Lumpia Bumbu Kari

2015-04-14-14-23-05_deco[1]

Siapa yang ga senang dengan lumpia / spring roll? Dari anak kecil sampai dewasa pasti suka. Kulit yang renyah berpadu dengan isiannya yang enak pasti bikin ketagihan. Berniat membuat lumpia yang agak beda dari biasanya, kali ini saya membuat isian lumpia pakai bumbu kari. Resep isian ini saya ambil dari blog JTT. Kalau kulit lumpianya saya beli jadi aja karena beberapa kali bikin tekturnya kurang tipis (kurang ahli dalam dadar mendadar nih). Daripada stress sendiri bikin kulit lumpianya, mending milih yang praktis aja deh ;p Sebenernya isinya tetap sayur-sayuran wortel dan kentang, cuma yang membedakannya ya bumbu kari itu, bikin cita rasanya berbeda. Saya lebih suka lumpia isi sayuran dan tanpa rebung gini krn ga kuat dengan bau rebung kaya di lumpia semarang gitu. Untuk isiannya saya hanya membuat setengah resep saja dari resep JTT berikut (karena cuma untuk makan 2 orang aja di rumah, saya dan suami), jadinya sekitar 18 lumpia. Di tiap lumpia juga saya tambahin irisan telur rebus biar tambah enak.

Lumpia Kari

Bahan:

  • 500 gram wortel, potong dadu kecil
  • 500 gram kentang, potong dadu kecil, rendam air agar tidak berubah hitam selama kentang diiris.
  • 4 batang daun bawang, iris halus
  • 2 batang daun seledri, cincang halus
  • 250 gram daging ayam cincang (saya pakai daging sapi giling)
  • 1-2 buah telur, rebu sampai matang, iris tipis
  • 50 ml air untuk merebus
  • 1 pak kulit lumpia siap jadi (saya pakai merk KG Pastry ukuran 19 x 19 cm)

Bahan Perekat Kulit Lumpia: 1 sdm tepung terigu dicampur sedikit air sampai terbentuk cairan kental

Bumbu:

  • 5 siung bawang putih, cincang halus
  • 7 siung bawang merah iris tipis
  • 1 sdt merica bubuk
  • 1 sdt kaldu bubuk (jika suka)
  • 2 1/2 sdt bumbu kari bubuk siap pakai
  • 1 sendok makan garam
  • 2 sdm gula pasir
  • 1/2 sdt pala bubuk
  • 1/2 sdt cengkeh bubuk
  • 1 sdm minyak untuk menumis

Cara Membuat:

  1. Panaskan minyak. Tumis bawang merah dan putih sampai harum dan berubah warna jadi transparan.
  2. Masukkan daging cincang, aduk sampai berubah warna
  3. Tambahkan wortel dan kentang, aduk rata. Masukkan sisa bumbu yang lain. Tambahkan air, rebus sampai air menyusut. Icipi rasanya dan sesuaikan dengan selera.
  4. Terakhir masukkan seledri dan daun bawang, aduk rata. Angkat dan dinginkan. Jangan memasukkan isian lumpia ke dalam kulit lumpia kalau masih panas, nanti bisa bolong kulitnya.

Cara Mengisi Lumpia:

  1. Ambil 1 lembar kulit lumpia, masukkan 1 1/2 sdm isian dan beri irisan telur rebus.
  2. Lipat sisinya seperti melipat amplop
  3. Rekatkan ujung kulitnya dengan bahan perekat.

Beef Teriyaki

Selama ini nyoba-nyoba berbagai resep Beef Teriyaki di internet belum ketemu yang sesuai selera, menyerupai restoran cepat saji ala Jepang. Eh, iseng-iseng ngubek resep di grup facebook NCC, ketemu resep Beef Teriyaki dari Mba Nicke JJ. Begitu dicoba rasanya enaakk lho, sesuai selera lah. Kalau sudah bisa membuat Beef Teriyaki sendiri di rumah, ga perlu lagi deh kita beli diluar, yang jelas lebih sehat dan tentu saja hemat šŸ˜‰

Bahan:

  • 250 gram daging sapi yang diiris tipis
  • 1/2 buah bawang bombay, iris memanjang
  • 3 siung bawang putih
  • 1 sdm saus tomat (saya pakai merk Del Monte) atau sesuai selera
  • 1 sdm saus teriyaki (saya pakai merk Saori) atau sesuai selera
  • 1 sdm kecap inggris atau sesuai selera
  • 1 sdm kecap manis atau sesuai selera
  • 1/4 buah paprika, potong bentuk kotak (saya pakai paprika warna merah)
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya
  • Merica secukupnya
  • Air secukupnya untuk merebus daging sampai empuk

