Milo Doggie Cookies

Awalnya nyari resep kue yang pakai bahan Milo karena kebetulan di rumah ada stok Milo. Eh ketemu gambar kukis lucu berbahan Milo.. Jadi semangat bikinnya deh. Memang agak ribet sih daripada kukis standar yang tanpa hiasan. Tapi ga ada salahnya dicoba lah ya. Saya selalu semangat kalau nyobain hal yang baru. Hasil percobaan pertama saya dengan kukis ini mendapat banyak komentar dari kerabat saya, kebanyakan berpendapat kalau kukis buatan saya ini lebih mirip bentuk beruang daripada doggie, huhuhuhu… tapi ga apa-apa lah yang penting tetap cute bentuknya, hahaha. Maksa! Resep ini saya dapat dari blog Catatan Nina:

Bahan:

  • 180 gram butter (suhu ruang)
  • 80 gram milo
  • 1 sdm gula pasir halus / gula kastor
  • 200 gram tepung terigu protein rendah, ayak
  • 25 gram maizena, ayak
  • 25 gram susu bubuk full cream, ayak
  • Choco chips secukupnya (sekitar 100 gram)
  • Meises secukupnya
  • Koko Crunch secukupnya (sekitar 75 gram)

Cara Membuat:

  1. Panaskan oven 140 derajat celcius. Siapkan loyang (tidak perlu dioles mentega)
  2. Kocok butter, milo dan gula halus sebentar saja dengan mixer kecepatan rendah, sekitar 3 menit. Jangan sampai overmix ya.
  3. Masukkan campuran tepung terigu, maizena dan susu bubuk. Aduk rata dengan spatula sampai bisa dipulung.
  4. Bentuk bulat adonan (timbang sekitar 7-8 gram), letakkan diatas loyang. Lakukan sampai adonan habis.
  5. Beri meises untuk mata, choco chips untuk hidung dan Koko Crunch untuk telinga.
  6. Panggang di oven selama 25 menit hingga matang. Angkat.

Braided Nutella Star Bread

Ini sekali-kalinya saya mencoba “ber-seni” di dapur. Biasanya saya selalu bikin kue atau roti yang praktis-praktis aja. Tapi saya jadi tertantang untuk mencobanya karena bentuknya yang cantik dan unik. Penasaran gimana cara membentuk roti seperti itu. Dikarenakan masih percobaan pertama jadinya masih kurang rapi menurut saya, tapi hasil kerja keras sendiri harus dibanggakan dong! hahaha. Resep saya ambil dari blog Hesti Kitchen.

Bahan:

  • 450 gram tepung terigu protein sedang + 50 gr untuk taburan
  • 225 ml susu cair
  • 70 gram gula pasir
  • 1 1/2 sdt ragi instan (saya pakai merk Haan)
  • 2 kuning telur (putihnya bisa dipakai untuk olesan)
  • 30 gram butter (saya pakai salted butter)
  • 1/3 sdt garam
  • 200 gram selai cokelat (saya pakai Nutella)

Cara Membuat:

  1. Panaskan susu cair, asal hangat, sekitar 30 derajat celcius saja (jangan terlalu panas karena raginya nanti akan mati). Angkat
  2. Campur semua bahan kering, kecuali garam, aduk rata. Masukkan kuning telur, butter, garam, dan susu cair. Mixer atau uleni sampai kalis. Tutup dengan serbet bersih lembab / clingwrap dan biarkan sampai mengembang 2x lipat, sekitar 45 menit.
  3. Kempeskan adonan. Bagi adonan 4 bagian sama banyak (timbang kalau perlu).
  4. Giling tipis adonan hingga membentuk lingkaran berdiameter 30 cm. Pindahkan adonan ke dalam loyang yang dialasi kertas roti dan diolesi mentega (atau bisa pakai silpat).
  5. Olesi lingkaran adonan layer 1 dengan Nutella. Tutup dengan lingkaran adonan layer 2. Olesi lagi Nutella. Tutup dengan lingkaran adonan layer 3. Olesi lagi Nutella. Tutup dengan lingkaran adonan layer 4.
  6. Buat tanda lingkaran kecil di tengah lingkaran layer 4 dengan gelas (jangan sampai terlalu dalam menekan gelasnya di adonan ya). Potong tumpukan adonan tsb 16 bagian sama besar tanpa menyentuh lingkaran kecil yang dibuat dari gelas tadi.
  7. Pelintir tiap ujung bagian sehingga bertemu dengan ujung sebelahnya. Bisa dilihat dengan detail pengerjaannya di link berikut: Handimania
  8. Setelah jadi, diamkan adonan 15 – 20 menit. Oles dengan putih telur lalu panggang di oven dengan suhu 190 derajat celcius selama 20 menit sampai adonan terlihat kecoklatan.

Ayam Cola Panggang

Pertama kali merasakan Ayam Cola ini adalah pas waktu kuliah di Bandung sekitar tahun 2011 di pinggir jalan daerah Simpang Dago. Awal nyoba karena penasaran, emang bisa ya ayam dimasak pake cola? Bukannya cola itu minuman bersoda yang biasanya diminum gitu aja? Koq dijadin bumbu masak? Eh ternyata enak lho! Waktu itu harganya juga pas di kantong mahasiswa, hehe. Waktu berlalu dan saya pindah ke berbagai kota. Selama itu saya ga pernah ketemu yang jualan Ayam Cola. Sampai hari ini tiba-tiba teringat dan kebetulan ada stok cola di kulkas. Saya sengaja ga mau minum cola gitu aja karena kebetulan lagi tinggi asam lambungnya (sakit maag). Saya pikir kalau diolah jadi makanan mungkin nanti cola-nya ga akan terlalu ber-gas di lambung. So, mulailah saya browsing mencari resep Ayam Cola ini dan nemu di blog Catatan Nina. Kalau ditanya gimana rasa Ayam Cola ini, menurut saya mendekati rasa dan penampilan Ayam Goreng Mentega tapi dengan rasa dan aroma cola, hihi. Penasaran? Yuk dicoba aja, resepnya mudah dan praktis koq.

Bahan:

  • 1/2 ekor ayam broiler, potong sesuai selera, tusuk-tusuk dengan garpu / kerat-kerat dagingnya
  • 1/2 butir bawang bombay, iris halus
  • 6 sdm kecap manis
  • 1 kaleng (330 ml) cola
  • 1 sdm margarin untuk menumis

Bumbu Halus:

  • 8 siung bawang putir, blender
  • Garam secukupnya
  • Merica secukupnya

Cara Membuat:

  1. Rendam potongan ayam dengan sedikit cola sekitar 15 menit, tiriskan.
  2. Tumis bawang bombay sampai berwarna transparan, sisihkan.
  3. Tumis bawang putih sampai harum, masukkan daging ayam yang sudah direndam cola. Tumis ayam sampai berubah warna.
  4. Masukkan kecap manis, sisa cola, garam dan merica. Masak sampai air cola habis dan meresap ke ayam.
  5. Masukkan tumisan bawang bombay, aduk sebentar. Angkat.
  6. Panaskan oven. Panggang ayam cola di oven dengan suhu 180 derajat celcius selama 15-20 menit sambil dibungkus aluminium foil. Kalau tidak ada oven bisa juga dipanggang diatas teflon. (Sebaiknya menggunakan aluminium foil karena ayam cola ini banyak menggunakan kecap manis yang kalau dipanggang bisa lengket di wajan atau loyang).

Note:

  • Bawang bombay dimasukkan belakangan supaya tidak terlalu berubah warna dan layu karena dimasak kelamaan bersama ayam.
  • Tanpa dipanggang pun Ayam Cola ini sudah bisa disantap. Dipanggang supaya lebih kering aja teksturnya.

