Kursus Mengemudi Mobil (day 1)

Setelah pindah ke Kota Tangerang dan memutuskan beli mobil jenis city car untuk sarana transportasi, saya belum ada kesempatan untuk belajar mengemudi.. padahal pak suami janji mau ngajarin pas weekend atau hari libur, tapi kenyataannya tiap weekend atau hari libur adaaa aja halangannya.. acara keluarga sih kebanyakan, hehe. Kalau weekdays ya mobilnya dipakai pak suami untuk pergi kerja. Menurut saya perlu banget untuk bisa mengemudi mobil sendiri, biar apa-apa ga tergantung sama orang lain/suami dan bisa menggantikan posisi driver kalau dibutuhkan (jadi driver cadangan gitu deh, hehe).

Mumpung hari ini lagi lowong karena pak suami lagi dinas ke site di kalimantan, saya contact deh tempat kursus mengemudi “Purnama” yang berlokasi di jl. Merdeka (ex-Bumex), Tangerang (Telp. 021-5518132). Saya tau tempat kursus ini dari saudara ipar saya yang pernah kursus disana. Pada saat telpon saya berbicara dengan Pak Jamal yang merupakan pemilik dan juga merangkap instrukturnya. Biaya kursus di Purnama adalah Rp. 600.000 (all in) untuk 8x pertemuan dengan masing-masing pertemuan berdurasi 1 jam (hari Senin – Jumat). Dikarenakan lokasi rumah saya tidak begitu jauh dengan lokasi kursus jadi saya bisa request untuk antar-jemput tanpa dikenakan biaya tambahan 🙂 Mobil kursus adalah mobil Avanza transmisi manual yang punya double kopling dan rem pada belakang kemudi dan di penumpang depan (satu untuk peserta kursus dan satu untuk instrukturnya). Saya telpon jam 11.30 siang dan langsung dijemput di rumah jam 13.00 untuk mulai kursus (express banget yahh.. gpp, biar cepat bisa bawa mobil sendiri deh, hihi).

Pertemuan pertama langsung disuruh duduk dibelakang kemudi dong..asli saya kagok deh.. secara ga pernah bawa mobil sendiri, biasa cuma duduk manis di samping pengemudi ;p Pada pertemuan ini diperkenalkanlah saya sama kopling, rem, gas, gigi.. tapi karena saya bilang mobil saya adalah mobil dengan transmisi matic, instrukturnya bilang saya ga perlu belajar lebih dalam tentang gonta-ganti gigi, cukup tau gigi 1 dan 2 aja. Rute kursus mobil hari ini adalah jl. Merdeka, Sangiang, Taman Cibodas. Rute-rute itu adalah jalan padat di Kota Tangerang yang banyak motor seliweran, angkot stop sembarangan, banyak jalan yang bolong/rusak dan jalan yang tidak terlalu lebar. Tambah deh saya jadi panik.. tegang banget deh dibalik kemudi. Untung aja Pak Jamal orangnya sabar dan banyak kasih tips untuk bisa bawa mobil dengan smooth, jadi pas udah ditengah-tengah kursus saya udah lebih rileks. Ga kerasa saking tadi tegang bawa mobilnya, tau-tau udah 1 jam aja dan kursus hari ini sudah berakhir, lanjut besok lagi deh.

to be continued…

Update 26 Mei 2016:

Saya sebelum kursus dengan Pak Jamal ini juga pernah survey ke beberapa tempat kursus di Tangerang tapi waktu itu catatan saya hilang entah dimana. Nah, sekarang ini sudah ketemu pas bongkar-bongkar arsip lama. Saya sharing disini aja ya sekalian:

  • CV Panca Sari Jaya (Lokasi: Karawaci)
    Telp. 021-68594368 / 70942336 / 53125035
    Biaya kursus mengemudi mobil:
    – Mobil Matic: 5x pertemuan @ 2 jam, harga 950 ribu
    – Mobil Manual: 10x pertemuan @ 1 jam, harga 780 ribu
    Harga tersebut belum termasuk:
    – Charge antar-jemput ke rumah kita Rp. 100.000 per paket
    – Tips untuk instruktur per pertemuan Rp. 30.000 (wajib)
    – Biaya pembuatan SIM
  • Tania Jaya (Lokasi jl. Merdeka, Tangerang)
    Telp. 021-5520771
    Biaya kursus mengemudi mobil:
    – Mobil Matic: 4x pertemuan @ 2 jam, harga 675 ribu. (hari kursus bebas, negotiable)
    – Mobil Manual: 8x pertemuan @ 1 jam, harga 575 ribu.  (Hanya untuk hari Senin – Jumat).
    Harga tersebut belum termasuk biaya pembuatan SIM.
    Note:
    – Tidak ada antar jemput ke rumah. Kita yang harus datang sendiri ke lokasi tempat kursusnya.
    – Tidak wajib memberikan uang tips untuk instruktur.

Ayam Betutu

Ayam Betutu

Haloo..

