The Lab Cafe

Masih beredar di PIK dalam hari yang sama bersama suami dan adik saya. Kali ini kami kongkow di sebuah cafe yang bertemakan laboratorium. Kalau kamu seorang yang berkecimpung atau pernah ber-experience di lab pasti lucu ngeliat tempat ini. Para waitress berpakaian operasi warna hijau kayak dokter / asisten di rumah sakit yang bagian punggungnya bertuliskan AsisTEA hehe. Banyak dipajang labu kimia disini beserta botol-botol yang berisi cairan warna-warni. Gelas minuman kita juga dibuat seperti gelas ukur dengan bahan plastik. Meja-nya dibuat seperti tabel periodik unsur kimia, dan bahkan ada lho gombalan ala chemist disitu: “If you’re chemical elements, you must be awesomemium (Aw)” Ada-ada aja ya, hehe.

Cafe Bertema Laboratorium
         Cafe Bertema Laboratorium

Menu ditempat ini kebanyakan berupa snack untuk kongkow-kongkow, menu makanan beratnya berupa pasta-pasta gitu. Dikarenakan kami datang kesana sudah sore, sekitar jam 3, maka kami hanya memesan minum dan snack saja: Milk Tea dan Fries with cheese sauce. Harga makanan disini cukup terjangkau, berkisar 25 – 50 ribu.

Milk Tea With Fries
               Milk Tea With Fries

Contact:

The Lab

Ruko Crown Golf, Blok D No. 29, Bukit Golf Mediterania, Jl. Marina Indah Raya, Pantai Indah Kapuk, Jakarta

Telp. 021-31759487

Kitty Corner Cafe for Hello Kitty Lovers!

Sudah lama banget saya pengen mampir ke cafe ini, tapi baru kesampaian pas sudah pindah ke Tangerang dan punya mobil sendiri. Ya iyalah ya.. PIK jauh begitu, ga kebayang berapa biayanya kalau ke PIK dari Tangerang PP, yang jelas mahal banget karena jauh bo! Akhirnya Minggu ini tgl 26 April 2015, saya, suami dan adik saya mencoba datang berkunjung ke Kitty Corner Cafe ini yang berlokasi di daerah PIK.

Kitty Corner Cafe
Kitty Corner Cafe

Cafe ini beberapa kali masuk liputan acara di TV karena konsepnya yang unik, yaitu all about Hello Kitty. Tau kan Hello Kitty itu apa? Itu lho boneka kucing lucu dan menggemaskan dari brand Sanrio – Jepang. Hampir semua orang kenal dengan Hello Kitty. Nah, pemilik cafe ini juga salah satu pecinta Hello Kitty, makanya dia membuat cafe ini untuk para Hello Kitty Lovers. Cafe ada di lantai 2 dan toko pernak-pernik Hello Kitty-nya ada di lantai 1. Eksterior cafe ini sangat eye-catching karena warna merah menyala dengan totol-totol putih. Begitu masuk ke dalam cafe-nya pun Anda akan terkesima dengan suasananya. Dari hiasan dinding, kursi, menu makanan semua serba pink dan Hello Kitty, hahaha. Lucuuu..

Menu 1
Menu 1
Menu 2
Menu 2

Menu di cafe ini kebanyakan berupa snack, main dishes-nya berupa bento. Bento-nya lucu-lucu banget, sampai ga tega rasanya mau dimakan ;D Saya memesan bento Rillakuma, suami bento Three Panda, dan adik saya bento Hello Kitty. Soal rasa sih ga terlalu istimewa banget, tapi kan kesini buat nyari suasana dan makanan berbentuk lucu, hehe. Tempat ini sering penuh kalau weekend, jadi ada baiknya membuat reservasi terlebih dahulu, apalagi kalau pergi dalam bentuk rombongan.