Cara Membuat:

  1. Tumis bawang putih sampai harum, masukkan daging. Tumis sampai daging berubah warna, beri merica dan sedikit garam (tidak usah banyak garam karena nanti ada rasa asin dari kecap inggris).
  2. Masukkan air. Masak daging sampai 3/4 matang baru masukkan semua bumbu kecap. Lanjutkan merebus sampai daging empuk. Icipi rasanya, kalau belum pas bumbu kecap bisa disesuaikan.
  3. Ditempat lain, tumis bawang bombay dan paprika sampai harum dengan sedikit minyak. Campurkan bawang bombay dan paprika dengan daging ketika akan dihidangkan

Buncis Szechuan

Bosan dengan buncis cah bawang putih or cah saus tiram? Cobain deh resep ini. Mudah dan enak. Bisa dijadikan sebagai lauk juga lho. Saya dapat resep ini dari blog JTT idola saya. Karena saat itu saya tidak punya stok daging ayam giling, saya menggantinya dengan daging sapi giling. Berikut resepnya:

Bahan:

– 1 ikat baby buncis (sekitar 30 buah baby buncis, siangi ujungnya dan biarkan utuh)
– 300 gram daging ayam cincang (saya pakai daging sapi giling)

Bumbu:

– 2 sdm minyak untuk menumis
– 1/2 butir bawang bombay, cincang kasar
– 4 siung bawang putih, cincang halus
– 3 buah cabai merah besar, buang biji rajang halus
– 5 butir cabai rawit merah, iris serong tipis
– 1 sdm saus tiram
– 2 sdm saus tomat
– 1 sdm gula pasir
– 2 sdm kecap manis
– 1/2 sdm kecap asin
– 1/2 sdt merica bubuk atau sesuai selera
– 1/2 sdt garam atau sesuai selera
– 100 – 200 ml air
– 1/2 sdm tepung maizena, larutkan dengan 2 sdm air untuk mengentalkan masakan

Cara membuat:

  1. Siapkan wajan, panaskan 2 sdm minyak
  2. Tumis bawang bombay hingga harum dan berubah transparan, gunakan api sedang saat memasak.
  3. Tambahkan bawang putih cincang dan tumis hingga harum dan bawang matang terlihat sedikit kuning kecoklatan.
  4. Tambahkan cabai iris, aduk rata dan tumis hingga layu.
  5. Masukkan daging ayam cincang (saya pakai daging sapi giling), masak dan tumis sambil diaduk-aduk hingga daging berubah warna menjadi pucat dan tidak pink lagi.
  6. Tambahkan saus tiram, saus tomat, gula pasir, kecap asin, kecap manis, merica, garam. Aduk tumisan hingga rata.
  7. Tuangkan air dan larutan maizena, masak hingga mendidih. Cicipi rasanya, sesuaikan gula dan garam. Angkat, sisihkan.
  8. Siapkan wajan bersih. Beri sekitar 2 sendok makan minyak dan panaskan, tumis buncis hingga permukaannya tampak layu dan berubah warna menjadi sedikit gelap, sekitar 5 menit, aduk-aduk selama buncis ditumis agar matangnya merata.
  9. Angkat buncis dan tata di piring saji. Siramkan tumisan dagingĀ di atas buncis

Ayam Goreng Kalasan

Ayam Goreng Kalasan
Ayam Goreng Kalasan

Resep ayam goreng nusantara memang ga ada habis-habisnya deh, banyak banget beredar resep ayam goreng. Minggu lalu saya berkesempatan mencoba resep Ayam Goreng Kalasan dari blog Catatan Nina. Saya memang pecinta Ayam Goreng Kalasan. Dulu sewaktu kos di Grogol ada depot yang menjual Ayam Goreng Kalasan kesukaan saya. Bumbunya meresap ke dalam ayam, manis dan gurih, nikmat dimakan dengan sambalnya dan nasi panas šŸ™‚ Nah, hasil eksekusi resep dari Catatan Nina ini menurut saya mendekati Ayam Goreng Kalasan di Depot langganan saya itu. Berikut resepnya:

Bahan:

  • 1 ekor ayam kampung muda, potong sesuai selera
  • 1000 ml air kelapa (kalau tidak ada bisa diganti air biasa), jumlah air ini disesuaikan dengan ayamnya, kalau ayam sudah empuk sebelum 1000 ml tidak usah ditambah lagi airnya.
  • 125 gram gula merah, sisir halus
  • 2 lembar daun salam
  • 1 ruas lengkuas, memarkan
  • 1 buah asam jawa, larutkan dengan sedikit air
  • Minyak untuk menggoreng

Bumbu Halus:

  • 5 siung bawang putih
  • 1 sdt ketumbar
  • 1 sdm garam atau sesuai selera

Cara Membuat:

  1. Campurkan ayam, bumbu halus, daun salam dan air asam jawa
  2. Tambahkan air kelapa kemudian rebus diatas api sedang sampai air menyusut, angkat dan sisihkan
  3. Panaskan minyak, goreng ayam hingga agak kecoklatan warnanya.

