Tips: Travelling Abroad With Parents

Kalau postingan sebelumnya saya membahas tentang cerita jalan-jalan saya bersama orang tua dan adik perempuan saya di Singapura selama 4 hari 3 malam, maka kali ini saya mau berbagi tips untuk berlibur ke luar negeri bersama orang tua. Dalam konteks ini, definisi orang tua-nya adalah orang dengan umur diatas 55 tahun.

Sekedar informasi, Papa saya berumur 61 tahun dengan kondisi kesehatan yang cukup baik. Sedangkan Mama saya berumur 56 tahun dengan penyakit diabetes tipe 2 yang wajib mengkonsumsi obat-obatan dan suntikan insulin tiap hari dengan rutin. Kondisi orang tua saya masih bisa berjalan dengan baik tanpa alat bantu apapun hanya saja ritme jalannya sudah melambat dan lebih cepat capek daripada kita yang masih muda ini.

Kedua orang tua saya lumayan sering berlibur di dalam negeri tapi baru kali ini saya ajak untuk berlibur ke luar negeri. Tentunya pengalaman berlibur di dalam negeri beda dengan di luar negeri. Kalau liburan di negeri sendiri, kita lebih cenderung manja dan lebih memilih untuk naik kendaraan pribadi seperti taxi atau sewa mobil. Untuk menu makanan pun kita bisa pilih-pilih sesuai kesukaan kita dan berujung jadi wisata kuliner. Hal ini terjadi karena kemampuan finansial kita sesuai dengan living cost standar Indonesia. Sementara itu, kalau kita pergi berlibur ke negara lain yang jauh lebih maju dari Indonesia dengan pendapatan per kapita yang lebih tinggi belum tentu kita mampu menerapkan gaya berlibur seperti saat di dalam negeri karena apa-apa disana jauh lebih mahal. Hal itu lah yang terjadi saat liburan ke Singapura kemarin. Tidak ada gaya liburan yang manja tapi juga dibuat cukup nyaman bagi orang tua (sesuai standar kemampuan masing-masing).

Ini adalah kali pertama saya berlibur ke luar negeri bersama orang tua saya. Biasanya saya selalu bepergian dengan suami saya. Gaya liburan ke luar negeri saya dan suami adalah semi-backpacker yang cenderung hemat dan memiliki jadwal jalan-jalan yang padat. Tentunya saya tidak bisa menerapkan gaya liburan tersebut kepada orang tua saya. Jadi ini adalah tantangan untuk saya, bagaimana membuat orang tua tetap nyaman tapi tidak manja. Jangan sampai perjalanan pertama mereka ke luar negeri membuat mereka kapok dan tidak mau lagi, hahaha. So, saya sangat senang ketika perjalanan kemarin berjalan dengan baik dan orang tua saya tampak happy.

PhotoGrid_1509089381602.jpg
Papa dan Mama saya di dalam MRT Singapura

Berikut adalah tips dari saya untuk membuat perjalanan ke luar negeri yang cukup nyaman bagi orang tua:

