Rental Travel Wi-Fi

Saya harap teman-teman pembaca tidak bosan melihat tulisan blog saya yang berturut-turut dalam minggu ini. Mumpung lagi ada semangat dan ide menulis jadi saya berusaha untuk terus produktif. Dalam tulisan kali ini kita akan membahas tentang rental travel wi-fi. Review dalam tulisan ini adalah murni dari pengalaman pribadi saya sebagai pengguna travel wi-fi tanpa ada sponsor dari pihak manapun. Tulisan ini sedikit banyak masih membahas tentang liburan saya ke Singapura (4D/3N) kemarin bersama kedua orang tua dan adik saya. Silakan membaca cerita detailnya di postingan sebelumnya.

Kalau biasanya saat travel berdua bersama suami kami tidak terlalu peduli dengan kebutuhan wi-fi dan cenderung jadi fakir wi-fi yang mencari wi-fi gratisan saat berada di bandara, hotel, restoran dan pusat perbelanjaan atau bahkan pinjam wi-fi punya teman seperti saat kami liburan ke Jepang sebelumnya, maka kali ini saat memutuskan untuk mengajak kedua orang tua dan adik saya liburan ke Singapura saya merasa perlu untuk memfasilitasi liburan ini dengan travel wi-fi. Alasannya simple saja, adik saya sebagai generasi kids zaman now sangat bergantung pada internet untuk eksis di media sosial. Orang tua saya pun lagi senang-senangnya melakukan chatting, browsing, voice call dan video call dari handphone masing-masing. Kalau saya, travel wi-fi saya perlukan untuk navigasi supaya tidak nyasar ke tempat tujuan. Maklumlah posisi saya dalam Singapore family trip kemarin adalah sebagai tour guide.

Awalnya saya agak bimbang mau memilih beli sim card negara yang bersangkutan atau sewa travel wi-fi. Rencananya saya mau membeli 2 sim card saja dan sisa personil lain yang tidak kebagian sim card melakukan akses internet lewat tethering saja. Akan tetapi tethering seperti ini bisa menjadikan baterai handphone cepat drop karena sebagai wi-fi hotspot handphone tersebut akan memancarkan sinyal terus-terusan. Selain itu, paket internet yang ditawarkan pun berbatas kuota harian. Kita tidak bisa sepenuhnya bebas menggunakan internet. Dari segi harga pun, kalau belinya dalam jumlah banyak alias sejumlah peserta yang ada (lebih dari 2 orang) maka kalau dihitung-hitung harganya bisa jauh lebih mahal daripada rental travel wi-fi. Beli sim card mungkin akan lebih menguntungkan kalau kita single traveller. Saat kemarin survey sim card untuk travel ke Singapura, saya dapat harga Rp. 143.300 untuk 1 buah sim card Singtel hi!Tourist di Traveloka. Fisik sim card-nya baru bisa diambil saat kita landing di Changi Airport Arrival Hall Level 1 Terminal 1/2/3 dengan menunjukkan paspor kita.

Untuk group traveller dengan jumlah orang lebih dari 2, opsi rental travel wi-fi menjadi pilihan yang terbaik. Travel wi-fi biasanya memberikan fasilitas kuota unlimited dan 1 modem wi-fi bisa di-share untuk maksimum 8 devices. Kita pun tidak perlu khawatir baterai handphone kita jadi cepat drop. Saya sempat survey ke beberapa tempat rental travel wi-fi sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan saya. Perbandingan yang saya berikan dibawah ini adalah untuk negara tujuan Singapura.