Bolu Jerman (BolJer)

Bolu ini lagi ngetrend banget di grup NCC (Natural Cooking Club) di Facebook. Saya jadi ikutan latah bikin karena penasaran kayak gimana sih Bolu Jerman ini. Saya juga ga ngerti asal muasalnya kenapa bolu ini bisa dibilang Bolu Jerman, tau-tau banyak resep yang beredar di Facebook. Ada 2 metode pembuatan Bolu Jerman ini: All in one dan ala Sponge Cake. All in one method ini sesuai dengan resep aslinya yaitu semua bahan dicampur (kecuali mentega cair) dan dikocok bersamaan. Sedangkan ala Sponge Cake method adalah bahan kering (tepung, susu bubuk) dimasukkan setelah pengocokan bahan lain (telur, gula, emulsifier). Dalam resep ini saya menggunakan metode ala Sponge Cake karena dari berbagai review ibu-ibu di grup banyak yang hasilnya bantat dan tidak mengembang dengan menggunakan all in one method. Banyak juga yang bilang kalau menggunakan all in one method ini hasil adonannya cenderung cair, susah kental. Yah daripada sayang kan bahan-bahannya kebuang karena hasilnya tidak memuaskan, lebih baik saya pakai metode modifikasi aja alias ga ikut resep aslinya. Mungkin metode all in one itu hanya bisa dilakukan oleh para ahli, bukan pemula kayak saya, hehe.

Bolu ini hasilnya lembut, pori-porinya kecil dan tidak eneg karena rasa manisnya pas. Untuk yang senang dengan bolu-bolu polos rumahan sepertinya cocok deh dengan Bolu Jerman ini. Saya memodifikasi dengan menambahkan choco chips, tapi karena ketidaktahuan saya, saya tidak menambahkan terigu di choco chips-nya sehingga akhirnya choco chips-nya jadi tenggelam di dasar adonan, huhuhu, padahal pengennya choco chips-nya menyatu dengan adonannya. Resep saya ambil dari grup NCC di Facebook, katanya resep aslinya ditulis oleh Eba Chan.

Bahan:

  • 6 kuning telur (suhu ruang)
  • 3 putih telur (suhu ruang)
  • 100 gram mentega (saya pakai salted butter), cairkan diatas kompor dengan api kecil, tidak perlu sampai mendidih biar kadar airnya tetap terjaga.
  • 100 gram gula pasir
  • 60 gram tepung terigu, ayak
  • 35 gram tepung maizena, ayak
  • 25 gram susu bubuk, ayak
  • 1/2 sdt emulsifier (TBM / SP, saya pakai TBM)
  • 1/2 sdt vanili
  • 2 sdm air (saya tidak pakai)

Bahan Tambahan: saya pakai choco chips. Choco chips seharusnya ditaburi / dicampur sedikit terigu dulu supaya menyatu dengan adonan dan tidak tenggelam seperti punya saya.

Cara Membuat:

Metode ala Sponge cake

  1. Campur telur, gula pasir, vanili, dan emulsifier. Kocok dengan mixer kecepatan tinggi selama sekitar 10 menit sampai berbusa dan rata.
  2. Campur tepung terigu, maizena dan susu bubuk yang telah diayak. Masukkan dalam adonan telur yang sdh dikocok sedikit demi sedikit sampai habis sambil dikocok dengan mixer kecepatan rendah selama 10 menit sampai adonan menjadi kental berjejak.
  3. Masukkan mentega cair sedikit demi sedikit dan aduk dengan spatula dengan metode aduk balik.
  4. Masukkan choco chips yang telah dilumuri terigu ke dalam adonan dan aduk rata dengan spatula.
  5. Masukkan ke loyang yang telah diolesi mentega dan ditaburi sedikit terigu tipis. Ketuk pelan loyang untuk meratakan adonan. (Saya pakai loyang bulat diameter 22 cm dengan tinggi 7 cm)
  6. Panaskan oven 15 menit sebelumnya
  7. Panggang dengan suhu 150 derajat celcius selama 45 – 50 menit sampai permukaannya berwarna kecoklatan. Angkat dan segera keluarkan dari loyang.

Note: Saat dalam oven adonan akan mengembang, tapi saat keluar oven bolu-nya agak mimpes, jadi hasil akhirnya memang bolu-nya tidak tinggi. Ada juga yang menyarankan menggunakan loyang tulban supaya bisa mengembang maksimal.

Buttermilk Fluffy Pancake for Pancake Lovers!

Pancake ini biasanya jadi menu sarapan Western people karena mudah dan praktis membuatnya, ga sampai 30 menit juga udah jadi. Kan males ya kita pagi-pagi bikin sarapan yang heboh dan repot. Pancake ini bisa disajikan dengan berbagai topping. Ada yang pakai ice cream, madu, maple syrup, choco chips bahkan saya pakai topping nuttela aja juga enak tuh! hahaha. Untuk membuat pancake ini saya hanya menggunakan wajan teflon saja, kalau kamu ada loyang khusus pacake mungkin akan lebih cantik lagi penampilannya. kalau udah bisa bikin pancake sendiri sih udah pasti males deh jajan pancake diluar yang kadang-kadang menurut saya over price.

Hasil pancake dari resep ini adalah pancake yang lembut dan agak berongga karena ada penggunaan baking powder dan soda kue. Rasanya enak dan tidak bikin eneg karena rasa manisnya pas dan terasa buttermilk-nya. Saya menggunakan wajan teflon diameter 18 cm, jadinya sekitar 5 pcs, cocok untuk keluarga kecil kayak saya. Resep saya dapatkan dari blog Hesti’s Kitchen:

Bahan:

  • 1 cup (110 gram) terpung protein sedang
  • 1 sdt baking powder
  • 1/2 sdt baking soda
  • 1/4 sdt garam halus
  • 1 1/2 sdm gula pasir
  • 1 butir telur ukuran besar, kocok lepas
  • 130 – 150 ml buttermilk (susu cair diberi 2 sdm perasan jeruk nipis, diamkan 10 menit)
  • 2 sdm unsalted butter, lelehkan (saya pakai yang salted butter)

Cara Membuat:

  1. Aduk rata semua bahan kering, masukkan telur, buttermilk dan butter leleh. Aduk asal rata dengan whisker.
  2. Panaskan wajan anti lengket dengan api sedang. Tuang 1 sendok sayur adonan ke wajan yang sudah panas. Biarkan sampai adonan berlubang-lubang dan pinggirannya agak kering sekitar 2 1/1 menit.
  3. Balik adonan. Apabila sudah berwarna kuning kecoklatan segera angkat (sekitar 1 menit)
  4. Sajikan hangat dengan topping sesuai selera.

Catatan Perjalanan Hong Kong – Macau – Shenzhen (Day 6 – end)

Minggu, 18 Mei 2015

Hari ini adalah saatnya kembali ke negara tercinta, Indonesia. Betapa kami sangat merindukan keramahan masyarakat Indonesia, makanannya yang kaya rempah dan tentu saja enak, serta merindukan mobil kami karena disini harus jalan kaki jauh kemana-mana menggunakan public transportation. Yah walaupun transportasi umum disini aman dan nyaman tapi tetep aja capek jalan kakinya itu, hehe.

Dari apartemen kami, kami berjalan kaki ke Jordan road sampai menemukan halte bus untuk bus nomor A22 yang ke arah Hong Kong International Airport. Kenapa kami memilih naik bus? Silakan baca tulisan saya sebelumnya “Catatan Perjalanan Hong Kong – Macau – Shenzhen (Day 1)”. Perjalanan ke airport ini ditempuh dengan waktu 1 jam. Sesampainya di airport, terminal 2, kami langsung mengurus check in dan diinfokan oleh petugasnya kalau boarding gate kami cukup jauh, gate 70.

Di airport ini kami mencari counter untuk refund balance Octopus Card yang terletak dekat stasiun MTR Airport Express. Saldo kami dipotong masing-masing HKD 9 untuk admin fee. Setelah dipotong admin fee, kami menerima sisa uang kami sebanyak HKD 64,6 untuk masing-masing orang. Selesai urusan Octopus Card, kami breakfast dulu disebuah toko yang terletak di lantai bawah dari check in counter terminal 2. Ternyata lumayan murah juga dan dengan porsi yang banyak, dapat bubur, mie goreng, dan milk tea. Yah tapi rasanya agak kurang berbumbu lah khas masakan di Hong Kong.