Soft Bread (Roti Empuk) NCC

Resep roti ini sangat terkenal diantara para bakers. Resep ini berasal dari Bu Fatmah Bahalwan sang empunya NCC. Saya sudah beberapa kali ini membuat roti tapi baru kali ini mencoba dengan resep ini. Rotinya benar-benar empuk dan dengan penyimpanan yang tepat, empuknya bisa bertahan sampai 3 hari. Pas di oven menjelang matang, aroma rotinya harum menggugah selera. Pas lagi hangat-hangatnya rotinya lembut banget kayak kapas gitu. Padahal saya menguleninya cuma bisa sampai kalis, ga sampai elastis (kalau ditipiskan dan ditarik akan membentuk lapisan yang tidak mudah putus). Kenapa ga bisa sampai elastis? Karena saya hanya menggunakan mixer kecil Phillips, setelah setengah kalis, saya lanjut menguleni pakai tangan karena takut mixernya ga kuat ngadonnya (adonan roti kan berat). Menguleni pakai tangan (manual) ini butuh tenaga tentunya. Saya sudah menguleni adonan selama 15 menit tapi masih belum elastis juga (konon katanya butuh sekitar 30 menit supaya bisa elastis kalau uleni pakai tangan), jadi saya biarkan aja deh dengan kondisi kalis saja (ga sampai elastis). Kalau anda punya mixer khusus roti seperti merk-merk mahalan itu, anda ga usah repot-repot deh menguleni pakai tangan kayak saya. Tinggal duduk manis 15 menit nunggu adonan di mixer jadi kalis elastis, hehe. Waktu mencoba resep ini, saya merasa kelamaan waktunya pas proofing ke-2 karena saat itu saya asyik teleponan sama Mama. Eh pas nengok rotinya udah ngembang banget dia. Tapi tetap jadi dan enak koq. Berikut resepnya yang saya ambil dari NCC dan saya modifikasi sedikit:

Bahan :

  • 500 gr tepung terigu protein tinggi (saya pakai merk Cakra Kembar)
  • 100 gr gula pasir
  • 25 gr susu bubuk full cream
  • 100 gr mentega (saya pakai margarin saja karena pengiritan, hehe)
  • 11 gr ragi instant (saya pakai merk Haan 1 sachet)
  • Ā½ sdt bread improver (saya pakai merk Baker’s Bonus)
  • 4 btr kuning telor (saya pakai 1 telur utuh + 1 kuning telur)
  • 300 ml air es (saya ganti dengan susu cair low fat dingin)
  • Ā½ sdt garam

Bahan Olesan: 1 bh uning Telur dicampur sedikit susu (Kalau saya cuma pakai 1 putih telur aja)

Cara Membuat:

  1. Campur semua bahan kering, aduk rata. Setelah memastikan ragi telah bercampur rata dengan tepung dan gula, masukkan garam, aduk rata. (kalau ragi belum bercampur rata dan kena garam maka raginya akan mati).
  2. Masukkan air 200ml dan telur, aduk dan uleni sampai setengah kalis. Kalau adonan kurang basah bisa ditambahkan sisa airnya sesuai kebutuhan.
  3. Masukkan margarin, uleni lagi sampai kalis elastis.
  4. Bulatkan adonan dan istirahatkan sampai mengembang 2x lipat (sekitar 45-60 menit)
  5. Kempeskan adonan dan uleni sebentar,Ā timbang, potong dan bentuk adonan sesuai selera.
  6. Istirahatkan kembali adonan yang sudah dibentuk pada loyang yang telah diolesi margarin hingga mengembang 2x lipat (sekitar 45-60 menit)
  7. Oven dengan suhu 180 derajat celcius selama 20-30 menit (tergantung besar kecilnya roti)

Adonan ini saya gunakan untuk membuat roti tawar dan burger bun karena saya malas membuat roti isi. Menurut saya teksturnya sih oke tapi agak manis ya, memang lebih cocok untuk jadi roti isi deh kayaknya. Next time kalau bikin roti tawar dan burger bun lagi mungkin saya akan kurangi gulanya jadi 70 gram aja.