  • Traveloka
    – Harga sewa travel wi-fi (Singapura) adalah Rp. 95.500 per hari.
    – Minimum penyewaan adalah 1 hari.
    – Pengambilan dan pengembalian modem wi-fi dilakukan di Changi Airport Arrival Hall Level 1 Terminal 1/2/3.
    – Butuh deposit SGD 200 (refundable) yang proses pembayaranya dilakukan dengan credit card. Tidak menerima cash atau debit.
    – Proses transaksi dengan menggunakan aplikasi Traveloka di handphone akan memberikan diskon lebih.
    Website: https://www.traveloka.com/en/
  • Tripvisto
    – Harga sewa travel wi-fi (Singapura) adalah Rp. 82.500 (belum termasuk asuransi) dan Rp. 530.000 (termasuk asuransi) per hari. Asuransi ini berguna untuk klaim kehilangan atau kerusakan modem.
    – Minimum penyewaan adalah 1 hari.
    – Pengambilan dan pengembalian modem wi-fi dilakukan di Changi Airport.
    – Untuk jumlah deposit tidak dicantumkan di website.
    Website: https://www.tripvisto.com/
  • Wi2fly
    – Harga sewa travel wi-fi (Singapura) adalah Rp. 69.000 per hari.
    – Minimum penyewaan adalah 1 hari.
    – Pengambilan dan pengembalian modem wi-fi dilakukan di Indonesia (sebelum keberangkatan dan sesudah kepulangan kita).
    – Ongkos kirim modem wi-fi ditanggung oleh penyewa. Apabila menggunakan kurir resmi Wi2Fly untuk area Jakarta dikenakan ongkos Rp. 20.000. Apabila terpaksa menggunakan kurir ojek online (Wi2Fly kerja sama dengan Grab) karena kurir resmi Wi2Fly sudah penuh jadwalnya, ongkos disesuaikan dengan tarif ojek online per km.
    Deposit adalah Rp. 1.200.000 (refundable). Uang deposit di transfer ke rekening Wi2Fly.
    Website: https://wi2fly.com/id/wifi
PhotoGrid_1509087623089.jpg
Price List Rental Travel Wi-Fi Wi2Fly

Sebelum berangkat ke Singapura, saya mengunjungi pameran Wi2Fly di Mall Taman Anggrek tanggal 3 – 8 Oktober 2017. Saat pameran mereka memberikan promo lebih, diantaranya adalah potongan uang deposit dari Rp. 1.200.000 menjadi Rp. 700.000. Selain itu ada paket sewa wi-fi 3 hari Rp. 179.400 dan 6 hari Rp. 493.000 yang membuat harga sewa hariannya jadi jauh lebih murah. Hal ini lah yang membuat saya mantap memilih Wi2Fly dibanding para pesaingnya. Proses pemesanan pun tidak ribet. Tinggal isi form dan kemudian transfer uang deposit dan uang sewanya ke rekening Wi2Fly. Setelah itu kita tinggal mengatur kurir untuk pengambilan modem wi-fi H-1 sebelum keberangkatan dan kurir untuk pengembalian modem wi-fi H+1 sesudah kedatangan kita. Saat melakukan transaksi di pameran, saya hanya kebagian kurir resmi Wi2Fly untuk pengembalian saja sedangkan untuk pengambilan saya harus arrange ojek online sendiri. Proses pengambilan dan pengembalian modem wi-fi dilakukan di kantor Wi2Fly di Jakarta (daerah Sudirman). Selain di Jakarta, Wi2Fly juga punya kantor cabang di Surabaya dan Bali. Untuk calon pelanggan yang tidak berada di area Jakarta, Surabaya dan Bali, modem wi-finya akan dikirim dengan paket pos.

PhotoGrid_1509088721389.jpg
Paket Travel Wi-Fi dari Wi2Fly. Dapat Universal Adapter juga.

Saat menggunakan modem Wi2Fly di Singapura, performa jaringannya cukup oke. Jaringan 4G-nya membuat akses internet jadi lebih cepat. Bahkan saat di dalam MRT dan stasiun MRT sinyalnya pun tetap kencang. Baterai dari modem wi-fi-nya pun tahan lama, dari pagi sampai malam tanpa perlu di-charge. Saya baru akan charge modem-nya saat kembali ke hotel.

Satu-satunya kekurangan dari Wi2Fly yang saya temukan adalah dari segi customer service-nya. Telepon susah sekali masuk dan jarang diangkat. Chat juga lama dibalas. Untuk faster response lebih baik hubungi Wi2Fly via Whatsapp.

Proses pengembalian uang deposit dari Wi2Fly tergolong cepat. Dari tanggal pengembalian modem wi-fi ke kantor mereka, 4 hari kemudian uang deposit-nya sudah ditransfer ke rekening bank saya. Padahal saya diinfokan oleh staff-nya bahwa standar pengembalian uang deposit adalah 7-14 hari.

Selain Singapura, Wi2Fly juga melayani rental travel wi-fi untuk 50-an negara lainnya. Jadi silakan cek website mereka langsung saja ya. Kalau ada kesempatan travel lagi, saya tidak akan ragu lagi menggunakan layanan rental travel wi-fi dari Wi2Fly.

2 pemikiran pada “Rental Travel Wi-Fi

    • Begitu sampai di bandara negara tujuan kita tinggal nyalakan modem wifi dan kemudian connect ke jaringan wifi dg password yg telah diinfokan sebelumnya. Kuota unlimited tapi kalau device yg connect kebanyakan bisa bikin speed internetnya jd agak turun.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s