Setelah breakfast, kami langsung bergegas ke arah imigrasi untuk menuju gate 70 itu. Ternyata oh ternyata memang jauh banget gate-nya. Selesai dari imigrasi kami harus naik kereta dulu menuju terminal 1, kemudian disitu baru jalan kaki menuju gate 70 yang letaknya agak ujung. Maklum lah naik penerbangan LCC yang murah meriah, hahaha. Jadi kalau kamu nantinya boarding di gate 70 ya jangan mepet-mepet ya waktunya. Bangunan airport-nya gede banget! Sampe capek lari-lari ngejarin waktu boarding. Oya, pas di imigrasi Hong Kong sebelumnya, air minum kita akan disuruh buang / habiskan, tapi jangan khawatir karena di dekat toilet boarding gate ada drinking water tap, jadi kita bisa refill botol minum kita for free. Daripada harus beli air minum di pesawat nanti kan mahal, 1 botol kecil aja harganya SGD 4.

Pesawat Tiger Air kami berangkat tepat waktu jam 10:50 A.M dari Hong Kong menuju Singapore. Transit di Singapore sekitar 3 jam-an baru kemudian berangkat ke Jakarta jam 06:10 P.M. Setibanya di SIngapore, sekitar jam 02:40 P.M kami mengurus boarding pass penerbangan ke Jakarta di Transit Lounge, kemudian langsung menuju food court yang bernama Universal Dining di lantai 2 untuk lunch. Setelah itu kami menuju ke movie theatre untuk menghabiskan waktu dengan nonton dan tidur-tiduran. Efek kecapekan jalan-jalan di Hong Kong – Macau – Senzhen. Mendekati waktu boarding kami bergegas menuju boarding gate. Di boarding gate ini juga nantinya air minum kita akan diminta untuk buang / habiskan. Tapi di dalam ruang tunggu-nya akan ada drinking water tap koq untuk refill. Tepat jam 06:10 P.M pesawat kami terbang ke Jakarta.

Review Today Expenses:

  • Breakfast at Hong Kong International Airport: HKD 48 = IDR 81.552
  • Snack at Sevel Hong Kong International Airport: HKD 32 = IDR 54.368
  • Admin refund fee Octopus Card for 2 person: HKD 18 = IDR 30.582
  • Refund balance Octopus Card for 2 person: (-HKD 129,2) = (-IDR 219.510)
  • Lunch at Changi: SGD 14,8 = IDR 145.854

Total Today Expenses in IDR = 92.846

(Exchange Rate kami sesuai yang ditukarkan ke money changer per 11 Mei 2015: HKD = 1699, CNY = 2114, SGD = 9855)

Banyak teman saya yang bertanya, habis berapa biaya liburan ke Hong Kong – Macau – Shenzhen kemarin. Nah ini saya kasih summary-nya ya. Harga disini tidak termasuk shopping-shopping heboh lho ya. Prinsip saya dan suami kalau travelling itu lebih ke arah sightseeing dan merasakan experience hidup di kota / negara lain. Khusus kalau travelling ke negara lain, kami ga melakukan wisata kuliner. Lebih ke arah makan untuk bertahan hidup, enak ga enak telan aja deh, yang penting murah dan bersih makanannya, hahaha. Berasa banget lho uang Rupiah (IDR) kita itu jadi kecil kalau hidup di negara lain, terutama negara yang lebih maju dari Indonesia.

Summary Expenses:

  • Return ticket Jakarta – Hong Kong – Jakarta Tiger Air 13 – 18 May 2015 for 2 person: IDR 6.420.837 (harga ini sudah saya tambahkan biaya bagasi 20 kg untuk Jakarta ke Hong Kong dan 25 kg untuk Hong Kong – Jakarta). Saat saya beli tiket ini tgl 16 April 2015 kurs SGD = 9471. Untuk Tiger Air ini fare-nya dalam mata uang SGD. Jadi mungkin kalau kalian beli tiket harga dalam SGD-nya sama dengan tiket saya ini tapi nilai kursnya berubah ya bisa jadi harga tiket kalian akan lebih murah atau lebih mahal.
  • Apartemen Austin Inn via AirBnB untuk tanggal 13 – 18 May 2015: IDR 2.200.000. Harga ini juga bisa berubah sewaktu-waktu tergantung nilai kurs ya. Untuk Austin Inn ini harganya akan makin murah kalau kita stay-nya lebih lama.
  • Day 1: IDR 847.647 (incl. meals & Octopus Card for 2 person)
  • Day 2: IDR 534.845 (incl. meals & Octopus Card for 2 person)
  • Day 3: IDR 1.770.358 (incl. meals, Octopus Card, TurboJet Round Trip Ticket for 2 person)
  • Day 4: IDR 2.483.738 (incl. meals, Octopus Card, WoW admission fee, Splendid China admission fee, Metro Shenzhen for 2 person, VoA Shenzhen for 1 person)
  • Day 5: IDR 1.695.602 (incl. meals, Octopus Card, Cable Car Ngong Ping Round Trip Ticket for 2 person, shopping at Giordano & Ladies Market)
  • Day 6: IDR 92.846 (incl. meals & Octopus Card for 2 person)

TOTAL EXPENSES: IDR 16.045.873

Catatan Perjalanan Hong Kong – Macau – Shenzhen (Day 5)

… Sambungan “Cerita Perjalanan Hong Kong – Macau – Senzhen (Day 4)”…

Hari ini kami manfaatkan untuk explore Hong Kong saja sebelum besok balik lagi ke Jakarta. Agenda hari ini cukup santai dan ga hectic seperti biasa. Efek dari agenda yang padat beberapa hari sebelumnya bikin encok dan kaki pegel, mungkin faktor usia juga ya, hahaha.