Saya pernah membuat roti dengan metode water roux / Tangzhong sebelum ini. Menurut saya apabila dicompare dengan resep ini, saya lebih suka hasilnya resep ini karena beberapa kali nyobain metode water roux ini pasti rotinya ada rasa pahit-pahitnya gitu. Kalau pakai resep NCC ini enak rotinya (apalagi saya pakai susu di adonannya jadi harum dan manis gurih rotinya).

Javana Spa – Heaven on Earth

2015405065100

Yup, Heaven On Earth.. Rasanya tidak berlebihan memberi nama tersebut kepada destinasi liburan Kami kemarin di Sukabumi mengingat keindahan alamnya. Long weekend kemarin (tgl 3 – 5 April 2015) Saya dan suami berkesempatan untuk liburan ke luar kota. Destinasi alam menjadi pilihan Kami karena bosan juga rasanya melihat gedung-gedung mall dan menghirup udara yang berpolusi ala perkotaan. Awalnya Kami dihadapkan dengan 2 pilihan destinasi: Bandung dan Sukabumi. Mengingat liburan ke Bandung sudah terlalu mainstream dan pastinya macet parah di kotanya saat long weekend, akhirnya Kami memilih Sukabumi sebagai destinasi liburan cantik Kami. Kami belum pernah ke Sukabumi sebelumnya, jadi pasti akan menjadi pengalaman yang baru buat Kami.

Javana Spa adalah tujuan Kami ke Sukabumi. Saya mengetahui tempat ini dari teman saya yang pernah kesana dan dia sangat memuji keindahan alamnya. Saya pun mencari info sebanyak-banyaknya tentang Javana Spa dan menghubungi marketingnya. Sayang sekali pada waktu itu saya belum bisa melakukan reservasi karena fully booked. Salah saya juga karena baru melakukan reservasi saat mendekati hari H. Oleh karena itu, belajar dari kesalahan, saya melakukan reservasi ke Javana Spa jauh-jauh hari sebelumnya, apalagi mengingat long weekend begini. Dan akhirnya saya dapat tempat untuk 2 orang, saya dan suami. Yipiee!

Mungkin beberapa dari kalian baru kali ini mendengar tentang Javana Spa. Javana Spa terletak di lereng Gunung Salak, Desa Cidahu, Sukabumi. Javana Spa ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Halimun, terletak pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, jadi udaranya sangat sejuk sekali. Siang sekitar 23 – 25 derajat Celcius dan malam sekitar 15 – 18 derajat Celcius, lebih dingin deh daripada di Lembang, Bandung. Udaranya juga bersih banget, bebas dari polusi. Luas kawasan Javana Spa ini 23 hektar dan masih asri dan terawat sekali, banyak pemandangan hijaunya.

2015-04-03_14-31-23

2015-04-03_14-35-37

Motto dari Javana Spa ini adalah refresh, rejuvenate dan recharge. Di tempat ini, tidak hanya menyediakan kamar layaknya hotel tapi juga paket-paket perawatan spa plus exercise. Secara harga jauh lebih murah ambil yang paket. Jadi Kami mengambil paket orientasi 2D / 1N seharga Rp. 1,7 juta / orang. Paket sudah termasuk meals 3x sehari, juice break, 2x spa treatment, bisa menggunakan fasilitas spa (sauna, whirlpool, swimming pool, dll), dan hiking. Kalau room only sekitar Rp. 1 juta / malam dan hanya dapat breakfast plus boleh menggunakan swimming pool aja, kalau mau yang lebih dari itu harus bayar lagi dengan harga yang jauh lebih mahal dari paket.

Perjalanan ke Javana Spa dari Tangerang Kami mulai dari jam 6 pagi, tgl 3 April 2015. Kenapa pagi banget? Karena Kami takut jalanan kesana akan jauh lebih macet kalau siang, namanya juga long weekend. Tol Jagorawi yang Kami lalui saat itu masih lancar. Keluar Tol Jagorawi masuk ke Tajur, Bogor, lanjut ke Jl. Raya Sukabumi. Jl. Raya Sukabumi pertengahannya masih agak lancar, tapi mendekati Cicurug, jalanan banyak yang rusak dan saat itu ada bus yang mogok sehingga macet total selama 30 menit! Setelah melewati Pasar Cicurug, jalanan sudah kembali lancar dan masuk ke daerah Cidahu. Dari jalan raya Cicurug ke Desa Cidahu tempat Javana Spa ini jauhnya sekitar 12 Km. Jalanannya banyak yang rusak dan berlubang serta berkelok-kelok dengan undakan yang curam (namanya juga naik ke lereng gunung, hehe). Dengan susah payah mobil kecil Kami (Nissan March 1200 cc) sampai dengan selamat ke Javana Spa. Fyi, kalau kalian menggunakan mobil matic, untuk menaiki undakan yang curam ini tidak cukup dengan transmisi “D”, harus ganti ke “1”, kalau ga bisa ga kuat naik gunungnya, wkwkwk.

