadap DBD negatif tapi tes Tipes-nya (Widal Test) positif. Ada 2 parameter yang positif yaitu Anti S. Typhi H dan Anti S. Paratyphi BH dengan nilai 1/160. Dokter memberikan pilihan kepada saya, mau rawat inap atau rawat jalan. Saya memilih rawat jalan karena lebih praktis. Kasihan pak suami kalau harus bolak balik rumah sakit menjenguk saya padahal load kerjaan lagi tinggi.

Saya diresepkan obat antibiotik Infion (Cefixime Trihydrate 200 mg) 2 x 1 hari dan penurun panas Sanmol Forte 650 mg 4 x 1 hari. Untuk antibiotik harus dihabiskan dalam 5 hari sedangkan Sanmol diminum hanya kalau demam (sesuai kebutuhan). Biaya obat ini murah sekali, hanya sekitar 50 ribu-an. Dokter berpesan kepada saya, kalau dalam 3 hari kondisi saya tidak membaik maka saya harus rawat inap. Selain itu saya disuruh banyak istirahat di rumah.

Kabar tentang penyakit Tipes ini cukup membuat saya kaget. Kenapa bisa saya kena sakit begini? Sepertinya saya orang yang cukup menjaga makanan dan jarang jajan di pinggir jalan. Tapi, setelah saya ingat kembali, ada satu kali saya makan di warung kecil dekat sekolahan yang mungkin kurang higienis dan mungkin juga saat itu kondisi saya lagi tidak fit sehingga gampang terserang penyakit.

Selama rawat jalan di rumah, saya hanya berdua saja sama suami. Saat suami kerja, saya sendirian di rumah. Saya tidak masak dan juga olahraga supaya fokus beristirahat. Untuk makanan saya lebih memilih delivery order. Most of the time saya hanya baring-baring di ranjang dan tidur. Tapi, selama sakit ini pak suami pulang kantornya jadi lebih cepat karena khawatir saya sendirian di rumah. Makin cinta deh sama pak suami!

Setelah 3 hari saya merasakan tubuh saya berangsur pulih. Tidak demam lagi ketika sore atau malam hari. Walaupun sudah merasa baikan, saya tetap menghabiskan resep antibiotik dari dokter dan istirahat yang cukup karena saya takut penyakitnya kambuh lagi. Konon masa krusial penyembuhan penyakit ini adalah 2 minggu. Jadi harus benar-benar dijaga jangan sampai kambuh. Syukurlah dalam 2 minggu ke depan saya tetap sehat dan makin bugar. Saatnya saya untuk kembali ke gym untuk olahraga.

Pesan untuk teman-teman yang mungkin memiliki perut “sensitif” seperti saya, lebih baik menghindari tempat makan yang kurang higienis. Biasanya penularan penyakit Tipes berasal dari makanan yang terkontaminasi bakteri Salmonella atau dari peralatan makan yang tidak dicuci dengan bersih. Lalat pun bisa menjadi penyebar penyakit ini. Kalau tempat makan tersebut banyak lalat beterbangan lebih baik pilih tempat makan yang lain.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s