Udang Manis ala My Mom

Ini adalah masakan kesukaan saya dan saudara-saudara saya. Waktu kecil saat di Samarinda dulu, kalau Mama masak Udang Manis pasti langsung rebutan dan habis seketika karena semua makan dengan lahapnya. Gampang masaknya ga pakai ribet dan cocok dijadikan alternatif menu masakan udang di rumah. Disarankan menggunakan udang segar karena akan memberikan rasa manis gurih alami khas udang dibandingkan udang yang sudah lama nginap di freezer.

Bahan:

  • 300 gram udang ukuran sedang, kupas kepala dan kulitnya, bersihkan kotoran di punggungnya.
  • 1 sdt garam (atau sesuai selera)
  • 2 sdm gula pasir (atau sesuai selera)
  • 1 sdm air asam jawa (tingkat kepekatan sedang)
  • 4 sdm minyak goreng untuk menumis

Cara Membuat:

  1. Lumuri udang yang telah dikupas dengan garam. Diamkan sekitar 15 menit.
  2. Panaskan minyak goreng di wajan. Tumis udang sampai berubah warna dan mengeluarkan air. Teruskan memasak sampai air udang menyusut dan agak kering (sambil sesekali diaduk supaya tidak gosong).
  3. Masukkan air asam jawa dan gula pasir. Icipi rasanya. Kalau belum pas bisa ditambahkan lagi garam dan gulanya. Matikan api dan siap disajikan hangat.

Puding Coklat Biskuit Marie Regal Vla Vanila-Rhum

Suatu ketika saya sedang kangen dengan puding jadul, yaitu Puding Marie Regal. Versi klasiknya adalah puding 3 lapis (bening – kuning – coklat), dengan susunan biskuit Marie Regal di dalam puding beningnya. Puding marie Regal klasik ini dimakan begitu saja tanpa vla. Saya pernah coba bikin waktu di Sorowako dulu, tapi entah kenapa menurut saya biasa aja rasanya, kurang nendang. Suami juga ga terlalu suka. Kali ini saya dapat resep modifikasi dari puding versi klasik tersebut. Resep ini menggabungkan puding busa dan puding susu dengan rasa coklat plus vla yang enak. Hasilnya memang tidak mengecewakan. Komentar suami juga bagus, dia bilang enak 😉 Resep vla saya modifikasi dengan penambahan rhum, tapi kalau yang tidak suka rhum bisa diskip saja. Dikarenakan saya cuma punya Marie Regal ukuran kecil di rumah, jadinya saya membuat susunan biskuitnya 2 lapis dengan maksud supaya lebih berisi biskuitnya, tapi ternyata biskuitnya jadi tidak lembut saat dimakan, keras nggak, lembek juga nggak, cenderung kayak biskuit “masuk angin” gitu, wkwk. Kayaknya memang ketebalan deh buat lapisan biskuitnya. Next time saya akan bikin 1 lapis aja sesuai resep. Untuk coklat bubuk yang dipakai akan mempengaruhi warna puding. Untuk lapisan puding busa coklatnya (bagian atas) saya menggunakan coklat bubuk merk Van Houtten dan hasilnya adalah coklat yang agak kemerahan (tidak pekat). Bagian puding susu coklat (bawah) saya menggunakan coklat bubuk Bendico dan hasil akhirnya pekat kehitaman. Berikut adalah resep yang saya ambil dari Cookpad by Rahma Ovekitch.

Bahan Puding Busa Coklat (Lapis 1):

  • 1/2 bungkus (3 gram) agar-agar coklat (saya pakai merk Swallow Globe)
  • 75 gram gula pasir
  • 1 sdm tepung maizena
  • 1/4 sdt garam
  • 2 sdt bubuk coklat (saya pakai merk Van Houtten)
  • 1 butir (30-35 gram)  putih telur
  • 1 sdt air jeruk nipis
  • 400 ml susu coklat cair (saya pakai merk Ultra)
  • 100 ml air

Cara Membuat Puding Busa Coklat (Lapis 1):

  1. Campur agar-agar, gula pasir, garam, tepung maizena, susu coklat cair dan air. Masak di panci sampai mendidih. Sisihkan. Dinginkan (sambil terus diaduk) sampai uap panasnya hilang.
  2. Kocok putih telur dan air jeruk nipis sampai soft peak.
  3. Tuangkan larutan agar-agar (dalam kondisi hangat) sedikit demi sedikit di kocokan putih telur. Kocok sampai rata dengan mixer kecepatan rendah
  4. Tuang di loyang agar-agar yang telah dibasahi oleh air (maksudnya supaya nanti agar-agar gampang dikeluarkan dari cetakannya). Sisihkan.