Our Bento for Lunch
Our Bento for Lunch

Contact:

Kitty Corner cafe

Ruko Metro Broadway, Blok A No. 6, Jl. Pantai Indah Utara 2, Pantai Indah Kapuk, Jakarta 14460

Telp. 021-30010228

Berlibur ke Batu – Malang

Tulisan kali ini adalah late post. Waktu itu saya belum punya blog, jadi memory-nya cuma disimpan sendiri, hehe. Tapi ga papa lah ya sharing disini, siapa tau bisa menginspirasi yang mau liburan ke Malang, mumpung saya masih ingat detailnya ;p

Saya dan suami ke Malang tgl 25 Desember – 28 Desember 2014. Kami kesana dalam rangka menghadiri pernikahan salah satu teman baik saya disana. Udah ke Malang tapi cuma untuk datang ke kawinan doang? kayaknya rugi deh. Mendingan jalan-jalan dong sambil liburan. Apalagi waktu itu lagi high season, tiket pesawatnya mahal banget! JKT – MLG PP 2 orang pakai pesawat Sriwijaya Air harganya 5 juta! Salah kami juga sih karena beli tiketnya mepet. Suami baru bisa confirm ikut pas seminggu sebelumnya, abis itu baru deh kami mulai cari tiket. Sebenarnya lebih murah via JKT – SBY trus sambung naik mobil travel, tapiii menurut orang-orang jalanan SBY-MLG saat itu macet parah karena musim liburan. So, daripada rugi waktu di jalan mending langsung flight ke MLG deh, begitu juga pulangnya dari MLG aja daripada kena macet di jalan pula.

Tgl 25 Desember 2014

Kami sampai di Abdul Rahman Saleh Airport, Malang siang hari. Setelah mengurus bagasi kami pesan taxi bandara di loket resminya untuk menuju kota Malang. Tarif taxi ditentukan berdasarkan jaraknya. Tarif taxi kami saat itu 80 ribu menuju hotel kami di Kota Malang. Taxi disana berupa mobil avanza yang diberi logo taxi. Ga terlihat ada taxi Blue Bird.

Kami check in di hotel Dewarna jl. Letjen Sutoyo, Malang. Saat itu kami dapat tarif 500 ribu semalam. Rate itu berlaku karena lagi high season. Kalau hari biasa sih lebih murah, sekitar 300rb per malam. Saat itu hotel di Malang banyak yang penuh karena musim liburan. Ga disarankan banget go show nyari hotel pas musim liburan ya. Selesai check in di hotel kami janjian ketemu sama temannya teman saya yang punya usaha travel dan rental car di Malang. Saya rent car untuk 3 hari dengan sistem lepas kunci (karena ada jaminan dari teman saya itu, kalau ga sih ga bakal bisa lepas kunci deh, pasti disuruh sama driver). Mobil avanza lepas kunci 250 ribu per hari, kalau pakai driver 350 ribu per hari, belum termasuk BBM semua ya. Saya lebih senang lepas kunci karena lebih murah dan lebih ada privacy gitu. Kan ga bisa ngobrol bebas kalau ada driver. Berbekal modal aplikasi “Waze” di handphone, kami bisa keliling-keliling kota Malang deh.

Our Room at DeWarna Hotel
Our Room at DeWarna Hotel

Setelah urusan mobil selesai, kami pergi ke RM. Inggil (Jl. Gajah Mada no. 4, Malang) untuk lunch. Konsep resto ini agak unik karena menghadirkan aneka pernak-pernik, poster dan nuansa jadul (jaman dulu). Bahkan disebelah resto ada museum-nya lho. Pada hari tertentu biasanya ada pertunjukan tari tradisional di panggungnya, tapi saat kami disana sih pas lagi ga ada pertunjukan apa-apa. Menu resto ini adalah masakan Jawa tradisional dengan harga yang cukup terjangkau.