Minggu, 17 Mei 2015

  1. Ngong Ping Village
    Objek wisata di Ngong Ping Village ini adalah Big Buddha, yaitu patung Buddha ukuran besar yang terletak diatas bukit. Mirip dengan Big Buddha di Phuket. Untuk menuju Big Buddha kita harus menaiki 250 anak tangga menuju puncak bukit. Lumayan bikin pegal kaki lah, hehe. Saat sampai disana udara-nya dingin khas dataran tinggi gitu. Plus ada hujan angin kabut juga menjelang pulang. Jadi jangan lupa bawa payung dan jaket ya (kalau ga tahan udara dingin). Ngong Ping Village ini ga terlalu besar banget area-nya. Banyak toko yang jual aksesoris, oleh-oleh dan makanan. Untuk yang mau makan hemat juga ada Sevel disini koq, hahaha.
    Untuk menuju Ngong Ping Village ada 2 alternatif yaitu via bus dan cable car. Kalau kami sih lebih memilih cable car karena lebih cepat sampainya dan juga mau melihat pemandangan Hong Kong dari atas cable car. Cable car ini ada 2 tipe kabin, yaitu crystal cabin dan standard cabin. Keistimewaan crystal cabin adalah lantai cabin-nya terbuat dari kaca kristal tembus pandang, jadi kita bisa melihat pemandangan 360 derajat. Saya memilih standard cabin aja karena lebih murah tentunya dan saya adalah tipe orang yang takut ketinggian. Untuk round trip ticket harganya jauh lebih murah yaitu HKD 165 per orang. Perjalanan ditempuh selama 30 menit.
    2015517124523
    2015517132239Untuk menuju Ngong Ping Cable Car Terminus dari apartemen kami, kami naik MTR dari stasiun Kowloon dan turun di Tung Chung. Kemudian lanjut cable car ke Ngong Ping. Sebelum naik cable car kami berkunjung ke City Gate Outlet yang berdekatan dengan stasiun MTR Tung Chung. Kami pergi ke money changer yang terletak di B2 mall ini dan ternyata rate-nya cukup bagus lho. Kami menukarkan mata uang RMB kemarin yang kelebihan menjadi mata uang HKD. Setelah itu kami jalan-jalan sambil survey harga di toko-toko brand ternama, membandingkan harga item yang sama dengan di Indonesia. Menurut saya ga terlalu beda jauh ya, paling beda sekitar 30 – 50 ribu rupiah per item dengan yang di Indonesia. Makanya saya heran koq orang-orang bilang belanja di Hong Kong jauh lebih murah. Mungkin kalau beli dalam jumlah banyak kali ya baru dapat special price. Waktu itu saya cuma beli baju kaos Giordano aja, 4 pcs dapat harga promo HKD 199. Di toko Giordano itu banyak sekali turis dari Indonesia yang belanja, hehe. Untuk makan kami memilih makan di food court mall, nama food court-nya adalah Food Republic. Lumayan terjangkau lah harga makanannya.
  2. Disneyland Hong kong
    Selesai dari Ngong Ping kami mampir ke Disneyland Hong Kong. Menikmati suasana Disneyland yang gratisan tanpa harus masuk ke theme park-nya, hehe. Kenapa kami ga mau masuk ke theme park-nya? Konon dari info yang saya dapat, wahana di Disneyland Hong Kong ini lebih cocok untuk anak kecil, kalau masuk kesana tanpa bawa anak pasti akan bosen katanya, kecuali kamu adalah fans maniak Disney, hehe. Karena ga masuk theme park-nya kami foto-foto di gerbang masuknya, tamannya, dermaganya dan bahkan kami juga masuk ke hotel-hotel di kawasan Disneyland ini. Ada 2 hotel di Disneyland ini yaitu: Hong Kong Disneyland Hotel dan Disney’s Hollywood Hotel. Hong Kong Disneyland Hotel didesain bergaya Victorian Classic dengan banyak pernak-pernik Mickey Mouse sebagai salah satu tokoh Disney. Disney’s Hollywood Hotel didesain lebih casual dan tetap dengan pernak pernik Mickey Mouse. Untuk harga, lebih murah menginap di Disney’s Hollywood Hotel daripada Hong Kong Disneyland Hotel. Detail harga bisa dilihat di website-nya https://www.hongkongdisneyland.com/hotels. Ada free shuttle bus juga dari stasiun MTR Disney ke hotel-hotel tersebut. Kalau jalan kaki memang agak jauh sekitar 15 – 20 menit.
    2015517155146 2015517155352
    2015517160414
    2015517161116
    20155171638112015517171405 2015517174019Untuk pergi ke Disneyland ini, kami dari Tung Cung naik MTR dan turun di stasiun Sunny Bay. Dari Sunny Bay ini akan ada kereta ke Disneyland. Keretanya lucu lho, jendelanya bentuk kepala Mickey Mouse dan interiornya banyak patung tokoh Disney.
  3. Ladies Market
    Tempat ini semacam Chatuchak Weekend Market kalau di Bangkok, hanya saja Ladies Market ini tidak hanya buka pas weekend tapi setiap malam dan dengan susunan tenda jualan yang tidak beraturan. Tidak dipisahkan per kategori. Agak susah menjelajahi tempat ini karena ramainya pengunjung. Saking banyaknya orang Indonesia yang belanja disini, beberapa tenda jualan menuliskan harga dan keterangan jualannya dalam bahasa Indonesia lho! Saya ga belanja banyak disini, cuma beberapa pernak pernik aja yang dibeli, karena kalau dilihat barang jualannya mirip-mirip kayak di ITC gitu deh. Lagian uang HKD kami sudah sekarat dan disini susah cari money changer yang mau terima IDR.
    Untuk menuju tempat ini, naik MTR dan turun di stasiun Mong Kok, ambil exit E2. Untuk makanan banyak kedai-kedai kecil gitu di pinggir tenda-tenda jualan tapi menurut kami suasananya kurang nyaman. Kami memilih makan di resto yang bernama Cafe de Coral. Tak disangka harga makanannya cukup murah dan lebih nyaman (AC, ada toilet, dan ga berdesak-desakan). Setelah tersesat sana sini di Ladies Market, kami ke Langham Place mall untuk kemudian naik MTR dari basement Langham Place ke arah pulang. Sebelum naik MTR kami singgah sebentar di supermarket di Langham Place ini untuk beli drinking water dan snack. Ternyata.. drinking water sini harganya jauh lebih murah dari di Sevel! Bisa beda sampai HKD 5 per botol, ckck. Tapi apa daya ya, yang dekat apartemen cuma Sevel aja.

Catatan:

  • Kalau ke Ladies Market dan niat belanja, bawa uang HKD yang cukup. Kalau perlu ke money changer, siapin uang dalam mata uang negara-negara besar seperti USD, SGD, dll.. IDR kurang laku disini. kalau ada pun nilai tukarnya rendah banget dan bikin rugi.
  • Hati-hati pickpocket di Ladies Market soalnya tempatnya ramai banget

Review Today Expenses:

  • Top up Octopus Card at Sevel for 2 person: HKD 200 = IDR 339.800
  • Shopping at Giordano City Gate Outlet: HKD 199 = IDR 338.101
  • Cable Car Ngong ping Round Trip for 2 person: HKD 330 = IDR 560.670
  • Lunch at Food Republic: HKD 96 = 163.104
  • Dinner at Cafe de Coral: HKD 80 = IDR 135.920
  • Shopping at Ladies Market: HKD 30 = IDR 50.970
  • Supermarket at Langham Place: HKD 63 = IDR 107.037

Total Today Expenses in IDR = 1.695.602

(Exchange Rate kami sesuai yang ditukarkan ke money changer per 11 Mei 2015: HKD = 1699, CNY = 2114, SGD = 9855)

To Be Continued

Catatan Perjalanan Hong Kong – Macau – Shenzhen (Day 4)

… Sambungan cerita “Catatan Perjalanan Hong Kong – Macau – Shenzhen (Day 3)”…

Hari ini kami merencanakan berkunjung ke Shenzhen. Untuk memasuki negara ini dibutuhkan visa. Kita bisa mengurus visa saat di Indonesia dengan pergi ke Kedubes Cina atau melalui Visa on Arrival (VoA) seperti yang saya lakukan. Mengurus VoA di Shenzhen cukup mudah, tinggal isi formulir dan bayar RMB 168 per orang di loket. VoA ini berlaku selama 5 hari dan hanya berlaku di negara Shenzhen saja. Kita tidak bisa menggunakan visa ini untuk bepergian ke negara Cina lainnya. Kebetulan suami saya sudah ada visa Cina yang masih berlaku karena sebelumnya dia ada bussines trip ke negara Cina beberapa bulan sebelumnya. Jadi cuma saya aja yang perlu urus VoA.. lumayan deh hemat budget RMB 168, hihihi. Bahasa yang dominan di Shenzhen adalah bahasa Mandarin, cuma sedikit orang yang bisa bahasa Inggris. Mata uang yang digunakan adalah CNY (Chinese Yuan) atau biasa dikenal RMB.

Dari Hong Kong untuk menuju Shenzhen cukup mudah. Dari apartemen kami, kami jalan kaki ke stasiun MTR Austin untuk kemudian naik MTR ke arah East Tsim Sha Tsui. Turun di Hung Hom lanjut naik ke kereta jurusan Lo Wu. Perjalanan dari apartemen sampai tiba di stasiun Lo Wu ini memakan waktu 1 jam dengan biaya HKD 41,1. Karena berencana untuk one day trip saja, kami memang berangkat dari apartemen agak pagi. Sesampainya di Lo Wu, sebelum melalui imigrasi Shenzhen, saya mengurus VoA dulu di lantai 2. Loket VoA di Lo Wu ini buka dari 7 A.M. sampai malam (tapi lupa sampai jam berapa-nya). Tapi banyak cerita juga dari blog yang saya baca kalau kantor VoA ini bukanya suka-suka hati. Kadang bisa tutup tiba-tiba juga. Jadi memang untung-untungan juga deh mengurus VoA ini.

Setelah melewati imigrasi Shenzhen, kita masuk ke stasiun MRT Senzhen yang bernama Luo Hu. kami mengurus token untuk menaiki Metro Shenzhen (Subway di Shenzhen disebut Metro). Kami beli token sekali perjalanan saja, beli-nya di mesin token yang mirip kayak ATM. Tenang aja karena ada bahasa Inggrisnya koq. Tinggal tap aja mau turun di stasiun mana dan berapa byk mau beli token-nya. 1 orang 1 token lho ya.

