Nastar Pilihanku

This is me again 🙂

Mumpung masih semangat menulis, jadi sekalian nge-post untuk kedua kalinya deh, hoho. Jangan bosan-bosan yaa dengan tulisan ini yang semuanya perihal dunia emak-emak.

Chinese New Year is coming soon.. jadi seperti biasa kalau imlek biasa selalu ada kue kering. Nah salah satu kue kering kesukaan saya dan suami adalah nastar. Dalam tulisan kali ini saya akan sharing resep andalan saya untuk membuat nastar klasik (nanas) dan nastar coklat. Untuk membuat nastar yang enak, faktor paling penting adalah pemilihan butter yang berkualitas, jadi jangan segan-segan untuk memilih butter yang mahal kayak wijsman ya Bu Ibu. Dijamin mantap ntar nastarnya 🙂 Trus kalau ngocok margarin dan butternya jangan kelamaan, ntar hasilnya nastarnya jadi mekar/lebar-lebar 😀

Resep Nastar Klasik (Nanas)

(Resep ini diambil dari resep nastar NCC by Fatmah Bahalwan)

Bahan Kulit Nastar:

  • 250 gr Margarin
  • 250 gr Butter
  • 100 gr Gula Halus / Gula Kastor
  • 4 butir Kuning Telur
  • 700 gr Tepung Terigu (Resep asli hanya menggunakan tepung terigu protein sedang, modifikasi dari saya: saya mencampurkan tepung terigu protein sedang dan rendah 1:1 serta ditambah tepung maizena 40 gr, yang penting jumlah tepung in total harus sama dengan resep), diayak
  • 4 sdm Susu Bubuk Fullcream
  • 1/2 sdt Vanili Bubuk (Tambahan dari saya)

Bahan Olesan:

3 btr kuning telur, kocok lepas dengan 1 sdt susu cair (Modifikasi saya: Kuning Telur diencerkan dengan sedikit madu, 2x oles)

Cara Membuat:

  1. Kocok sebentar Margarine – butter, gula, vanili bubuk dan telur, cukup sampai tercampur saja.
  2. Masukkan tepung terigu dan susu bubuk, aduk perlahan hingga tercampur rata.
  3. Ambil sedikit adonan, bentuk bulat, isi dengan selai nanas. Susun diloyang tipis, beri jarak satu dengan yg lain.
  4. Oven dengan suhu 140’C selama kurang lebih 30 menit. Keluarkan dari oven, poles dengan bahan polesan, oven lagi hingga kuning mengkilat (kurang lebih 15 menit)
  5. Angkat, biarkan dingin. Susun dalam toples, tutup rapat.

Selai Nanas

Bahan:

  • 4 bh nanas palembang, parut atau blender
  • 200 gr gula pasir
  • 1 sdt garam
  • 1 potong kayu manis

Cara Membuat:

Masak nanas halus bersama airnya, garam dan kayu manis hingga kering. Tuang gula pasir, masak terus dengan api kecil hingga kering dan liat. Angkat.

Note: Kalau malas membuat selai nanas sendiri kayak saya ini, bisa beli selai nastar yang dijual di TBK, pilih yang bagus selainya (Banyak serat dan tidak terlalu basah)

Nastar Coklat

(Resep ini diambil dari Just My Ordinary Kitchen by Ricke Indriani)

Bahan Kulit dan Olesan idem diatas (pakai resep NCC modified by me)

Selai Coklat

Bahan:

  • 100 gr Tepung Terigu Protein Sedang, diayak
  • 20 gr Coklat Bubuk, diayak
  • 90 gr Gula Pasir
  • 35 gr Butter / Margarin
  • 35 gr Air Matang
  • 75 gr Dark Cooking Chocolate (saya biasa pakai Collata Dark Compound Chocolate), dicincang

Cara Membuat:

  1. Campur tepung terigu dan coklat bubuk, sisihkan
  2. Campur gula pasir, butter/margarin dan air. Panaskan di panci menggunakan api kecil sambil diaduk-aduk sampai mendidih dan gula larut.
  3. Masukkan Dark Cooking Chocolate cincang, aduk-aduk sampai rata dan coklat meleleh. Matikan api.
  4. Masukkan campuran tepung terigu dan coklat bubuk, aduk rata menggunakan sendok kayu, nyalakan lagi api kecil, aduk-aduk sampai kalis dan membentuk adonan pasta yang licin. Angkat, biarkan agak dingin (hangat)
  5. Pulung/bulatkan adonan sesuai ukuran yang diinginkan

Bahan Topping:

Dark Cooking Chocolate lelehkan, masukkan ke piping bag segitiga

Membuat nastar ini memang dibutuhkan kesabaran ekstra karena memang rempong cyiiinn ;D dari mulai bikin selai, membulatkan selai, bikin adonan kulit, membulatkan adonan kulit yang diisi selai, memberikan bahan polesan dan menunggu hingga matang di oven. Belum pula ntar deg-degan kalau hasilnya setelah dipanggang jadi mekar/lebar-lebar. Harus banyak-banyak berlatih untuk membuat nastar yang cantik. Kalau males bikin ya silakan beli di toko2 kue (untuk yang bahannya berkualitas yang dijual di toko-toko pasti mehong, kalo yang murah-murah itu sih ga terjamin ya kualitas rasa butternya, apalagi yang dijual kiloan), atau bisa juga pesan di Liz Kitchen 😉 Silakan contact ke no. 081286546137 bagi yang berminat, harga bersaing deh pokoknya, hehe. (Numpang iklan)

Ini penampakan hasil nastar klasik dan coklat buatan saya. Nastar klasik yang tanpa topping, nastar coklat yang ada topping dark cooking chocolatenya.

Gorden / Gordyn

Hi all..!

Pagi ini Tangerang kembali diguyur ujan gede… bawaannya jadi mager (malas gerak) dan nguantukk! Suami pun jadi telat ngantor deh hari ini, hahaha. Tapi daripada males-malesan terus mending lebih produktif dengan nulis blog lagi :p

Hari ini topiknya masih berhubungan dengan dekorasi rumah karena masih suasana rumah baru, hihi. Salah satu bagian dalam dekorasi rumah adalah Gorden / Gordyn. Gorden / Gordyn ini memiliki fungsi penting karena selain untuk melindungi rumah kita supaya ga keliatan kayak akuarium (serba transparan), mengatur / mengurangi jumlah cahaya (UV) yang masuk ke rumah, juga berfungsi untuk mempercantik rumah. Jadi intinya rumah kudu punya gorden lah.

Sebelum beli gorden ada baiknya research dulu ya Bu Ibu.. Mau gorden model gimana, bahan gimana, karena harga gorden kita nantinya akan tergantung pilihan kita, mau harga murah sampe super mahal ya tergantung kita deh. Gorden punya banyak pilihan model, yaitu smoke ring, kerekan, roman shade, blinds, dll. Saya bisa jadi tahu perihal macam-macam gorden ini juga dari forum ibu-ibu macam female daily. Untuk bahan juga ada beberapa pilihan, yaitu kain gorden biasa, blackout (yang kadarnya macam-macam dari 70% sampai dengan 100%) dan vitrase. Untuk blackout ini maksudnya adalah bahan yang bisa memblock UV, jadi untuk blackout 70% artinya bisa memblock UV hingga 70%. Untuk blackout 100%, kainnya konon ga bisa dicuci sembarangan karena pada kain tsb belakangnya ada sejenis lapisan karet. Salah-salah cuci itu lapisan karet bisa rontok. Jadi kalau yang ga mau ribet-ribet kaya saya sih ga usah lah beli bahan yang blackout 100% 😀 (emak-emak pemalesan).