Setelah vakum sekian lama karena kesibukan yang ada, akhirnya saya kembali lagi nulis di blog, hihi. Kali ini saya akan berbagi resep Ayam Betutu ala JTT yang saya dapat dari blog-nya Just Try and Taste. (http://www.justtryandtaste.com)

Ayam Betutu ini adalah masakan khas Bali yang terkenal lezat dan juga pedas. Ada 2 versi Ayam Betutu yaitu yang kuah dan yang kering. Untuk resep yang saya posting ini adalah versi yang kering ya. Banyak resep yang beredar di internet tapi saya pilih resep yang sesuai dengan ketersediaan bumbu dapur saya aja, dan kebetulan nemu di JTT resepnya, hehe.

Pertama kali mencicipi Ayam Betutu ini adalah ketika liburan di Bali bersama suami tahun 2012. Saat itu Kami makan di “Ayam Betutu Khas Gilimanuk” yang berlokasi di airport Ngurah Rai sambil menunggu waktu boarding. Kami memesan Ayam Betutu versi kuah yang pedasnya luar biasa sampai makannya penuh keringat dan air mata, hahaha.. tapi pedasnya itu bikin nagih lhooo! Nah untuk mengobati rasa kangen dengan Ayam Betutu tapi ga punya waktu dan duit untuk plesir ke Bali, saya bela-belain deh memasak Ayam Betutu sendiri. Hasilnya tidak mengecewakan dan memang enaakk. Suami juga suka dan sampai tambah terus makannya, hihihi.

Berikut adalah resep Ayam Betutu yang saya kutip dari JTT.

Bahan:
– 1 ekor ayam kampung belah tengah dan lebarkan (kalau saya pakai 1 ekor ayam kampung yang dipotong menjadi 8 bagian karena stok ayam kampung yang ada di freezer saya tinggal yang potongan aja, hehe)
– 2 sendok makan air jeruk nipis
– 1 sendok makan garam
– 90 ml santan kental instan (saya pakai Kara ) + 400 ml air, aduk hingga rata

Bumbu:
– 5 buah cabai merah besar, buang biji, rajang halus
– 5 buah cabai merah keriting, rajang halus
– 5 butir cabai rawit (tambahkan jika kurang pedas), rajang halus
– 10 butir bawang merah, cincang halus
– 5 butir bawang putih, cincang halus
– 2 batang serai ambil bagian putihnya, cincang halus
– 1 ruas kencur, cincang halus
– 2 ruas jahe, cincang halus
– 2 sendok teh terasi bakar
– 2 ruas lengkuas, iris kasar dan pipihkan
– 1 ruas kunyit bakar, cincang halus
– 1/4 sendok teh kunyit bubuk (bisa diganti dengan kunyit segar yang dihaluskan)
– 8 buah kemiri, sangrai, tumbuk kasar
– 1 sendok teh ketumbar bubuk
– 1 sendok teh merica bubuk
– 1 sendok teh pala bubuk
– 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu iris:
– 3 lembar daun jeruk, rajang halus
– 5 lembar daun salam, robek kasar

Bumbu lainnya:
– 1 sendok teh garam
– 1 sendok teh kaldu bubuk
– 1 sendok teh gula pasir

Bahan lainnya:
– alumunium foil untuk mengalas ayam saat dipanggang
– tusuk bambu/sumpit (ga pake karena ayam saya sudah berupa potongan, bukan ayam utuh lagi)

Cara Membuat:

  1. Siapkan ayam, lumuri permukaan ayam dengan air jeruk nipis dan garam termasuk rongga ayam, hingga merata. Biarkan ayam selama 15 menit. Cuci bersih. Pentangkan ayam dan tusuk ayam menggunakan sumpit yang diruncingkan bagian ujungnya atau sebilah bambu hingga ayam melebar, sisihkan (saya ga pakai tahap pentangkan ayam ini karena ayam saya sudah dalam bentuk potongan)
  2. Siapkan wajan, panaskan 2 sendok makan minyak. Tumis bumbu yang dirajang, daun jeruk dan daun salam hingga harum dan matang. Tambahkan garam, gula, kaldu bubuk. Aduk rata.
  3. Masukkan ayam dan lumuri permukaan ayam dengan tumisan bumbu, tutup wajan dan ungkep ayam hingga ayam berubah warna dan bumbu meresap. Gunakan api kecil saat mengungkep ayam agar bumbu tidak gosong.Masak satu sisi ayam, kemudian balikkan ayam dan masak sisi sebelahnya.
  4. Masukkan 1/2 campuran air dan santan, aduk-aduk hingga santan dan bumbu tercampur baik. Tutup wajan rapat-rapat dan masak hingga air habis.
  5. Balikkan ayam, dan masukkan 1/2 sisa santan, tutup wajan dan masak kembali hingga air habis dan ayam matang. Usahakan untuk melumuri seluruh permukaan ayam dengan bumbu sehingga semua bagian ayam tertutup dengan bumbu. Cicipi rasanya dan matikan api kompor. Kalau ayam belum matang, bisa ditambah air lagi dan dimasak sampai ayam matang dan empuk.
  6. Siapkan loyang datar, alasi loyang dengan selembar alumunium foil. Letakkan ayam beserta seluruh bumbunya di atas alumunium foil. Panggang di dalam oven bersuhu 180’C selama 15 – 20 menit hingga bumbu terlihat mengering. Keluarkan ayam dari oven, letakkan ayam di piring saji dan lepaskan bambu penusuk ayam.

Note: Bumbu-bumbunya jangan diblender halus ya, cukup dirajang dan cincang, kalau ga tar penampakannya jadi kayak ayam balado deh, hehe.