Tips Menyiapkan Bekal Makanan Untuk Keluarga

Hai hai,

Maafkan saya yang menghilang hampir 1 bulan lamanya dari dunia tulis-menulis ini, hehe. Kemarin sedang kehabisan ide mau menulis apa jadi terpaksa vakum untuk sementara waktu. Saya lebih suka menulis sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain dibandingkan dengan curhat-curhat tidak jelas dan hanya sekedar sharing aktivitas sehari-hari. Jadi kalau sedang tidak ada bahan tulisan yang bermanfaat saya tidak menulis dulu. Bagi saya banyaknya tulisan itu tidak terlalu penting, apalagi hanya sekedar nambah visitor di blog. Saya tidak sedang kejar setoran koq, hahaha.

Okay, back to the topic ya. Kali ini saya mau share cara menyiapkan bekal makanan untuk keluarga, baik untuk pak suami ataupun anak-anak tentunya. Menyiapkan bekal sendiri ini memang lebih ribet, butuh konsistensi dan semangat juga, tapi banyak manfaatnya lho. Bekal makanan dari rumah ini selain bisa menghemat pengeluaran makan / jajan di luar juga lebih sehat karena kita bisa mengatur menu yang bergizi. Selain itu bekal makanan untuk pak suami dan anak-anak juga menunjukkan seberapa cinta kita dengan keluarga kita.

Saya sendiri masih “bolong-bolong” menyiapkan bekal pak suami, kadang hanya 1 sampai 3 kali seminggu. Tapi kalau lagi rajin bisa tiap hari bikin bekal. Kalau untuk pak suami sih sebetulnya tidak terlalu khawatir juga kalau tidak disiapkan bekal makanan dari rumah. Sebagai orang dewasa tentunya pak suami juga sudah tahu mana makanan yang sehat dan bersih. Hanya memang terasa lebih boros saja untuk pengeluaran makannya. Nah, lain halnya kalau punya anak kecil (kelak). Kalau tidak bawa bekal makanan dari rumah bisa-bisa dia jajan sembarangan di sekolah yang kita tidak tahu kebersihannya bagaimana. Jadi kalau saya punya anak kecil mungkin saya akan lebih rajin dalam hal bekal makanan ini.

Berikut adalah tips praktis menyiapkan bekal makanan untuk keluarga dari saya:

  1. Menyiapkan nasi
    Sebagai orang Indonesia, sumber karbohidrat utama kita adalah dari nasi. Tidak heran kalau ada istilah “Belum makan kalau belum makan nasi”. Memasak beras di rice cooker idealnya adalah sekitar 1,5 jam sampai jadi nasi yang siap di makan. Kalau kalian adalah orang yang senang bangun subuh atau merasa lebih produktif di saat subuh, silakan masak nasi saat subuh. Perhatikan jeda waktu masak dengan jadwal berangkat kerja / sekolah-nya pak suami dan anak-anak. Kalau saya, dikarenakan bukan orang yang senang bangun subuh buta (hal ini dikarenakan saya baru tidur sekitar jam 12 malam), saya lebih senang memasak nasi saat malam sebelumnya. Saat pagi hari saya tinggal memencet tombol warm / reheat di rice cooker dan menunggu 13-15 menit untuk nasi menjadi hangat. Kalau mau lebih cepat bisa juga menghangatkan nasi di microwave yang hanya butuh waktu 1 menit-an.
    Note: Kalau memasak nasi malam sebelumnya harap diperhatikan jumlah air dan berasnya. Air jangan terlalu banyak karena bisa bikin nasi lembek dan cepat basi. Selain itu, setelah nasi masak di rice cooker, buka tutup rice cooker dan aduk-aduk nasi di dalam rice cooker sampai uap panasnya hilang diikuti dengan mencabut colokan rice cooker. Tidak disarankan untuk menyalakan rice cooker terus-terusan sampai lebih dari 12 jam. Konon bisa membuat kualitas nasi jadi tidak sehat.
  2. Menyiapkan lauk
    Kalau kalian lebih suka memasak lauk saat subuh, persiapkan bahan makanan dari semalam. Daging-daging yang akan dimasak dikeluarkan dari freezer dan dicairkan dulu untuk kemudian disimpan di kulkas chiller. Kalau mau lebih praktis bisa pakai opsi defrost di microwave. Bumbu masak pun juga disiapkan sebelumnya. Kupas bawang, iris bawang, dan menghaluskan bumbu. Bumbu yang sudah disiapkan ini bisa disimpan di wadah kedap udara dan disimpan di kulkas chiller. Jadi saat pagi tinggal diolah sesuai keinginan tanpa perlu repot menyiapkan printilannya. Alokasi waktu untuk menyiapkan lauk adalah 1 – 1,5 jam termasuk masakannya. Kalau pakai masakan yang diungkep sampai daging empuk tentunya membutuhkan waktu yang lama.
    Kalau saya, sangat jarang sekali mau memasak lauk di pagi hari. Alasannya karena saya juga harus menyiapkan sarapan. Walaupun sarapan dibuat yang sederhana saja macam roti, omelette, mi instan atau sekedar beli bubur tapi setiap sarapan saya selalu mewajibkan ada fresh juice. Jadi sudah pasti pagi hari saya akan repot memotong dan mengolah buah-buahan. Oleh karena itu, untuk lauk biasanya saya masak dari sore dengan porsi yang agak banyak karena akan digunakan untuk makan malam dan juga bekal makanan keluarga keesokan paginya serta jatah makan siang saya di rumah. Saya baru akan memasak menu baru lagi saat sore hari, begitu seterusnya. Lauk yang disisakan untuk bekal ditutup dengan plastik wrap atau kemasan kedap udara dan disimpan di kulkas chiller. Saat pagi hari tinggal dipanaskan di kompor atau microwave.
    Note: Untuk menu ungkepan yang kemudian perlu digoreng / dibakar lagi, biasanya saya ungkep sore, kemudian simpan di kulkas chiller dan saat pagi hari tinggal digoreng / dibakar saja.
  3. Menyiapkan sayur
    Menu sayur harus selalu ada di bekal makanan untuk keluarga karena berperan besar dalam gizi makanan yaitu kebutuhan serat. Untuk sayur tidak disarankan untuk dibuat saat malam hari dan dipanaskan kembali. Lebih baik sayur yang kita buat untuk bekal makanan adalah sayuran yang segar dan baru dimasak. Membuat sayuran cukup mudah dan cepat, paling lama hanya butuh waktu 30 menit. Untuk kepraktisan, saya menyiapkan bahan-bahannya dari semalam. Bawang sudah dikupas dan bersihkan kemudian dicincang halus dan disimpan di wadah kedap udara dalam kulkas chiller. Sayuran juga sudah dicuci dan dipotong-potong dan disimpan di wadah kedap udara dalam kulkas chiller. Pagi harinya tinggal ditumis atau diolah sesuai selera.
    Note: Sayuran yang sudah dicuci dan potong-potong harus ditiriskan dulu sampai setengah kering baru dimasukkan ke wadah kedap udara dalam kulkas chiller.
  4. Menyiapkan sambal
    Sambal adalah pelengkap makanan orang Indonesia yang tidak boleh ketinggalan, hahaha. Untuk sambal terasi/ bajak/ ulek, lebih baik dibuat langsung dalam jumlah banyak. Jadi tidak perlu tiap hari bikin sambal. Supaya sambal tahan lama, pastikan sambal benar-benar ditumis sampai matang dan tidak bau langu. Sambal yang sudah masak bisa disimpan di wadah kedap udara di dalam kulkas. Tentunya sambal yang disimpan di kulkas harus didinginkan dulu, jangan langsung panas-panas dari kompor. Sambal matang bisa bertahan sekitar 2 minggu-an di kulkas chiller dan 1 bulan lebih di freezer. Cara memanaskan sambal setelah dikeluarkan dari kulkas chiller adalah dengan ditumis lagi (tanpa minyak) dengan api kecil atau menggunakan microwave.
    Note: Sambal yang dipanaskan jumlahnya sesuai dengan kebutuhan sehari makan saja, tidak perlu memanaskan semua sambal yang disimpan di kulkas. Sambal yang telah diambil dari kulkas dan dipanaskan untuk dikonsumsi, apabila sudah tercampur dengan sendok / makanan lain dan ternyata masih ada sisa sambalnya, harus langsung dibuang dan jangan dicampur dengan sambal yang belum dimakan di kulkas chiller karena akan membuat sambal yang belum dimakan tadi jadi rentan basi dan berjamur.
  5. Menyiapkan wadah bekal makanan
    Cuci wadah bekal makanan dari semalam dan keringkan sehingga bisa langsung digunakan saat pagi hari. Pilihlah wadah bekal yang memiliki sekat-sekat rapat sehingga menu makanan tidak bercampur-campur. Untuk bekal berkuah sebaiknya disimpan di kantong plastik yang dimasukkan ke dalam wadah bekal. Makanan yang saling bercampur-campur akan lebih rentan basi dibanding makanan yang terpisah-pisah dengan sekat.
    Disarankan juga untuk memilih wadah bekal yang memiliki lubang uap panas sehingga makanan kita tidak basah karena uap air. Selain itu, pilihlah wadah bekal yang bisa masuk ke microwave untuk dipanaskan ulang. Semua makanan pasti akan lebih nikmat saat disajikan panas-panas kan? Besarnya wadah bekal juga harus disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk pak suami wadah bekalnya tentu harus lebih besar dari wadah bekal-nya anak-anak karena kebutuhan makanan orang dewasa juga lebih banyak.

Nah, gimana Ibu-Ibu? Cukup membantu kan tips-nya untuk mengalokasikan waktu membuat bekal makanan? Semoga bermanfaat ya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s