Periksa Dini Sebelum Terlambat

prodia
(Prodia)

Kanker serviks atau kanker mulut rahim dalam waktu terakhir sudah menjadi momok menyeramkan bagi seluruh wanita. Tidak hanya menyerang wanita yang sudah berumur tapi penyakit ini juga bisa menyerang wanita muda. Kanker serviks merupakan pembunuh nomor satu bagi perempuan di Indonesia dengan angka kejadian lebih dari 15.000 kasus per tahunnya. (Sumber: Yayasan Kanker Indonesia)

Gejala-kanker-serviks
(Familinia)

Kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Jenis virus HPV yang merupakan penyebab utama kanker serviks di dunia adalah HPV 16 dan 18. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun proses penginfeksian ini sering tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV yang kemudian menjadi pra-kanker sebagian besar berlangsung tanpa gejala (silent killer). Akibatnya banyak pasien yang datang saat sudah mengalami stadium lanjut dimana penyakit kanker ini sudah susah diobati. Karena itu, vaksinasi kanker serviks sangat dianjurkan, demikian juga Penapisan / skrining. (Sumber: Wikipedia).

Tahapan-kanker-serviks
(Familinia)

Pencegahan kanker serviks melalui vaksin HPV bisa dilakukan sejak dini, mulai dari usia 10 tahun. Vaksin HPV ini dinilai lebih efektif untuk perempuan yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Vaksin HPV akan diberikan melalui suntikan sebanyak 3 kali, yaitu bulan ke nol, satu dan enam. Sayangnya harga vaksin ini cukup mahal, yaitu kurang lebih 700 ribu Rupiah per kali suntik. Akan tetapi apabila dibandingkan dengan biaya perawatan intensif di rumah sakit ketika sudah terinfeksi HPV maka harga tersebut jauh lebih murah. Oleh karena itu pemberian vaksin HPV sejak dini dinilai cost effective.

Vaksinasi HPV tidak menjamin kita akan sepenuhnya aman dari infeksi HPV selamanya. Oleh karena itu kita harus tetap melakukan pemeriksaan rutin seperti pap smear dan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) untuk deteksi dini kanker serviks, paling tidak setahun sekali bagi pasangan yang aktif melakukan hubungan seksual. Hal ini disebabkan vaksin HPV yang diberikan hanya efektif untuk mencegah virus jenis HPV 16 dan 18 yang diketahui sebagai 70-80% penyebab kanker serviks. Sedangkan 20-30% penyebab lain disebabkan oleh jenis HPV yang lain dan belum ada vaksinnya.

Pemeriksaan pap smear dan IVA untuk deteksi dini kanker serviks memiliki perbedaan pada prosedur dan keakuratannya.

  • IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat)
    Pemeriksaan meliputi pemeriksaan visual vagina apakah ada kelainan atau tidak. Dilanjutkan dengan test oles asam asetat / asam cuka di permukaan serviks. Apabila serviks bereaksi dan berubah warna menjadi keputihan setelah pengolesan asam asetat maka kemungkinan terdapat sel kanker di serviks. Pemeriksaan IVA biayanya lebih murah karena tidak memerlukan alat test laboratorium dan teknisi laboratorium untuk membaca hasil test. Selain itu hasilnya bisa didapatkan langsung tanpa menunggu berhari-hari. Pemeriksaan IVA bisa dilakukan di tempat praktek bidan, puskesmas dan klinik kesehatan yang sudah mendapatkan pelatihan khusus.
  • Pap Smear
    Setelah pemeriksaan visual vagina untuk melihat ada kelainan atau tidak, pemeriksaan dilanjutkan dengan mengambil sampel sel serviks dengan alat khusus dan kemudian hasilnya akan dikirim ke laboratorium dan menunggu beberapa hari untuk mengetahui hasil dari laboratorium. Harga pap smear lebih mahal dari IVA karena menggunakan fasilitas laboratorium dan juga tenaga medis terlatih. Pemeriksaan pap smear dinilai lebih akurat dibanding IVA.

Pap smear dan IVA hanya bisa dilakukan bagi wanita yang sudah menikah atau yang sudah aktif berhubungan seksual. Hal ini dikarenakan pada prosedurnya, vagina wanita akan dimasukkan alat spekulum yang dikhawatirkan bisa merobek selaput dara seorang wanita yang masih perawan. Selain itu, pemeriksaan pap smear dan IVA tidak bisa dilakukan saat menstruasi dan sesaat setelah berhubungan seks karena akan mengurangi keakuratan pembacaan hasilnya. Disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual 24 jam sebelum melakukan pap smear dan IVA.

Sebagai perempuan Indonesia yang cerdas dan tanggap sudah seharusnya kita bisa lebih paham dan waspada dengan bahaya kanker serviks ini. Alangkah lebih baik nya kita memeriksakan diri sejak dini sebelum terlambat. Wanita yang telah menikah dan aktif melakukan hubungan seksual sebisa mungkin harus rutin melakukan pemeriksaan pap smear. Disarankan untuk mengambil paket Medical Check Up (MCU) khusus wanita yang sekalian ada pemeriksaan pap smear-nya daripada pemeriksaan tunggal pap smear. Selain harganya jadi lebih murah, panel pemeriksaan juga lebih banyak sehingga kita dapat mengetahui kesehatan tubuh kita secara menyeluruh. Kalau malas pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri karena malas antri atau jauh, alternatif lainnya adalah mendatangi laboratorium klinik terdekat yang biasanya juga menyediakan layanan MCU dan pemeriksaan pap smear. Contohnya adalah Prodia.

Prodia adalah laboratorium klinik terkemuka dengan jaringan terluas se-Indonesia. Prodia memiliki 128 cabang (251 outlet) di 104 kota yang tersebar di 30 provinsi. Sebagai bukti konsistensi dan layanan yang memuaskan, Prodia sudah menerima berbagai sertifikasi mutu dan penghargaan sebagai brand terbaik.

PWHC
(Google)

Saat ini Prodia telah mendirikan Prodia Women’s Health Center (PWHC) di Jakarta sebagai wujud dari komitmen pelayanan Prodia terhadap para wanita. PWHC menyediakan layanan pemeriksaan menyeluruh untuk wanita dengan teknologi diagnostik terkini seperti: Pemeriksaan laboratorium lengkap, Advanced Ultrasonography, Konsultasi Tim Dokter Ahli, Histeroskopi, Kolposkopi dan X-Ray (rontgen). Interior bangunan PWHC didesain bernuansa feminin dan senyaman rumah sendiri bagi wanita. Untuk itu, PWHC bisa menjadi salah satu pilihan bagi para wanita yang merasa kurang nyaman untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit atau di klinik  biasa.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Laboratorium Klinik Prodia dan Prodia Women’s Health Center (PWHC) bisa langsung contact:

Kantor Pusat Prodia
Prodia Tower
Jalan Kramat Raya No. 150
Jakarta Pusat 10430
Telp: 021-3144182
Websitehttp://prodia.co.id

Prodia Women’s Health Center (PWHC)
Jalan Wolter Mongisidi No. 77
Kebayoran Baru, Jakarta
Telp: 021-72783858
E-mail: womenshealthcentre@prodia.co.id

 

 

 

Satu pemikiran pada “Periksa Dini Sebelum Terlambat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s