2 Weeks Waiting (2 WW)

1 Januari – 12 Januari 2017

Masih berhubungan dengan tulisan saya sebelumnya tentang IVF. Jadi setelah prosedur Embrio Transfer (ET), pasien IVF harus menjalani yang namanya 2 Weeks Waiting. Kenapa harus 2 minggu? Karena setelah 2 minggu, kadar HCG (Human Chorionic Gonadotropin) dalam tubuh calon ibu jadi lebih terukur (tidak terlalu kecil kadarnya). HCG ini merupakan hormon yang diproduksi oleh ibu hamil. Jadi kalau setelah 2 minggu penantian dan hasil HCG-nya tinggi berarti anda positif hamil dan IVF-nya berhasil.

Banyak banget yang saranin untuk menghabiskan masa 2 weeks waiting ini dengan bed rest dan ga boleh stress supaya meningkatkan chance keberhasilan IVF-nya. Apalagi dengan kasus saya yang cuma ditransfer 1 embrio dan tidak punya cadangan embrio. Saya pun menuruti saran ini dengan mendatangkan Mama saya dari Samarinda untuk menemani saya di rumah dan membantu pekerjaan dapur (masak-masak). Kalau untuk urusan bersih-bersih rumah kebetulan saya ada asisten rumah tangga yang datang 3 x seminggu dengan durasi masing-masing 2 jam. Saudara saya yang tinggal di Jakarta juga jadi sering datang setelah pulang kerja untuk menemani saya di rumah.

Bed rest yang saya lakukan bukan bed rest total. Saya masih nonton TV di ruang tamu, makan di meja makan, jalan ke toilet dan mandi ke kamar mandi. Tapi selebihnya saya cuma berbaring di ranjang. Saya tidak keluar rumah selama masa 2 weeks waiting ini dan menghindari sekali naik turun tangga. Saya juga rajin menggunakan obat-obat penguat kandungan yang diresepkan. Tentunya saya juga jadi lebih rajin berdoa, hehe. Intinya sih saya mau totalitas menjalani ini semua sehingga tidak ada penyesalan di kemudan hari.

BIC juga memberikan tips kepada pasiennya dalam menjalani 2 weeks waiting ini dalam bentuk selembar kertas print out. Saya tulis disini supaya bisa memberikan insight juga kepada sesama pasien IVF yang lagi 2 weeks waiting.

TIPS SELAMA MENUNGGU PEMERIKSAAN TES KEHAMILAN (by BIC)
– Tidak ada hal yang dapat anda lakukan ataupun tidak lakukan untuk mempengaruhi hasil tes (meningkatkan kemungkinan hamil)
– Embrio tidak akan keluar dari rahim anda setelah tindakan embrio transfer
– Progesteron (yang diberikan kepada anda untuk menunjang fase luteal) dapat menyebabkan berbagai gejala yang membingungkan
– Masa-masa penantian tes kehamilan dapat terasa sangat panjang
– Pilihlah orang yang tepat untuk menemani dan menghabiskan waktu anda (orang yang mendukung)
– Pilihlah orang-orang yang dapat menghubungi anda
– Pada malam embrio transfer, disarankan anda melakukan hal yang menyegarkan dan menyenangkan dengan suami anda
– Berusahalah untuk menyeimbangkan antara imajinasi (pikiran) anda dengan realitas / fakta (walaupun terkadang terasa sulit)
– Ingatlah bahwa dokter dan tim medis lainnya selalu siap untuk membantu anda dalam masa penantian ini
– Apabila anda merasa menghadapi waktu-waktu yang amat berat selama masa penantian ini, lakukanlah aktivitas positif sebanyak mungkin untuk membuat masa ini lebih mudah.

Dari awal proses IVF saya sudah woro-woro ke suami dan juga keluarga inti saya supaya tidak menceritakan tentang IVF saya ini ke keluarga besar ataupun orang lain. Saya merasa malas untuk ditanya-tanyai tentang hasilnya. Apalagi chance keberhasilan IVF saya ini kecil. Saya ga mau nantinya saya harus repot menjelaskan ke sanak saudara tentang urusan IVF ini karena saya yakin mereka juga ga akan mengerti karena mereka ga pernah menjalaninya.

Masa penantian 2 minggu ini sungguh berasa lamaaaa banget buat saya karena minimnya aktivitas yang bisa dilakukan di rumah. Tapi saya me-manage pikiran saya supaya minim stress. Saya dan suami juga sepakat untuk tidak berharap terlalu banyak dengan hasil IVF ini karena takut kecewa berat walaupun kami tetap berdoa mengharapkan yang terbaik.

13 Januari 2017

Akhirnya masa penantian berakhir dan saya dijadwalkan untuk tes hormon beta-HCG dalam darah. Tes hormon ini ga perlu di BIC, bisa di lab mana saja. Saya memilih lab prodia Gading Serpong Tangerang. Hasilnya didapat setelah 5 jam.