Sabtu, 16 Mei 2015

  1. Windows of The World (WoW)
    Ini adalah tujuan pertama kami setibanya di Shenzhen. WoW adalah theme park yang berisi replika miniatur dari objek-objek wisata diseluruh dunia. Miniatur dibuat sedetail mungkin seperti aslinya. Lokasi miniatur dibagi sesuai benuanya: Asia, Amerika, Eropa, Afrika dan Oseania. Beberapa miniatur tampak kurang perawatan sehingga agak kusam. Tapi dengan sudut foto yang tepat kamu seakan-akan sedang berada di bangunan aslinya. Intinya sih tempat ini untuk memperkenalkan objek-objek wisata di seluruh dunia. Wajib foto-foto kalau disini! Kalau belum mampu untuk tur keliling dunia, coba lah ke WoW Shenzhen ini dulu. Dijamin bakal banyak yang “tertipu” dengan fotomu dengan latar belakang landmark terkenal di dunia. Teman saya aja banyak yang menyangka saya habis ikut Europe Trip karena ada foto saya berlatar belakang Eiffel Tower, Kincir Angin, dll. Padahal sih ya foto itu diambil di WoW, wkwk. Di tempat ini kamu ga akan menemukan miniatur landmark dari negara Cina karena semua yang berhubungan dengan miniatur landmark Cina adanya di Splendid China Folk Culture Village (tempat kunjungan kami selanjutnya). Di beberapa area di WoW ini ada live show-nya juga di waktu-waktu tertentu. Saat itu kami berkesempatan menyaksikan pertunjukan tari Afrika, hehe. Keterangan lebih lanjut bisa dicek di website-nya langsung http://en.szwwco.com.
    Untuk menuju WoW dari Stasiun Lo Wu tadi, naik metro dan turun di stasiun Windows of The World. Biaya metro adalah RMB 5 per orang. Harga tiket masuk untuk WoW ini adalah RMB 180 per orang. Untuk mengelilingi semua area WoW dengan berjalan kaki dibutuhkan waktu 3 jam (ini karena keseringan stop di suatu tempat untuk foto-foto, hehe). Ada juga opsi naik kereta atau mobil keliling sih dengan charge tertentu, tapi kemarin kami memilih jalan kaki keliling aja biar lebih hemat, sekalian olahraga dan bisa lebih bebas berhenti di spot-spot tertentu untuk foto.
    Untuk makanan, di dalam WoW sendiri banyak counter-counter makanan, hanya saja waktu itu kami lunch dulu di KFC di luar WoW (sebelum entrance) karena sudah kelaparan. Lagi-lagi KFC disini ini ga ada yang jual paket nasi. Makannya cuma pakai french fries aja dan ga dikasih saus sambal pula! Jadi kalau kamu yang biasa makan dengan saus sambal, please bring your own chili sauce.

    Pohon Sakura di WoW
    Pohon Sakura di WoW
    Kincir Angin di WoW
    Kincir Angin di WoW

    Eiffel Tower
    Eiffel Tower
  2. Splendid China Folk Culture Village
    Kami tiba di tempat ini sekitar 04:00 P.M. Nah kalau tempat ini isinya semua tentang negara Cina, dari miniatur replika Tembok Cina sampai istana dan kuil-kuil terkenal yang ada di Cina. Tempat ini jauh lebih terawat dibanding WoW. Taman-tamannya bersih, cantik dan bikin betah melihatnya.
    2015516181415
    2015516185335
    Ada pertunjukan live show juga di tempat ini dengan jadwal tertentu. Saat kesana kami berkesempatan menyaksikan 2 live show:
    a) Dancing Show in Traditional Chinese Costumes New Oriental Apparel. Show time: 05:00 P.M
    2015516175932
    b) Dragon & Phoenix Show. Show time: 07:30 P.M
    Kita bisa menonton gratis pertunjukkan tari ini dengan menukarkan tiket masuk Splendid China Folk Cultural Village milik kita di counter tiket yang tersedia. Kemudian kita akan mendapatkan tiket show dengan nomor kursi tertentu. Pertunjukan tari berlangsung selama 1 – 1,5 jam dan dimulai tepat waktu. Jadi jangan sampai telat ya. Show ini biar kategori free tapi tetap spektakuler lho. Bagus banget penampilannya. Tata cahaya panggung, panggung, penari, kostum, cerita semuanya berkolaborasi membentuk pertunjukkan yang hebat. Ga heran pertunjukkan ini dapat penghargaan dari pemerintah Cina. Walaupun bahasa pengantarnya dalam bahasa Mandarin, tapi ada terjemahannya dalam bahasa Inggris di layar proyektornya.
    2015516201220 Menuju ke tempat ini kami naik Metro (subway) dari WoW, tentu saja beli token dulu. Harga RMB 2 per orang. Turun di stasiun Overseas China Town (OCT). Jalan kaki keluar dari stasiun metro menuju entrance Splendid China Folk Culture Village ini ga jauh koq.
    Untuk makanan, di dalam Splendid China Folk Culture Village banyak yang jualan makanan. Tapi saat itu karena lapar habis keliling di WoW, kami makan dulu di stasiun Metro WoW, ada kumpulan resto Street Food gitu plus ada McD juga. Jadi pas di Splendid China Folk Culture Village kami ga beli makan lagi. Selesai dari Splendid China Folk Culture Village dan pas mau balik ke Hong Kong malam harinya, kami sempatin makan di sebuah kedai di stasiun Luo Hu (stasiun yang berbatasan dengan Lo Wu untuk menuju Hong Kong). Waktu sudah menunjukkan pk. 10:00 P.M saat kami memasuki Lo Wu untuk pulang kembali ke Hong Kong.

Catatan:

  • Kalau kamu bepergian ke Shenzen sekitar Mid May seperti kami, siap-siap bawa payung karena pas kami disana sering hujan
  • Sebaiknya tukar RMB pas lagi di Indonesia aja karena agak susah mencari money changer dengan kurs bagus disini, belum pula kendala bahasa yang digunakan disana.

Review Today Expenses:

  • VoA Shenzhen for 1 person: RMB 168 = IDR 355.152
  • Breakfast at Sevel: HKD 17,9 = IDR 37.840
  • Top up Octopus Card at Sevel for 2 person: HKD 100 = IDR 211.400
  • Admission fee WoW for 2 person: RMB 360 = IDR 761.040
  • Lunch at KFC WoW: RMB 55 = IDR 116.270
  • Metro Shenzhen for 2 person: RMB 24 = IDR 50.736
  • Ice cream at McD: RMB 11 = IDR 23.254
  • Ybox Mie Snack: RMB 15 = IDR 31.710
  • Admission fee Splendid China Folk Culture Village for 2 person: RMB 320 = IDR 676.480
  • Dinner at Luo Hu Stastion: RMB 104 = IDR 219.856

Total Today Expenses in IDR = 2.483.738

(Exchange Rate kami sesuai yang ditukarkan ke money changer per 11 Mei 2015: HKD = 1699, CNY = 2114, SGD = 9855)

To Be Continued

Catatan Perjalanan Hong Kong – Macau – Shenzhen (Day 3)

… Sambungan cerita “Catatan Perjalanan Hong Kong – Macau – Shenzhen (Day 2)”…

Hari ini kami berencana untuk berangkat ke Macau dari Hong Kong. Tiket kapal ferry sudah kami beli secara online beberapa hari sebelumnya. Disarankan untuk membeli tiket sebelumnya, jangan go show, karena penyebrangan ferry Hong Kong – Macau ini hampir selalu penuh. Kalau sudah penuh nanti kamu akan susah untuk mendapatkan jam penyebrangan yang kamu inginkan. Apalagi untuk kamu yang berencana PP Hong Kong – Macau dalam satu hari seperti kami ini. Idealnya berangkat dari Hong Kong pagi hari dan pulang kembali ke Hong Kong malam hari.

Kami memilih menggunakan ferry Turbojet dengan pertimbangan jam keberangkatannya lebih banyak daripada ferry yang lain. Ada beberapa terminal keberangkatan Turbojet ini, tapi kami memilih dari Kowloon karena lokasinya dekat dengan apartemen kami. Biaya untuk day trip Kowloon – Macau economy class adalah HKD 164 per orang (weekdays) dan night trip Macau – Kowloon HKD 189. Info lengkap jadwal keberangkatan dan biaya bisa dilihat di websitenya http://www.turbojet.com.hk.