Kami sampai di Javana Spa jam 12 siang, yang artinya Kami menempuh perjalanan dari Tangerang selama 6 jam! (Pada akhirnya Kami diberi tahu tentang jalur alternatif menuju Javana Spa oleh resepsionisnya, yaitu lewat Tenjo Ayu, jadi nanti ga melewati Pasar Cicurug lagi). Semua rasa lelah terbayar dengan pemandangan indah di depan mata. Semua serba hijau dan tertata indah.

Lake View from Dining Room
Lake View from Dining Room

Saat Kami check in, Kami diberikan welcome drink dan diajak berkeliling untuk memperkenalkan ruangan-ruanganĀ disana. Ruang “beauty” untuk Spa Treatment, ruang “gym” untuk exercise, ruang “spa lounge” untuk tempat berkumpul sebelum hiking dan untuk juice break, ruang “dining” untuk makan pagi-siang-malam, dan tentunya ruang kamar Kami. Kamarnya gede banget lho dan ada pintu belakangnya yang ditata seperti mini garden, bagus deh. Kamar tidak dilengkapi AC (karena sudah sejuk udara pegunungan) dan TV (karena diniatkan untuk masa orientasi). Sinyal HP juga susah disini, tapi ada wifi di lobby hotel, di kamar sama sekali ga dapat sinyal.

Our Room
Our Room
Garden View from Our Room
Garden View from Our Room

Kami diberi jadwal sbb:

Tgl 3 April 2015

  • 2:00 PM : Nature Hike
  • 3:00 PM : Reflexology
  • 3:50 PM : Juice Break
  • 4:00 PM : Stretch & Relax (yoga tapi lebih kearah stretching aja)
  • 5:00 PM : Relaxation Time (bisa pakai fasilitas spa)
  • 6:00 PM : Dinner

Tgl 4 April 2015

  • 7:00 AM : Morning Hike
  • 8:00 AM : Breakfast
  • 9:00 AM : Below The Belt (Senam lantai yang difokuskan untuk lower body)
  • 10:00 AM : Yoga (for the beginner of course!)
  • 10:50 AM : Juice Break
  • 11.00 AM : Aromatic Massage
  • 12:00 PM : Free Time (bisa pakai fasilitas spa)
  • 1:00 PM : Lunch
  • 2.00 PM : Check Out

Dikarenakan masih capek akibat perjalanan Kami skip Nature Hike, lagipula hujan rintik-rintik dan bikin jalanan jadi licin. Tips: selama di Javana Spa jangan pakai sendal cantik-cantik karena jalanannya banyak berupa batu kali, licin kalau hujan! Apalagi batunya banyak lumutnya, saya yang pakai sendal khusus outdoor merk Eiger aja sering hampir kepleset, hehe. Morning Hike rutenya adalah ke air terjun, rute trekkingnya termasuk easy-medium aja sih. Tantangannya cuma jalanan licin karena batu lumutan aja ;p Air terjunnya dingin banget airnya kayak air es, saya sih cukup celap-celup kaki aja, itupun sudah berasa beku kakinya. Pak Suami sih langsung nyebur badan ke air terjun bersama tamu-tamu lain yang ikut. Ada pula yang langsung yoga pose dibawah air terjun.. alamaakk! Jumlah Tamu Indonesia dan Warga Asingnya (bule) cukup berimbang. Warga asing yang ikut serta dalam program bersama Kami ada yang berasal dari Perancis, Inggris dan Jerman. Mereka tampak antusias dalam mengikuti program ini. Menu makanan yang disajikan enak dan segar. Ada menu Indonesia dan western. Wine juga tersedia disini. Makanan Lunch dan Dinner disajikan dengan konsep appetizer-main course-dessert, kalau breakfast dengan konsep buffet.