Untuk model gorden saya memilih smoke ring, tapi vitrase-nya tetap standar model kerekan gitu. Alasannya apa ya..? Ya menurut saya model smoke ring lebih keliatan modern aja, hehe. Tapi perlu dicatat bahwa model smoke ring ini kebutuhan kainnya lebih banyak daripada yang model kerekan biasa. Trus pernak-pernik-nya lebih banyak juga (ring, tiang, penutup tiangnya, dll), jadi itulah sebabnya model smoke ring lebih mahal daripada yang model kerekan.

Kalau ada istilah mengejar ilmu sampai ke negeri cina, maka dalam hal pergordenan ini saya rela mengejar sampai ke pasar Cipadu, hahaha. Kenapa ke Cipadu? Karena disana lah pusat kain sejabodetabek, dari kain seprai, gorden, baju, semua ada deh, lengkap kap kap trus harganya juga lebih murah. Oh iya, sebelum memutuskan ke Cipadu, saya ada survey ke showroom yang di Gading Serpong, Tangerang, nama tokonya Belletex. Tapi in total selisih harga untuk gorden serumah bisa sampai 2 juta dengan di Cipadu. Jadi gpp lah agak jauh dikit ke Cipadu.. lumayan 2 juta-nya bisa disimpan untuk keperluan rumah yang lain.

Kalau kalian ga punya toko yang diincar (entah langganan atau rekomendasi dari kenalan, dll) dijamin kalian pasti bingung mau mampir ke toko yang mana. Secara ya itu pasar isinya kain semua. Semua toko disitu jualnya kain-kainan. Kalau survey satu-satu ke semua toko itu kayaknya seharian ga bakal cukup deh. Untungnya saya sudah ada toko yang direkomendasikan oleh interior desainer yang menggarap kitchen set saya. Katanya dia ada toko langganan disana, udah beberapa kali pesan gitu dan menurut dia hasilnya lumayan bagus, jahitannya juga rapi. Nama toko tsb adalah “NEW TANBER”, pemiliknya adalah Pak Sony dan Istrinya, tokonya ada 2 terletak di blok B dan D.

Setelah saya contact Pak Sony, keesokkan harinya dia mengirimkan anak buahnya untuk mengukur jendela saya. Dari perhitungan kebutuhan gorden oleh anak buahnya itulah saya mendapatkan kisaran harga gorden untuk rumah saya. Total jendela di rumah saya adalah 5 jendela double dan 3 jendela single. Bahan yang saya pilih adalah blackout 80% seharga Rp. 140.000/meter dan vitrase seharga Rp. 75.000/meter. Jadi untuk jendela seluruh ruangan di rumah, saya diberi harga 6,5 juta rupiah sudah termasuk aksesoris gorden kayak rell, hook, ring dan stick), plus kena ongkos instal dan transport sebesar 200 ribu. Pada saat itu, orang yang datang ke rumah saya juga membawakan beberapa katalog bahan kain gorden, tapi karena terbatas akhirnya saya dengan ditemani suami memutuskan untuk langsung datang ke tokonya yang di Cipadu saat weekend, dan di toko tsb kami menemukan lebih banyak pilihan katalog kain gorden. Setelah memilih bahan yang disuka dan membayar DP 50%, gorden pesanan saya diantar dalam 2 minggu. Saya pesan model smoke ring dan juga kupu-kupu. Berikut hasil perburuan gorden saya:

Model Kupu-kupu Vitrase

Contact:

New Tanber
Jl. K.H. Wahid Hasyim Pertokoan KOSPIN JASA Blok B No. 3
Cipadu, Ciledug, Tangerang
Telp. 081932660522, 085283303337

Kitchen Set

Haiii semua.. I’m back!!