Dari apartemen kami, tinggal jalan kaki ke stasiun MTR Austin dan keluar dari exit F, kemudian jalan kaki sekitar 5 menit menuju China Hong Kong City. Kami akan naik ferry dari China Ferry Terminal tersebut. Bener-bener takjub, terminal keberangkatan ferry-nya udah kayak di airport. Bagus, rapi dan ada mall-nya. Padahal saya nyangkanya kayak dermaga di Indonesia gitu yang suram dan agak jorok dengan banyaknya kuli-kuli pelabuhan.

Suasana Hong Kong China Ferry Terminal
Suasana Hong Kong China Ferry Terminal

Kapal kami berangkat tepat waktu pk. 08:00 A.M. Begitu masuk ke kapal, saya pun kembali takjub dengan kabinnya. Walaupun economy class tapi suasana kabinnya mewah. Berkarpet, kursi empuk, AC, TV dan ada wifi pula! Perjalanan ke Macau ditempuh dalam waktu 1 jam. Untuk Turbojet ini kita akan turun di Macau Maritime Ferry Terminal. Terminalnya juga sama bagusnya dengan di Hong Kong. Untuk memasuki Macau dari Hong Kong, kita tidak perlu visa.

Suasana dalam kabin TurboJet
Suasana dalam kabin TurboJet

Macau dikenal sebagai kota casino karena banyaknya casino disini dan mewah-mewah pula. Bahasa yang digunakan di Macau adalah Portugis dan Canton. Jarang yang bisa bahasa Inggris disini. Itu juga yang menjadi kendala saat get lost di Macau. Keterangan jalan dan rute bus juga ditulis dalam bahasa Portugis. Malah beberapa papan rute bus itu tidak disertai keterangan “you’re here”. Ga heran kami tersesat sana-sini di Macau ini. Mata uang yang digunakan adalah MOP (Macanese Pataca). Tapi jangan khawatir karena di Macau juga menerima mata uang HKD dan RMB dengan nilai tukar 1 MOP = 1 HKD = 1 RMB. Kalau nilai tukar MOP dan HKD sih memang ga jauh selisihnya, tapi kalau RMB saya rasa rugi ya.. karena harusnya kan nilai tukar RMB lebih tinggi dari HKD dan MOP. Jadi lebih baik sedia HKD aja ya. Saat bertransaksi dengan HKD pun kami selalu dikembalikan dalam pecahan HKD koq. Lebih baik begitu karena kalau kita punya mata uang MOP akan susah ditukarin kalau keluar dari Macau.

Macau terdiri dari 4 daerah: Macau, Taipa, Cotai dan Coloane. Airport terletak di Taipa. Terminal Ferry ada yang terletak di Taipa dan ada yang di Macau. Hampir semua daerah terdapat resort mewah dengan bangunan menjulang yang megah dan unik. Begitu memasuki Macau kita pasti dibuat terkagum-kagum dengan arsitektur bangunan gedung-gedungnya. Bila dibandingkan dengan Macau, gedung-gedung di Hong Kong jadi berasa kurang wow deh, hehe.

Sebagian kecil dari gedung-gedung di Macau
Sebagian kecil dari gedung-gedung di Macau

Jumat, 15 Mei 2015

  1. The Venetian Resort
    Ini adalah resort mewah di Macau. Ada hotel, mall dan tentu saja casino. Suasana mall ini dibuat seperti kota Venezia, lengkap dengan gondolanya. Cantik dan mewah banget mall ini. Untuk menaiki gondola mengelilingi kanal di mall Venetian ini, kalian harus membayar sebesar MOP 128 per orang. Nanti diatas gondola ada pengayuh gondola-nya yang akan bermain gitar atau bernyanyi untuk kita. Romantis banget yaa.. hehe. Tapi karena keterbatasan HKD yang dibawa, kami tidak ikut Gondola Tour ini.

    The Venetian Shopping Mall
    The Venetian Shopping Mall
    Gondola Tour at The Venetian
    Gondola Tour at The Venetian

    Untuk makan, kami memilih lunch di food court mall yang terletak di lantai 2. Harga makanan di Macau memang lebih mahal-mahal daripada Hong Kong. Tips, lebih baik bawa air minum yang banyak dari Hong Kong karena di tempat ini saya ga melihat ada convenience store seperti Sevel atau Circle K. Air minum yang dijual di mall ini mahal-mahal. Oya, di Macau ini ada bakery yang terkenal, namanya Koi Kei. Di mall ini juga ada counter Koi Kei, tapi kalau saya sarankan sih jangan beli disini, mahal! Jauh lebih murah beli di Toko Koi Kei yang di Senado Square. Untuk item yang sama bisa selisih sekitar HKD 15-30 per item.
    Untuk menuju ke The Venetian ini kami menggunakan free shuttle bus dari Macau Maritime Ferry Terminal. Posisi terminal bus ini tepat berada di seberang terminal ferry. Untuk menyeberang, gunakan tunnel penyebrangan di dekat terminal ferry. Shuttle bus ini akan berhenti di The Venetian West Lobby.

  2. Sands Cotai Resort
    Masih shopping mall dan casino. Kalau kesini sih karena sekalian lewat pas jalan kaki menuju ke City Of Dreams. Daripada jalan diluar berpanas-panasan mending lewat jalanan dalam mall, hehe. Suasana mall di Sands Cotai ini tidak se-wow The Venetian, tapi tetap keren koq. Suasananya lebih ke arah nature dengan banyak bebatuan alam dan tanaman di dalam mall. Ada air terjun buatannya juga.

    Paradise Garden di dalam Sands Cotai mall
    Paradise Garden di dalam Sands Cotai mall

    Pas malam harinya kami kesini lagi untuk dinner di food court-nya. Sebelum akhirnya naik free shuttle bus menuju Macau Maritime Ferry Terminal untuk balik kembali ke Hong Kong.

  3. City Of Dreams
    Lagi-lagi adalah shopping mall dan casino. Awalnya kesini karena dapat info ada free show yang namanya The Bubble dengan durasi 30 menit yang katanya bagus. Eh ternyata sudah ditiadakan show-nya. Sebenarnya ada lagi sih show yang keren di tempat ini. Nomor 1 di Tripadvisor pula! Tapi mahal banget tiketnya. Nama show-nya adalah The House of Dancing Water. Pertunjukan tari dan water show dengan alur cerita yang menarik. Harga tiket paling murah MOP 558 per orang. Mahal kan?! Kalau ada duit dan waktu lebih silakan coba nonton deh. Review-nya bagus-bagus. Kalau saya sih selain penghematan, ga punya banyak waktu di Macau. Secara ya saya cuma one day trip Macau gitu loh. Ada yang unik lagi di City of Dreams yaitu lobby Virtual Mermaid. Mermaid-nya tampak nyata banget dan seakan-akan berinteraksi dengan pengunjung yang menontonnya.

    Virtual Mermaid at City of Dreams
    Virtual Mermaid at City of Dreams
  4. Cafe Margaret (Margaret’s Cafe e Nata)
    Ini adalah cafe yang terkenal dengan Portuguese Egg Tarts-nya. Kami kesini dalam perjalanan menuju ke Senado Square. Saat kami datang antrian pengunjungnya cukup panjang karena toko-nya tidak begitu besar. Portuguese Egg Tart dijual MOP 10 per buah, tapi kalau beli 5 dapat potongan harga, tapi saya lupa berapa harganya, hehe. Waktu itu saya membeli 3 buah tarts dan 1 gelas orange juice. Total bayar MOP 50. Egg tarts-nya enak dan masih panas (baru keluar dari oven). Orange Juice-nya juga memang pure buah jeruk perasan. Segar banget saat cuaca lagi panas-panasnya diluar. Yang agak kurang sreg adalah service-nya, kasir dan pelayannya jutek gitu deh. Mungkin karena udah berasa tenar kali ya jadi agak sombong.
    2015515135102 Dari City of Dreams kami naik free shuttle bus ke arah Sintra, dari tempat turun itu jalan ke arah Senado Square. Cafe ini ada di dalam gang-gang gitu. Alamat cafe: 17B, Goldlion building, Rua do Comandante Mata e Oliveira, Macau, China.
  5. Senado Square (Largo do Senado)
    Bisa dikatakan tempat ini adalah alun-alun-nya kota Macau. Di tempat ini sering diadakan public event atau perayaan. Senado square ini dikelilingi bangunan-bangunan tua bernuansa Portugis. Saat berada disini kalian akan merasa seperti bukan di Macau, tapi di negara Eropa. Bangunan-bangunan ini seiring waktu berubah fungsinya menjadi pusat perbelanjaan. Jadi selain wisata heritage disini bisa sekalian shopping deh, haha.