The Waterfall
The Waterfall

Pada hari terakhir program, Kami memutuskan untuk menambah 1 hari lagi masa inap Kami disana karena badan rasanya rontok habis senam lantai plus yoga (2 jam exercise bo!).. mungkin karena faktor U (Usia), hahaha. Daripada capek trus maksain nyetir ke Tangerang 5-6 jam trus kenapa-kenapa di jalan kan tambah bahaya, mending istirahat sambil narsis2an disana (mumpung bawa tongsis, hihi). Ah emang Kami belum rela meninggalkan tempat indah ini.

Contact:

  • Javana Spa Cidahu: 026 – 6735249
  • Javana Spa Head Office Kemang : 021-7198327/28 atau 081315235835
  • http://javanaspa.co.id/

Siomay Ikan

sioma

Siomay merupakan jajanan favorit saya dan suami. Saya menyukai siomay sejak kuliah di Bandung dulu. Kayaknya semua siomay yang dijual di Bandung enak deh, dari yang di pinggir jalan sampai yang di restoran šŸ˜‰ Namanya juga jajanan khas Bandung, hehe.

Sejak tinggal diluar Bandung, saya susah mendapatkan siomay yang enak. Kadang siomay-nya alot, saus kacangnya ga enak, ga kerasa daging ikannya, dll. Niat untuk mencoba bikin siomay sendiri sudah lama terlintas di pikiran saya, resep sudah di-bookmark, bahan sudah disiapkan, tapi rasa malas mengalahkan semua karena merasa bikin siomay itu ribet, belum pula tar bikin bumbu kacangnya.

Akhirnya niat itu kesampaian juga minggu lalu. Saya membuat siomay sendiri. Saya langsung buat 1 resep (sok pede) dengan pemikiran biar sekalian capek tapi hasilnya banyak dan bisa dibekukan di freezer. Resep saya ambil dari blog JTT “Siomay Ala si Abang” yang reviewnya banyak yang bilang enak. Tiada ikan tenggiri, ikan kakap pun jadi, wkwk (maksa!). Jangan sampai karena ketiadaan ikan tenggiri melunturkan niat saya lagi untuk mencoba resep siomay ini. Kebetulan pas di supermarket kemarin beli fillet ikan kakap-nya yang udah ga pakai kulit, jadi ga perlu di-kerok lagi daging ikannya, langsung masukin ke blender aja daging ikannya šŸ˜‰ Kalau pakai kerok lagi mungkin saya mundur dari uji coba resep kali ini, hehe.

Setelah berkutat di dapur mengikuti step-step di blog JTT, akhirnya adonan siomay jadi dan siap dikukus. Saat dikukus aroma ikan terasa kemana-mana. Setelah 30 menit siomay siap disajikan dan ternyata memang benar lho resep ini hasil jadinya kaya siomay pinggir jalan abang-abang yang kenyal-kenyal gitu.. tapi tetap berasa ikannya lho karena buat sendiri. Setelah dingin pun siomay ini ga keras dan alot lho.

Saus kacangnya gimana? Nah, sebenarnya di resep JTT dicantumin juga resep saus kacangnya tapiii karena saya ga punya kacang tanah pada saat itu dan juga males karena sudah ribet dengan siomay, saya pakai bumbu pecel saja saudara-saudara! Bumbu pecel instan dilarutkan dengan air panas, bikin agak encer dan diberi perasan jeruk limau. Hasilnya? Pak Suami bilang enak lho šŸ™‚ Memang harus kreatif ya untuk pemalas kayak saya, hahahaha.

Berikut resepnya yang diambil dari blog JTT “Siomay Ala Si Abang”

Bahan Siomay:
– 350 gram daging ayam tanpa tulang (atau gunakan ayam cincang) –> anda bisa skip ayam dan ganti dengan daging ikan. Haluskan
– 250 gram daging ikan cincang (tuna, tengiri atau ikan dengan daging putih) –>anda bisa skip ikan dan ganti dengan ayam. Haluskan
– 250 gram labu siam (1 buah labu ukuran sedang) kukus, parut atau haluskan dengan food processor
– 80 ml santan kental instan (saya pakai Kara)
– 500 gram tepung tapioka/tepung kanji (saya pakai tepung sagu)
– 1 butir telur, kocok lepas (optional)
– 1 batang daun bawang, rajang dan cincang halus jika anda tidak mempunyai food processor

Bumbu Halus:
– 7 butir bawang merah
– 5 butir bawang putih
– 1 sendok teh merica butiran

Bumbu Lainnya:
– 2 sendok teh garam
– 2 sendok makan gula pasir
– 1 sendok teh kaldu bubuk (optional)