Suasana di RM. Inggil
Suasana di RM. Inggil
Poster Jadul di RM. Inggil
Poster Jadul di RM. Inggil

Setelah itu kami mampir ke toko OEN, toko legendaris di Malang yang berdiri dari jaman kolonial Belanda. Interior toko pun juga masih dijaga nuansa Belandanya. Speciality dari toko ini adalah es krimnya yang diolah secara home made. Selain es krim juga ada menu sop, cake dan snack lainnya. Harga es krimnya ga terlalu mahal dan rasanya enak.

Malamnya kami berencana ke Taman Indie Restoran, tapi entah kenapa “Waze” kami menunjukkan area yang tertutup di lingkungan perumahan. Bingung bagaimana masuk ke resto itu akhirnya kami makan di tempat makan lain deh. Kami makan di Wellduck (Jl. LA Sucipto, Matos, Malang) dengan speciality bebek goreng dan bebek bakar. Bebeknya empuk dan terasa bumbunya, enak dengan harga yang murah. Selesai makan kami kembali ke hotel untuk beristirahat.

Tgl 26 Desember 2014

Kami hari ini pergi ke Batu untuk mengunjungi Jatim Park 2. Kami berangkat agak pagi dari hotel supaya ga terlalu macet, tapi mendekati Jatim Park sih memang macet karena musim liburan. Nyari parkir aja susah. Dari hotel menuju Jatim Park 2 ini membutuhkan waktu 2 jam. Jatim Park ini adalah tempat rekreasi keluarga di Malang. Ada Jatim Park 1 dan Jatim Park 2. Karena waktu terbatas kami hanya mengunjungi Jatim Park 2. Jatim Park 2 ini terbagi menjadi 3 area: Eco Green Park, Museum Satwa dan Secreet Zoo. Saat itu kami membeli tiket terusan untuk ketiga tempat ini seharga Rp. 120.000 per orang. Jauh lebih murah membeli tiket terusan daripada tiket satuan. Tiket terusan yang kita beli tadi akan diberikan dalam bentuk gelang tangan yang ada sensor barcode-nya. Anda harus pintar membagi waktu supaya bisa mengunjungi ketiga tempat ini dalam satu hari karena area Jatim Park 2 ini luas banget, sekitar 14 hektar! Saat di Batu, cuaca tidak sedang bersahabat, sering turun hujan. Walaupun dari pihak Jatim Park sudah menyediakan ponco plastik tipis tapi tetap saja jadi susah foto-foto (penting ini!). Jadi harap maklum kalau foto yang saya tampilkan disini sedikit ya. Disarankan untuk membawa payung dan jaket sendiri saat ke tempat ini. Start awalnya kami mulai dari Eco Green Park. Di Eco Green Park banyak diajarkan tentang menghargai dan menjaga lingkungan sekitar kita. Misal mendaur ulang sampah kemasan, simulasi efek yang akan terjadi kalau kita tidak menjaga lingkungan kita, dll. Bagus deh untuk sarana pembelajaran anak-anak / generasi muda untuk lebih peduli dengan lingkungan. Oya, ada pembelajaran tentang budaya Indonesia juga. Selesai dari tempat ini kami menuju Secret Zoo. Kebun binatang ini sangat bersih, rapi dan terawat. Hewannya juga sehat-sehat. Disini kita dikenalkan dengan berbagai macam satwa dalam dan luar negeri. Terakhir Kami mengunjungi Museum Satwa. Eksterior museum ini sungguh keren dengan bentuk pilar-pilar kayak di Lincoln Memorial, Washington D.C, dengan patung gajahnya. Museum ini isinya replika-replika satwa yang dibuat semirip mungkin dengan aslinya dan dipajang di ruangan kaca. Di dekat puntu masuk ada replika fosil dinosaurus lho!  Ada beberapa spot foto 3 dimensi juga di museum ini. Oya, di setiap tempat, Eco Green Park, Secret Zoo, Museum Satwa ada banyak kantin dan stand jualan makanan. Harganya pun masih terjangkau lho.. semuanya dibawah 50 ribu per item, jadi jangan takut kelaparan, hehe.