    Senado Square
    Senado Square

    Dari Cafe Margaret kesini cuma jalan kaki mengikuti map, hehe. Saat mendarat di Macau sebaiknya ambil map dari terminal ferry atau bandara.

  6. St. Dominic’s Church (Igreja de S. Domingos)
    Sempat mampir kesini sembari jalan menuju ke Ruins of St. Paul. Di dalamnya ternyata ada altar gereja dan banyak orang yang berdoa di dalam. Interior gereja-nya bagus dan megah.

    St. Dominic Church
    St. Dominic Church
  7. Ruins of St. Paul (Ruinas de S. Paolo)
    Dahulu tempat ini adalah gereja yang megah yang didirikan pada tahun 1580. Setelah kebakaran 3x tahun 1595, 1601, dan 1835, gereja ini mengalami rekonstruksi berkali-kali. Hingga kebakaran terakhir hanya menyisakan puing-puing depan-nya saja yang sekarang ini dijadikan landmark kota Macau. Di dalam reruntuhan ini juga ada museumnya, biaya masuknya gratis pula! Tapi menurut saya museumnya kurang menarik karena barang yang dipamerkan di museum cuma ada sedikit.

    Ruins of St. Paul
    Ruins of St. Paul

    Dari St. Paul kami jalan kaki menuju ke Senado Square lagi kemudian menuju Sintra untuk mendapatkan shuttle bus ke City of Dreams lagi untuk tujuan dinner dan ikut shuttle bus ke terminal ferry. Kenapa bolak-balik? Karena kami cukup pusing dengan public bus di Macau ini dengan kendala bahasa-nya. Orang lokal banyak yang ga bisa bahasa inggris. Mencari bus stop-nya aja setengah mati, sudahlah jalan kaki-nya lumayan jauh, panas terik pula.. Eh ternyata bus yang diinginkan ga lewat bus stop itu. Jadinya jalan lagi mencari bus stop yang lain. Daripada pusing mending naik free shuttle bus aja ke resort-resort terkenal itu.

  8. Macau Maritime Ferry Terminal
    sehabis dinner di Sands Cotai Resort, kami menuju ke terminal ferry ini menggunakan free shuttle bus dari Sands Cotai. Ferry kami dijadwalkan berangkat 21:35 P.M. Karena tiba lebih awal dari jadwal keberangkatan, kami mencoba peruntungan menuju Grand Prix Museum dengan public bus. Naas-nya begitu kami sampai di depan museum, museum-nya sudah tutup. Museum Grand Prix ini ternyata tutup-nya jam 8 malam. Ya udah deh jadinya balik lagi ke terminal ferry untuk duduk manis menuju jam keberangkatan.

Catatan:

  • Beberapa free shuttle bus menuju resort dan casino ternama melarang penumpang yang berumur kurang dari 21 tahun. Tapi ada juga yang tidak mempermasalahkannya. Jadi kalau kalian datang dengan anak kecil sebaiknya mencari shuttle bus yang sesuai.
  • Beli air minum yang murah selama di macau adalah pas di Senado Square. Saya beli di apotik, merk “Vita” seharga MOP 6, hehe.
  • Siapkan uang pas saat naik public bus karena supir tidak menyediakan kembaliannya.
  • Untuk menunjang pariwisatanya, pemerintah Macau menyediakan layanan wifi gratis di beberapa fasilitas publik dan area turis, namanya “wifigo”. Username: “wifigo”, password: “wifigo”. Layanan ini bisa diakses selama 45 menit per user dengan waktu pelayanan dari 08:00 A.M sampai 01:00 A.M keesokan harinya.
  • Kalau kalian pergi ke Macau di mid May seperti kami, sebaiknya membawa payung atau topi karena cuacanya panas dan terik. Pakailah alas kaki yang nyaman juga karena akan banyak jalan kakinya, apalagi di daerah Senado Square – St. Paul.

Review Today Expenses:

  • TurboJet Ferry Hong Kong – Macau Return Trip for 2 person: HKD 706 = IDR 1.199.494
  • Lunch at Food Court The Venetian: HKD 123 = IDR 208.977
  • Portuguese Egg Tarts at The Venetian: HKD 9 = IDR 15.291
  • Drinking Water 3 bottle @ 700 ml at Senado Square: HKD 18 = IDR 30.582
  • Margaret’s Cafe e Nata: HKD 50 = IDR 84.950
  • Dinner at Food Court Sands Cotai: HKD 113 = IDR 191.987
  • Drinking Water 2 bottle @ 1,5 L at Sevel: HKD 23 = IDR 39.077

Total Today Expenses in IDR = 1.770.358

(Exchange Rate kami sesuai yang ditukarkan ke money changer per 11 Mei 2015: HKD = 1699, CNY = 2114, SGD = 9855)

To Be Continued

Catatan Perjalanan Hong Kong – Macau – Shenzhen (Day 2)

… Sambungan cerita “Catatan Perjalanan Hong Kong – Macau – Shenzhen (Day 1)”…

Hari ini kami beredar di Hong Kong saja. Menikmati suasana kota Hong Kong. Fyi, untuk memasuki negara Hong Kong tidak diperlukan visa bagi pemegang passport Indonesia kayak kita. Mungkin itu sebabnya banyak banget ketemu turis Indonesia (atau TKW Indonesia ya..?!) selama disana. Hong Kong ini wilayahnya terbagi menjadi 4 kawasan besar: Lantau Island, Hong Kong Island, Kowloon dan New Territories. Untuk sarana transportasi di Hong Kong ada beberapa alternatif:

  1. MTR / subway (kalau di Singapore namanya disebut MRT)
    Biaya tergantung jauh dekatnya stasiun awal dengan stasiun tujuan. Biaya, waktu tempuh, route map bisa dilihat di website MTR Hong Kong http://www.mtr.com.hk. MTR ini akan berhenti di setiap stasiun dan ada notifikasinya menjelang berhenti di stasiun.
  2. Bus
    Biaya tergantung pilihan nomor bus. Kita masuk dari pintu depan terus tap Octopus Card (kalau ga pakai Octopus Card harus bayar pakai uang pas ya karena tidak ada kembalian) kemudian pilih tempat duduk. Kalau mau turun pencet bel “STOP” sebelum bus stop-nya dan turun lewat pintu tengah. Kalau ga pencet bel ya jalan terus deh bus-nya. Jadi jangan sampai ketiduran di bus ya. hehe. Public bus di Hong Kong dikuasai 2 perusahaan besar: KMB (Kowloon Motor Bus) dan Citybus & NWFB. Untuk rute dan biaya bisa dilihat di websitenya http://www.nwstbus.com.hk dan http://www.kmb.hk. Oya, bus di Hong Kong ini bagus dan nyaman koq, bersih juga.
  3. Mini Bus
    Bus kecil dengan kapasitas penumpang max. 16 orang. Saya belum pernah naik mini bus ini sih selama di Hong Kong, jadi belum bisa review. Penjelasannya bisa dilihat di websitenya langsung aja http://www.td.gov.hk
  4. Taxi
    Ini moda transportasi paling elit. Biaya untuk 2 Km pertama berkisar HKD 17 – 22 dengan penambahan biaya tiap 200 meternya HKD 1 – 1,6 (tergantung tipe taxi dan jarak tempuhnya). Kalau ketemu supir taxi yang mengenakan kita over charge kita bisa complain ke Transport Complaints Unit Hotline. Jadi cukup aman lah taxi di Hong Kong, ga akan ada yang main tembak harga, hehe. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di websitenya http://www.td.gov.hk
  5. Ferry
    Kapal ferry ini menghubungkan pulau-pulau besar di Hong Kong. Salah satu kapal ferry yang terkenal adalah Star Ferry. Kapalnya besar dan bisa menampung banyak penumpang. Dermaga dan juga kapalnya bersih dan nyaman. Biaya tergantung rute yang diambil. Keterangan lebih lanjut bisa dilihat di http://www.starferry.com.hk

Catatan penting: Makan dan minum dalam kendaraan umum dilarang di Hong Kong. Merokok juga dilarang di Hong Kong dan ada denda yang besar kalau melanggarnya.