Bahan & Bumbu Saus Kacang:
– 300 gram kacang tanah, bisa pakai yang kupas atau yang masih memiliki kulit, goreng matang
– 5 siung bawang putih
– 5 buah cabai merah keriting
– 3 butir cabai rawit
– 3 sendok makan gula Jawa, sisir
– 2 sendok makan air asam Jawa
– 2 sendok teh garam
– 500 ml air matang

Pelengkap:
– irisan jeruk limau
– saus sambal botolan
– kecap manis

Cara Membuat:

Siomay

  1. Campur daging ayam dan ikan yang telah dihaluskan dalam mangkuk besar, aduk rata.
  2. Tuang santan kental, aduk rata.
  3. Masukkan daun bawang dan labu siam yang sudah dihaluskan.
  4. Tambahkan telur kocok, bumbu halus, garam, gula dan kaldu bubuk. Aduk rata
  5. Masukkan Tepung bertahap, aduk rata. Uleni sampai mendapat kekentalan yang diinginkan. (Saya pakai tepung sagu dan saat 400 gr tepung masuk adonannya sudah cukup kental jadi saya stop tepungnya). Adonan yang terbentuk tidak padat dan masih agak lembek
  6. Panaskan dandang untuk mengukus. Olesi sengan sedikit minyak. Lapisi penutup dandang dengan kain supaya air kukusannya tidak kena siomay.
  7. Bentuk siomay dengan bantuan 2 sendok makan dan masukkan ke dandang panas. Kukus dengan api sedang selama 30 menit. Angkat dan dinginkan. Siap disajikan

Saus Kacang

  1. Goreng bawang putih sebentar hingga layu dan sedikit kecoklatan, angkat.
  2. Siapkan blender, masukkan kacang tanah goreng, bawang putih, dan cabai, tambahkan air. Proses hingga halus. Jika adonan terlalu kental, tambahkan air hingga tercapai kekentalan yang diinginkan.
  3. Tuangkan saus ke dalam panci, masukkan garam, gula dan air asam Jawa. Masak hingga mendidih dan matang. Cicipi rasanya. Angkat.

HRD Meminta Slip Gaji Perusahaan Lama?

“HRD meminta slip gaji (payment slip) perusahaan lama? Buat apaan?” Adalah pertanyaan yang terlintas di pikiran saya saat kerabat saya, sebut saja namanya si A, bercerita tentang pengalaman pribadinya saat pindah perusahaan baru di Jakarta. A sudah bekerja di perusahaan lama 1 tahun lebih sampai suatu saat ada head hunter yang melihat profile-nya di linkedin dan menawarkan dia pekerjaan di perusahaan baru. Test dan interview pun berlangsung dengan perusahaan klien head hunter tersebut. Terakhir A pun ditanya tentang expected salary apabila jadi join ke perusahaan itu, dan A menyebutkan angka Rp. XĀ juta.

Setelah beberapa hari, head hunter yang menawari pekerjaan tersebut menelpon si A dan meminta fotokopi slip gaji perusahaan tempat A bekerja sekarang dengan alasan supaya dia bisa mendapatkan best price buat A di perusahaan baru. Menurut head hunter ini maximum salary yang bisa didapat adalah 15% dari salary di tempat bekerja sekarang. Pada saat A berkonsultasi dengan saya, saya mengatakan ke A untuk tidak memberikan slip gajinya dengan alasan privacy dan takut disalahgunakan untuk mendapatkan info standar gaji karyawan di tempat dia bekerja sekarang. A bersikeras untuk tidak memberikan slip gajinya ke head hunter dan mengatakan bahwa dia sudah menetapkan expected salary dengan perusahaan baru pada saat interview. Head hunter pun pada akhirnya tidak memaksa lagi tentang slip gaji.

Seminggu kemudian A mendapatkan offering letter dari perusahaan baru tersebut. Salary dan allowance yang tertera disana sesuai dengan apa yang diharapkan A sehingga A pun mengajukan resignation letter ke HRD perusahaan tempat dia bekerja saat itu. Dikarenakan one month notice, A meminta waktu 1 bulan untuk bisa masuk kerja di tempat yang baru.

Setelah mendekati hari terakhir di kantor lama, A ditelpon oleh HRD perusahaan baru untuk menyerahkan beberapa fotokopi dokumen saat hari pertama dia bekerja nanti, termasuk diantaranya adalah slip gaji dan kalau memungkinkan fotokopi mutasi buku tabungan. Saat A bertanya ke HRD tersebut untuk keperluan apa, karena kan sudah ada offering letter yang menyebutkan tentang salary yang akan diterima oleh A saat bekerja di perusahaan baru, HRD berkata untuk persyaratan kerja. Tentu saja A panik karena gaji yang disebutkan pada saat interview kemarin sudah dimark-up dan A sudah tidak ada pilihan untuk menolak permintaan tsb karena A sudah terlanjur mengajukan resign. Kalau A menolak bisa-bisa dia jadi jobless. Akhirnya A nego dengan HRD perusahaan lama untuk me-mark up nilai salary-nya yang tercantum di slip gaji.