Setelah sekian lama sibuk pindahan rumah, akhirnya per tgl 7 Februari saya resmi menempati rumah baru yang masih berada di daerah Tangerang juga 🙂

Dalam postingan kali ini saya akan sedikit share mengenai kitchen set. Hal yang tidak jarang membuat pusing emak-emak seperti saya, hehe. Untuk emak-emak yang menghabiskan sebagian waktunya dengan berkutat di dapur, wajib hukumnya untuk punya kitchen set ini. Kitchen set tidak selalu harus mewah karena dikembalikan lagi ke budget masing-masing, tapi kitchen set ini harus membuat anda nyaman dan bekerja secara ergonomis. Alasan saya membuat kitchen set di rumah saya adalah karena dapur yang disediakan oleh pihak developer sangat standar sekali, hanya berupa meja beton dan wastafel, tanpa ruang-ruang penyimpanan yang saya pikir pasti akan berantakan banget dapurnya (panci, wajan dan piring yang seabreg itu mau ditaruh dimana??!). Berbekal rayuan maut ke suami, akhirnya suami mengizinkan untuk membuat kitchen set dengan budget under 30 juta untuk dapur saya yang berukuran 2,3 x 3,8 meter.

Dapur dari Developer Rumah
Dapur dari Developer Rumah

Perjalanan saya dalam mendapatkan kitchen set ini cukup berliku-liku karena saya waktu itu masih awam sekali dengan dunia per-kitchen set-an. Saya mencari info-info terlebih dahulu melalui forum ibu-ibu seperti female daily dan mommies daily, blog walking dan juga survey langsung ke showroom kitchen set di daerah Serpong Tangerang (cuma 2 sih yang sempat disurvey: Eileen’s Kitchen dan Ideal Living) . Dari hasil research tsb (cieileh.. keren bener ya bahasanya, hehe), saya banyak mendapatkan info yang berguna.

Berikut langkah-langkah dalam membuat kitchen set:

1. Tentukan konsep dan ukurlah dapurmu. Ukurlah dapur kamu meliputi: Panjang, Lebar dan Tinggi-nya (gambar denahnya juga biar keliatan posisi pintu dan jendelanya dimana). Kemudian tentukan konsep sbb:

  • Kitchen equipment yang akan dipakai di dapur beserta ukuran-ukurannya (Panjang x Lebar x Tinggi), misalnya apakah kamu akan menggunakan kompor, oven, microwave, kulkas tanam (built-in) ataukah freestanding cooker dengan microwave dan kulkas tanpa ditanam/tanpa cabinet khususnya. Kemudian untuk cabinet atasnya apakah kamu mau cabinet yang tingginya sampai plafon atau suma setengah plafon. Hal ini tentu saja akan pengaruh ke perhitungan harga (semakin banyak cabinet yang digunakan tentu harga akan semakin mahal). Satu lagi adalah cooker hood yang akan digunakan mau tipe yang besar atau slim. Kalau saya sih ga pakai cooker hood karena udah ada exhaust fan (ema-emak pengiritan, hihi).
  • Kitchen sink yang akan kamu gunakan (mau tipe 1 bowl ata 2 bowl atau 1 bowl plus sayap), ukuran kitchen sink ini akan berpengaruh ke cabinet bawah sink tsb. Note: untuk kitchen equipment dan sink kalau belum beli juga gpp sih yang penting uda fix untuk ukurannya yg akan dipakai (jangan berubah-rubah dari keputusan awal karena tukang kitchen set-nya bisa marah tar, apalagi kalau kabinetnya udah jadi, hehe). Setelah decide hal tersebut, desain kitchen set bisa mengikuti ukuran equipment dan sink yang kita punya.
  • Perletakan kitchen set nanti. Apakah mau letter L, U atau cuma di sisi tertentu.
  • Pilih bahan yang akan digunakan HPL atau duco,dll beserta warna yang diinginkan

2. Cari Interior Desainer yang akan mendesain dapurmu. Setelah berbekal data-data diatas, kamu bisa mulai survey-survey untuk mencari jasa Interior Desainer yang terpercaya dan sesuai budget kamu. Bisa langsung datang ke showroom untuk tanya-tanya harga atau lewat e-mail. Untuk kitchen set saya menggunakan jasa Jendela Putih (bisa diliat portfolio-nya di http://www.jendelaputih.com) dengan Pak Wilopo. Saya tau Jendela Putih ini dari forum female daily lho, hehe. Nanti Desainer ini yang akan hitung RAB-nya berapa, kalau cocok harganya baru lanjut deh.