  1. Penerbangan
    – Kalau masih ada pilihan, sebaiknya hindari penerbangan yang terlalu pagi atau terlalu malam supaya orang tua punya waktu yang cukup untuk beristirahat.
    – Kalau memilih penerbangan LCC (Low Cost Carrier) karena keterbatasan budget, sediakan makanan dan minuman yang cukup untuk orang tua di pesawat. Makanan dan minuman ini bisa beli di pesawat (akan lebih hemat kalau kita memesan makanan di awal saat proses booking tiket pesawat) atau bawa sendiri dari luar.
    – Disarankan untuk melakukan web check in supaya lebih besar chance-nya mendapatkan seat yang berdekatan di dalam pesawat. Duduk berdekatan ini penting sekali apabila orang tua kita tidak bisa berbahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan awak kabin atau penumpang lainnya.
    – Beli bagasi pesawat di awal saat booking tiket supaya lebih murah. Jumlah bagasi tidak perlu banyak-banyak, disesuaikan saja dengan jumlah hari liburannya. Saat saya berlibur bersama orang tua dan adik saya ke Singapura kemarin, total 4 orang dengan lama tinggal 4 hari 3 malam, saya hanya membeli bagasi 15 kg saat berangkat dan 20 kg saat kembali ke Indonesia. Selebihnya masuk kabin pesawat dengan menggunakan koper kecil ukuran kabin. Harap dicatat, untuk cairan, lotion dan aerosol dilarang untuk dibawa ke kabin. Masukkan ke dalam bagasi pesawat saja.
    – Jumlah koper yang dibawa jangan lebih dari jumlah orang dalam satu rombongan. Kemarin waktu ke Singapura saya hanya membawa 1 koper ukuran medium yang dimasukkan ke bagasi pesawat dan 2 koper kecil ukuran kabin.
  2. Penginapan
    – Lebih baik memilih hotel atau apartemen dibandingkan hostel saat membawa orang tua. Memang akan lebih mahal biayanya tapi tidak ada salahnya memberikan kenyamanan lebih untuk orang tua. Kalau tinggal di hostel, biasanya kamar mandi yang ada adalah kamar mandi umum atau sharing. Hal tersebut akan menyusahkan orang tua yang seiring pertambahan usianya akan lebih sering frekuensi buang air-nya dan bahkan terjadi saat malam hari. Pilihlah hotel atau apartemen yang sesuai dengan kemampuan budget.
    – Sering-sering buka website travel agent online seperti Traveloka, Agoda, Booking.com, dan lain-lain untuk mendapatkan promo harga spesial.
    – Pilih hotel atau apartemen yang lokasinya tidak jauh dari stasiun MRT atau bus stop supaya orang tua tidak terlalu jauh jalan kakinya.
    – Hotel dan apartemen yang dipilih juga sebaiknya dekat dengan pusat perbelanjaan dan juga tempat makan.
  3. Itinerary
    – Buat itinerary yang detail, catat jalur kendaraan umum yang akan digunakan untuk mencapai destinasi yang kita set: Untuk bus; catat nomor bus, nomor dan nama bus stop, dan jumlah bus stop yang dilewati sampai tujuan. Untuk MRT; catat jalur MRT, jumlah transit, nama stasiun MRT yang dituju dan nama exit di stasiun untuk sampai di tujuan. Orang tua kita sepenuhnya akan tergantung pada kita sebagai tour guide jadi pastikan jangan sampai tersesat ya, hehe.
    – Alokasikan waktu lebih panjang. Hal ini berguna untuk antisipasi jalan orang tua yang melambat karena kelelahan sehingga perlu waktu sejenak untuk duduk beristirahat.
  4. Meals
    – Alokasikan budget lebih untuk makanan (baik makan berat ataupun camilan) dan minuman. Berjalan kaki jauh setiap harinya membuat orang cenderung lapar terus. Cuaca yang panas juga membuat kita butuh minum lebih banyak. Dalam sehari kita bisa makan dan minum sampai 5-6 kali dimana 3 kali adalah makan berat dan 2-3 kalinya adalah camilan.
    – Kalau selera orang tua kita adalah makanan yang spicy, tidak ada salahnya membawa saus sambal sachet dari Indonesia karena belum tentu mereka cocok selera dengan makanan di negara orang.