Cerita dari A tersebut membuat saya bertanya-tanya, apakah memang peraturan kerja sekarang memang begitu? Dulu pada saat saya bekerja kantoran dan pindah perusahaan (memang hanya 1 kali pindah sih sebelum akhirnya resign dan jadi IRT) saya tidak pernah diminta menyerahkan slip gaji perusahaan lama. Suami saya juga begitu, saat pindah perusahaan tidak pernah diminta slip gaji yang lama. Menurut saya, slip gaji itu adalah suatu hal yang privateĀ bagi kita dan juga perusahaan. Dari data slip gaji dapat dlihat standar kesejahteraan karyawan di suatu perusahaan. Data ini kadang dijual ke konsultan atau lembaga survey untuk keperluan tertentu. Walaupun kita sudah tidak bekerja di perusahaan lama, sudah semestinya kita bisa tetap menjaga nama baiknya kan? jadi sangat tidak etis menurut saya permintaan slip gaji begini. Kalau untuk membuktikan bahwa kita pernah kerja di perusahaan lama kan bisa dari surat rekomendasi yang kita dapat saat resign dari suatu perusahaan. Trus menentukan salary yang baru based on salary lama juga sangat aneh menurut saya. Salary ditentukan dari job description kita dan kemapanan perusahaan. Perusahaan besar dan perusahaan kecil tentu beda standar gajinya kan? Kalau sekiranya job desc kita di perusahaan baru akan lebih berat dibanding sebelumnya ya wajar dong kita meminta lebih. Kalau dibatas-batasin max 15% ya ga bisa juga kan tergantung porsi kerjanya. Salah satu alasan orang pindah kerja ke tempat baru juga untuk mendapatkan standar salary dan kehidupan yang lebih baik. Lagipula kalau salary lama kita lebih besar dari yang sekarang, apa perusahaan baru mau menyesuaikan? belum tentu juga saya rasa. Terakhir adalah tentang masalah kepercayaan. Saat kita menyebutkan existing salary berapa pada waktu interview dan perusahaan tidak percaya dan bersikeras kita menunjukkan bukti slip gaji, menurut saya buat apa kerja dengan orang yang tidak mempercayai kita sedari awal? Yah, tapi sekali lagi ini semua kembali ke opini masing-masing orang sih.

Bagaimana pendapat kalianĀ mengenai hal seperti ini? MungkinĀ yang kerja sebagai HRD bisa sharing point of view-nya..

Kursus Mengemudi Mobil (Day 7 – 8)

Ga Kerasa sudah 8 x 1 jam saya kursus mengemudi dengan Pak Jamal (Kursus “PURNAMA”), yang artinya kursus sudah berakhir. Day 7 – 8 ini saya berkutat dengan parkir, suatu hal yang cukup memusingkan untuk orang yang punya kemampuan terbatas dengan spasial ruangan, hehe. Saya baru diajarkan parkir “moncong” sih ya, ga diajarkan parkir “buntut”, apalagi paralel. Konon parkir paralel itu hanya untuk orang dengan jam terbang yang tinggi, dan tentu saja newbie kayak saya ini belum ada keberanian untuk hal seperti itu. Bisa parkir biasa dengan mulus aja sudah sesuatu yang hebat menurut saya ;p Hari terakhir ini juga diajarin tentang putar balik (u-turn) dan parkir di gang sempit.

Menurut saya setelah kursus ini pencapaian saya adalah sudah bisa mengemudi di jalan lurus (tapi ga berani ngebut-ngebutan dan selap-selip kendaraan lain), sudah tahu caranya membelokkan mobil di tikungan jalan, sudah lumayan lancar gonta-ganti gigi (karena mobil kursus yang dipakai bertransmisi manual). Akan tetapi saya masih merasa butuh belajar lagi untuk hal berikut ini:

  • Menyebrangkan mobil
  • Putar balik (U-Turn)
  • Parkir
  • Memperkirakan jarak sekitar mobil (depan, samping kanan-kiri)

Oleh karena itu, saya berencana untuk melanjutkan kursus saya di purnama, nambah 2 x pertemuan lagi lah sembari belajar sama pak suami untuk mobil matic-nya.. Semoga setelah itu nyalinya bisa lebih besar ya, hihihi.