Gelang Tiket Terusan
Gelang Tiket Terusan
Eco Green Park
Eco Green Park

Batu Secreet Zoo

Museum Satwa Tampak Depan
Museum Satwa Tampak Depan

Museum Satwa

Replika Fosil DInasaurus
Replika Fosil DInasaurus
3D Art di Museum Satwa
3D Art di Museum Satwa

Malamnya Kami pergi ke Batu Night Spectacular (BNS), salah satu taman rekreasi keluarga di Batu, Malang. Tempat ini tidak seluas jatim Park 2 dan baru buka sore – malam hari. Harga tiket masuk ke BNS saat itu adalah 25 ribu per orang. Harga tsb tidak termasuk tiket tiap wahana ya. Jadi kalau mau masuk tiap wahana ya bayar lagi sekitar 10 – 15 ribu per orang. Yang saya suka dari tempat ini adalah taman lampionnya! Cantik-cantik semua lampionnya dengan warna-warna yang menarik. Sayangnya karena pencahayaan yang kurang pas foto sama lampionnya jadi jelek fotonya, terlalu remang-remang, apalagi saat itu hujan terus. Disarankan untuk membawa payung dan jaket sendiri ya untuk melindungi diri dari hujan dan juga udara dingin. Setelah dari taman lampion, kami mampir ke Trick Art Gallery yang isinya lukisan-lukisan 3D yang seakan-akan gambar hidup, cocok lah untuk yang hobi narsis, wkwkwk. Setelah itu kami makan di food court BNS, sekali lagi tempat ini pun harga makanannya murah-murah, ga nyampe 50 ribu per item. Setelah selesai di BNS kami pulang kembali ke hotel.

Love Lampion
Love Lampion
Eiffel Lampion
Eiffel Lampion
Tric Art Gallery
Tric Art Gallery

Tgl 27 Desember 2014

Karena kaki pegel habis muter-muter di Jatim Park 2 dan BNS kemarin, kami hari ini pergi ke tempat refleksi yang terkenal di Malang. Namanya Khayangan Reflexology (Jl. Welirang). Tempatnya kayak rumah jaman Belanda gitu dengan pernak-pernik tradisional. Kami ambil paket massage seluruh badan. Habis massage tubuh kembali rileks, eh dapat bonus kalender dan mug pula disini, hehe. Selesai massage kami makan di resto dekat situ, namanya Prambanan Sari. Makanannya kita pilih terus dipanasin lagi sama dia (kayak warung Ampera gitu lah),. Makanannya murah dan lumayan enak. Habis makan kita lanjut ke toko oleh oleh “Avia” (jl. Basuki Rahmat no. 5, Malang) untuk belanja oleh-oleh. Di toko Avia ini saya menemukan oleh-oleh khas surabaya yang lagi ngetrend yaitu almond crispy berbagai rasa! Langsung borong deh sekalian beli Pie Cap Mangkok khas Malang, dll. Selesai dari sini kita balik ke hotel untuk siap-siap ke resepsi kawinan teman saya di Hotel Harris Malang. Hotel Harris ini tidak terletak di kota Malangnya tapi sekitar 30 menit berkendaraan dari Kota Malang. Hotel Harris Malang ternyata bagus lhoo.. luas dan taman serta pool-nya bagus. Makanannya juga enak-enak disini. Selesai urusan resepsi kami langsung balik ke hotel.

Tanggal 28 Desember 2014

Sebelum ke airport kami menyempatin makan Cwie Mie Malang di Jl. Gajah Mada, rekomendasi dari teman saya. Lumayan enak, tampilannya mirip bakmie kalau di Jakarta atau Yamin kalau di Bandung. Setelah itu kami sempatin jalan-jalan ke Tugu Malang sebagai landmark-nya Kota Malang, kemudian langsung menuju airport untuk pulang ke Jakarta.

Taman di Tugu Malang
Taman di Tugu Malang

Contact:

Vinda – Travel Time (Rental Car): PIN BB 2B26FCB4, telp 08563542000