    – Apabila tinggal di hotel yang tidak menyediakan sarapan dan hanya ada fasilitas kettle air panas (tidak diperkenankan memasak apapun), bawalah mie instan kemasan cup untuk alternatif sarapan. Selain itu kita bisa beli roti di bakery di tempat perbelanjaan dekat hotel (kalau ada) sebagai alternatif menu sarapan lainnya.
    – Untuk menghemat biaya beli air minum, biasakan mengisi air minum di botol sebelum berangkat dari hotel / apartemen. Air keran di hotel biasanya aman untuk diminum (pastikan ke staff hotel dulu ya) dan beberapa tempat di luar negeri menyediakan tap drinking water secara cuma-cuma. Jadi pastikan dalam tas kita selalu ada botol untuk diisi air minum ya. Kalau pas di jalan tidak ketemu tap drinking water terpaksa harus beli air mineral botolan yang harganya berkisar SGD 1-1,2 (kalau di Singapura) untuk ukuran botol 600 ml.
    – Kalau orang tua kalian pecinta teh dan kopi, sebaiknya bawa teh dan kopi favorit mereka dari Indonesia. Belum tentu mereka cocok selera dengan kopi dan teh disana.
    – Kalau orang tua kalian perokok dan negara yang kalian tuju punya regulasi ketat soal merokok, sebaiknya puasa merokok dulu selama di negara orang. Kemarin saat puasa merokok di Singapura, Papa saya membawa stok permen yang banyak untuk mengganti rokok sementara waktu. Harap diperhatikan juga, negara seperti Singapura melarang permen karet di negaranya. Jadi kalau sudah tahu begitu, jangan coba-coba untuk membawa permen karet masuk Singapura.
  5. Perlengkapan lainnya
    – Pastikan orang tua kita sudah membawa paspor dan kelengkapannya di tas-nya sebelum berangkat ke bandara. Kita harus ingatkan berkali-kali supaya mereka tidak lupa.
    – Selain obat yang wajib dikonsumsi rutin, sebaiknya kita juga bawa obat tambahan: Obat diare, obat masuk angin, paracetamol, obat maag, dan vitamin untuk menambah daya tahan tubuh. Selain itu bawa juga obat oles krim untuk nyeri otot dan nyeri sendi (Contoh: Voltaren, Counterpain, dll) untuk antisipasi pegal-pegal karena berjalan kaki jauh.
    – Payung untuk antisipasi terik dan hujan. Kalau naik pesawat payung harus dimasukkan ke bagasi pesawat, tidak boleh masuk kabin.
    – Sunblock.
    – Alas kaki yang nyaman untuk berjalan kaki jauh.
    – Mata uang negara yang dituju. Sebaiknya beli mata uang asing tersebut di money changer Indonesia untuk mendapatkan kurs nilai tukar yang lebih baik.
    Mobile wi-fi atau sim card telepon negara yang dituju. Kemarin saya lebih memilih sewa mobile wi-fi dibandingkan beli sim card. Bagian ini akan saya bahas di post terpisah.
    Universal adapter karena tidak semua negara memiliki bentuk colokan listrik yang sama dengan Indonesia.
    – Power bank. Jangan sampai gadget kalian mati karena kehabisan baterai saat di jalan.
    – Tas ransel. Kegunaan terbesarnya sih untuk membawa botol air minum. Saat di Singapura kemarin, saya dan adik saya memakai ransel dan membawa barang-barang yang berat (seperti air minum) supaya orang tua tidak dibebani dengan bawaan yang berat.
PhotoGrid_1509087986925.jpg
Hasil pembacaan pedometer

Saya beruntung memiliki orang tua yang masih cukup sehat untuk dibawa jalan kaki setiap harinya dan naik turun kendaraan umum selama liburan di Singapura kemarin. Adik saya memiliki aplikasi pedometer di handphone-nya dan dari pembacaan hasilnya, rata-rata tiap hari selama di Singapura itu kami berjalan 9 km! Luar biasa. Namun, bila orang tua kalian sudah tidak bisa berjalan jauh lagi seperti itu atau harus memakai alat bantu jalan, sebaiknya tidak usah dipaksakan untuk naik kendaraan umum. Seperti halnya Indonesia, beberapa negara lain juga punya taksi online seperti Grab atau Uber dan kalian bisa menggunakan sarana tersebut untuk mengajak jalan orang tua kalian. Tentunya harga transportasinya jauh lebih mahal tapi tidak ada pilihan lain. Yang penting orang tua bisa merasa nyaman dan happy.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s