Kamis, 14 Mei 2015

  1. The Peak (Victoria Peak)
    Terletak di Hong Kong Island. The peak ini berada pada ketinggian 552 meter diatas permukaan laut. Dari The Peak kita bisa melihat pemandangan kota Hong Kong yang dipenuhi gedung bertingkat serta pemandangan lautnya. Untuk menuju kesana ada 2 alternatif transportasi:a) MTR : Dari Hong Kong station ambil exit D. Dari terminal bus Exchange Square, naik bus no. 15 (perjalanan sekitar 1 jam). Langsung turun di The Peak. Biaya HKD 9,8
    b) Peak Tram Sky Pass: Naik dari terminal Lower Peak Tram di Garden Road, Central. Perjalanan hanya sekitar 10 – 15 menit. Biaya one way per orang HKD 28, tapi lebih murah kalau ambil return ticket HKD 40. Kenapa lebih cepat? Karena tram ini bikin jalur di tengah bukit, jadi kita langsung naik / turun bukit. Kalau bus kan harus muterin jalan pinggir bukit makanya lebih lama. Harus nyobain naik tram ini deh, experience-nya beda karena kita akan berasa naik / turun bukit dengan sudut kemiringan yang fantastis! gedung-gedung tinggi yang disamping bukit aja sampai berasa miring kelihatannya, hehe.

    Pemandangan Hong Kong dari The Peak
    Pemandangan Hong Kong dari The Peak
    Ini dia Sky Terrace 248
    Ini dia Sky Terrace 428

    Untuk melihat pemandangan dari The Peak ini gratis koq, kecuali kamu masuk ke Sky 428 Terrace yang terletak di The Peak Tower, kamu harus membayar HKD 48 per orang. Keistimewaannya adalah kamu akan berada di titik tertinggi dari The Peak Tower untuk melihat pemandangan kota Hong Kong. Kalau saya sih lebih milih yang gratisan aja, hehe.
    Di The Peak ini juga ada Madame Tussauds, itu lho museum patung lilin dari para selebritis kelas dunia. Tiket masuknya agak mahal HKD 245, tapi kalau beli online paling ga sehari sebelumnya kamu akan dapat potongan harga 40% jadi HKD 141 per orang. Karena keterbatasan waktu dan budget, kami lebih memilih poto gratisan dengan patung Bruce Lee yang ada di depan counter ticket aja, hahaha.

    Koleksi patung Bruce Lee di Madame Tussauds
    Koleksi patung Bruce Lee di Madame Tussauds
  2. Golden Bauhinia Square
    Golden Bauhinia ini adalah monumen pelepasan Hong Kong dari pemerintahan Inggris untuk dikembalikan ke pemerintahan Cina tgl 1 Juli 1997.
    Dari terminal Lower Peak Tram kami jalan ke stasiun MTR Central, naik MTR dan turun di stasiun MTR Wan Chai, ambil exit A5. Kemudian jalan kaki melewati Immigration Tower dan Central Plaza menuju Hong Kong Convention and Exhibition Center.Golden Bauhinia Square ini ada di belakang Hong Kong Convention and Exhibition Center.
    Menurut saya sih, monumen ini biasa banget keliatannya, hanya saja mengandung makna historis. Jadi jangan dikhususin datang kesini, kesininya pas kalau sekalian lewat aja.

    Golden Bauhinia Square
    Golden Bauhinia Square
  3. Avenue of Star
    Avenue of Star ini adalah kawasan turis yang isinya ada patung, cap tangan dan tanda tangan artis-artis yang berjaya di industri perfilman Hong Kong. Salah satu yang terkenal adalah patung Bruce Lee. Disini juga tempat berlangsungnya Simphony of Light pada malam hari, tepat jam 8 malam. Simphony of Light ini adalah pertunjukan laser dan lampu warna warni dari beberapa gedung tinggi di Hong Kong for free. Menurut saya sih atraksi ini ga seberapa bagus kalau dibandingkan dengan yang di Singapore (Wonder Full Light and Water Show di Marina Bay Sands).

    Patung Bruce Lee di Avenue of Stars
    Patung Bruce Lee di Avenue of Stars
    Salah satu cap tangan selebriti di Avenue of Stars
    Salah satu cap tangan selebriti di Avenue of Stars

    Dari Golden Bauhinia Square, kami jalan ke terminal Wan Chai Star Ferry. Naik Star Ferry dengan tujuan Tsim Sha Tsui dengan Biaya HKD 2,5 per orang

Catatan:

  • Untuk transportasi Ferry dan Tram juga bisa menggunakan Octopus Card untuk pembayarannya
  • Untuk top up saldo Octopus Card bisa dilakukan di toko 7-11 (Sevel)
  • Harga makanan di Hong Kong mahal-mahal dan kalau kamu muslim, sebaiknya tanya dulu makanan itu mengandung babi ga? Karena dari pengamatan saya sih hampir semua makanan yang dijual ada yang pakai babi, bahkan roti-rotian aja ada yang pakai daging babi. Untuk penghematan biasa saya beli makanan di McD atau Sevel.
  • Semua toko di Hong Kong tidak memberikan kantong plastik setiap kita belanja. Jadi setiap kita belanja harus bawa tas belanja sendiri. Tujuannya supaya masyarakat Hong Kong melakukan penghematan kantong plastik. Kalau saya sih prefer bawa ransel pas jalan-jalan di Hong Kong jadi belanjaan bisa ditaruh di ransel.
  • Siap-siap jalan jauh kalau kamu menggunakan transportasi umum di Hong Kong. Dari stasiun MTR menuju tempat lokasi yang dituju biasanya harus jalan kaki sekitar 15 menit melewati trotoar jalan umum. Ga seperti di Singapore yang keluar dari stasiun MTR udah masuk mall dan menuju tempat tujuan ga terlalu jauh. Saran saya gunakan sepatu yang nyaman saat jalan-jalan di Hong Kong. Saya lihat warga Hong Kong rata-rata menggunakan sepatu kets untuk bepergian dengan transportasi umum.
  • Bawa map Hong Kong kemanapun kamu pergi di Hong Kong, berguna banget map-nya. Ambil map di Airport ketika kamu sampai.
  • Warga Hong Kong bukan tipe orang yang ramah kayak di Indonesia. Cenderung tanpa senyum dan basa-basi. Mereka mayoritas menggunakan bahasa Canton (Kong Hu). Bahasa Inggris juga acceptable di Hong Kong.

Review Today Expenses:

  • Breakfast sandwich at Sevel : HKD 6 = IDR 10.194
  • Drinking Water 1,5 L at Sevel : HKD 12,5 = IDR 21.237
  • Lunch at McD The Peak : HKD 81 = IDR 137.619
  • Lunch again at Circle K Hong Kong Convention and Exhibition Center : HKD 43 = IDR 73.057 (maklum karena perjalanan jauh jadi lapar terus bawaannya)
  • Dinner and Drinking Water 1,5 L at Sevel : HKD 46,3 = IDR 78.664
  • Bread and Snack at Sevel : HKD 26 = IDR 44.174 (untuk sarapan esok harinya)
  • Top Up Octopus Card for 2 person at Sevel : HKD 100 = IDR 169.900

Total Today Expenses in IDR = 534.845

(Exchange Rate kami sesuai yang ditukarkan ke money changer per 11 Mei 2015: HKD = 1699, CNY = 2114, SGD = 9855)

To be continued….