Bahan Puding Susu Coklat (Lapis 2):

  • 1/2 bungkus agar-agar coklat sisa puding busa coklat (lapis 1)
  • 75 gram gula pasir
  • 2 sdm tepung maizena
  • 1/4 sdt garam
  • 2 sdt bubuk coklat (saya pakai 3 sdt, merk Bendico)
  • 600 ml susu coklat cair (saya pakai merk Ultra)
  • 100 ml air

Cara Membuat Puding Susu Coklat (Lapis 2):

Campur semua bahan, masak diatas panci sampai mendidih. SIsihkan. Dinginkan (sambil terus diaduk) sampai uap panasnya hilang.

Penyelesaian:

  1. Ketika lapisan 1 sudah set dan mengeras (ketika dipegang tidak lengket lagi di jari), susun biskuit Marie Regal diatasnya (1 lapis saja).
  2. Tuang bahan lapisan 2 sedikit demi sedikit supaya biskuit tidak mengapung. (saya tuang pakai sendok makan sedikit demi sedikit sampai biskuitnya set dengan agar-agar baru saya tuang semua sisa bahannya).
  3. Dinginkan sampai uap panasnya hilang. Masukkan ke kulkas.
  4. Keluarkan Puding dari cetakannya. Potong sesuai selera

Bahan Vla Vanila-Rhum:

  • 250 ml susu cair (saya pakai merk Ultra)
  • 50 gram gula pasir
  • 1 sdm tepung maizena
  • 1 sdt pasta vanila (saya pakai merk Koepoe-koepoe)
  • 1/2 sdt essence rhum (modifikasi dari saya, saya pakai merk Toffieco)

Cara Membuat Vla Vanila-Rhum:

Campur semua bahan jadi satu, masak diatas panci sampai mendidih. Dinginkan sampai uap panasnya hilang. Masukkan ke kulkas. Siap disajikan bersama pudingnya.

Ayam Betutu Kuah

Udah lama banget ga posting di blog karena sibuk liburan. Kebetulan Suami dapat jatah libur bersama 16 – 21 Juli 2015 dan Kami berlibur ke Bandung. Liburan ke Bandung akan saya bahas di tulisan terpisah. Kali ini saya akan bahas tentang resep-resep aja yang sudah dieksekusi tapi belum sempat di-posting di blog (jadi menuh-menuhin handphone aja deh, hehe). Resep kali ini adalah masih masakan Bali dan sudah pernah saya posting versi keringnya di tulisan sebelumnya, yaitu Ayam Betutu Kuah. Pertama kali mencoba makan ayam betutu ini di Bali memang versi kuahnya dengan rasa pedas yang luar biasa.. Makannya sampai nangis-nangis dan keringatan saking pedasnya. Restoran tempat Kami makan tersebut adalah Ayam Betutu Khas Gilimanuk yang saat ini bahkan sudah buka cabang dimana-mana diluar Bali. Resep kali ini saya dapatkan dari blog SerdadoeDapoer dan sudah saya modifikasi. Resep ini seharusnya menggunakan minyak kelapa, tapi karena tidak ada stok minyak kelapa dan kebetulan susah nyarinya, saya pakai minyak sayur biasa aja.

Bahan:

  • 1/2 ekor ayam kampung besar / ayam soto
  • 8 siung bawang putih, rajang halus
  • 2 siung bawang merah (saya pakai 4 siung), rajang halus
  • 1 jempol jahe, rajang halus
  • 1/3 kelingking kunyit, rajang halus
  • 1/3 kelingking kencur, rajang halus
  • 1 ruas telunjuk lengkuas, keprak
  • 6 cabe rawit merah (pedas), rajang halus
  • 3 batang serai, ambil putihnya saja, rajang halus
  • 1 sdt terasi (saya pakai terasi udang ABC), haluskan
  • 1 sdm ketumbar, haluskan (ini tambahan dari saya)
  • 1 sdm garam atau sesuai selera (tambahan dari saya)
  • 1 sdt gula pasir (tambahan dari saya)
  • 1 sdt merica bubuk (tambahan dari saya)
  • 1/4 sdt pala bubuk (tambahan dari saya)
  • Sejumput kaldu ayam bubuk (tambahan dari saya, saya pakai Royco)
  • 2 lembar daun salam (tambahan dari saya)
  • 1 lembar daun jeruk (tambahan dari saya)
  • 1/4 sdt kunyit bubuk (tambahan dari saya)
  • 5 sdm minyak kelapa asli (saya pakai minyak sayur biasa)
  • 300 – 500 ml air (tergantung ukuran ayamnya)

Cara Membuat:

  1. Ulek kasar bumbu yang dirajang dengan terasi. Jangan terlalu halus uleknya.
  2. Siapkan wajan. Tumis bumbu dengan minyak kelapa sampai harum. Masukkan ayam dan bolak-balikan daging ayam sampai berubah warna.
  3. Masukkan air. Masak sampai daging ayam lunak dan kuah tinggal sedikit (sekitar 1 jam). Angkat dan siap disajikan.