3. Interior Desainer akan datang ke rumah untuk survey dan mengukur ke lokasi dapur kita (menghindari salah ukur dari pihak kita juga sih). Setelah itu dia akan kasih quotaton detail tentang harga kitchen set kita (biasanya udah sepaket tuh cabinet, top table granit, engsel cabinet, lampu kabinet, rak bumbu dan rak sendok). Tambahan dari pihak kita diluar harga tsb adalah backsplash (bidang dinding antara top table dengan batas bawah cabinet atas) dan kran sink.

4. Pembayaran kitchen set. Kalau Jendela Putih, pembayarannya dibagi 3x: DP 50% di awal (untuk tanda jadi), 30% saat delivery, dan 20% saat selesai install.

5. Setelah jadi, kitchen set akan didelivery ke rumah kita dan diinstall oleh tukang. Kebetulan saat saya menggunakan jasa Jendela Putih ini, lagi banyak orderan kitchen set-nya, alhasil kitchen set saya baru jadi 1 bulan setelah DP. Untuk installment sendiri butuh waktu 4-6 hari.

Setelah penantian yang panjang, inilah penampakkan kitchen set saya:

kitchen set baru

So far saya cukup puas dengan hasilnya 😉
Update 26 Mei 2016:

Kebetulan pas beres-beres saya menemukan catatan saya pas survey kitchen set ini. Sekalian saya sharing disini saja ya.

  • Jendela Putih
    Contact Person: Bpk Wilopo (HP. 081806471505)
    Harga untuk kitchen set saya tahun akhir tahun 2014 lalu adalah 26 juta (belum termasuk wastafel, keran dan kompor).
  • Eileen’S Kitchen
    Contact Person: Ibu Fitri (HP. 08129380601)
    Waktu itu saat survey (akhir tahun 2014) saya dikasih penawaran harga kitchen set untuk ukuran dapur saya berkisar 39,7 juta – 46 juta (diluar wastafel, keran dan kompor). Konon material yang digunakan lebih premium.
  • Ideal Living
    Contact Person: Fenny (Telp. 021-5467854 – 5467152)
    Waktu itu saat survey (akhir tahun 2014) saya dikasih penawaran harga kitchen set untuk ukuran dapur saya berkisar 34 juta (diluar wastafel, keran dan kompor).

Blog Pertama

Haii semua…

Ini pertama kalinya saya membuat blog pribadi saya yang saya beri nama mrssalimlife. Kalau ada yang bertanya kenapa Mrs. Salim? ya karena suami saya nama belakangnya Salim, hihihi (kurang kreatip yak).

Sebelum membuat blog, saya mencari-cari informasi terlebih dulu bagaimana sih caranya mendaftar blog gratisan (emak-emak emang hobby yang gretonk lah ya). Selain WordPress, ada beberapa provider lain yang menyediakan blog gratis seperti Blogdetik, BlogSpot, dll. Tidak ada alasan khusus kenapa saya lebih memilih WordPress dibanding provider lainnya, hanya soal tampilannya aja sih lebih suka yang mana.

Untuk kalian-kalian yang masih belum pede membuat blog pribadi dikarenakan takut blog-nya berbayar lah, ga bisa nulis lah or mikir klo bikin blog itu harus ada kemampuan khusus berbasis web, kalian bisa menghilangkan kekhawatiran tsb karena jaman sekarang semua sudah serba simple, ga perlu ribet-ribet sendiri, hehe. Cuma tinggal sign up, isi identitas diri, pilih template blog, jadi deh blog-nya.

Berikut ada referensi yang saya baca sebelum membuat akun di WordPress, lengkap dengan step by step-nya : https://nusantaranews.wordpress.com/2009/07/21/cara-praktis-membuat-blog-pribadi-di-wordpress/

Semoga bisa memotivasi yang lain untuk bisa nge-blog yaa 🙂