Beberapa hari sebelum jadwal lab ini saya merasa ada yang berbeda di beberapa bagian tubuh. Payudara yang biasanya nyeri banget dan kencang jadi ga sakit dan lemas. Perut bawah yang suka nyut-nyutan dan berasa kembung (bikin banyak kentut) jadi adem ayem. Badan yang cenderung hangat (bukan karena demam lho ya) jadi normal suhunya. Saya dalam hati sudah merasa kalau IVF ini gagal tapi ga mau menyerah dulu sebelum hasil tes darah menyatakan demikian. Apalagi saya belum mens.

Saya datang ke lab Prodia sekitar jam 9 pagi untuk pengambilan sampel darah. Harga tes hormon Beta HCG di Lab Prodia ini adalah Rp. 583.000. Saya minta hasil lab-nya di e-mail saja biar saya ga repot bolak balik kesana. Jam 5 sore e-mail dari lab Prodia pun datang. Hasilnya kadar beta HCG saya <1 yang artinya saya akan mens dalam beberapa hari ke depan dan IVF saya gagal!

Perasaan saya saat itu benar-benar hancur, saya nangis sampai mata bengkak. Bersyukur saat itu saya punya orang-orang yang selalu support saya dalam keadaan terparah hidup saya sehingga saya ga sampai kepikiran yang aneh-aneh yang pada akhirnya merugikan diri sendiri.

16 Januari 2017

Akhirnya menstruasi datang. Agak telat sekitar 2 hari dari siklus sebelumnya. Mungkin karena saya stress dengan hasil lab saya.

Menuliskan kembali kisah ini seperti membuka kembali luka lama saya. Saat ini saya sudah pulih 100% dari luka hati saya karena kegagalan IVF ini. Berikutnya saya akan sharing tips menghadapi kegagalan IVF dan what to do next berdasarkan pengalaman pribadi saya.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi teman-teman yang sedang berjuang. Intinya kita harus ikhlas dengan apapun hasilnya. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha sebaik-baiknya tapi pada akhirnya Kuasa-Nya lah yang menentukan.

4 pemikiran pada “2 Weeks Waiting (2 WW)

  1. Hallo ci, akhirnya cici nulis blog lagi. Beberapa minggu lalu aku bolak balik buka blog cici, ngintip ngintip ada tulisan baru atau gak. ehehhe.

    Ci aku sedih bacanya tapi sekaligus bangga banget sama cici, I know it’s thought for you, Ci. Tapi cici hebat banget ga berlarut larut dalam kesedihan. Semoga cici dan keluarga selalu sehat, semoga kebaikan dan kebahagiaan selalu datang buat cici dan keluarga. GBU.

    Suka

  2. Hai sis Liza.. namaku Jenny. Saat ini aku sdg menjalani 2 weeks waiting program IVF.
    Perasaan nya ga menentu. Ini sdh hari ke 5. Aku tdk mengalami gejala2 signifikan selain perut terasa kembung2.. keram2 dan pinggang belakang sakit.

    Sis..aku sgt terharu baca pengalaman nya. Pastinya itu tdk mudah menjalaninya ya sis. KIRANYA Tuhan menggantikan kesedihan sis dg sukacita yg berlimpah.. amen.

    Oh ya sis.. boleh share ga ya..sebenarnya hal2 apa yg tdk boleh dan yg wajib dilakukan/dikonsumsi agar keberhasilan lbh tinggi.

    Usia ku 40 thn ..kmren tanam 1 embrio dg kualitas 5AAA. Terus terang aku beraktivitas dikurangi tp tidur msh sering menyamping (katanya harus terlentang ya).
    Aku jg krg bs sedikit membungkuk tanpa sadar mengambil sesuatu dibawah..katanya ga bol3h menunduk..

    Kemudian duduk dg kaki bersila. Katanya ini jg ga boleh. Banyak opini membuat ku jd worry.

    Apakah ada saran agar BHSG kita tinggi ya sis. Dan kira2 penyebab kegagalan sis Liza waktu itu bol3h di share kah??
    Agar saya bs belajar utk memperbaiki diri.

    Terimakasih banyak sis..Gbu more

    Suka

    • Halo Jenny.. salam kenal ya.

      Mostly kegagalan IVF biasanya adl krn kualitas embrio yg kurang bagus sehingga tdk berkembang sebagaimana mestinya dan menempel di rahim. Walopun secara grade di lab bagus, kadang embrio itu mengalami kesulitan beradaptasi kembali di rahim ibu-nya. Konon embrio lbh sensitif terhadap suhu.
      Dalam masa2 2WW ini sarannya cuma hindari stress-kafein-asap rokok-alkohol, konsumsi vitamin dan obat yg diresepkan dan kurangi aktifitas.
      Kita sbg manusia hny bisa berusaha yg terbaik, tapi kuasa tetap di tangan Tuhan. Apapun hasilnya kita harus bisa terima dg lapang dada.
      Ada baiknya saat 2WW ga usah byk browsing dan compare dg pengalaman org, nanti jd byk pikiran. Hehe. Kondisi kehamilan tiap orang itu unik jd ga bs disamakan tanda2nya.
      Semoga sukses ya IVF-nya!

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s